Anak Genius : DEMI GAURI

Anak Genius : DEMI GAURI
BAB 15. LELE SALAH PAHAM


__ADS_3

Kayshan mengajak Katrin ke taman yang tak jauh dari sana. Keduanya duduk di tempat terpisah meski Katrin memaksa ingin berdampingan satu bangku, tapi ditolak dengan tegas oleh Kay.


"Kau sepertinya dalam kondisi sangat baik setelah kita berpisah satu tahun lalu, semudah itukah melupakan aku?" tanya Katrin, menoleh ke arah Kayshan dengan tatapan sendu.


Kay tidak menjawab. Dia menarik nafas dalam sebelum menanggapi pertanyaan mantan kekasihnya dulu.


"Ada pertanyaan lain?" ujar Kayshan, melirik Katrin dengan ekor matanya.


Katrin tersenyum, menunduk melihat tautan jemari di pangkuan. Dia menyingkirkan sling bag nya ke arah kiri. Sekelumit sesak mulai merangsek kalbu.


"Siapa wanita itu dan anak kecil di kamar. Apakah istri dan anakmu? kapan kau menikah? jika iya, berarti aku hanya selingkuhan kamu saat jauh dari mereka?" cecar Katrin, kepalanya mendadak penuh dengan segala hal tersebut. Dia butuh kepastian statusnya dulu.


"Gak penting. Ada yang lain?" timpal Kayshan, mulai bosan dengan rasa keingintahuan Katrin yang salah tempat.


"Penting buat aku, Kay. Apa demi mereka, kau meninggalkanku?" imbuh sang wanita, menoleh melayangkan tatapan tajam untuk sang mantan bos sekaligus kekasihnya.


"Demi keluargaku. Jangan kau sangkut pautkan antara kandasnya hubungan kita dengan mereka. Kita lebih dulu memutuskan berpisah demi suasana kerja yang nyaman dan kondusif ... Aku akui salah menempatkan perasaan padamu tapi segera ku sadari. Keputusan menjauh mutlak karena itu," beber Kayshan, melihat sekilas ke arah Katrin.


Kayshan menjadi CEO sementara perusahaan otomotif Malaysia sebab pengampu utama mengalami cedera saat bermain ski di Finlandia.


Keduanya lantas berhubungan baik, saling mengagumi hingga menyalahi aturan untuk tidak menjalin percintaan di kalangan staff kantor.


Ketika sang CEO kembali menempati pucuk kekuasaan, Kayshan memutuskan pindah kerja lantaran tak ingin pimpinan mengetahui hal tersebut. Kayshan ingin mengakhiri hubungan sebab dia tengah merintis karirnya yang baru. Namun, Katrin enggan melepaskan status sebagai kekasih Kay yang sudah dia sandang selama enam bulan, hingga kabar mengejutkan itu datang.


Kamala meminta Kay pulang sebab kondisi Ken mulai parah dan tidak ada yang berhasil membuat Gauri bicara kala itu. Sebuah moment pas untuk menjauh dari Katrin. Dia mengatakan pada gadis itu takkan kembali menetap di Malaysia.


"Bohong! kau menjadikan aku hanya selingkuhan, kan? anakmu sudah besar, Kay. Tega sekali! pantas kau ingin lekas kembali dan terus meminta putus ... ternyata seleramu seperti dia, wanita salihah," tuduh Katrin, nada suaranya mulai parau tanda dia menahan tangis.


Kayshan menghela nafas lagi. Katrin beberapa kali ketahuan menginap di rumah sang CEO dengan alasan pekerjaan tapi Kay mendengar kabar sebaliknya. Dia memutuskan pindah dan menjauh dengan alasan kesibukan.


"Baiknya introspeksi, jangan menuduh sembarangan. Elea tak ada hubungannya denganmu. Pulanglah, aku takkan pernah kembali," tegas Kay lagi.


"Demi mereka? ... aku bersedia berbagi, Kay!" ucap Katrin memaksa. "Aku akan minta padanya agar merestui kita," umbarnya seraya bangkit berdiri.


"Katrin!" sebut Kayshan, sedikit lantang.

__ADS_1


"Kau membentakku?" kata Katrin, menatap nanar Kayshan yang dia ingat adalah sosok pria lembut dan romantis.


"Maaf. Pulanglah," sambung Kay, mengulang kembali permintaannya.


"Aku bisa menjadi seperti yang kamu mau. Jika gara-gara wanita itu membuat kau berpaling, aku bersedia hijrah atau apapun sesuai kehendakmu," ujarnya lagi.


