
Rika masih menangis sambil merenungkan nasibnya, ia masih bingung harus berbuat apa saat ini dan terlintas dalam pikirannya ia ingin mengu***kan kandungannya sendiri agar ayahnya dan ibunya tidak merasa malu dan juga kecewa kepadanya.
" Bagaimana kalau ku g*g**kan saja kandungan ku ini?? tanyanya kepada dirinya sendiri, tapi bagaimana mungkin aku membunuh darah daging ku sendiri?? tanyanya kembali."
" Akkkkhhhh....!!! aku harus gimana ini, Reyhan juga tidak bisa di hubungi?? aku harus bagaimana Tuhan?? Rika terus saja berbicara kepada dirinya sendiri.
Di sisi lain Riko sudah selesai dengan urusan kantornya, setelah selesaikan segala tugasnya sebagai CEO ia ingin pergi kerumah Andini dan menanyakan sesuatu kepada ayahnya Andini.
Akan tetapi niatnya itu di urungkannya karena saat ini sudah larut malam ia tidak ingin mengganggu ayahnya Andini.
Riko pun pergi kekamarnya dan menelepon nomor Andini, ingin rasanya ia memandang wajah cantik Andini sebelum tidur. Dan ia pun melakukan panggilan video call kepada Andini. Bak gayung bersambut Andini pun menerima panggilan video call dari Riko. Andini pun menerima panggilan tersebut saat ia melihat handphonenya ia bingung melihat nomor baru di handphonenya dan Riko juga tidak membuat foto dirinya di profil WhatApp miliknya.
" Hallo...!! sapa Riko dalam panggilan kepada Andini."
" Iya hallo...!! siapa ini?? balas Andini yang tidak mengetahui nomor tersebut, ya...!! nomor Riko memang belum ia simpan dalam handphonenya, maka dari itu ia menanyakannya.
" Hai An...!!! ini aku Riko, apa aku menanggu mu?? kata Riko kepada Andini."
" Oh...kak Riko !!! balas Andini."
" Iya ini nomor ku, apa aku sedang mengganggu mu?? tanya Riko kepada Andini."
" Gak kok kak, aku lagi ngobrol-ngobrol saja sama Chika dan Bella kak, kata Andini."
" Oh...!!! apa kau sudah makan malam?? tanya Riko kembali."
" Sudah kok kak, aku sudah makan. Apa kak Riko sendiri sudah makan?? kata Andini."
" Belum, aku baru selesai mengurus urusan kantor An..!! rasanya capek sekali, kapan kau akan pulang dari Anyer?? tanya Riko kepada Andini sambil menatap wajah Andini dari balik layar handphone miliknya."
" Besok aku juga akan pulang kak, aku sudah lebih baik saat ini, jawab Andini yang juga menatap wajah Riko dari layar handphone miliknya."
__ADS_1
" Oh ya...!! bagus lah kalau kau sudah lebih baik sekarang, kata Riko."
" Apa Chika dan Bella tidak ada di sana?? kok suara mereka tidak kedengaran, tanya Riko lagi."
" Tidak kak, mereka di sini kok tapi saat kak Riko telepon, aku sedikit menjauh dari mereka dam aku juga pakai headset ini, kata Andini kepada Riko.'
" Oh...!!! apa aku boleh menanyakan sesuatu kepada mu An?? tanya Riko."
" Apa itu kak?? kata Andini."
" Apa kau akan kembali kepada Reyhan?? tanya Riko penasaran akan perasaaan Andini kepada Reyhan." Tentu saja Andini yang mendengar pertanyaan itu menjadi bingung untuk menjawabnya.
" Tidak kak, aku tidak akan kembali kepada orang yang telah menghianati cinta ku. Seperti yang aku katakan kepada mu dulu, jawab Andini tegas kepada Riko."
" Baguslah kalau gitu An...!! aku tidak ingin kau jadi miliknya yang aku inginkan kau jadi milik ku satu-satunya, kata Riko yang menatap Andini dengan penuh arti yang dalam."
" Hmmm...!!! jawab Andini singkat, ia tidak ingin membalas pengakuan cinta Riko kepadanya, karena memang sejujurnya Andini tidak mencintai Riko seperti ia mencintai Reyhan."
