
" Iya ada tuan, bentar saya ambil dulu. Kata Bi Atik kepada Reyhan.
Bi Atik sang ART kediaman keluarga Reyhan menujuh ruang keluarga untuk. Untuk mengambil kunci motor milik keluarga Reyhan, ya.!! memang selama ini Bi Atik adalah orang kepercayaan keluarga Reyhan yang memegang segala kunci di rumah itu. Saat sedang mengambil kunci motor itu tiba-tiba Irawati Ibunya Reyhan menghampirinya, Ira baru bangun dari tidurnya ia masih mengenakan pakaian tidur saat sedang menyapa Bi Atik.
" Kunci apa yang sedang kau pegang itu Bi ??tanya Irawati ibunya Reyhan yang tidak sengaja melihat Bi Atik keluar dari ruang keluar sambil memegang sebuah kunci.
Mendengar suara yang tiba-tiba datang entah dari mana, Bi Atik kaget dan menjatuhkan kunci motor milik Reyhan. Memang Bi Atik ini orang latah kalau sedang kaget, karena latah itu ia pun menjatuhkan kunci motor Reyhan. Bi Atik melihat kebelakang dari sumber suara,
" Ihhh ibu...!! mengagetkan saya saja, kata Bi Atik.
" Maaf Bi, saya tidak bermaksud mengagekan!! untuk apa kau bawa kunci motor itu ?? tanya Irawati ibunya Reyhan dan Jessika."
" Anu bu, tuan Reyhan pengen naik motor, katanya mau pergi kekampusnya Bu. Jawab Bi Atik."
" Dimana dia sekarang Bi, saya mau ngomong, kata Irawati lagi."
" Itu di depan Bu, di ruang tamu, sahut Bi Atik."
" Hmmm...!!! jawab Irawati singkat." Ia ingin pergi menemui anaknya itu untuk menanyakan kenapa ia bisa mabuk sampai tidak sadarkan diri seperti itu. Irawati pun pergi keruang tamu, saat sudah di ruang tamu Irawati sedang mendapati Reyhan duduk di sofa sambil memainkan handphone. Irawati pun memanggil nama putranya tersebut dengan nada tinggi.
" Reyhan....!! kata Irawati kepada putranya itu."
" Hmmm...!!! jawab Reyhan singkat."
" Kau kenapa, kenapa kau mabuk sampai tidak sadarkan seperti semalam?? apa kau ada masalah Rey?? tidak pernah kau seperti ini sebelumnya?? tanya Irawati kepada Reyhan."
" Nanti aja aku jelasi mah, Reyhan lagi terburu-buru ini, jawab Reyhan yang sudah mulai cuek."
" Jawaban apa itu Rey??? jangan sampai papah mu tahu kelakuan mu yang begini ya, mamah masih sembunyikan kelakuan mu. Kata Irawati kepada Reyhan yang mulai marah kepada anaknya itu."
" Iya mah, nanti pasti Reyhan jelasi sama mamah, tapi sekarang ini Reyhan harus pergi ke kampus dulu mah. Reyhan lagi banyak tugas kuliah yang harus Reyhan selesaikan mah, jawab Reyhan kepada mamahnya."
" Hmmm....!!! baiklah, mamah tunggu penjelasan mu, kata Irawati kepada anaknya." Reyhan."
__ADS_1
" Sini kunci motor saya Bi, kata Reyhan yang menghampiri Bi Atik untuk mengambil kunci motor miliknya." Setelah menghampiri Bi Atik, Reyhan juga menghampiri ibunya untuk pergi berpamitan dan mencium tangan milik ibunya, itu ia lakukan agar ibunya tidak marah lagi kepadanya, setelah itu ia pergi menuju kampusnya dengan menggunakan motor.
Reyhan memang sengaja menggunakan motor agar ia lebih cepat tiba di kampusnya, Reyhan sejenak melupakan masalah dengan Andini yang membuatnya mabuk-mabukan. Sementara teman-teman Reyhan yang sudah kesal dibuat olehnya berniat mengeluarkan Reyhan dari grup mereka karena sejak pertama tugas yang diserahkan oleh Pak Martin Reyhan sama sekali tidak mengikutinya.
Ia selalu beralasan kepada teman- temannya yang menbuat teman-teman sekelompoknya menjadi marah.Dan kali ini pun ia terlambat untuk menyerahkan tugas kepada Pak Martin,
" Reyhan tidak datang lagi ?? kata salah satu teman kelompok mereka."
