Aku yang telah mencintai mu

Aku yang telah mencintai mu
PART 37


__ADS_3

Andini terus saja menangis ia masih tidak menyangka bahwa Reyhan tega menghianati cintanya, selama ini Andini selalu setia kepada Reyhan dan selalu menjaga hatinya dari pria mana pun.


" Sudah An...!!! jangan menangis lagi, kau harusnya bersyukur bahwa kau tahu lebih awal masalah ini, dan sekarang ini juga kau akan menikah dengan kak Riko, kata Chika."


Andini masih berdiam diri dia masih terus menangis karena penghiantaan yang di lakukan Reyhan kepadanya. Chika dan Bella selaku sahabat baik Andini terus berusaha menghibur Andini yang sedang menangis, Chika yang tidak tega melihat Andini menangis mengajak Andini dan Bella kesuatu tempat, mereka pergi ke Anyer untuk berlibur 2 hari ini.


Chika pun minta ijin kepada ayah dan ibunya Andini, dan juga Bella mereka pun pergi ke Anyer dengan pakaian seadanya tanpa adanya persiapan. Saat di dalam perjalanan, Andini masih diam ia tidak mengatakan apa pun kepada kedua sahabatnya itu, ia masih saja melamun dan berdiam diri. Akan tetapi Bella dan Chika selalu saja ada di samping Andini untuk menghiburnya.


Setelah perjalanan melalui perjalanan selama 2 jam akhirnya mereka tiba di Anyer Chika memesan kamar yang paling mahal untuk mereka tempati untuk 2 hari ini,


" Bagaimana menurut kalian bagus kan kamarnya?? tanya Chika dengan bangganya."


" Woowww....!!! indah sekali Chik, kau benar-benar pintar memilih tempat yang indah, iya kan An...??? tanya Bella kepada Andini yang mulai tidak merasa sedih lagi."


" Iya pemandangannya sangat indah, jawab Andini yang singkat."


" An...!!! dalam 2 hari ini kau harus bahagia, lupakan segala yang membuat mu sakit, kau harus menikmati hidup mu dan lupakan laki-laki itu, seperti yang kita lakukan dulu. Kau ingatkan saat aku putus dengan Melky dulu kau membawa ku kemari dengan harapan aku bisa melupakkannya dan hari ini aku dan Bella melakukan hal yang sama agar kau bisa melupakan cinta pertama mu tu, kata Chika yang berusaha menghibur dan menguatkan Andini."

__ADS_1


" Iya Chik, aku ingat mulai hari ini aku akan berusaha melupakan Reyhan dan semua cinta yang di hati ku ini untuknya, terima kasih ya Chik dan juga kau Bel kalian adalah teman terbaik ku. Kata Andini kepada kedua sahabatnya itu dengan perasaan yang sudah tenang."


Andini berusaha tegar di depan kedua sahabatnya itu ia tidak ingin mengecewakan kedua sahabatnya itu, ia mulai menikmati masa liburannya. Chika sudah memberitahukan kepada Riko tentan apa yang telah Andini alami saat ini, ia tidak ingin kakaknya khawatir tentang Andini karena ia tahu bahwa kakaknya itu sangat mencintai Andini dengan setulus hatinya karena memang Andini adalah cinta pertama bagi Riko.


Riko yang mendapat menjelasan dari Chika sedikit bahagia, Riko bahagia karena akhirnya Andini tahu tentang kebusukan dari Reyhan yang selama ini telah di sembunyikan olehnya. Kini Riko hanya akan menjauhkan Reyhan dari Andini ia tidak inging laki-laki itu menghantui hubungannya dengan Andini.


Riko mencoba menghubungi Andini, ia menelepon Andini untuk menghibur hati Andini yang telah terluka, akan tetapi nomor handphone Andini sedang tidak aktif ia memang sengaja tidak mengaktifkan handphonenya untuk menenangkan pikirannya.


