
" Iya pah....!!! Andini adalah gadis yang kuat pah, tapi tetap saja mamah khawair pa. "Jawab Melisa kepada Endang.
" Tenang saja mah, yang penting kita tetap berdoa supaya putri kita dijauhi dari orang-orang jahat. "Kata Endang".
"Iya pah....!!! mamah selalu berdoa untuk yang terbaik untuk putri kita. " jawab Melisa".
" Ya sudah mah, sekarang kita istirahat saja biar besok masih banyak yang mau papah urus. " kata Endang".
" Baik lah pah...!!! mamah juga sudah ngantuk, tapi gimana dengan Andini pah??? dia pasti masih di ruang keluarga. " tanya Melisa ".
" Biarkan dia sendiri mah, biar hati dan pikirannya tenang. " Jawab Endang kepada istrinya itu".
Andini yang masih sendiri di ruang keluarga hanya bisa terdiam disana, ia masih memikirkan perjodohan itu bahkan dalam hatinya masih bertanya-tanya kenapa tiba-tiba ayahnya bisa berubah pikiran akan hubungannya dengan Reyhan yang selama ini baik-baik saja.
Lama berdiam diri akhirnya Andini mengambil ponselnya, ia mencoba menghubungi nomornya Reyhan dan ingin berbicara soal masalah ini kepadanya.
Tapi sayang, nomor Reyhan masih tidak aktif, bahkan berkali-kali Andini mencoba menghubunginya tapi tetap nomornya tidak aktif.
********
Lelah mencoba menelepon nomor Reyhan, akhir Andini balik ke dalam kamarnya ia berusaha untuk menenagkan pikirannya.
Andini membaringkan tubuhnya di dalam kasur empuk miliknya, tidak terasa rasa kantuk tidak bisa ia bendung lagi dan akhirnya Andini tertidur dalam pikirannya.
Di sisi lain Reyhan sedang menuju rumahnya, ia masih menyetir mobilnya dengan keadaan capek setelah aktivitas dengan Rika, ia ingin segera tidur dan istirahat dirumahnya.
Keesokan harinya, Andini sudah bersiap-siap untuk ke kampusnya. Ia berpakaian dengan simple dan tentunya elegan ia seperti biasanya tidak ada wajah cemberut dalam dirinya ia selalu menebarkan senyum kepada kedua orang tuanya.
Andini menuruni anak tangga rumahnya dan menuju meja makan dan menyapa kedua orang tuanya dengan hangat.
" Pagi pah...!!
" Pagi mah....!!! sapa Andini kepada kedua orang tuanya.
" Pagi juga sayang...!! jawab ketua orang tuanya.
" Sarapan apa hari ini mah??? tanya Andini kepada ibunya.
" Nasi goreng, dan telur sayang..!!! jawab ibunya Andini.
" Owh....!! mamah yang masak apa bi ina??? tanya Andini lagi kepada ibunya.
" Mamah dong sayang...!!! Hari ini mamah ingin masak buat anak mamah tersayang dan juga suami ku tersayang. Jawab Melisa.
" Huhhhh...!! sahut Andini.
" Sayang....!!! hari ini kau papah antar ya sayang??? kata Endang.
" Iya pah...!! jawab Andini dengan senyuman manisnya kepada ayahnya.
__ADS_1
" Nanti juga pulangnya papah jemput..!! kata Endang lagi.
" Iya pah...!!! Andini akan turun semua keinginan papah. Jawab Andini.
" Nak...!! kamu jangan benci kepada papah mu ya sayang, itu semua ia lakukan demi kebaikan mu. " Kata Melisa ".
" Iya mah...!! Andini tidak merasa membenci papah atau pun mamah, Andini akan mencoba jadi anak yang berbakti kepada mamah dan papah. " Jawab Andini
" Itu baru anak mamah...!!! kata Melisa kepada putrinya sambil memeluk dan mencium keningnya Andini.
" Terus mamah kira Andini hanya anak mu saja, dia juga putri ku dia sama seperti ku mah. Kata Endang yang juga memeluk anak gadisnya tersebut.
" Andini sayang sama mamah dan papah, Andini ingin membuat mamah dan papah bahagia. Kata Andini yang membuat kedua orang tuanya bahagia.
" Mamah dan papah senang mendengarnya sayang. Kata Endang.
" Ya...sudah sekarang papah dan putri ku ini harus makan yang banyak dan minum jus buatan mamah ini. Kata Melisa sambil menyediakan makanan dan jus untuk suami dan putrinya itu.
" Ya mah..!! jawab Andini sambil memakan makanan yang di buat oleh ibunya tersebut.
