
Andini malu sangat Riko terus saja memandangnya tanpa berkedip, ia malu di lihati oleh Nia dan juga para pegawai di tempat itu.
" Bagimana Riko apa kau menyuki gaun yang ini?? apa ada gaun yang lain lagi yang ingin di coba oleh Andinin?? tanya Nia kepada Riko yang menyelapkan lamunan Riko.
" Tidak usah mbak...!! yang ini saja, kata Riko yang masih saja menatap Andini dengan penuh cinta.
" Ya...Tuhan....!!!! cantik sekali gadis ini, ia lebih cantik menggunakan gaun ini dari pada yang aku pikirkan, kata Riko dalam hatinya.
Sementara Andini yang di tatap penuh cinta oleh Riko menjadi malu, ia hanya menundukkan wajahnya untuk menutupi rasa malunya. Nia meninggalkan pasangan ini untuk memberikan waktu untuk berduaan sambil memutuskan gaun yang akan mereka gunakan di hari bahagia mereka nanti. Riko berjalan mendekat ke arah Andini ia ingin membuka ikatan rambut Andini agar terurai untuk menutupi punggung mulus dan putih milik Andini tersebut agar tidak di lihat oleh lelaki lain yang ada di sana. Karena Riko melihat seorang laki-laki di balik tirai yang ada di belakang Andini sedang memandangi punggung mulus milik pujaan hatinya itu.
" Aku tidak ingin punggung yang indah ini, di lihat oleh lelaki lain selain aku, bisik Riko di telinga Andini sambil membuka jepitan rambut Andini sehingga punggung indah itu di tutupi oleh rambut indah Andini.
Merasa gerak geriknya diketahui oleh Riko lelaki itu pergi dari hadapan Riko dan juga Andini. Riko seakan mengenal wajah pria yang memandangi punggung indah kekasihnya itu. Tapi ia tidak memperdulikan lelaki itu, ia hanya ingin menghabiskan waktunya bersama Andini. Andini yang mendengar perkataan Riko itu menjadi bingung, ia melihat kesekeliling ruangan tersebut tapi tidak melihat seorang pun selain mereka berdua.
Andini berbalik dan menghadap kearah Riko,
" Siapa yang kakak maksud?? tanya Andini.
" Tidak ada...!!! jawab Riko yang sedang meletakkan tangannya di pundak Andini.
" Di sini hanya kita berdua kak, kata Andini lagi.
" Iya sayang, aku tahu di sini cuma kita berdua saja, kata Riko yang sedang menggoda Andini dengan menanggilnya dengan sebutan sayang.
Andini yang mendengar Riko menanggilnya sayang semakin malu, wajah semakin merah seperti tomat sangkin malunya. Ia masih tidak menjawab panggilan sayang Riko tersebut, sedangkan Riko masih saja terus menggodanya dengan mendekatkan wajahnya ketelinga Andini.
" Kak...!!! kata Andini yang mencoba menghentikan kelakuan nakal calon suaminya tersebut.
" Kenapa sayang,?? apa kau kegelian?? tanya Riko tapi tidak menghentikan kelakuannya.
" Kak....!!! ini di tempat umum, kata Andini.
" Terus?? Apa kau ingin kita lanjutkan di tempat lain, kata Riko yang terus saja menggoda Andini dengan perkataan nakalnya.
__ADS_1
Kini Riko semakin berani merangkul pinggang Andini agar semakin dekat kearahnya sampai akhirnya tidak ada jarak lagi di antara mereka. Dan tanpa meminta ijin kepada Andini, Riko mengecup bibir milik Andini. Tentu saja Andini menjadi kaget dan melepaskan tubuhnya dari Riko.
" Kak...!!! apa yang kau lakukan, kata Andini kaget.
Riko menarik tubuh Andini kembali, dan memeluk Andini dengan erat, ia sengaja melakukan itu, karena Riko tahu bahwa Reyhan sedang melihat mereka dari tadi.
# Flashback##
Saat Riko dan Andini pergi dari rumahnya Andini, tanpa sengaja Riko melihat Reyhan sedang berdiri di depan rumah Andini dan saat mereka pergi menujuh butik ini pun Reyhan masih mengikut mereka dan entah mengapa Reyhan bisa masuk keruang fetting gaun pengantin mereka akan tetapi Andini tidak menyadari kehadiran Reyhan tersebut.
