
Andini mematikan teleponnya dengan Reyhan.
Ia meletakan Hp milik di atas meja rias dan kembali ke atas ranjang empuk miliknya. Ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang miliknya dan berusaha memejam matanya.
Andini memulai tidurnya, tetapi Reyhan belum puas berbicara dengan Andini. Ia pun nekat ke rumah Andini seorang diri. Saat hendak keluar kamarnya tiba-tiba ayahnya Reyhan muncul.
Dan ia berkata.....
" Mau kemana kau malam-malam begini??? kata Tomi ayahnya Reyhan."
" Akk...
akk...
aku mau pergi keluar sebentar pah, kata Reyhan kepada ayahnya."
" Apa tidak lihat ini sudah jam berapa?? tanya Tomi."
" Iya pah....!!! Rey tahu ini sudah malam, tapi Rey ada urusan penting, kata Reyhan kembali."
" Urusan apa itu??? sampai harus keluar malam-malam begini, tanya Tomi kembali."
" Sudah lah papah gak tahu urusan Reyhan, kata Reyhan yang berpaling dari ayahnya."
" Rey......!!!!
papah mau ngomong serius sama mu, kata Tomi."
" Besok saja lah pah....!!!
Rey sudah di tunggu ini, kata Reyhan yang berusaha pergi dari tadi."
" Kau mau kerumah Andini??? tanya Tomi."
Saat nama Andini di sebut, Reyhan berbalik dan menatap wajah ayahnya tersebut.
" Papah tanya.....
kau ingin kerumah Andini??? Hahhhhkkk, kata Tomi yang mendekati anaknya tersebut."
Reyhan diam saja, dan tidak menjawab perkataan ayahnya tersebut.
Tomi kini menatap tajam kearah putranya tersebut. Ia marah kepada Reyhan yang masih saja memperdulikan Andini, pada hal ia sudah menghamili gadis lain.
" Kau ini pria seperti apa hahkkkkk......!!!
kau akan menikah besok tapi kau masih saja mau ketemu dengan wanita lain. Apa papah perna mengajari seperti ini Rey??? kata Tomi dengan nada suara yang keras.
Tentu saja mendengar perkataan ayahnya itu membuat Reyhan takut dan tidak berani membantah perkataan Tomi.
" Aku masih mencintai Andini pah, kata Reyhan dengan gampangnya."
" Kalau kau mencintai kenapa kau berpaling darinya?? tanya Tomi kembali."
" Sudah lah Rey....!!! saat ini kau harus fokud kepada calon anak mu, dan lupain Andini, akta Tomi."
" Kau tidak kasihan jika anak itu, tidak memiliki seorang ayah?? kata Tomi kembali."
" Rey....!!! akan bertanggung jawab pah, tapi tidak untuk menikahi Rika, kata Reyhan."
" Kau tidak boleh seperti itu nak....!!!
kau punya adik perempuan, bagaimana kalau itu terjadu kepada adik mu?? kata Tomi lagi."
" Lebih saat ini kau lupakan Andini, dan kembali ke kamar mu, papah juga sudah tahu. Kalau kau sedang ada masalah di kampus mu, besok setelah acara pernikahan mu kita beresi masalah mu, kata Tomi."
" Tapi ijinkan Reyhan untuk bertemu dengannya pah, malam ini saja. Reyhan janji, kata Reyhan yang memohon kepada ayahnya."
__ADS_1
" Baiklah.....!!! temui gadis itu, kata Tomi keoada putranya."
Reyhan pun pergi ke garasi dan mengeluarkan mobil miliknya. Ia menancap gas dengan kecepatan maximal menujuh rumah Andini.
Sementara Riko juga sedang menujuh rumah Andini karena ia ingin sekali bertemu dengan calon istrinya tersebut.
Reyhan mencoba menghubungi ke nomor Andini kembali, akan tetapi nomor Hp Andini sedang tidak aktif. Ia pun mencoba menelepon rumah Andini, dan mengangkat Art Andini.
Kring.....
kring...........
Bi Ida yang mendengar suara telepon berbunyi mengangkat telepon tersebut.
" Haloo.....!!! kata Bi ida"
" Haloo....!!! Andini nya ada?? kata Reyhan dari balik telepon tersebut."
" Maaf.....!!!
dengan siapa ini??? tanya Bi ida."
" Saya Rey.....!!!! bisa saya bicara dengan Andini nya Bi, kata Reyhan."