" Sial...!!! kenapa nomornya tidak aktif ?? kata Riko dengan dirinya sendiri. Apa dia memang sengaja tidak mengaktifkan nomornya, kata Riko yang masih tetap bertanya-tanya kepada dirinya sendiri."


Ingin sekali rasanya Riko menghampiri Andini ke Anyer akan tetapi niatnya itu selalu di gagalkan oleh Chika, Chika tidak ingin Riko mengganggu Andini saat ini ia ingin kakaknya itu memberikan waktu kepada Andini untuk menenangkan dirinya. Riko yang mendengar penjelasan Chika itu pun menjadi sedikit mengerti. Di sisi lain Rika sedang sangat bingung akan kehamilannya ini, ia kini tengah berada di apartemennya ia dari tadi mencoba menghubungi Reyhan akan tetapi nomor Reyhan sedang tidak aktif.


Rika tidak bisa berpikir dengan jernih, sekarang ini ia sangat bingung akan keadaannya saat ini, sementara Reyhan tidak bisa di hubungi.


Di sisi lain Reyhan sangat strees dengan situasi saat ini, ia bingung harus bagaimana saat ini. Reyhan tidak ingin putus dengan Andini selain Reyhan juga sangat mencintai Andini, Andini juga sudah sangat dekat dengan keluarganya. Reyhan pun pergi minum-minum dengan beberapa temannya ia minum terlalu banyak hingga ia lupa akan masalah hidupnya yang rumit akibat salahnya sendiri.


" Andini aku tidak mau putus dengan mu, aku sangat mencintai mu, kata Reyhan yang mulai mengacau yang tidak sadarkan diri."

__ADS_1


" Ayo Rey...!!! minum lagi yang banyak...!! biar masalah mu hilang, kata salah satu temannya yang sudah mulai mabuk."


" Hahahahah....!!! ayo kita minum sampai pagi woiii...!!! kata Reyhan dengan tertawa terbahhak-bahak. Saat sedang asik minum Reyhan mendengar suara handphone berbunyi ia pun melihat layar handphone ia melihat bahwa Rika yang meneleponnya. Reyhan malas mengangkatnya, ia pun mematikan handphonenya agar ia puas untuk minum-minum dengan tenang. Sedangkan Rika masih saja gelisah karena Reyhan tidak mengangkat teleponnya.


" Andini...!!! maafkan aku sayang, maafkan aku sayang, aku tidak ingin berpisah dengan mu aku sangat mencintai mu An....!! tolong jangan tinggalkan aku, aku janji tidak akan menghianati cinta mu lagi, kata Reyhan yang masih saja mengacau dengan tidak sadarnya."


Teman-teman Reyhan yang melihat ia mengacau tidak jelas pun mulai khwatir mereka pergi mengantar Reyhan untuk pulang kerumahnya. Sedangkan Andini, Chika, dan Bella sedang menikmati suasana pantai yang sangat indah mereka jalan-jalan di pinggir pantai sambil menikmati kelapa muda.


" Chik, Bel... !! makasih ya kalian sudah ada buat ku, kata Andini kepada kedua sahabatnya itu." Kini Andini sudah mulai tenang perasaannya ia sangat bersyukur kepada kedua sahabatnya yang selalu ada untuknya.


" Iya An...!!! kami akan selalu ada buat mu, kata Bella yang menghibur Andini." Bella dan Chika memang selalu ada buat Andini saat senang mau pun duka.


" Yang penting saat ini, kau harus bahagia An..!!! kau tau kan saat ini kenapa om Endang tidak ingin kau menikah dengan Reyhan, tanya Chika kepada Andini." Andini yang mendengar perkataan Chika itu menjadi ingat kenapa papahnya tidak merestui lagi hubungannya dengan Reyhan.


Bersambung....


Mohon dukung karya saya ya teman-teman, jangan lupa di like, comen..

__ADS_1


GBU


__ADS_2