Aku yang telah mencintai mu

Aku yang telah mencintai mu
part 34


__ADS_3

Kini mereka sedang menikmati makanan yang telah di sajikan. Riko memasukan nasi goreng kemulutnya yang di masak langsung oleh Andini. Saat mulai mengunyah nasi goreng tersebut Riko sangat menikmatinya, ia belum pernah merasakan nasi goreng yang seenak ini. Ia memakan nasi goreng tersebut dengan lahapnya sampai Endang, Melisa dan Andini terheran-heran.


Bagaimana nak Riko? enak tidak masakan Andini ?? tanya Melisa


Enak sekali tante, baru kali ini saya merasakan nasi goreng seenak ini. Kalau boleh saya mau nambah lagi ini tante uda lama tidak makan yang seenak gini, jawab Riko.


Silahkan nak Riko jika ingin tambah, gak usah sungkan-sungkan anggap aja rumah sendiri, kata Endang


Iya om...!!! jawab Riko


Nanti Andini bareng Riko aja ya ?? kata Melisa


Tapi mah, kak Riko kan harus bekerja biar Andini bawa mobil sendiri aja, jawab Andini yang merasa tidak enak kepada Riko


Gak apa-apa kok An..!!! aku masih bisa mengantar mu ke kampus, jawab Riko sambil menatap ke arah Andini


Tapi Andini tidak enak kak..!! biar lah Andini bawa mobil saja, jawan Andini


Tidak apa-apa sayang, lagian nak Riko tidak keberatan jika hanya mengantar mu saja, kata Endang kepada Andini.


Ya sudah lah..!! kalau kalian memaksa, jawab Andini.


Baguslah kalau begitu segera habisakan makanan kalian, kata Melisa.


Baik tante..!! kata Riko


Setelah selesai sarapan Riko dan Andini perpamitan kepada Endang dan Melisa untuk pergi. " Om dan tante, saya pamit dulu ya, kata Riko kepada Melisa dan Endang.


" Iya nak...!! hati-hati kalian ya, nak Riko tolong jagain Andini ya, kata Endang kepada Riko. "


" Iya om...!! kalau gitu saya pamit dulu ya, kata Riko yang berpamitan dengan Endang dan Melisa."


" Mah, pah Andini pamit dulu ya !!! kata Andini pemit sambil mencium kedua tangan ayah dan ibunya."

__ADS_1


" Iyah sayang kamu hati-hati ya, kata kedua orang tua Andini."


Kini Riko dan Andini memasuki mobil milik Riko, Riko menyalahkan mobilnya dan melajukan mobil milik ke arah kampus Andini.


Saat di dalam perjalanan Andini menanyakan sesuatu ke pada Riko. " Kak...!! panggil Andini."


" Iya, sahut Riko yang masih fokus kearah jalanan."


" Apa kak Riko gak capek bawa mobil, kalau capek biar kita gantian saja, kata Andini yang tidak enak karena ulahnya mereka harus tidur di dalam mobil."


" Enggak kok An...!! aku tidak capek lagian hafi ini aku tidak ada jadwal penting jadi bisa santai nanti dirumah."


" Oh...!! ya sudah kalau gitu kak, jawab Andini."


" Oh ya An !! om dan tante ingin kita segera fitting gaun pengantin, kata Riko


Andini yang mendengar itu menjadi mulai tidak enak hati di dalam hatinya ia masih ingin kejelasan akan hubungannya dengan Reyhan. Andini masih saja berdiam diri, ia tidak mengatakan apa-apa kepada Riko. Riko yang melihat Andini yang masih terdiam hanya menatapnya dengan bertanya-tanya.


" An...!! ada apa kok kau diam saja?? tanya Riko kepada Andini."


" Ada apa An ?? apa kau tidak ingin fitting gaun pengantin kita, tanya Riko kepada Andini.


" Tidak apa-apa kok kak, terserah kak Riko saja kapan mau fetting bajunya aku ikut kata kak Riko, jawab Andini."


