
" Gak apa mah !! jawab Andini berbohong menutupi kesedihannya.
" Jangan bohong sama mamah sayang, mamah bisa melihat kau sedang berbohong. kata Melisa yang berusaha membuat putrinya untuk berkata jujur.
" Benaran mah, Andini gak kenapa-kenapa. jawab Andini dengan berpalingkan wajahnya ke arah lain.
Melisa meraih pundak putrinya dan membalikan tubuh Andini agar bisa menatap matanya. Melisa melakukan itu agar Andini mau jujur kepadanya.
" Jawab mamah, ada apa sebenarnya?? kata Melisa.
" Benaran mah, gak ada apa-apa !! jawab Andini merusaha meyakinkan orang tuanya bahwa memang tidak terjadi apa-apa dengan dirinya.
Melisa yang masih merasa putrinya itu masih berbohong tetap berusaha menyakinkan putrinya itu untuk berkata jujur kepadanya.
" Mamah tau sifat mu An...!!! sudahlah jujur saja kepada mamah apa yang kau pikiran?? kata Melisa.
Melihat ibunya yang merasa khawatir akan dirinya, Andini berusaha berkata jujur kepada ibunya.
" Sebenarnya Andini merasa sedih dan juga bahagia aja mah, Andini bahagia melihat papah senang dengan pejodohan ini dan Andini juga sedih mah harus menikah dengan pria yang tidak Andini cintai...!!! jawab Andini yang tiba-tiba menangis di pelukan ibunya.
" Kau jangan sedih sayang, yang papah dan mamah lakukan itu adalah yang terbaik untuk mu. Kata Melisa yang berusaha menenangkan hati putrinya itu
" Tapi mah..!! Andini belum mengenal pria yang akan jadi suami Andini apakah pria itu baik atau gimana Andini tidak tau mah. Tanya Andini yang saja sedih akan perjodohan ini.
" Kau tidak perlu khawatir soal itu sayang, papah mu tidak mungkin menikahkan mu dengan pria yang tidak baik, pasti pilihan papah mu itu yang terbaik sayang. jawab Melisa
" Bagaimana jika nanti Andini menikah pria itu tapi kami tidak saling mencintai?? Rumah tangga kami akan hancur mah. Kata Andini
" Hussss....!!! jangan berkata seperti itu nak, kau belum mengenal pria itu dab untuk urusan cinta kalian bakalan saling mencintai jika kalian terus bersama sayang. Kata Melisa
" Hmm....!!! jawab Andini menghela napasnya.
Setelah menyakinkan putrinya tersebut, Melisa mengambil gaun yang dibelikan oleh suaminya itu untuk putrinya.
" Lihat...!!! cantikakn gaun pilihan papah mu ini??? tanya Melisa
" Iya mah...!! jawab Andini.
" Ini tandanya pernikahan mu akan seindah ini, karena restu kami berdua ada bersama mu sayang, yakinlah Tuhan sudah mengirimkan mu pria yanh baik untuk menjadi suami melalui papah mu. Kata Melisa yang menyakinkan putrinya itu.
" Iya mah..!! jawab Melisa yang mulai yakin akan perkataan ibunya
" Mamah dulu juga seperti mu sayang. kata Melisaa
__ADS_1
" Hahh....!!! kata Andini kaget
" Mamah juga menikah dengan papah mu karena di jodohkn oleh oma mu, kata Melisa
" Akkkhhhh....yang benar mah !! kata Andini.
" Iya sayang, mamah dulu menikah dengan papah mu juga karena di jodohkan oleh oma mu, tapi buktinya mamah dan papah hidup bahagia sampai sekarang. Kata Melisa
" Biak lah mah, jika menurut mamah dan papah itu yang terbaik buat Andini, maka Andini akan melakukannya. Jawab Andini
" Nah...gitu dong baru anaknya mamah. Kata Melisa
Andini tersenyum melihat ibunya, mereka pun kini saling tersenyum sambil berpelukan. Andini merasa tenang saat ibunya menceritakan kisahnya, dan ia merasa yakin kepada pilihan orang tuanya.
Di sisi lain Riko sudah selesai memeriksa berkas penting yang diberikan oleh Dewi sang seketarisnya. Ia memanggil Dewi ke ruangannya untuk melihat jadwalnya berikutnya.
Tok...tokkkk....tokkk Dewi mengetuk pintu ruangan Riko.
