
" Menurut mu bagaimana???" tanya Riko kepada Andini.
" Aku tidak tahu???" jawab Andini.
" Kenapa tidak tahu???" balas Riko.
" Aku tidak tahu bagaimna menilai hati seorang lelaki, jawab Andini."
" Apa karena kau masih mengingat mantan kekasih mu itu???" tanya Riko kepada Andini dengan nada suara yang sedikit kesal.
" Tidak.....!!! aku sudah melupakannya," jawab Andini.
" Jadi kenapa kau mempertanyakan itu kepada ku?? tanya Riko kembali."
" Apa ada yang salah dengan pertanyaan ku itu?? tanya Andini kembali."
" Bukan seperti itu maksud ku, hanya saja apa kau meragukan perasaan ku kepada mu An?? tanya Riko kepada Andini."
" Tidak kak....!!!
aku hanya ingin tahu apa kau benar-benar mencintai ku?? jawab nya kembali."
" Kalau kau tidak percaya, aku akan datang malam ini untuk menemui mu," jawab Riko kepada Andini.
" Tidak usah kak......!!!
ini sudah malam, lebih baik kau istirahat, kata Andini kepada Riko."
" Tidak apa-apa, aku akan datang untuk membuktikan bahwa aku benar-benar mencintai mu, jawab Riko kepada Andini.
Riko pun mematikan teleponnya dengan Andini, ia merasa kecewa akan perkataan Andini tadi kepadanya yang tidak yakin akan cintanya.
Riko pergo mengambil kunci mobil miliknya dan bergegas menujuh rumah Andini dengan hati yang gundah. Sementara Andini merasa bersalah kepada Riko akan pertanyaanya tadi.
Dengan menggunakan gaun malamnya ia berusaha untuk menelepon Riko agar tidak datang kemari. Akan tetapi Riko tidak menghiraukan telepon dari Andini.
Di sisi lain Chika, Fredi dan Bertha sedang sibuk membahas rencana acara pernikahan Riko. Chika dan Bertha sibuk memilih perhiasaan yang cocok untuk di gunakan di acara nanti.
Sedangkan Fredi hanya tersenyum melihat putrinya beserta istrinya yang sibuk membahas soal perhiasaan.
" Pa...!!!
mana yang cocok Chika pakai nanti di pernikahan kak Riko???" kata Chika dengan menunjukkan beberapa perhiasan di depan ayahnya.
Fredi yang masih sibuk membaca majalah bisnis tidak terlalu memperdulikan perkataan Chika putrinya, sehingga membuat Chika marah dan ngambek terhadap ayahnya.
" Papah.....
__ADS_1
Isssssssss........!!! dari tadi Chika tanya sama papah tp gak di dengar," kata Chika yang kesal kepada ayahnya.
" Tahu nie si papah,
di tanyai mala diam gak jawab," kata Bertha yang ikut kesal melihat tingkah suaminya.
" Iya.....
maaf sayang....!!!
papah lagi baca ini, kata Fredi sambil memunjukkan sebuah majalah."
" Ini lebih penting pah.....!!!
ini pernikahan anak pertama kita pah, jadi semuanya harus terlihat sempurna, kata Bertha dengan wajah yang kelihatan kesal."
" Iya.....!!!
papah minta maaf, jawab Fredi kepada istrinya."
Sedangkan Chika hanya tersenyum saja melihat pertengkaran kecil di antara kedua orang tuanya.
" Oh ya mah....!!!
Riko kemana?? tanya Fredi."
" Hahahah.....
kau ini bisa saja meledek kakak mu itu, kata Fredi."
" Biarin saja lah pah, anak kita itu kan sudah mau menikah," kata Bertha kepada suaminya itu.
Chika, Bertha dan Fredi masih sibuk membahas soal apa yang akan mereka kenakan nanti.
Di sisi lain Andini sedang memejamkan kedua matanya karena ia sudah mengantuk berat.
Saat ingin memejamkan matanya tiba-tiba Hp Andini berbunyi sehingga membangunkan tidurnya.
Andini meraih Hp nya dan menatap layar Hp nya, dan ternyata Reyhan yang meneleponnya. Karena merasa kasihan sama Reyhan Andini pun mengangkat telelpon Reyhan.
" Hallo...., kata Andini."
" Hallo An.....
kau lagi dimana?? kata Reyhan."
" Aku dimana..!! ada apa??? tanya Andini."
__ADS_1
" Tadi aku melihat mu di Caffe bersama keluarga mu dan juga...." Reyhan tidak melanjutkan perkataannya.
" Dan juga apa?? kata Andini."
" Dan calon suami mu, kata Reyhan."
" Hmmmm......" jawab Andini singkat."
" Apa kau mencintai pria itu??? tanya Reyhan."
" Untuk apa kau bertanya itu kepada ku, kata Andini dengan nada kesalnya."
" Kenapa??
apa kau tidak mencintai Riko Tjandiwibowo?? tanya Reyhan kembali."
" Apa urusan mu, jawab Andini kesal."
" Udah lah An....
aku tahu kau masih mencintai ku, kau menikah dengan pria itu hanya karna permintaan ayah mu. Aku juga mencintai An....!!!
Aku ingin terus bersama mu, aku menyesal telah menduakan cinta mu. Kata Reyhan dengan nada penyesalan."
" Sudahlah Rey....
di antara kita sudah tidak ada lagi hubungan apa pun, aku hanya ingin kau bertanggung jawab kepada Rika dan juga calon anak mu. Dan aku dengar juga kau akan segera menikah dengannya, dan untuk apa kau terus menghubungi ku." Kata Andini.
" Aku menikah dengan Rika hanya terpaksa An...!!! dan mungkin aku tidak akan bahagia akan pernikahan ini An...."
kar'na yang ada di dalam hati ku hanya kau seorang, jawab Reyhan kepada Andini.
" Lebih baik saat ini kita melupakan semua rasa yang pernah ada. Semua sudah berlalu Rey, kata Andini."
" Aku belum bisa An....
kenangan bersama mu belum bisa aku lupain An, terlalu banyak hal yang tidak terlupakan oleh ku. Kau adalah cinta pertamaku, kata Reyhan kepada Andini."
" Sudah lah Rey......!!!
aku mau tidur, aku rasa tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan." Kata Andini yang ingin mengakhiri percakapannya dengan Reyhan.
Bersambung......
Mohon tetap dukung karya ya teman-teman
....
__ADS_1