# FlashOn##
" Kak...!!! kita lagi di tempat umum, harus menjaga sikap. Kata Andini kepada Riko."
" Iya sayang, aku tahu...!!! maaf ya, kata Riko sambil memegang wajah Andini dengan lembut."
" Hmmmm...!!! oh ya, apa boleh aku mengganti pakaian ku?? kata Andini.
" Mbak Nia....!!! panggil Riko kepada Nia.
"Iya...!!! kata Nia yang berlari menujuh arah Riko dan Andini."
" Apa Rik...!!! kata Nia.
" Mbak...!!! tolong bantu calon istri ku ini mengganti pakaian pastikan tidak ada yang mengintipnya, kata Riko dengan suara lantang.
Tentu saja Andini dan Nia yang mendengarnya menjadi bingung mendengar perkataan Riko tersebut. Tapi Andini tidak berani menanyakan kepada Riko, ia mengikuti langkah Nia untuk pergi menggantikan baju yang ia kenakan tadi.
Setelah selesai mengganti pakaianya Andini menghampiri Riko, dan Nia pun menyusul mereka.
" Bagaimana Riko apa kau setujuh dengan gaun yang Andini kenakan tadi?? tanya Nia kepada Riko.
" Iya mbak...!!! saya setujuh, kata Riko.
__ADS_1
" Apa kau tidak ingin mencoba baju pengatun mu lagi, kata Nia.
" Tidak usah mbak, saya ingin ada urusan lain kata Riko.
" Andini apa ada masalah dengan gaun yang kau coba tadi?? tanya Riko.
" Tidak kak, aku sangat menyukai gaun itu, kata Andini dengan senyuman manis diwajahnya.
" Baik lah kalau gitu, kata Riko.
" Oh..iya mbak Nia, pernikahan saya akan di percepat, kalau tidak ada halangan minggu depan saya dan calon istri saya ini akan menikah, jadi saya harap mbak Nia bisa menghadiri pernikahan saya, kata Riko.
" Oh...iya....!!!! kau sudah tidak sabar untuk segera menikah ya?? tanya Nia.
" Itu kau tahu mbak, kata Riko. Oh iya gimana kabar Alex, tanya Riko.
" Alex baik-baik saja, apa kau sudah memberitahu dia kau akan menikah minggu depan?? tanya Nia.
" Belum mbak, saya tidak ingin ia ke jakarta. Ia pasti belum bisa melupakan Wilda, kata Riko.
" Hmmmm....!!! sejak dia putus dengan Wilda, Alex tidak mau membuka diri kepada wanita lain, jawab Nia.
" Itu lah mbak, makanya saya tidak ingin Alex ke jakarta,kata Riko.
Ternyata Nia, Alex dan Riko adalah teman lama, Nia merupakan kakak kelasnya Riko dan Alex mereka merupakan teman satu kuliah saat mereka di Singapore, karena mereka dari negara yang sama sehingga mereka menjadi sahabat, dan itu pun setelah ibunya Riko membawanya ke butik milik Nia makanya mereka bisa bertemu lagi setelah beberapa tahun tidak bertemu.
Dan saat Nia lulus ia kembali ke Indonesia dengan membuka butik, gaun pengantin, kebaya dan gaun malam untuk para pengusaha kaya dan juga selebritis tanah air, akan tetapi Riko dan Alex masih tinggal di Singapore, Alex membantu Riko untuk menjalankan bisnis mereka, akan tetapi karena Riko belum juga menikah di usia yang 29 tahun ini membuat ayahnya khawatir, dan ayahnya Riko mengenalkan Riko dengan anak sahabatnya.
Dan Alex sendiri masih tetap tinggal di Singapore untuk mengurus beberapa bisnis mereka. Tentang Wilda, Wilda merupakan mantan kekasih Alex ketika mereka masih sama-sama kuliah di Singapore akan tetapi mereka putus setelah Wilda tahu bahwa Alex bukan pemilik perusahaan, ia hanya membantu Riko saja.
Wilda pun memutuskan hubungannya dengan Alex yang sudah tiga tahun mereka jalani
Bersambung
__ADS_1