Aku yang telah mencintai mu

Aku yang telah mencintai mu
RIKO PILIHAN PAPAH KU


__ADS_3

Andini dan Riko terbawa suasana saat ini, Riko asik menulusuri l*h*r j*nj*ng milik Andini. Ia semakin hayut dalam c*mb*an yang ia buat bersama Andini. Ini adalah yang pertama buat nya, selama hidupnya Riko belum pertama berc*mb* dengan wanita mana pun.


Riko semakin terbuai akan percumbuan ini, dan Andini juga hayut akan permainan yang di ciptakan oleh Riko. Akan tetapi Andini teringat bahwa saat ini ia telah jauh melakukan hal yang belum sepantasnya ia lakukan dengan Riko.


Memang secara usia Andini sudah bisa di katakan dewasa, karena ia sudah berumur 21 tahun, sedangkan Reyhan sudah berusia 29 tahun.


Akan tetapi mereka belum sah menjadi suami istri, saat hendak melakukan yang lebih dalam lagi. Tiba-tiba, Andini menghentikan nya. Itu di karenakan ia sadar bahwa yang mereka lakukan ini sudah terlalu jauh.


Andini melepaskan c*u*anya, ia sadar dan mulai merapikan baju nya yang sudah mulai terb*k* akibat ulah Riko.


" Maaf kan aku An.....!!! kata Riko yang juga tersadar akan apa yang ia lakukan."


Andini tidak berani memandang wajah Riko, ia memalingkan wajahnya dan beralih pandangan ke arah yang lain.


" Tidak apa-apa kak, kata Andini."


" Ya sudah kak, aku masuk dulu. Kata Andini"


Setelah mengatakan itu, Andini berpamitan dengan Riko dan masuk kedalam rumahnya. Sedang kan Riko masih membayangkan hal menyenangkan yang ia lakukan tadi dengan Andini.


Ia masih berada di depan rumah Andini, sambil tersenyum dan menyetuh b*b*r nya. Ia masih merasakan b*b*r Andini yang membalas c*um an yang ia berikan tadi.


" Andini.....!!! aku semakin ingin memilik mu seutuhnya, kata Riko dengan dirinya sendiri sambil tersenyum."


Sedangkan Andini, telah masuk kedalam rumahnya. Saat hendak ingin menaiki anak tangga tiba-tiba ia di kagetkan oleh suara kedua orang tuanya yang memanggil nya.


" An.....!!! kata Endang."


Andini terkejut dengan wajah pucat nya. Seperti ia sedang lari dalam jarak 1000 km saja, wajahnya terlihat pucat dan keringat dingin. Ia menoleh ke arah sumber suara yang memanggil namanya.


" Sini sayang, kata Melisa."


" Iya mah, jawab Andini dengan nafas yang terengah-engah."

__ADS_1


" Kau kenapa sayang??? kenapa wajah mu pucat sekali?? kata Melisa yang melihat perubahan wajah putrinya tersebut."


" Enggak kenapa-kenapa mah, kata Andini."


" Terus kenapa wajah mu pucat begini dan kau terlihat ketakutan sekali?? tanya Melisa."


" Tidak kenapa-kenapa mah...!!!


jawab Andinj yang berusaha menenangkan ibunya tersebut."


" Hmmm....!!!!


Ya sudah, kalau tidak apa-apa, tapi ingat jangan menyembunyi kan apa pun dari mamah dan papah ya??? kata Melisa."


" Iya mamah ku sayang, jawab Andini sambil memeluk hangat ibu nya tersebut."


" Sayang....!!! semua keperluan mu untuk menikah nanti sudah mamah dan papa siapkan, kau akan menikah di hotel yang sudah di pesan oleh calon mertua mu. Dan besok kau dan Riko tinggal foto gandeng saja, yang lain nya biar Bambang yang urus. kata Endang."


" Iya pah.....!!!! jawab Andini sedih."


" Kenapa kau terlihat sedih seperti itu sayang?? tanya Melisa kepada putrinya."


" Iya mah, sebentar lagi Andini akan menikah dan berpisah dengan mamah dan papah. Andini akan hidup bersama dengan suami Andini, dan.....!!! kata Andini dengan mengeluarkan air mata nya."