" Kayaknya tidak, jawab sang ketua kelompok."
" Sudahlah kita serahkan saja tugas inj kepada Pak Martin kita jelaskan bahwa selama tugas yang diserahkan kepada kita Reyhan sekali pun tidak pernah ikut mengerjakan tugas ini, jawab salah satu teman kelompok itu juga."
" Tapi kasihan Reyhan, kalau dia kita keluarkan dia akan mengulang lagi ke semester depan, jawab salah satu teman kelompok itu."
" Itu salah dia sendiri, kita sudah jelaskan kepadanya bahwa tugas dari Pak Martin ini sangat penting kalau kita sampai gagal kita tidak akan mengulanginya lagi ketahun depan, kata salah satu teman yang lainnya."
" Terus bagaimana ini, dia juga belum tiba pada hal Pak Martin cuma 1 jam doang di kampus ini, kata salah satu teman kelompok itu juga."
Dan salah satu dari mereka mencoba menghubungi Reyhan akan tetapi nomornya juga tidak aktif, mereka jadi bingung kalau mereka pergi keruangan Pak Martin tanpa Reyhan otomatis Reyhan akan dikeluarin dari grup mereka. Akan tetapi kalau mereka tidak masuk mereka semua akan mengulang lagi ketahun depan.
Sang ketua kelompok tetap menghubungi Reyhan dari WA mau pun telepon biasa, ia tetap ingin Reyhan bergabung dalam kelompok mereka akan tetapi Reyhan tetap saja tidak bisa di hubungi.
" Bagaimana??? masih belum bisa di hubungi si Reyhannya?? kata salah satu teman kelompok mereka."
" Bagaimana kalau kita hubungi kerumah aja, mana tahu dia masih dirumah?? jawab sang ketua kelompok."
" Ala...!!! gak usak palah di telepon-telepon lah si Reyhan itu, kita antar saja tugas ini, biarkan saja dia kayak gitu, jawab salah satu anggota kelompok tersebut."
" Iya, tidak mungkin kita mengulang lagi tahun depan hanya demi Reyhan, jawab salah satu anggota kelompok lainya."
" Iya benar, kalau gitu kita keruang Pak Martin, jawab sang ketua kelompok."
" Ayo...!! dari pada menunggu manusia yang tidak jelas seperti itu, jawab salah satu anggota tersebut."
__ADS_1
Mereka pun pergi dari taman menuju ruang Pak Martin untuk menyerahkan tugas yang sudah mereka selesaikan.
Sedangkan disisi lain Reyhan masih di jalan menggunakan sepeda motornya. Ia terus melaju di keramaian jalan, hari ini ia kesiangan berangkat ke kampusnya.
Di sisi lain Andini dan kedua sahabatnya telah tiba di jakarta, mereka kini mau pergi menujuh kampus. Hari ini Andini menjalani harinya dengan senyuman ia tidak ingin lagi sedih karena kisah cinta yang telah kandas, tepat Andini telah di tiba di depan kampusnya, saat hendak turun dari mobil miliknya Andini mendapati telepon dari nomor yang tidak di kenalnya. Karena penasarannya ia pun mengangkat telepon yang sedari tadi berdering,
" Hallo...!! kata Andini.
" Hallo, ini Andini, kata yang menelepon itu."
" Iya...!! siapa ini?? jawab Andini."
" Ini aku Rika, kata Rika."
" Dari mana kau mendapat nomor telepon ku?? tanya Andini yang menasaran saat tahu nomornya diketahui oleh Rika."
" Dari Reyhan, apa aku bisa berbicara sebentar kepada mu?? tanya Rika kembali."
" Apa yang perlu di bicarakan lagi, jawab Andini."
" Ini penting, aku tidak tahu harus berbicara kepada siapa lagi saat ini, kata Rika."
" Ya sudah kau ngomong saja, jawab Andini."
" Tidak bisa An, aku ingin bicara berdua kepada mu dan secara langsung, kau ada di mana??? tanya Rika kembali."
" Aku lagi di kampus, kita ketemu di cafe di depan kampus saja, jawab Andini."
" Baik lah, jawab Rika."
Bersambung
mohon tetap dukung karya saya teman-tema
__ADS_1