Anak Genius : DEMI GAURI

Anak Genius : DEMI GAURI
BAB 6. PENYEBAB


__ADS_3

Geisha menahan langkah Roger saat hendak menghampiri Kayshan.


"Kau ingin tahu alasanku?" tanya Geisha, dia menatap nyalang pada Kayshan.


"Ceritakan saja, jangan kau tutupi lagi biar dia paham betapa kamu juga terluka parah," sambar Roger, merasa lelah sebab keluarga Ghazwan selalu menyudutkan Geisha.


"Aku hanya melihat fakta. Tidak menyalahkan Geisha sepenuhnya sebab tak ingin terlibat terlalu dalam," sambung Kayshan.


Geisha menarik lengan Roger agar duduk kembali. Dia menghela nafas panjang sebelum bicara tentang pernikahannya dulu.


Lima tahun silam.


Ken menikahi Geisha saat gadis itu hampir berada di puncak karir. Geisha mengajukan syarat pada Ken bahwa dia bersedia hamil setelah pagelaran Paris Fashion Week dimana impian setiap model ikut berpartisipasi. Terlebih Geisha adalah kandidat yang diajukan Agency untuk mengikuti ajang supermodel of the year di Australia.


Dirinya gagal terbang ke Paris bahkan sekedar melenggang di catwalk impian Australia sebab dinyatakan hamil tiga pekan. Geisha depresi cita-citanya tergerus. Kamala memaksa Ken agar segera memberikan cucu membuat dia melanggar janjinya pada Geisha.


Tekanan Kamala juga kondisi psikis sebab kehamilannya berisiko, ditambah mental Geisha yang sedang runtuh membuat dia membenci bayi dalam kandungan.


"Kau takkan pernah tahu bagaimana rasanya!" seru Geisha.


"Ken melanggar janji sementara ibumu mencekokiku dengan berbagai makanan yang tak dapat ku telan. Dia hanya fokus pada cucunya. Lambat laun Ken pun mulai overprotektif. Mereka lupa denganku," ungkap Geisha mulai terisak, dia menggeleng kepala pelan hingga air matanya luluh.


"Aku! Aku sakit! tiada seorang pun peduli apakah aku waras atau tidak!"


"Ken memang sangat menginginkan Gauri, dia cinta mati padaku hingga aku dilarang keluar rumah sebab dia takut aku kabur. Bahkan orang tuaku kesulitan menemui putrinya. Apa tindakan itu benar?" sentak Geisha, menggebrak meja.


"Jangan salahkan aku jika membenci kalian. Terutama Gauri, dia membuatku susah selama kehamilan bahkan lahir sebelum waktunya. Mana ada ibu hamil kurus kerontang!"


"Apa kau tahu, Kay? aku diambang maut setelah pendarahan yang diakibatkan Kamala! perut indahku punya luka operasi gara-gara Gauri," teriak Geisha kali ini, dia gusar dan bangkit berdiri, tangannya mengepal lalu meremas kepala berulangkali.


"Ghe, Geisha! tenang, tenang, Baby!" kata Roger, memeluk wanitanya agar anxiety Geisha tak kambuh lagi.


Roger menoleh ke arah Kayshan, berharap pria keturunan Ghazwan tak lagi menyalahkannya.


"Geisha depresi setelah melahirkan. Dia ku bawa sebab dokter pribadiku mengatakan dia hampir gila. Jika orang tuanya tak ku cegah menuntut kalian, mungkin Ken bakal mati di penjara," tutur Roger menjelaskan situasi setelah melahirkan dimana Geisha dituntut Ken dengan tuduhan berselingkuh dan zina.


Kayshan bergeming. Dia mendapat rekaman cctv bahkan penjelasan dokter kandungan juga beberapa bukti obat-obatan yang Geisha tinggalkan, semua di utarakan oleh lawyer saat mereka bercerai.


"Aku mendapatkan kisah sebaliknya. Ghe, jangan lupakan butiran putih dan pink yang kamu tinggalkan di sana. Beberapa botol miras juga suntikan. Dua orang dokter dan empat suster pernah menangani pendarahan yang disengaja. Kau ingin menggugurkan Gauri bukan? Mama mencegahmu melakukan itu tapi malah jatuh terpeleset ... mama justru hendak menolongmu," tutur Kay panjang.

__ADS_1


"Aku gak tahu sedalam apa hubungan kalian saat Geisha masih menjadi istri Ken, itu bukan urusanku ... yang kau alami tentu menyakitkan, tapi Gauri tidak berhak menerima kebencianmu," imbuh Kayshan, tenang.


Ada hikmah dia menemui Geisha. Kay jadi tahu penyebab keretakan rumah tangga sang kakak. Ken melanggar janji dan tidak komitmen. Tiada kebenaran atas peristiwa di masa silam dalam pandangan Kayshan, semua turut andil terhadap kesalahan fatal itu hingga Gauri yang menerima akibatnya.


"Aku minta maaf atas nama keluarga Ghazwan padamu, Ghe. Ken dan mama hanya ingin melindungi kamu dan Gauri, bukan mengekang sebab sikapmu tak selayaknya ibu hamil. Kau mencekoki Gauri dengan hal mengancam nyawa ... Tuan Roger, Anda tak buta bukan?" imbuh Kayshan masih dengan nada santai.


