
Jackob dan Reyhan pergi ke salah satu cafe di kawasan Jakarta Pusat, itu ia lakukan agar ia dan sahabatnya bebas untuk mengobrol satu sama lain dan pembicaraan mereka tidak di dengar oleh orang lain.
Sesampainya di cafe itu seperti biasa Reyhan memesan minuman yang mengandung alkohol. Ia sengaja memesan minuman itu untuk menghilangkan beban pikiran yang sedang ia alami saat ini, sementara Jackob hanya memesan minuman bersoda saja dan mereka pun memulai pembicaran mereka.
" Rey.....
kau selama ini kemana saja??? tanya Jackob kepada Reyhan yang sedang meminum segelas bir."
" Aku gak kemana-mana kok, jawab Reyhan dengan wajah yang penuh beban.
Cemmmm.....
aku lagi stress kali nie Jack...!!! jawab Reyhan yang nampak lesuh."
" Stress kenapa kau ini?? tanya Jackob penasaran."
Karena Jackob memang tidak tahu soal Rika yang sedang mengandung anak Reyhan itu sebabnya ia bertanya kepada Reyhan.
" Aku bentar lagi nikah sama Rika, jawab Reyhan sambil meneguk minumanya."
" APA......
Jawab Jackob kaget."
" Hmmm......
jawab Reyhan singkat dan memalingkan pandangannya ke arah lain."
" Akkkhhh.....
yang benar kau Rey??
bagaimana bisa kau menikah dengan Rika, pada hal kan kau cintanya sama Andini.
Kata Jackob dengan menatap tajam ke arah Reyhan."
" Itu lah Jack....
Rika hamil gue buat, jawab Reyhan dengan wajah yang masih lesuh."
" Loe sih, bodoh.....
kalau main itu pake pengaman dong, biar gak kayak gini. Jadi bokap sama nyokap loe uda tahu masalah ini?? tanya Jackob lagi kepada Reyhan."
" Uda lah...
itu sebabnya bokap gue nyuruh gue nikahi si Rika, jawab Reyhan dengan menggaruk kepalanya sendiri."
" Jadi loe di suruh tanggung jawab sama bokap loe.....
Hahahahahahahha......
Rey....
Rey....
loe kalau mau main sama wanita yang pintar dikit napa, kata Jackob yang meledek sahabatnya itu."
" Akkkhhhh.....
s*aLan loe, gue lagi pusing gini malah loe ledek lagi, jawab Reyhan yang kesal Jackob meledeknya."
" Sory....
__ADS_1
sory.....
gue kelepasan, lagian loe g*bl*k benar sih masa baru satu kali main bareng cewek uda hamil loe buat, kayak gue dong yang suka bercinta dengan siapa aja yang gue mau tapi gak ada yang hamil gue buat, kata Jackob dengan tertawa kecil dan meneguk minumannya."
" Itu karena loe belum dapat sialnya aja, makanya loe bisa ngomong gitu ke gue, jawab Reyhan kembali."
" Bukan gitu Rey.....
itu karena gue teliti kepada setiap wanita yang gue kencani. Jawab Jackob."
" Entah lah....
gue pusing mikirinya, jawab Reyhan kepada Jackob."
" Jadi hubungan loe dengan Andini gimana Rey?? tanya Jackob."
" Gue putus....
dan gue dengar dia mau nikah sama pria pilihan bokapnya, jawab Reyhan."
" Apa......????
Andini mau di jodohi ??? makin rumit aja hidup loe, kata Jackob yang mulai prihatin dengan sahabatnya."
" Itu dia yang gak bisa gue terima Jack.....!!!
Reyhan mulai emosional saat topik pembicaraan mengarah kepada Andini. Ia mulai meminum segelas bir lagi untuk menghilangkan Andini dari hati dan pikirannya.
" Jadi mau gimana lagi Rey kita buat, kalau Andini saja mau di jodohkan sama pria lain sama bokapnya, kata Jackob."
" Gue gak terima Jack, kalau wanita yang gue suka di miliki oleh orang lain. Gue bayangin Andini di sentuh saja oleh pria lain membuat darah gue panas, apa lagi kalau itu jadi kenyataan bisa gila gue mikirinya, jawab Reyhan dengan amarahnya."
