
Reyhan yang membaca semua pesan dari Ferdi menjadi emosi, ia ingin menemui Ferdi dan menanyakan kepada Ferdi maksudnya. Reyhan pun melihat panggilan Rika yang dari semalam meneleponnya, begitu juga dengan panggilan dari Andini. Reyhan pun berniat menelepon Andini agar mereka bisa berbicara dengan baik-baik. Andini yng kebetulan mencari keberadaan Reyhan mengangkat telepon dari Reyhan.
" Hallo...!!! panggil Reyhan kepada Andini."
" Hmmm..!!! jawab Andini singkat."
" Sayang...!! kau dimana, ada ingin yang aku bicarakan kepada mu, kata Reyhan kepada Andini."
" Aku aku ada di taman belakang kampus, jawab Andini yang masih menahan emosinya."
" Kau tidak masuk kelas hari ini ?? tanya Reyhan kepada Andini yang sedang berbasa-basi."
" Tidak, kata Andini jutek."
" An...!!! aku ingin ngomong serius kepada mu, kata Reyhan."
" Oh...!!! aku juga ada yang ingin aku omongi sama mu, kata Andini."
" Baik lah sayang, kita ketemu di tempat biasa ya sayang, kata Reyhan yang sedang menggoda Andini."
Di sisi lain Riko baru bagun dari tidurnya, memang untuk hari ini Riko tidak ada kerjaan di kantornya. Hingga Riko bisa bersantai-santai di rumahnya, saat hendak bangun dari tempat tidur, Riko melihat jam. Ternyata sekarang sedang menunjukkan pukul 10.00 WIB, ia pun banghn dengan santainya, setelah turun dari atas ranjangnya yang empuk itu, Riko turun dari kamarnya menujuh ruang makan, saat sudah tiba di dapur Reyhan menanyakan keberadaan Chika kepada Bi Ina.
" Bi Chika dimana ?? tanya Riko kepada Bi Ina yang sedang nyuci piring di dapur."
" Oh...tuan baru bangun?? non, Chika masih tidur tuan katanya non Chika malas pergi kuliah, kata Bi Ina kepada Riko."
" Oh...!! jadi anak itu juga belum bangun, dasar malas !! jawab Riko kepada Bi Ina."
" Iya tuan, kata Bi Ina."
" Hmmm...!!! ya udah Bi, siapkan makan buat saya Bi, kata Riko."
" Tuan Riko mau makan apa?? kata Bi Ina."
" Nasi goreng aja Bi, kata Riko sambil duduk di meja makan."
__ADS_1
" Baik tuan, biar saya masakan nasi goreng untuk tuan, kata Bi Ina."
" Iya Bi, jawab Riko." Riko pun memainkan handphone milikny untuk menunggu Bi Ina yang sedang menyiapkan makan. Riko melihat foto profil milik Andini, ia sangat menyukai foto Andini yang cantik dan manis itu. Tak henti-henti Riko selalu memandang foto cantik milik Andini, sampai akhirnya makan yang telah di masak oleh Bi Ina sudah siap di hidangkan dihadapan Riko.
" Ini Nasi gorengnya tuan, kata Bi Ina yang sedang menghidangkan makan di hadapan Riko."
" Tuan Riko mau minum apa?? tanya Bi Ina kembali."
" Saya minum air putih aja Bi, habis itu siapkan kopi untuk saya Bi, jawab Riko."
" Baik Tuan, jawab Bi Ina." Bi Ina pun kembali ke dapur untuk menyiapkan kopi yang di minta oleh Riko, setelah menyiapkan kopi tersebut Bi Ina pun langsung meletakkan kopi tersebut di meja makan.
" Ini kopinya tuan, kata Bi Ina kepada Riko."
" Iya makasih Bi, jawab Riko kepada Bi Ina."
Setelah itu Bi Ina pun pergi dari hadapan Riko untuk menyelesaikan pekerjaan rumah lainnya. Saat sedang asik makan datang lah Fredi menghampiri putranya.
" Kau sedang malas-malasan ya?? tanya Fredi kepada putranya itu."
" Papah, masih dirumah ya?? aku kira papah uda balik ke Singapore, kata Riko kepada ayahnya."
