
" Jadi sekarang kau akan pergi menemui pria itu An??? tanya Bella.
" Iya Bel, mudah-mudahan laki-laki itu menolak lamaran ayah ku. Kata Andini.
" Hmmmmm....!!! oh ya, hari ini aku harus balik duluan soalnya papah ku ngajak makan malam di restoran apa ya....??? kata Chika sambil mikir nama restoran yang akan mereka tujuh.
" Restoran apa Chik??? tanya Bella.
" Entah lah Bel, aku lupa!!😁 jawab Chika tersenyum.
" Kau ini Chik..chikk...!! kenapa harus lupa begitu. Hahahaha...!! Kata Andini.
Saat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba handphone Chika berbunyi.
Chika yang mendengar handphonenya berbunyi, ia langsung mengambil handphonenya di dalam tas dan mengangkat telepone tersebut. Dan yang menelepon tersebut ialah Riko.
" Hallo kak !!! kata Chika.
" Kau lagi dimana sekarang?? tanya Riko
" Aku lagi ngumpul bareng teman-teman ku kak, kenapa??? tanya Chika.
" Hari ini kau harus cepat pulang, nanti ada pertemuan keluarga disalah satu restoran. Kata Riko
" Iya kak...!!! aku tau soalnya tadi papah uda ngomong sama Chika. kata Chika
" Oh...bagus lah, apa Andini disitu??? tanya Riko
" Iya...!! kenapa ?? kata Chika
" Tidak apa-apa, ya sudahlah ya...!!! aku mau kerja lagi. Kata Riko
" Baik kak..!!! kata Chika.
Riko menutup teleponnya, sementara Chika ingin berpamitan kepada kedua sahabatnya itu.
Bella dan Andini pun pulang kerumah mereka masing-masing.
Sementara Reyhan sedang asik bercumbu mesra dengan Rika.
Tempat pukul 14.30 Andini tiba di rumahnya, ia di sambut hangat oleh kedua oran tuanya yang sedari tadi menunggu kedatangannya
" Selamat sore papah dan mamah. Sapa Andini kepada kedua orang tuanya
" Selamat sore sayang....!!! kata kedua orang tuanya.
__ADS_1
" Mah..!!! Andini pakaikan gaun yang sudah papah belikan tadi. Kata Endang kepada istrinya tersebut.
" Iya pah..!! jawab Melisa.
" Oh iya mah...!!! sekalian panggil penata rias yang maling bagus untuk mendandani putri kesayangan ku ini. Kata Endang.
Andini yang melihat ayahnya begitu bahagia menjadi sangat senang, ia belum pernah melihat senyum yang indah di wajah ayahnya tersebut. Ia merasa kecewa akan dirinya sendiri jika ia menolak perjodohan ini, Andini tidak ingin merusak kebahagiaan ayahnya tersebut.
Ia pun memeluk hangat ayahnya, ia berkata.
" Andini akan selalu membuat papah tersenyum seperti ini. Kata Andini sambil memeluk ayahnya dan tidam terasa air mata pun menetes di wajah cantiknya.
Endah merasa kasih sayang putrinya tersebut menjadi merasa bahagia, selama ini ia selalu mendidik anaknya untuk menjadi anak yang berbakti kepada orang tua.
Tidak sia-sia selama ini Endang dan Melisa mengajarkan tentang kebaikan kepada putrinya tersebut.
" Terima kasih sayang. kata Endang yang membalas pelukan putrinya itu.
Saat suasana menjadi lebih haru, Melisa datang sambil membawakan gaun putih yang indah. Ia memberikan gaun itu kepada Andini dan Andini menerima gaun yang cantik itu dari tangan ibunya.
" Sayang ini gaunnya, kau pakai ya!! kata Melisa
" Iya mah...!!! tapi Andini gak mau pakai penata rias mah, Andini dandan sendiri aja. kata Andini kepada ibunya
" Ya sudah sayang, kau kalau tidak mau memakai jasa penata rias. Yang penting kau harus berdandan yang cantik. Kata Endang.
" Iya sayang...!!! kata kedua orang tuanya.
Melisa yang merasa senang melihat suaminya bahagia, ia juga merasa bersyukur Andini tidak menolak prrjodohan ini demi kebahagiaan mereka.