Andink merasa sedih akan pernikahan ini, ia merasa akan berpisah dengan kedua orang tya nya yang sangat ia cintai itu. Akan tetapi kedua orang tua Andini mencoba menghiburnya.


" Sayang mamah...!!!


kau sekarang sudah dewasa, sudah sepantas nya wanita yang sudah menikah akan pergi dan meninggalkan kedua orang tuanya. Ingat sayang, kita hanya tidak satu rumah saja. Tetapi kan kau dan Riko bisa ke sini kapan pun kalian mau. Dan berikan cucu yang banyak untuk mamah dan papah, agar rumah ini tidak terasa sepi, kata Melisa."


" Cucu??? jawan Andini yang bingung akan perkataan ibunya."


" Iya sayang, cucu....!!!! kau harus memiliki anak lebih dari satu, agar rumah mu tidak terasa sepi seperti mamah dan papah, kata Melisa."

__ADS_1


" Iya nak....!!!


mamah mu benar, saat kau lahir. Mamah dan papah ingin sekali memiliki anak lagi, akan tetapi saat dokter mengatakan bahwa mamah mu ini tidak bisa memiliki anak lagi. Mamah dan papah mencoba sabar dan ikhlas sehingga mamah dan papah hanya memiliki mu saat ini., kata Endang."


Andini yang mendengar perkataan orang tua merasa sedih, karena mengingat akan mamah nya yang tidak bisa hamil lagi, setelah mengalami penyakit yang di deritanya.


" Mamah dan papah berharap kau dan Riko bisa saling mencintai seperti mamah dan papah dulu. Kalau ada masalah datang dalam hidup mu, jangan lari dari masalah nak. Apa lagi kembali ke rumah orang tua mu, kau harus bisa menjaga dan melindungi pernikahan mu sayang, kata Melisa kepada Andini."


" Iya mah....!!! jawab Andini sambil memeluk mamahnya."


" Riko adalah pria yang baik sayang, cintai lah dia dan lupakan lah pria itu. Kau akan menikah dengan Riko dan kau harus mencintai nya seumur hidup mu. Jangan berhubungan lagi dengan lelaki itu, kata Endang."


" Iya pah, jawab Andini."


" Papah tahu, dulu kau dan Reyhan menjalin hubungan yang sudah lama, tetapi dia bukan pria yang baik untuk mu nak. Kau tahu, saat ini dia sudah menikah dengan wanita asal Bali, dan papah tahu itu dari Bambang, kata Endang."


Yang mulai emosi saat mulai membicarakan soal Reyhan mantan kekasih anaknya tersebut.


Saat itu Bambang sedang ingin mencari tahu tentang hubungan Andini dan Reyhan atas perintah Endang. Dan saat itu juga Bambang tahu bahwa Tomi ayahnya Reyhan sedang menikahkan anaknya denga gadis yang ia dan Endang temui saat di Bali.


Saat mengetahui bahwa Reyhan sudah menikah, hati Endang terasa lega. Karena ia sudah tidak perlu khawatir lagi akan Andini putrinya. Endang merasa Riko dan Andini adalah pasangan yang tepat hingga ia ingi secepatnya putrinya menikah dengan Riko.


" Papah tidak ingin kau menyakiti Riko An....!!!! dia pria yang baik, dan papah dengar kau adalah wanita pertama dalam hidupnya. Kata Endang."


Ketika Andini mendengar perkataan Endang, ayahnya. Seketika Andini merasa luluh akan Riko, ia merasa yakim bahwa Riko memang benar-benar mencintainya.


Dan Andini juga merasa senang akan pernyataan Endang, yang mengatakan bahwa Andini adalah wanita pertama untuk Riko. Dan saat itu juga Andini bertekad akan mulai mencinta Riko di hidupnya.


BERSAMBUNG.....


MOHON TETAP DUKUNG KARYA SAYA TEMAN-TEMAN....


JANGAN LUPA LIKE DAN COMEN SEBANYAK MUNGKIN....

__ADS_1


GBU....


__ADS_2