
Matahari telah terbit dengan indahnya di pagi hari ini membuat Riko yang sedang tertidur pulas terbangun oleh sinarnya.
Huammmmmmm.............!!!!! jam berapa sih ini, sampai mataharinya nembus di kamar ku, kata Riko dengan dirinya.
" Oh...!!! masih jam 06.00 WIB rupanya, Riko pun pergi ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap untuk pergi kerja.
Sementara Andini telah bersiap-siap untuk menyiapkan makanan untuk kedua orang tua, sebab ia sangat senang jika mamah dan papah nya bisa menikmati makanan yang ia buat.
Di dapur Andini menyapa semua orang yang ada di dapur yang sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk keluarga.
" Ehhhh.......
Non Andini, mau masak apa ??? kata Bi Iyem salah satu ART."
" Iya Bi........
saya mau masak nasi goreng buat mamah dan papah, kata Andini."
" Oh..........!!!!!
apa yang bisa saya bantu non, kata Bi Iyem."
" Tolong siapkan bahan-bahan saja Bi, kata Andini."
Andini mulai memasak nasi goreng ke sukaan papahnya, saat sedang asik menyiapkan bahan-bahan makanan yang telah ia siapkan tiba-tiba hp miliknya berbunyi.
ππππππππππππ
Sangkin sibuknya memasak, ia sampai tidak mendengar kalau hp nya berbunyi, Bi Iyem yang mendengar hp Andini berbunyi mengatakan pada Andini bahwa hp miliknya berbunyi.
" Non.......
Nonn.........!!! non Andini, panggil Bi Iyem."
" Iya Bi, kata Andini kaget."
" Hp non Andini bunyi itu, kata Bi Iyem samb tersenyum melihat Andini."
" Hahaha..........!!! tawa Andini.
Andini pun mengambil hp nya yang berada tidak jauh dari dirinya. Ia melihat bahwa yang menelepon sedari tadi adalah Riko, seketika wajah Andini berubah menjadi ceria saat Riko yang meneleponnya. Ia mengangkat telepon dari Riko.
" Hallo...........
kata Andini."
" Iya halo.........
selamat pagi sayang, kata Riko dengan senyum yang mwnghiasi wajahnya."
" Iya selamat pagi kak.....!!! kata Andini."
" Kau sedang apa sayang?? tanya Riko
" Aku sedang menyiapkan sarapan kak, untuk mamah dan papah, jawab Andini."
" Oh ya.......!!!
apa kau sedang masak nasi goreng untuk sarapan Om dan Tante ??? tanya Riko kembali."
" Woowwww...........
apa aku boleh minta sekalian di masaki oleh mu?? tanya Riko lagi."
" Boleh......, kata Andini."
" Benarkah, tanya Riko kembali."
__ADS_1
" Iya, jawab Andini."
" Apa kau mau mengantarkannya untuk di kantor ku?? nanti aku kirim alamatnya, kata Riko."
"Baik lah, aku akan mengantarkannya untuk mu. kata Andini."
" Hmmmmmm........
baik lah kalau begitu, aku tunggu kedatangan mu di kantor ku, kata Riko.
" Baik lah, jawab Andini."
" Ya sudah ya.....
aku lagi di jalan ini, mau kekantor soalnya ada meeting penting hari ini, kata Riko.
" Iya kak, jawab Andini."
" Mummccchhhhπππ, kata Riko yang mengakhiri telepon nya dengan Andini."
Andini tidak membalas ciuman yang Riko berikan kepadanya, akan tetapi ia bahagia saat Riko melakukan hal itu kepadanya.
Setelah mereka selesai bertelepon, Andini kembali menyiapkan sarapan untuk mamah dan papahnya. Setelah selesai memasak nasi goreng buatannya, Andini menyisakan sedikit untuk Riko, ia menata rapi makanannya di tempat nasi yang ia ambil di atas lemari piring yang terletak di dapur miliknya.
Setelah selesai menyiapkan nasi goreng yang Riko pesankan kepadanya ia kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.
Endang dan Melisa telah bersiap untuk sarapan yang telah di sediakan di meja makan. Saat mereka melihat makanan yang terletak di meja makan, mereka tahu bahwa Andini la yang memasakan untuk mereka.