" Masuk...!!! kata Riko
" Maaf ada yang bisa saya bantu??? jawab Dewi
" Apa ada lagi berkas penting yang harus saya periksa?? tanya Riko
" Untuk saat ini tidak ada lagi pak, dan jadwal pak berikutnya adalah pertemuan dengan keluarga Pak Endang. Jawab Dewi
" Sudah pak, tadi seketaris pak Fredi yang mengantarkannya. jawab Dewi
" Ya sudah bawa baju saya ke sini. Kata Riko
" Baik pak..!!! saya permisi dulu. jawab Dewi yang pergi meninggalkan ruangan Riko.
Di dalam ruangan Riko termasuk ruangan yang cukup mewah, terdapat sofa yang cukup besar untuk menyabut tamu penting, dan juga terdapat mini bar yang tertata dengan rapi. Lemari tempat baju Riko juga tersedia disana, saat Riko ada tamu yang penting ia bisa langsung mengganti bajunya dan kamar mandi yang tidak terlalu besar tetapi bersih dan juga rapi tentunya.
Karena Riko merupakan tipe pria yang sangat menjunjung kebersihan di dalam dirinya.
Setelah beberapa saat kemudian Dewi datang sambil membawa setelahan jas berwarna biru dongker.
" Ini Pak bajunya ?? kata Dewi sambil memberikan setelan jas tersebut.
" Letakkan saja di lemari ku. Jawab Riko
" Baik pak...!! kata Dewi
__ADS_1
Dewi pun meletakkan setelan jas milik Riko ke dalam lemari, ia melihat bosnya itu dengan cukup intes. Dewi sangat mengagumi wajah tampan bosnya itu, tapi ia sadar mana mungkin bosnya itu memiliki perasaan kepadanya.
" Apa yang bisa saya bantu lagi pak??? tanya Dewi
" Hmmm...!!! bawakan saya kopi. Jawab Riko tanpa melihat ke arah Dewu
" Baik pak..!! kata Dewi
Dewi pun pergi dari ruangan Riko menuju dapur ia membuatkan kopi kesukaan bosnya tersebut, setelah selesai membuat kopi Dewi mengantarkannya keruangannya Riko
" Ini kopinya pak..!! kata Dewi sambil meletakan kopi tersebut kemejanya Riko.
" Iya...terima kasih !! jawab Riko
Dewi pergi meninggalkan ruangan Riko, ia kembali ke meja kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya sebagai seketaris Riko.
Sedangkan Riko duduk di kursi kerjanya sambil memikirkan Andini, ia sudah tidak sabar menunggu untuk bertemu dengan pujaan hatinya.
Sedangkan disisi lain Chika dan kedua orang tuanya sedang sibuk memilih gaun dan juga perhiasan yang akan dikenakan nanti malam.
" Mah...!!! kayaknya yang ini cocok untuk ku!! kata Chika kepada Bertha sambil menunjukan gaun berwarna biru
" Wooowww...!!! pilihan mu bagus sekali sayang, kata Bertha.
" Benarkah mah, siapa dulu dong yang milih..!! Chika gitu loh...!!! kata Chika memuji dirinya sendiri.
" Huhhh...!! Dasar kau ini, kata Bertha
" Mah, sebenarnya ini kita mau ketemu siapa sih?? harus pake gaun-gaun gini. Tanya Chika
" Bertemu dengan calon kakak ipar mu dong sayangπ. Jawab Bertha yang masih sibuk memilih gaun untuknya
" Tapi mah apa kak Riko setujuh?? tanya Chika penasaran.
" Setujuh dong sayang, kalau gak!! mana mungkin papah dan mamah mau menikahkan kakak mu. Jawab Bertha yang masih sibuk gaun yang cocok untuknya
" Tapi mah, kayaknya kak Riko menyukai gadis lain?? kata Chika dengan ragu-ragu
" Akhhhh... itu perasaan mu saja sayang, mana mungkin Riko sutujuh jika ia menyukai gadis lain. Kata Bertha yang masih saja sibuk mencocokan gaunnya dengan perhiasan miliknya.
" Iya juga sih mah, Oh iya mah..!! ngomong- ngomong kenapa gaun ini bisa ada di sini?? apa mamah dan papah sudah pesan duluan?? tanya Chika.
Bersambung....
__ADS_1
MOHON DUKUNG KARYA SAYA YA TEMAN-TEMAN.....ππππππ
JANGAN LUPA DI LIKE DAN JUGA KOMEN