" Tidak kak, aku tidak mencintai siapa-siapa saat ini, kata Andini kembali dengan jawaban yang mulai sedikit tidak enak berbicara juur kepada Riko sang calon suaminya."
" Oh..!! apa kau belum mengantuk An?? tanya Riko kepada Andini yang mengalihkan pembicaraannya. Sebenarnya Riko antara bahagia dan juga kecewa dengan jawaban Andini tadi, ia kecewa karena Andini belum bisa menyukainya apalagi mencintainya. Bahagianya karena Andini sudah tidak mencintai Reyhan lagi.
" Sebenarnya aku sudah mulai ngantuk kak, Chika dan Bella juga kini sudah tidur juga kak, jawab Andini kepada Riko."
" Oh...!! ya sudah An..!! apa besok malam aku bisa bertemu dengan mu?? tanya Riko kepada Andini."
" Nanti aku kabari ya kak, jawab Andini."
" Baik lah kalau begitu, aku menunggu kabar dari mu, kata Riko kepada Andini."
" Hmmm...!! jawab Andini."
__ADS_1
" Baik lah kalau begitu An..!! kau tidur saja, mimpi yang indah dan selamat malam, kata Riko yang ingin mengakhiri membicaraan mereka."
" Iya kak, selamat malam..!! kata Andini, Andini pun menutup teleponnya." Selesai menelepon, Riko pun beristirahat semantara Andini masih belum bisa menutup matanya. Ia masih kepikiran perkataan Riko tadi, ia bingung bagaimana mungkin Riko bisa mencintainya. Ia pun terus bertanya-tanya kenapa bisa Riko begitu mencintai setelah c**man yang tidak di sengaja itu. Sangkin lamanya ia berpikir membuatnya mengantuk akhirnya Andin pun tertidur.
Sementara waktu telah menunjukan pukul 07.00 WIB, Reyhan telah sadar dari mabuk alkoholnya kepalanya terasa sangat berat akibat pengaruh minuman semalam. Reyhan mengucek-ucek matanya yang masih terasa ngantuk, sementara kepalanya pun masih berat ia pun kembali melanjutkan tidurnya, akan tetapi rasa kantuknya tersebut mengalahkan segalanya kala ia ingat bahwa hari ini ia akan melakukan tugas kelompok bareng teman kuliahnya.
Reyhan pun bangun dari tempat tidur ia bergegas kekamar mandi untuk mandi , setelah selesai mandi Reyhan mengambil pakaian dari lemari bajunya dn bergegas turun untuk mengambil kunci mobilnya. Saat ia turun, Reyhan mihat Bi Atik di bawa, ia bertanya kepada Bi Atik apa ia melihat kunci mobilnya.
" Pagi tuan, kata Bi Atik."
" Pagi juga Bi, apa Bibi melihat kunci mobil?? tanya Reyhan kepada sang ART di rumahnya itu."
" Saya tidak melihatnya tuan, di ruang tamu, keluarga dan meja makan dan ruang lainnya saya tidak melihat kunci mobil milik tuan Reyhan, kata Bi Atik kepada Reyhan."
" Mungkin kunci mobil tuan Reyhan sama nyonya kali, soalnya kemarin tuan Reyhan di anatar pulang sama...!! kata Bi Atik tidak melanjutkan perkataanya."
" Sama siapa Bi ...?? tanya Reyhan kembali. Oh ya Bi, siapa kemarin malam yang membawa saya pulang?? tanya kembali Reyhan kepada Bi Atik."
" Anu tuan, kata nona Jessika yang membawa tuan Reyhan pulang adalah temannya tuan Reyhan sendiri, kata Bi Atik."
" Bi Atik gak tau siapa nama teman saya?? tanya Reyhan lagi."
" Saya tidak tahu tuan, kata Bi Atik kepada Reyhan."
" Kalau gitu, Bibi tahu kunci motor Reyhan gak??? ini Reyhan uda terburu mau kekampus, kata Reyhan.
Bersambung....
Tetap dukung karya saya teman-teman
GBU.
__ADS_1