Aku yang telah mencintai mu

Aku yang telah mencintai mu
Riko bermalam bersama Andini


__ADS_3

" Emang siapa tamu nya Andini Pak?? tanya Reyhan penasaran."


" Calon suaminya Andini tuan, kata Ujang."


Reyhan yang mendengar bahwa calon suami Andini sedang berada di rumha menjadi marah.


Dadanya terasa sesak dan berdetak tidak karuan, dan hatinya terasa teriris mendengar perkataan Ujang tadi.


Ia pun mengepal tangannya seakan ingin memukul pria yang sedang bersama Andini, tetapi ia tidak ingin membuat keributan di rumah Andini. Ia pun mengurungkan niat untuk bertemu Andini malam ini.


" Tuann....


tuan kenapa diam begitu?? tanya Ujang."


" Gak apa-apa Pak...!! jawab Reyhan."


" Oh ya Pak Ujang, kalau boleh saya tahu siapa nama calom suaminya Andini??? tanya Reyhan."


" Nama nya kalau gak salah Riko Tjandiwibowo tuan Rey, kata Pak Ujang."


" Kayaknya saya pernah dengar nama itu ya?? kata Reyhan dengan Pak Ujang."


" Kayaknya tuan Riko itu pemilik perusahaan apa gitu tuan, saya kurang tahu. Yang saya tahu itu tuan Endang yang ingin menikahkan non Andini dengan tuan Riko, kata Pak Ujang."


" Oh....


tapi Pak Ujang tahu kan, alamat kantor pria itu?? tanya Reyhan."


" Kayaknya tuan Riko pernah kasih kartu namanya sama saya tuan Rey. Bentar biar saya ambilkan, kata Ujang dengan pergi ke pos satpam nya.


Sementara Reyhan masih menunggu Ujang yang mengambil kartu nama Riko, ia mencoba menelepon Andini.


Akan tetapi ia mengurungkan niatnya karena Ujang sudah datang.


" Ini tuan, kartu nama nya." Kata Ujang sambil memberikan kartu nama Riko kepada Reyhan."


" Oh iya....!!!


makasih ya Pak, kata Reyhan kepada Ujang sambil meninggallan Ujang seorang diri."


Reyhan kini kembali lagi ke mobil miliknya. Ia melihat kartu nama Riko dengan senyum yang penuh kebencian.


" Ricardo Tjandiwibowo.....!!!


kau ternyata yang telah merusak hubungan ku dengan Andini." Kata Reyhan sambil menggenggam kartu nama milik Riko.


Reyhan masih menunggu Andini di dalam mobil miliknya. Ia ingin sekali bertemu dengan Andini.


Sedangkan Riko dan Andini masih mengobrol di ruang tamu.


" An.....!!!


bisa ambilkan aku minum, kata Riko dengan senyum-senyum."


" Hmmmmmm.......!!!!


tadi di tawarin gak mau, jawab kata Andini yang bangkit dari dudukny dan menujuh dapur."

__ADS_1


" Haahahah.....!! tawa Riko."


Riko hanya bisa tertawa, mendengar perkataan Andini tadi, ia hanya bisa senyum-senyum.


Tidak lama kemudian Andini datang dengan membawa dua gelas minuman dingin untuk Riko dan dirinya.


" Ini minumannya....!!!


silahkan di minum kak, kata Andini sambil meletakan minuman yang ia buat tadi di atas meja."


" Makasih ya...!! jawab Riko."


" Sama-sama, kata Andini kepada Riko."


Kini Andini kembali duduk di samping Riko, ia mulai menguap menandakan ia ngantuk.


" Kau sudah ngantuk ??? tanya Riko kepada Andini."


" Sudah kak, kata Andini kepada Riko."


" Baik lah aku akan pulang, lagian ini juga sudah malam. Besok kau juga akan ke kampus kan?? tanya Riko."


" Iya kak, jawab Andini kepada Riko."


" Baik lah, aku pulang dulu ya." Kata Riko kepada Andini.


" Jangan terburu-buru kak, habiskan dulu saja minumnya." Kata Andini kepada Riko.


" Baik lah, kalau kau memaksa." Kata Riko.


" Oh ya An.....!!!!


nanti setelah kita menikah, apa kau mau kita tinggal di apartemen?? kata Riko kepada Andini."


" Terserah kakak saja, aku ikut saja." Kata Andini.