" Pagi nyonya dan tuan, sapa Bi Iyem kepada kedua tuan rumah ini."
" Pagi juga Bi....
ini semua Anndini yang masak ya?? tanya Melisa kepada Bi Iyem."
" Iya nyonya, nona Andini yang masak buat nyonya dan tuan, jawab Bi Iyem."
" Iya pah, kata Melisa kepada suaminya.
Bi Iyem menyiapkan makanan dan minunan di atas meja makan, sementara Andini baru turun dari kamarnya untuk bersiap ke kampus dan memberikan makanan yang ia siapkan untuk Riko.
Hari ini menggunakan midi dress dengan warna hijau armi, ia sangat cantik menggunakan dress itu dengan tatanan rambut yang ia ikat satu. Sehingga membuat leher mulusnya terlihat jelas dan tentu saja kalung memberian dari Riko yang terlihat cantik melingkar di lehernya.
" Pagi mah......
pagi pah.....!!! sapa Andini kepada kedua orang tuanya."
" Pagi juga sayang, balas Melisa."
" Waw.....
anak papah cantik sekali menggunakan baju seperti ini, puji Endang kepada putrinya."
" Iya dong pah, ke cantkan Andini kan menurun dari papah, jawab Melisa."
" Hahaha.....
dari ketampanan papah dong mah, lihat dong wajah Andini sangat mirip dengan papah waktu muda, kata Endang."
" Iya dech, kata Melisa."
" An......
kau beli kalung baru ya sayang, tanya Melisa kepada Andini."
" Gak mah.......
ini pemberian dari kak Riko, kata Andini sambil menyendokan makanan ke piring ke dua orang tuanya.
__ADS_1
Tentu saja orang tua Andini kaget saat mendengar perkataan anak mereka,
" Ohh.....
kalungnya indah sekali sayang, kata Melisa menggoda putrinya itu."
" Tentu dong mah,....
itu kan tanda cinta Riko kepada Andini, jawan Endang."
" Akhhhh.......
mamah dan papa hanya bisa menggoda Andni saja, kata Andini."
" Entah nie si mamah, kata Endang yng masih saja menggoda putrinya tersebut."
" Kok jadi mamah sih, jawab Melisa."
" Hehehehe......
tawa Endang di depan putrinya."
Dan saat mereka sedang asik berbincang-bincang dan menyantap makanannya tiba-tiba saja hp Endang berbunyi.
Dan ternyata yang menghubunginya tersebut ialah Fredi calon besanya. Tentu saja Endang langsung menjawabnya, dengan senang hati.
" Hallo sahabat ku, kata Endang dengan nada bercanda kepada Fredi."
" Hallo juga sahabat ku, lagi dimana ini sekarang ?? tanya Fredi."
" Oh.......
aku lagi sarapan bersama ini dengan anak dan istri ku, kata Endang."
" Oh......
bagaimana kabar istri dan calon mantu ku Dang?? tanya Fredi lagi."
" Kabar kami baik-baik saja kok Fred....
kabar mu dan Bertha gimana??? aku dengar dari Riko kau sedang berada di Singapore sekarang?? kata Endang."
" Aku sudah balik Dang, sekarang ini aku lagi di rumah bersama istri ku, kata Fredi."
" Oh.....
jadi ada urusan apa kau menelepon ku?? tanya Endang yang masih saja bercanda dengan sahabatnya itu."
" Jadi gini Dang, rencananya kami sekeluarga ingin ke rumah mu malam ini, ada yang ingin kami sampaikan kepada mu dan juga keluarga mu, jawab Fredi."
" Masalah apa itu Fred, kok kayaknya serius sekali, kata Endang."
" Ya....masalah pernikahan anak kita Dang, cuma aku tidak enak mengatakannya kepada mu melalui hp, jawab Fredi.
" Oh......!!!!
ya udah Fred datang saja beserta keluarga mu, aku dan istri ku siap menyambut kedatangan kalian, kata Endang."
" Baik lah kalau gitu Dang, aku tutup dulu teleponnya, kata Fredi kepada Endang."
" Ok.....
Telepon mereka pun terputus.......
Bersambung......
mohon tetap dukung karya saya ya teman-teman ku.
__ADS_1