" Akh...!!! papah gitu banget sih ngomongnya, kata Riko yang menyudahi makanannya."
" Hmm...!! jadi bagaimana hubungan mu dengan Andini apakah baik-baik saja, tanya Fredi kepada Riko."
" Baik-baik aja kok pah, doain saja biar kami cepat menikah, kata Riko kepada ayahnya.
Oh...!!! baguslah nak, kapan kita kerumah mereka?? sudah lama papah ingin kerumah mereka untuk sekedar ngobrol-ngobrol saja, kata Fredi kepada Riko."
" Bagaimana kalau malam ini pah, biar Riko juga mau menentukan tanggal pernikahan Riko dan Andini, jawab Riko kepada Fredi."
" Oh...!! ya sudah nak, papah setujuh yang penting kau bahagia, kata Fredi kepada anaknya itu."
" Oh ya..!! papah uda makan belum?? tanya Riko kepada ayahnya."
__ADS_1
" Sudah dari tadi papah sarapan dan mamah mu, cuma kalian berdua saja yang masih tidur kayak kebo, jawab Fredi yang sedikit sinis."
" Hahahaha...!! papah, bisa aja bilang anaknya kebo. Kalau kami kebo berarti papah apa dong?? tanya Riko dengan tersenyum-senyum lucu."
" Kau ini, kata Fredi."
" Ya udah papah mau balik ke kamar dulu, mau istirahat, kata Fredi."
" Iya pah, Riko juga mau ke kamar dulu, mau mandi dulu, jawab Riko kepada ayahnya."
Kini mereka pun pergi kekamar mereka masing-masing sementara Andini dan Reyhan sedang menuju tempat yang mereka janjikan.
Saat sedang mengendarai mobilnya, Andini menghubungi Rika untuk menyelesaikan masalah ini. Andini pun mengambil handphone miliknya dan menelepon Rika. Rika yang masih di cafe tersebut masih menangis mendengar perkataan Andini tadi, selama ini belum pernah ada yang mengatakannya wanita murahan. Sebenarnya Rika ini adalah gadis yang baik, karena ia mencinta Reyhan makanya melakukan hal itu. Saat masih menangis tiba-tiba handphone milim Rika berbunyi ia menatap layar handphonenya dan melihat bahwa yang meneleponnya adalah Andini.
Kesetika wajah Rika menjadi berubah ia masih kesal dengan perkataan Andini tadi, akan tetapi Rika masih tetap mengangkat telepon Andni ia pun berkata.
" Hallo An...!!! kata Rika."
" Iya hallo, kau dimana?? balas Andini yang masih terbawa emosi."
" Aku masih di cafe yang tadi, ada apa An...?? tanya Rika yang masih sabar menghadapi sikap Andini yang sedikit marah kepadanya."
" Kau ingin cepat selesaikan masalah kita, jawab Andini."
" Iya, aku ingin masalah ini cepat selesai An, kata Rika kepada Andini."
" Baiklah, aku ingin kau datang ke cafe xxx, Andini memberi tahu cafe yang biasa ia dan Reyhan kunjungi, jawab Andini.
" Baik lah An...!?? jawab Rika.
Rika pun bergegas pergi dari cafe tersebut dan menujuh cafe yang telah di janjikan oleh Andini tadi, ia membayar BILL minumannya dan peegi dari cafe tersebut dengan menaiki mobil pribadinya sendiri.
Dan lokasi cafe tersebut tidak jauh dari tempatnya tadi, akhirnya Rika pun sampai di cafe tersebut. Ia mencari keberadaan Andini di dalam cafe tersebut. Akan tetapi Andini belum juga menunjukkan batang hidungnya, dan akhirnya Rika pun memutuskan untuk menelepon Andini yang ingin memberitahukannya bahwa kini ia telah tiba di cefe yang sudah di janjikan tadi.
Akan tetapi telepon dari Rika tidak di jawab oleh Andini, karena Andini sedang fokus menyetir mobilnya. Akhirnya Rika pun mengirim pesan WA kepada Andini yang isinya memberitahukan bahwa kini ia telah tiba di cafe itu.
__ADS_1
Bersambung....
Mohon dukung karya saya teman-teman