Riko yang mendengar jawaban Andini seperti mulai kesal kepada Andini tiba-tiba ia menghentikan mobilnya di pinggar jalan. Riko pun berkata kepada Andini.


" Apa kau tidak ingin menikah dengan ku ?? tanya Riko kepada Andini dengan tatapan wajah yang dingin."


" Tidak kak, cuma aku..!! Andini tidak meneruskan perkataannya."


" Cuma apa?? tanya Riko."


" Cuma aku masih kepikiran dengan Reyhan kak ??? kata Andini dengan wajah cemas."

__ADS_1


Riko yang mendengar nama Reyhan disebut mulai sedikit cemburu, ia tidak ingin Andini menyebut nama Reyhan dari mulut Andin. Riko ingin didalam hatinya Andini cuma ada namanya saja. " Kenapa kau masih memikirkan laki-laki itu?? tanya Riko kepada Andini. Apa kau tidak yakin perkataan ku dan ayah mu, kata Riko."


" Bukan begitu kak, cuma aku...!! Andini masih tidak bisa melanjutkan perkataannya tadi, karen ia takut akan melukai hati Riko."


" An...!! percayalah kepada ku, aku tidak mungkin membohongi mu, kata Riko yang berusaha meyakinkan Andini dengan tatapan yang lirik sambilmemegang tangannya Andini."


Andini yang mendapatkan perlakuan Riko seperti itu menjadi gugup tak karuan tangannya keringat dingin dan wajahnya mulai memerah seperti tomat. " Hmmm...!!! jawab Andini dengan menundukan wajahnyake bawah."


Riko terus saja menatap wajah Andini dengan tatapan penuh cinta, ia mulai memegang wajah Andini dengan lembut dan mulai membelai wajah itu. Andini yang terbawa suasana akan perlakuan Riko itu hanya bisa diam menikamatinya. Melihat Andini yang terdiam seperti itu Riko mulai mendekatkan wajahnya ke arah b***r milik Andini ia ingin mengelum b***r itu dengan lembut.


Dan akhirnya Riko mengelum b***r Andini dengan lembut, ia mulai menciumi setiap incj b***r milik pujan hatinya itu dengan sangat lembut. Andini masih terdiam akan perlakuan Riko tersebut, ia membiarkan Riko menikmati b***r miliknya yang selama ini hanya Reyhan saja yang menikmatinya.


Setelah sadar akan perlakuannya kepada Andini, Riko meminta maaf ia tidak ingin Andini berpikiran tidak-tidak kepadanya.


" Oh... Tuhan, apa yang dia lakukan?? dia mencium b***r ku lagi?? kenapa aku diam saja saat ia melakuka. itu kepada ku?? tanya Andini dalam hati kepada dirinya sendiri." Ia seperti hanyut akan lautan cinta Riko yang sedang menbara. Sedangkan Riko sangat bahagia karena bisa menikmati b***r wanita yang ia sangat cintai itu.


" Maafin aku An...!! kata Riko kepada Andini."


" Iya...!! jawab Andini dengan wajahnya yang sudah memerah dari tadi."


" Kau tau An...!!! aku sangat menyukai rona pipi mu ketika sedang malu seperti ini, kata Riko kepada Andini masih dengan tatapan penuh cinta itu."


Andini yang mendengar itu pun hanya diam dan malu kepada Riko ia heran kenapa ia diam saja saat Riko mencium b***r nya dengan mesra seperti itu. Ia pun memalingkan wajahnya kearah lain untuk menghindari tatapan penuh cinta itu.


" Kak..!! ayok kita jalan lagi, ini sudah jam setengah delapan pagi, aku masuk kampus jam 9 lewat, kata Andini yang berusaha menghindar dari tatapan cinta milik Riko."..


" Iya An...!!! oh ya An, nanti saya jemput pulang pulang kuliah ya??? tanya Riko..."


" Iya kak, tapi kalau kak Riko sibuk tidak usah jemput aku, aku bisa bareng Chika saja, kata Andini.


Bersambung....


mohob tetap dukung karya saya teman-teman, kalau bisa di like dan komen.

__ADS_1


TERIMA KASIH


GBU


__ADS_2