Setelah selasai makan, Andini bersiap-siap menuju mobil ayahnya. Hari ini ayahnya sengaja mengantarnya agar Andini tidak bertemu dengan Reyhan. Ia akan mengawasi setiap gerak gerik putrinya tersebut.
Di sisi lain Rico sedang bersiap pergi kekantor, hatinya masih terasa deg-degan membayangkan pertemuan keluarga yang tinggal hitungan jam itu. Ia sudah tidak sabar ingin segera menikahi Andini, gadis pujaan hatinya itu.
Bahkan semalaman ini ia membayangkan wajah cantik Andini, ia juga memasang wallpaper handphonenya dengan foto Andini.
" Kak...!!! Mau kemana??? Tanya Chika.
" Kau ini seperti tidak tau saja, kakak mau kekantor. Kenapa emangnya??? jawab Riko jutek.
" Isss .....kakak ini jutek sekali, apa kakak mau masih marah sama Chika soal yang kemarin???? tanya Chika.
" Untuk apa aku marah soal itu, aku keburu-buru Chik. Ada berkas yang harus di tanda tangani sekarang ini juga. Jawab Riko
" Kak...!!! apa kakak benaran mau di jodohkan?? Tanya chika.
" Kenapa emangnya??? jawab Riko datar.
" Apa kakak sudah tidak menyukai Andini lagi???
" Tidak...!!! aku...aku....aku harus pergi kekantor dulu, nanti saja kita omongi itu semua. Jawab Riko cepat untuk menghindari Chika adiknya itu.
" Kak...!!! Chika menahan tangan kakaknya itu, agar tidak pergi darinya.
" Sudahlah Chik...!!! Nanti semuanya juga akan jelas, kakak lagi terburu-buru ini. Kata Rico sambil menarik tangannya agar bisa pergi dari hadapan Chika adiknya itu.
" Tapi kak....??? Chika belum selesai ngomong. Kata Chika
Tapi Riko tidak menghiraukannya, ia tetap saja pergi meninggalkan adiknya itu, itu semua ia lakukan agar memberikan kejutan kepada adiknya itu.
__ADS_1
Riko pergi menaiki mobilnya dengan supir yang sedari tadi sudah menunggunya.
" Kita pergi sekarang pak??? tanya supir tersebut.
" Iya...!!! tapi kita mampir dulu kekampusnya chika. kata Riko.
" Baik pak.... !!! Jawab supir tersebut.
Riko memang sengaja mampir ke kampusnya Andini, ia ingin melihat Andini sebelum pertemuan mereka nanti.
Ia ingin melihat wajah Andini dari kejauhan, baru ia bisa pergi ke kantor dengan wajah bahagia.
Setelah 45 menit perjalanan Riko melihat mobil Andini dari kejauhan ia melihat seorang laki-laki yang sedang mengantar pujaan hatinya itu, ia berpikir bahwa lelaki yang mengantar Andini itu ialah Reyhan.
Tapi saat di lihat dari dekat ternyata dugaannya itu salah, lelaki yang mengantar pujaan hatinya itu tidak lain adalah calon mertuanya.
Riko yang melihat itu cuma bisa tersenyum-senyum sendiri, ia tadi sempat cemburu karena ia pikir bahwa lelaki itu adalah Reyha.
" Apa Pak Riko tidak turun?? tanya supir tersebut.
"Tidak usah pak...!!! saya ingin melihatnya saja. Jawab Riko.
" Baik pak...!!! kata supirnya itu.
Saat Andini sedang memasuk kampusnya, ia bertemu dengan Bella sahabatnya itu. Andini merasa bahagia bisa bertemu dengan Bella ia menghampirinya.
" Haii Bel ??? sapa Andini.
" Andini....!!!! kapan kau datang??? aku kangen sekali kepada mu dan Chika. Jawab Bella.
" Aku juga kangen dengan mu Bel ??? kau kemana saja?? kenapa tidak memberitahukan ku kalau kau sedang ada masalah??? Tanya Andini.
" Maaf Annn...!!! aku takut kalau aku memberitahukan mu kau repot. Jawab Bella.
" Aku tidak repot kok Bel??? Bilang saja kau tidak menganggap ku sebagai sahabat mu lagi. Kata Andini.
" Isss kau Ann.....!!! aku tidak menganggap mu seperti itu. Jawab Bella.
" Ya udah lah...!!!! yang penting masalah mu sudah selasai saat ini. Bagaimana keadaan Ibu mu Bel??? tanya Andini.
" Baik-baik saja kok An, ibu ku sekarang sudah sehat. Ia menitip salam kepada mu Ann!!! jawab Bella.
" Titip salam balik ya Bell !!! kata Andini.
" Baik An...!!!
BERSAMBUNG....
MOHON DUKUNG KARYA SAYA TEMAN-TEMAN.
__ADS_1