" Pah...!!! mamah senang, akhirnya Andini mau menerima lamaran ini. Kata Melisa.
" Iya mah...!! papah juga senang, putri kita mau menerima perjodohan ini. Andini ingin melihat kuta bahagia mah. Kata Endang.
" Iya pah...!! mamah bersyukur memiliki putri seperti Andini pah, ia anak yang baik dan juga penurut kepada kedua orang tuanya.
" Makanya itu mah, papah tidak rela anak kita jatuh kepelukan laki-laki seperti Reyhan. Kata Endang
"Benar pah, mamah juga tidak setuju jika Andini jadi miliknya Reyhan. Mau jadi apa nanti putri ku jika hidup bersama pria tukang selingkuh seperti Reyhan itu. Kata Melisa dengan penuh amarah yang susah diartikan.
" Itu sebabnya mah, kita sebagai orang tua harus mengarahkan anak kita ke arah yang baik. kata Endang.
" Iya pah...!!! oh ya pah, kita bertemu dengan keluarga sahabat papah itu jam berapa??? tanya Melisa kepada suaminya itu.
" Jam 19.00 Wib mah, mamah juga harus dandan yang cantik ya. Kata Endang
__ADS_1
" Tenang saja pah, mamah akan berdandan yang cantik, agar semua orang tau kalau Andini itu cantik karena dari mamahnya. Hahahahaha...!! kata Melisa sambil tertawa.
" Hahahaahha...!! mamah ini bisa aja, Andini itu cantik karena papahnya juga ganteng kali mah. kata Endang membalas istrinya tersebut.
" Hah...papah ganteng dari mananya coba?? kata Melisa
" Jadi menurut mamah, papah tidak ganteng?? tanya Endang
" Entah lah pah, mamah tidak tau..!! jawab Melisa yang masih tertawa sambil pergi meninggalkan suaminya itu menujuh kamar mereka.
" Dasar si mamah ma...!!! kata Endang yang masih kesal dengan jawaban istrinya tersebut
Di sisi lain Andini masuk ke dalam kamarnya, ia melihat gaun berwarna putih tanpa lengan itu gaun itu sangat cantik dan begitu indah. Ia merasa bahagia bercampur sedih, ia bahagia karena gaun ini pemberian ayahnya yang sangat ia cintai sedangkan disisi lain ia juga sedih karena ia masih mencintai Reyhan.
Ia sedih melihat hubungan mereka saat ini, sudah beberapa hari ini Reyhan tidak menemuinya, bahkan untuk menelepon saja pun jarang.
Pada hal dulu tiap menit Reyhan selalu meneleponnya. Andini mulai curiga apa benar Reyhan sudah menghianatinya. Jika memang benar Reyhan menghianatinya maka Andini akan menepati janjinya untuk menikah dengan pria pilihan orang tuanya.
Andini terus merenungi hubungannya dengan Reyhan yang sudah mulai rengang, ia merasa sedih akan perubahan sifat Reyhan. Ia merasa tidak melakukan kesalahan apa pun kepada Reyhan tapi kenapa Reyhan tega menjauhinya seperti ini. Kini hubungan yang dulu terlihat romantis menjadi hubungan tanpa status yang jelas. Tidak terasa air mata Andini jatuh ke wajahnya yang cantik ia menagisi hubungannya denag Reyhan.
Andini yang masih merenung akan hubungannya dengan Reyhan di kejutkan oleh suara ketukan pintu kamarnya.
Tokkkk...tokkk...tokkkk...
" Siapa??? kata Andini dari dalam pintu.
" Mamah sayang...!!! kata Melisa dari luar
Andini yang mendengar suara ibunya, cepat-cepat menghapus air matanya. Ia tidak ingin ibunya ikut sedih akan dirinya.
" Sebentar ya mah...!! kata Andini masih dari dalam kamarnya.
Setelah menghapus air matanya, Andini membuka pintu kamarnya.
" Kau belum ganti pakaian sayang??? tanya Melisa
" Belum mah...!! Andini kan belum mandi. Jawab Andini dengan wajah yang menunduk.
" Kenapa?? kata Melisa yang memperhatikan wajah putrinya itu.
Bersambung.....
Mohon dukung karya saya ya teman-teman, jangan lupa di like dan comen...
😍😍😍😘😘😘😘
__ADS_1
Terima kasih yang sudah membaca