Aku yang telah mencintai mu

Aku yang telah mencintai mu
Bab33


__ADS_3

Seharusnya aku yang tidak tidur kak, kata Andini.


" Hmmm...!!! ya sudahlah An, kata Riko kepada Andini. Oh ya An..!!! apa hari ini kau pergi kekampus??? tanya Riko kepada Andini."


Iya kak..!! emang ada apa ??? jawab Andini


Tidak apa-apa, aku cuma mau bertanya saja, kata Riko.


Oh...!! Andini masuk dulu ya kak, mau mandi dulu dan siap- siap ke kampus, kata Andini


Ya udah, kalau gitu aku balik dulu ya An..!!! kata Riko


Iya kak..!! jawab Andini


Andini membuka pintu mobil Riko dan hendak memasuki rumahnya, saat hendak keluar tiba-tiba Riko menarik tangan Andini agar tetap berada di samping. Andini yang kaget akan perlakuan Riko itu pun bertanya.


" Ada apa kak?? tanya Andini kaget "


Maaf An...!! aku hanya ingin menumpang kamar mandi, kata Riko


Andini yang mendengar perkataan Riko tersebut pun menjadi tertawa, ia kira Riko menarik tangannya karena ada sesuatu yang penting yang ingin ia sampaikan.


Hmmm...!! aku kira ada hal penting apa sampai kak Riko menarik tangan ku, kata Andini.


Hehehe !! maaf ya, kata Riko


Ya sudah, ayok masuk kak..!! kata Andini


Kini mereka berdua pun turun dari mobilnya Riko, Riko yang masih tetap memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah Andini.


Mereka berjalan menujuh gerbang pintu rumah Andini. " Pagi ini udaranya segar sekali ya, kata Riko yang membuka pembicaraan. "


Iya kak, kata Andini singkat


Oh ya sudah jam berapa sekarang?? tanya Riko


Andini melihat jam tangannya, ia melihat bahwa saat ini sudah jam 05.30 WIB pagi.


" Sekarang uda jam setengah enam kak, jawab Andini kepada Riko."


Mereka kini sudah di depan gerbang rumah Andini, Andini memencet bel rumahnya yang langsung di buka oleh satpam mereka. Sang satpam yang mendengar bel pintu berbunyi pun langsung membuka gerbang rumah.

__ADS_1


Pagi non !! sapa sang satpam


Pagi juga mang ujang !! jawab Andini dengan senyum manisnya


Non itu yang di depan mobil siapa?? tanya sang satpam


Itu mobil saya pak, bisa minta tolong di masukkan ke dalam pak, kata Riko dengan sopan.


Oh...!!! iya tuan, boleh saya minta kuncinya, kata sang satpam


Ini pak, kata Riko sambil memberikan kunci mobilnyaa kepada sang satpam.


Mang Ujang adalah satpam yang sudah lama kerja di kediaman keluarga Andini, pria asal Bandung ini cukup di percaya oleh keluarga Andini.


Ayok masuk kak..!! kata Andini kepada Riko


Iya..!! kata Riko yang mengikut langkah Andini


Andini mengetok pintu rumahnya dan langsung di buka oleh papahnya, Andini takut saat berhadapan dengan papahnya ia tetap merasa bersalah karena tidak pulang. Akan tetapi ayahnya tidak memarahinya malah ayahnya senang jika Andini semakin dekat dengan Riko.


Pagi om..!! sapa Riko kepada Endang


Pagi juga nak Riko !! balas Endang


Baik pah...!! jawab Andini sambil menaiki anak tangga menujuh kekamarnya.


Ayo masuk nak Riko, kau sudah capek menjaga tidur putri ku dari semalam, kata Endang dengan nada bercanda.


Akkk...!! om bisa saja, aku tidak menjaga Andini kok om, kata Riko.


Akh.... udalah ayo masuk !! kata Endang sambil mengajak Riko menujuh ruang tamu milik mereka.