" Setelah kita punya anak nanti, baru kita tinggal di perumahan. Apa kau mau kita tinggal di rumah ku yang sekarang ini?? tanya Riko."


" Terserah saja kak, aku ikut saja dengan apa yang kau ingin kan." Kata Andini.


" Benarkah??? kata Riko kembali."


Yang mulai mendekat lagi ke arah Andini, ia pun mulai memalingkan wajahnya dan mengecup bibir Andini.


Andini yang mendapat serangan mendadak seperti itu menjadi kaget di buatnya. Ia tidak membalas ciuman yang di berikan Riko kepadanya.


" Mummmccccchhhh.....!!!


aku sangat suka bentuk bibir mu, kata Riko dengan masih menyentuh bibir milik Andink dengan tangannya."


Andini hanya menghela nafas mendengar perkataan Riko tadi, ia hanya tersenyum membalas perkataannya tadi.


Sementara Reyhan sudah mulai tidak sabar ingin bertemu dengan Andini. Ia melihat saat ini sudah jam jam satu malam, karena Andini tidak keluar juga Reyhan pun memberanikan diri untuk menemui Andini dirumahnya.


Ia berjalan menujuh pagar rumah Andini, akan tetapi langkah terhenti kembali. Ia sadar jika ia bertemu dengan Andini dan calon suaminya Andini bisa-bisa terjadi perang dunia ke-3 yang bisa membuat keluarga Andini semakin tidak menyukainya.


" Sudah lah....!!!

__ADS_1


lebih aku pulang saja, lagian besok aku akan menikah dengan wanita itu, kata Reyhan dalam hatinya."


Ia pun memutuskan untuk pulang kerumahnya, sedangkan Riko masih sibuk menggoda calob istrinya tersebut.


" Hauuuuuuuuammmmmm.......!!!


tiba-tiba suara pria paruh baya terdengar oleh mereka berdua.


Sontak saja Andini, dan Riko kaget mendengar suara itu. Mereka pun diam sejenak dan melihat ke sumber suara yang ada. Dan betaoa terjekutnya Riko saat melihat siapa yang di hadapannya itu.


Ya....!!! ternyata suara itu adalah suaranya Endang, ayahnya Andini. Endang pun kaget saat melihat mereka berdua yang masih belum tidur di jam segini.


" Papah....!!! kata Andini kaget."


" Kalian, kenpa masih belum tidur. Sudah jam segini ?? kata Endang."


" Maaf om....!!! ini salah saya, sehingga putri Om belum tidur jam segini, kata Riko yang menjelaskan."


" Oh....!!!


kalau gitu nak Riko tidur saja di sini. Lagian ini sudah malam, dan juga di sini juga ada kamar tamu. Saya tidak akan biarkan calon menantu ku pulang tengah malam begini, tidak baik bagi yang akan segera menikah. Kata Endang kepada Riko."


Mendengar perkataan ayahnya itu, membuat Andini tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya diam saja, tidak bicara satu kata pun.


Sementara Riko senang mendengar perkataan mertuanya tadi. Ia sangat bersemangat tapi ia tidak menunjukkannya di hadapan Andini dan calon mertuanya.


" Tidak usah Om....!!!! saya pulang saja, jawab Riko kepada Endang."


" Sudah lah nak....!!! kau tidak perlu sungkan seperti itu, kata Endang."


" Andini.....!!!


kau tunjukkan kamar tamu kita ya nak, papah mau ke kamar lagi, kata Endang."


" Ya ....!!! nak Riko, malam ini kau harus tidur di sini, Om mau ke kamar dulu, kata Endang."


" Emang papah kenapa keluar dari kamar??? ada yang mau papah cari, tanya Andini kepada ayahnya."


" Tidak ada sayang, tadi tiba-tiba saja papah kebangun dan mau melihat situasi rumah. Kata Endang."


" Oh....!!! ya udah papah ke kamar dulu, kata Endang."


" Iya pah....!!!!


selamat pah, kata Andini."


" Selamat malam om....!!! kata Riko."


" Iya ....!!! selamat malam juga nak Riko."


Endang pun pergi dari hadapan Andini dan juga Riko.


BERSAMBUNG......


MOHON TETAP DUKUNG KARYA SAYA YA....


TEMAN-TEMAN......

__ADS_1


__ADS_2