"Jangan samakan Elea denganmu. Sudah ku bilang bukan salah siapapun. Ini murni keputusanku, Kat. Tolong mengertilah," mohon Kayshan. Dia menarik sling bag milik Katrin agar tidak pergi meninggalkan taman. Langkah wanita itu tertahan akibat aksi Kay.


"Kau sangat melindungi dan membelanya. Setinggi itukah kedudukan wanita itu di hatimu, Kay?" lirih Katrin, tubuhnya seketika terasa lemas melihat respon Kayshan tadi.


Kayshan mengangguk. "Ehm." balasnya.


Dia tak ingin menampik ketertarikan pada Elea tapi juga enggan menegaskan sosoknya di hadapan Katrin. Namun, dia tak terima jika Elea disalahkan oleh si mantan.


Putra Kamala mengagumi sang pengasuh, Kay meletakkan perhatian khusus padanya sejak dia mulai dapat berinteraksi dengan Gauri. Rasa ingin mengenal lebih dekat Elea muncul kian kuat setelah komunikasi mereka terjalin intens akhir-akhir ini.


"Aku benci kau. Aku membencimu, Kayshan! kamu gak gentle mengakui perasaan padahal masih cinta aku, kan?" cicit Katrin, pandangannya mengiba dengan sorot mata berkaca-kaca.


Kayshan mengernyitkan dahi. Cintanya telah dia lepaskan seiring penerbangan menuju kampung halaman satu tahun silam. "Maaf. Semoga kau bertemu pria terbaik. Ehm, dan move on," jawab Kay, menunduk.


Sementara itu.


Elea berjalan pelan menyusuri koridor beberapa cluster. Langkahnya terhenti kala melihat pertengkaran kecil orang yang dia cari, dari kejauhan. Dia menduga, kemarahan Katrin sebab cemburu atas sikap mereka tadi.


"Dia itu mantan kekasih atau apa, ya? terus pak Roger itu siapanya nyonya Geisha?"


"Apa nyonya Geisha itu mantan istrinya dan si Katrin tadi kekasih beliau, ya? dan mereka ribut karena apa? duh, jangan-jangan sebab aku," gumam Elea, berpikir hingga kepalanya menunduk lalu jempolnya menunjuk muka sendiri.


"Eh, apa si Katrin tadi baru tahu ya, beliau duda dengan anak satu. Terus, tatapan mata wanita itu padaku kok kayak ketemu musuh. Salahku apa? lah, apa jangan-jangan dia nuduh Mas Kay selingkuh sama aku gegara Oyi dan beliau panggil bunda?" imbuh Elea, sambil menggelengkan kepalanya.


"Jangan sampai kamu jadi merusak hubungan orang lain, El."


Sang pengasuh sibuk berspekulasi hingga dia berdiri lumayan lama, menyandar pada pilar tak jauh dari cluster.


Wajahnya terlukis gurat keseriusan mendalam sementara hati terasa terselip kecewa atas rasa nyaman yang belum Elea tasbihkan, hingga tak menyadari bahwa posisinya dengan mudah dilihat oleh sang majikan.

__ADS_1


Kayshan menggelengkan kepala atas sikap urakan Katrin. Baru saja akan melangkah kembali ke kamar perawatan Gauri, netranya menangkap sosok Elea sedang berdiri mematung di sebuah pilar.


Kayshan menduga bahwa gadis itu melihat semua peristiwa perselisihan antara Katrin dengannya.


"Eh, dia lagi apa di sana? ... gawat, Elea salah paham, kah?" gumam Kayshan, dia lalu memutar arah guna menuju ke tempat dimana sang pengasuh berada.


Elea menyadari bahwa dia melamun, ketika menengadahkan wajah, tak dijumpainya lagi sosok Kayshan di taman. Elea kelabakan, dia segera berbalik badan sebelum Kay memergokinya. Tapi terlambat, baru saja kaki melangkah, suara yang di takutkan terdengar.


"El!" panggil Kayshan.


Deg.


Tak ada jawaban, Elea hanya berdiri diam membuat Kayshan memutar hingga berada di hadapannya.


"El!" sebutnya lagi.


"Ya? maaf, saya akan segera ke kamar," ujar Elea, menunduk dan berjalan menyamping agar leluasa melewati Kay.


Pria tampan itu justru merentang lengan, dia berniat mencegah Elea pergi.


"Gauri dengan suster, kan?" tanya Kay, diangguki Elea.


"Boleh minta waktu untuk bicara berdua, ini penting menurutku," kata Kay lagi, menatap lembut wajah yang menunduk.


"Sebentar saja. Please," bujuknya lagi.


Elea mengangkat kepalanya, melihat sekilas ke arah pria yang ternyata sedang menatap tak berkedip.


"Duh, binar matanya."


.


.


..._______________________...

__ADS_1


__ADS_2