Bagaimana nak Riko hubungan mu dengan Andini, apakah semuanya lancar ?? kata Endang kepada Riko


Semua baik-baik saja kok om, mudah-mudahan pernikahan kami bisa di percepat lagi, kata Riko


Endang yang mendengar perkataan Riko menjadi kaget ia tidak menyangka bahwa Riko sudah tidak sabar untuk menikah dengan putrinya. " Apa Andini sudah siap menikah jika waktunya kita percepat seperti ini nak, kata Endang."


Kalau itu saya tidak tahu om..!! tapi tidak ada salahnya juga kalau pernikahan ini kita percepat om, saya janji akan selalu menjaga putri om, kata Riko


Baik lah nak Riko nanti saya akan bicarakan tentang ini kepada istri saya dan juga Andinj, kata Endang.

__ADS_1


Saya tunggu kabar baik dari om dan tante, kata Riko. Saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba Andini turun dengan pakaian rapi dan juga modis, ia terlihat imut menggunakan dress bermotif bunga-bunga dengan warna pink mudah, dengan rambut yang di ikat tinggi hingga menunjukan leher mulus jenjang miliknya. Andini pergi kedapur untuk membantu para ARTnya untuk menyiapkan sarapan pagi, dan seperti biasanya Andini tidak bisa menahan dirinya untuk memasak sesuatu saat sedang di dapur.


Sedangkan Melisa yang masih mengenakan baju tidurnya masih sibuk mencari keberadaan suaminya." Pah..pah..!! panggil Melisa yang menurun anak tangga rumah mereka."


Papah di sini mah, kata Endang


Melisa pun menghampir sumber suara ia terus berjalan ke ruang tamu. " Ehh...ada nak Riko, kapan kemarinya?? tanya Melisa kepada Riko."


Barusan saja tante, kata Riko


Oh...!!! Andini dimana nak?? tanya Melisa kepada Riko.


Dia lagi dikamarnya tante, mau siap-siap ke kampusnya, kata Riko.


Apa sarapan kita sudah siap mah, kata Endang kepada istrinya


Belum tahu pah, soalnya mamah tadi enggak lihat ke arah dapur, kata Melisa


Hmm..!! ya sudah kita langsung kedapur saja biar sekalian sarapan, kata Endang mengajak Riko untuk makan bersama mereka.


Gak usah om..!! nanti saya sarapan di rumah saja, kata Riko


Akh...!! kau harus sarapan disini nak ayok kita kemeja makan, ajak Melisa.


Baiklah kalau om dan tante memaksa, jawab Riko sambil tersenyum.


Mereka pun kini beranjak dari tempat duduk mereka menujuh ruang makan, dan sampai diruang makan mereka sudah disuguhkan oleh makanan lezat yang sudah tersusun rapi di meja. Dan keluar dari dapur menujuh ruang makan, saat melihat Andini Riko langsung terpana oleh kecantikannya.


Ia sampai tidak berkedip saat melihat Andini menggunakan dress dengan rambut yang di ikat satu itu. Menurutnya Andini selalu bisa membuat terpana. " Ayo duduk nak Riko, kata Endang."


Iya om...!!! kata Riko mengalihkan pandangannya dari Andini.


Andini menyendoki makan kepiring ayahnya, seperti yang biasa ia lakukan ia sangat menyayangi ayahnya tersebut." Terima kasih sayang, kata Endang."


Ayo silahkan di makan nak Riko ini nasi goreng buatan Andini loh, kata Melisa. Melisa menyendoki nasi goreng tersebut ke piringnya Riko.


Terima kasih tante, biar saya saja yang ambil nasi gorengnya, kata Riko yang sungkan di layani oleh Melisa calon mertuanya tersebut.


Melihat Riko yang sungkan Andini tersenyum tipis tapi manis, ia duduk tepat di hadapan Riko pria yang akan menjadi suaminya itu.


Bersambung

__ADS_1


Mohon koreksinya teman-teman, jangn lupa di like dan komen. Terima kasih sudah mampir ke novel saya


GBU


__ADS_2