
" Siapa yang menelepon pah?? tanya Andini kepada ayahnya."
" Papahnya Riko sayang, katanya mereka ingin kemari nanti malam. Ada yang ingin di omongi, kata Endang kepada putrinya itu.
" Oh ya.......
masalah apa pah?? tanya Melisa penasaran."
" Entah la mah, mungkin mau membahas pernikahan mereka, jawab Endang."
" Oh.....!!! jawab Melisa."
" Mah...
Pah.........
Andini beragkat ke kampus dulu ya, kata Andini yang telah menghabiskan makanannya."
" Iya sayang, jawab Melisa dan juga Endang."
Andini mencium kedua tangan orang tuanya dan berpamitan, tidak lupa ia juga membawa bekal makanan yang telah ia siapkan untuk calon suaminya.
Ia pun memasuki mobilnya dengan hati yang gembira dan ia menyetel sebuah lagu kesukaannya di dalam mobilnya. Dan tiba-tiba hp miliknya bergetar, ternyata itu pesan WA sari Riko.
" Aku tunggu kau di kantor ku dengan makanan yang kau buatkan untuk ku, kata Riko di dalam pesan WA nya tersebut.
Senyum manis langsung terpancar dari raut wajah Andini tak kala saat ia menerima pesan WA dari Riko. Ia pun membalas pesan WA Riko dengan menyatakan.
" Iya.......!!!
saat ini aku telah menujuh kantor mu kak, balas Andini."
Riko telah tiba di ruangan kerjanya, hari ini ia sangat bersemangat untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang telah menumpuk di ruang kerjanya.
Ia bersemangat karena Andini akan datang ke kantornya untuk pertama kalinya, Riko sangat senang sebab kini hubungannya dengan Andini semakin dekat. Riko yang membaca pesan dari Andini semakin semangat untuk menyelesaikan semua urusan kantornya.
Sekitar 1 jam Andini tiba di kantor yang Riko, ia memasuki area parkir dan pergi menujuh lobi kantor Riko. Kantornya masih terlihat sangat sepi sebab orang yang bekerja di sana belum pada berdatangan
Saat di lobi Andini naik lif menujuh ruangannya Riko itu karena perintah dari Riko. Ia memencet angka 4 yang tersedia di lif itu. Setelah menaiki lif Andini tiba di depan ruangan Riko sambil membawa kotak makanan yang sudah ia masakan untuk Riko.
Ia mengetok pintu ruangan Riko
tokkkk......
tokkkk..................
Mendengar ketokan pintu dari luar Riko segera bergegas untuk membukanya, sebab ia tahu bahwa Andini lah yang ada di depan pintu.
Riko membuka pintu dan mempersilakan Andini masuk ke ruangannya.
" Heiii..........!!! kau sudah sampai rupanya, kata Riko kepada Andini.
Yang tanpa henti memandang kearah Andini. Ia sangat terkesima, saat melihat Andini yang tampil cantik dengan mengguna dress armi dan rambut yang ia ikat satu, yang membuat leher indahnya kelihatan.
" Iya..........., jawab Andini dengan senyum manisnya."
" Ayok silahkan masuk, kata Riko kepada Andini yang mempersilahakan ia masuk keruangan nya."
Riko mempersilakan Andini untuk duduk di sofa yang ia tersedia di ruangannya. kemudian Andini pun duduk tepat di hadapan Riko, saat melihat sebuah kantong di tangan Andini Riko bertanya kepadanya.
" Apa itu untuk ku?? tanya Riko."
__ADS_1
" Hmmmm......,
jawab Andini dengan menyerahkan kantong makanan yang ia siapkan kepada Riko."
" Boleh ku makan sekarang, tanya Riki sambil menatap lembut wajah Andini.
Andini hanya tersenyum untuk menjawab pertanyaan Riko.
" Woowww.......
nasi goreng??? ini kesukaan tahu.
Apa kau yang memasaknya untuk ku?? tanya Riko kepada Andini yang masih saja menatap wajah Andini dengan lembut."
" Hmmmm........
Andini hanya menjawab sepintas saja, karena ia malu saat Riko menatapnya seperti itu.