Roger hanya diam, dia tak lagi membantah apa yang Kayshan ucapkan. Geisha memang beberapa kali ketahuan berusaha menghilangkan nyawa Gauri.


"Kapan?" ujar Roger, melanjutkan pembicaraan awal.


Kayshan tak lantas menjawab, dia menekan tombol panggilan cepat di ponselnya.


Tuut. Tuut.


"Halo Dokter, saya sedang di kediaman ibu Gauri, bisakah Anda menjelaskan kondisi putriku?" ujar Kayshan, dia meloudspeaker sambungan via udara itu.


"Alhamdulillah. Sebaiknya besok sebab beliau harus menjalani serangkaian test kecocokan mulai rhesus hingga lainnya ... kondisi Gauri sepatutnya lekas mendapat tindakan medis, Pak Kay," kata Habrizi, meminta agar pendonor datang lebih cepat.


Roger melihat ke arah wanita dalam pelukan, Geisha berangsur tenang dan mulai dapat diajak bicara kembali.


Pria pemilik berbagai usaha entertainment itu lalu menanyakan pada Geisha apakah dia bersedia atau sebaliknya.


Anggukan samar Geisha di dada Roger menjadi pertanda bahwa usaha Kayshan berhasil. Roger pun memberi isyarat setuju pada Kay.


"Oke, Dokter. Kami akan ke rumah sakit segera setelah mendarat nanti. Terima kasih banyak," sahut Kayshan menutup panggilan.


"Suka atau tidak, Gauri putrimu. Kau harusnya menjelaskan pada Gauri, mengapa dia mengalami sakit seperti ini. Bukan cuma kamu yang menderita, Ken pun sama ... baiklah, itu masa lalu. Aku tunggu kalian di Bandara esok pagi," ujar Kayshan bangkit dari duduknya.


Putra bungsu Kamala menegaskan pada Roger bahwa dia telah menerima sebagian cek hak milik Geisha maka sepatutnya sebagai lelaki sejati, dia harus menepati janji.


Kayshan melenggang keluar dari kediaman Roger Evoque dengan hati lega meski debar jantungnya membuat kaki panjang terasa lemas melangkah.


"Fyuh! Berhasil, Gery," gumam Kay, meraup wajahnya saat baru masuk ke mobil dan meminta sang asisten melajukan kendaraan mereka.


"Tegang, Bos!" sahut Gery, ikut menahan nafas selama proses negosiasi di dalam.


"Banget. Aku hampir putus asa," ucap Kay. Jemarinya lalu menekan sebuah nomer ponsel.


Satu detik. Dua detik.

__ADS_1


"Assalamualaikum," sapa suara lembut seorang gadis.


Deg.


"Kok suaranya lain, ya." Kayshan membatin sambil melihat layar gawai, kuatir bila salah tekan nomer telepon.


"Wa 'alaikumsalam. Mbak El, Gauri sudah tidur? ... bisakah kau membujuknya agar bersedia kembali di rawat di rumah sakit?" tanya Kayshan.


"Belum, masih saya bacakan buku, Pak ... maaf, apakah ibu Nona sudah setuju?" jawab Elea, menebak situasi.


"Alhamdulillah. Tolong ya, Mbak El," sambung Kayshan. "Kami akan terbang esok pagi dan langsung ke rumah sakit," jelasnya.


Elea mengangguk, "In sya Allah," jawabnya.


Panggilan pun berakhir. Jika Kayshan merasa lega, lain hal dengan Elea. Setelah layar ponselnya meredup, gadis ayu di suguhi tatapan tajam bocah yang masih terjaga.


"Oyi, hehe ... Lele diminta daddy bujuk Oyi ke rumah sakit besok buat ketemu mama, mau gak?" jujur Elea, memandang manik mata coklat milih Gauri.


Hening.


"Prank?" jawab Gauri kemudian.


Elea terkekeh, darimana bocah ini mendapatkan kosakata gaul seperti itu. "Enggak. Daddy bilang betulan, kok," sahut Elea, dia mengimingi jajan es krim misyu ketika selesai test medis nanti.


Binar mata Gauri bersinar, hadiah dari Elea amat dia tunggu. "Lele bohong? ... pergi dengan Lele, kan?"


"In sya Allah enggak. Jujur lebih disukai Allah," ujar Elea.


Gauri mengangguk pelan, tapi syarat yang dia ajukan malam ini sangat banyak. Elea harus menebak keinginan Gauri sebab gadis itu mulai mengunci mulutnya lagi.


"Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad ... ya rosul, ummatmu yang ini sungguh salihah. Dia menyimpan suara emasnya pertanda Oyi sangat menjaga lisan. Bantu Lele menterjemahkan keinginan balita cantik ini sebab bahasa negara Oyiland baru saja meluncur," pinta Elea, wajahnya memelas, kelopak mata sipit itu mengerjap beberapa kali.


Ekspresi lucu Elea membuat tawa renyah Gauri terdengar.


"Lele ada-ada saja. Bahasa Oyiland. Lele, temani Oyi, ya." Gauri membatin sekaligus bersorak saat Elea berhasil menebak keinginannya, yaitu membawakan selimut baru sebab dia menendang yang lama.


.


.

__ADS_1


..._________________________...


Usia Gauri tiga tahun saat Ken meninggal, diasuh Kay satu tahun. Masa pernikahan dan kehamilan satu tahun. Jadi total lima tahun.


__ADS_2