" Apa dia tahu jika Rika sedang hamil anak loe?? tanya Jackob."
" Iya.....
" Maksud loe Rika??? tanya Jackob lagi."
" Iya.....
siapa lagi kalau bukan dia, jawab Reyhan kesal."
" Bagaimana bisa Rika ngomong ke Andini bahwa ia sedang hamil anak loe?? tanya Jakcob lagi."
" Entah lah....
lama-lama gue kesal bangat sama itu cewek, dia juga gak segan-segan ngomong sama bokap dan nyokap gue kalau dia hamil anak gue, kata Reyhan kepada Jackob."
" Tapi loe gak bisa salahin Rika juga, kata Jackob."
" Entah lah.....
gue males kalau ngomongin itu cewek, jawab Reyhan."
" Tapi, bagaimana bisa bokapnya Andini jodohin dia sama pria lain?? tanya Jackob yang penasaran."
" Entah lah,
Andini bilang ke gue, bokapnya lihat gue waktu di bali lagi berdua sama si Rika, kata Reyhan."
" Ohh....
jawab Jackob singkat."
__ADS_1
" Udah lah Rey.....
saat ini lebih baik loe lupain Andini dan mulai hidup baru bersama Rika, lagian kasihan calon anak loe yang gak salah apa-apa.
Jawab Jackob yang mulai menasehati sahabatnya itu."
Mendengar nasehat dari Jackob hati Reyhan masih belum terima, ia masih saja diam.Itu karena dari lubuk hatinya ia masih sangat mencintai Andini seorang.
Cukup lama Reyhan dan Jackob mengobrol di cafe tersebut, sampai akhirnya tanpa sengaja Reyhan melihat ayahnya Andini sedang di cafe tersebut dengan rekan kerja yang tidak lain adalah ayah Riko.
Mereka sedang membicarakan acara pernikahan Andini dengan Riko yang akan di langsanakan secepat mungkin.
" Jack....
itu bukannya bokap Andini?? tanya Reyhan kepada Jackob sambil menunjuk ke arah Endang ayahnya Andini."
" Mana??? jawab Jackob yang melihat kearah tangan yang di tunjuk oleh Reyhan."
" Itu.....
yang duduk dekat pintu keluar loh, masa loe gak lihat sih. Kata Reyhan yang masih mengarahkan tangannya ke arah Endang berada."
Jackob pun melihat dengan jelas ke arah tangan yang di tunjukkan oleh Reyhan. Ia ingin mendengar apa yang sedanb di bicarakan oleh ayahnya Andini.
" Oh iya.....
jawab Jackob."
" Loe mau kesana?? tanya Jackob kepada Reyhan."
" Gak akh.....
jawab Reyhan kepada Jackob."
Tidak lama kemudian datang lah Riko beserta Andini ke cafe tersebut. Dengan wajah yang kaget Reyhan melihat Andini dan seorang pria yang sedang memegang bahunya dengan mesra.
Kesetika wajah Reyhan berubah menjadi merah saat wanita yang ia cintai sedang bersama pria lain. Ia ingin menghampiri Andini dan Riko dengan penuh amarahnya, akan tetapi hal itu di cegah oleh Jackob.
" Jangan.....
kata Jackob yang memegang pergelangan tangan Reyhan."
" Lepasin gue,
kata Reyhan"
" Kalau loe kesana, itu hanya membuat bokapnya Andini benci sama loe, lebih kita balik saja, kata Jackob dengan menyuruh Reyhan duduk kembali."
Jackob memanggil salah satu pelayan di sana untuk meminta bill pesanan mereka.
Saat pelayan tersebut datang, Jackob langsung mengeluarkan kartu kreditnya dan membayar tagihannya.
Reyhan masih saja memandang ke arah Andini beserta Riko, hatinya sangat panas saat melihat Andini bersama pria lain. Akan tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa saat ini karena ia tidak ingin ayahnya Andini semakin membencinya.
BERSAMBUNG......
MOHON TETAP DUKUNG KARYA SAYA YA TEMAN-TEMAN.
KASIH LIKENYA DAN FOLLOW AKUN SAYA
DAN TERIMA KASIH BUAT TEMAN-TEMAN YANG SUDAH KASIH LIKE DAN KOMENNYA
GBU.......
__ADS_1