" Oh....!!!
tuan Reyhan, ini saya Bi ida....!!!
tuan Reyhan mau ngomong saya non Andini ya, kata Bi ida dengan logat sundanya."
" Iya Bi.....!!!
bisa kasih telepon dengan Andini Bi ?? tanya Reyhan."
" Bentar tuan, saya kekamar non Andini dulu, kata Bi ida."
Bi Ida menaiki anak tangga dengan menggenggam sebuah telepon di tangannya, setibanya ia di depan kamar Andini. Bi Ida mengetuk pintu tersebut.
Tokk......
Tok....
Tokkk....
" Non...!!!
non Andini....
non ada telepon ini dari mas Reyhan, kata Bi Ida dari balik pintu kamar Andini."
Andini yang mendengar suara ketukan pintu dari balik pintu kamarnya menjadi terbangun, ia merasa seperti ada yang menanggil nama nya dan menyebut nama Reyhan.
Ia pun bangun dari tidurnya dan berjalan menujuh arah pintu kamarnya. Dan membuka pintu tersebut dan berkata kepada Bi Ida,
" Ada apa Bi....!!! kata Andini."
" Ini non.....
ada telepon dari tuan Reyhan kata Bi Ida sambil memberikan telepon yang ia genggam."
Andini dengan wajah kesalnya pun menerima telepon yang di berikan oleh Bi Ida. Dan meletakan telepon di telinganya.
" Haloo....!!! kata Andini dengan nada yang datar."
" Halo An.....!!!
aku lagi di jalan menujuh rumah mu, kata Reyhan."
__ADS_1
" Ada apa lagi sih Rey....!!!
aku tidak mau bertemu dengan mu lagi, kenapa kau selalu menganggu hidup ku.
Apa kau tidak sadar, ini sudah jam 12 malam, kata Andini dengan nada yang kesal."
" Hahahaahahaha......
aku sangat senang melihat sedang marah seperti ini, kata Reyhan yang mencoba menggoda Andini."
" Aku mohon kepada mu Rey....!!!
tolong jangan ganggu hidup ku lagi, kau dan aku akan menikah dengan orang lain, kita lupakan saja yang pernah terjadi di antara kita. Aku mohon kepada mu, jangan sakiti hati Rika lagi dengan sifat mu yang seperti ini, kata Andini."
" Tapi aku tidak bisa An....!!! aku masih sangat mencintai, aku butuh waktu untuk melupakan mu." Kata Reyhan".
Tidak lama kemudian Riko datang ke rumah Andini dengan menggunakan mobil mewah miliknya. Ia memasuki halaman rumah Andini dan menyapa satpam yang bertugas di rumah Andini.
" Malam tuan Riko, sapa satpam tersebut."
" Malam juga Pak....!! apa sudah pada tidur semua?? tanya Riko kepada satpam itu."
" Sepertinya sudah tuan, tapi saya tidak tahu persis. Kata sang satpam."
" Oh....!!! jawab Riko sambil memarkirkan mobilnya."
Setelah memarkirkan mobilnya, Riko kembali menghampiri satpam tersebut.
" Tuan Riko ingin bertemu dengan nona Andini?? tanya sang satpam itu."
" Iya pak...!!! tapi saya takut mengganggu, kata Riko."
" Tidak apa-apa tuan, biar saya tanya dulu Bi Ida kata satpam itu."
" Oh...!! baiklah pak, kata Riko.
Satpam yang bertugas di rumah Andini itu pun masuk ke dalam ruang Bi Ida dan mengetuk pinu kamar Bi ida.
Tokkkk....
Tokkk...
Bi.....!!
" Bi....!!! kata sang satpam yang bertama pak Ujang."
" Siapa?? kata Bi Ida dari dalam kamarnya."
" Saya Ujang, kata pak Ujang."
Bi Ida yang sudah tertidur itu pun bangun, dan membuka pintu kamarnya.
" Ada apa Jang?? kata Bi Ida."
" Anu bi....
tuan Riko datang, katanya mau ketemu dengan non Andini, kata Ujang."
" Oh....!!! jawab Bi Ida singkat."
" Bisa Bibi ke kamar non Andini, katakan sama nona bawha tuan Riko sedang menunggu di pos satpam. Saya tidak berani membiarkan tuan Riko masuk Bi, kata Pak Ujang."
BERSAMBUNG.....
Mohon dukung karya saya ya teman-teman...
Bagi yang sudah baca saya ucapkan terima kasih banyak
__ADS_1