" Kenapa wajah mu merah seperti itu dan kau menunduk di depan ??? tanya Riko yang memang sengaja menggoda Andini.
" Tidak apa-apa kak.....,
jawab Andini yang malu-malu."
" Ayo lah An........
kau membuat ku jadi tidak enak makan begini kalau membuat wajah mu seperti itu !!! goda Riko lagi."
" Kak Riko makan saja, gak pedulikan aku dengan wajah yang begini. Jawab Andini kembali yang masih saja tidak berani menatap wajah Riko."
" Haahhahaahha........" tawa Riko.
Tiba-tiba Riko menghentikan makannya ,ia mendekat ke arah dan mengangkat dagu Andini agar Andini tidak menunduk lagi.
" Kau polos sekali, membuat aku ingin mencium b*b*r mu, kata Riko."
" Mummmmmmmccchhhhhhhhhhh......
bibir Riko telah mendarat di b*b*r milik Andini.
Riko melepaskan ciumannya, ia kembali menatap Andini dengan dalam. Kini jantung Andini berdetak tidak karauan saat Riko menatapnya dengan mata yang penuh cinta.
" Kalau kau malu seperti ini, aku semakin menyukai mu, bisik Riko di telinga Andini."
Kesetika wajah Andini memerah kembali tak kala Riko membisikkan kata-kata itu di telinga Ansini.
" Kenapa wajah mu memerah lagi?? Riko masih saja menggoda Andini."
Dan entah mengapa Riko berniat ingin menc*um Andini kembali.
Ia mulai mendekatkan wajahnya ke arah b*b*r calon istrinya tersebut.
Dan saat ini jarak di antara mereka tinggal sedikit, Andini menutup wajah tak kala Riko mulai menciumnya, dan Riko yang melihat Andini tutup mata kembali tersenyum.
Ia melihat kepolosan yang ada di dalam diri Andini dan itu yang membuatnya semakin mencintai Andini.
Dan tiba-tiba saja pintu....
tokkkkkk .......
tokkkkk
__ADS_1
tokkkk.....
Riko menghentikan aksinya di sebabkan oleh suara ketokan pintu yang ada di ruangannya.
" SIAL...
Mengganggu ku saja, kata Riko kesal saat ia gagal ingin mencium Andini yang kedua kalinya.
" Masuk........
jawab Riko dengan nada suara datarnya."
Ternyata yang mengetok pintu itu, adalah Dewi seketaris Riko yang membawakan dokumen penting yang harus di setujuhi dan di tanda tangan oleh Riko.
" Maaf pak mengganggu,
ini saya membawa dokumen penting yang bapak minta, kata Dewi sambil memberikan dokumen kepada Riko."
" Hmmmmm.....
letakkan saja di atas meja saja " , kata Riko dengan wajah kesal dan menyuruh seketarisnya untuk meletakkan dokumen itu di atas meja kerjanya.
" Ohh......
ternyata ada nona Andini di sini, sapa Dewi dengan lembut kepada Andini."
Pantas saja muka boss ku ini muram saat aku datang, ternyata ada kekasihnya rupanya, kata Dewi dalam hatinya.
" Iya mbak........,
kata Andini yang merasa malu, karena pagi-pagi begini ia sudah ada di ruangan Riko."
" Apa ada yang ingin kau bicarakan lagi?? tanya Riko kepada Dewi.
" Maaf pak...
tidak ada, kata Dewi yang merasa bahwa kehadirannya mengganggu Riko dan calon istrinya tersebut.
" Kalau begitu kau boleh pergi, kata Riko."
Dewi pergi meninggalkan ruangan Riko kareba ia merasa kehadirannya sudah tidak di butuhkan lagi.
" Kak.........
aku pamit dulu ya, kata Andini yang berdiri dan ingin meninggalkan Riko.
" Kenapa terburu-buru An.....,
kata Riko.
" Soalnya kau mau ke kampus dulu kak, jawab Andini.
" Kalau gitu, aku antar kau ya....
jawab Riko
" Tidak usah kak, aku bawa mobil kok.
Jawab Andini.
Bersambung..
__ADS_1
Mohon tetap dukung karya saya teman-teman.....