Anomaly

Anomaly
Inevitable Fate


__ADS_3

Apakah sesulit itu hanya untuk melindungi seseorang ? Kenapa banyak sekali harga yang harus ku bayar hanya untuk melindungi satu orang saja ?


Null berjalan memasuki ruangan, membuatku harus berjalan mundur ke belakang secara perlahan. Pisauku sudah hancur hanya untuk membunuh Negro yang palsu itu, dan flamethrower ku tidak akan berfungsi jika aku menatap langsung ke matanya. Sialan, aku tidak bisa melakukan apa-apa !!


“Kamu kira aku akan membiarkan Negro sepertimu menyentuh Libya, bangsat !? Jangan mimpi !!”


Aku dapat mendengar teriakan Libya yang sedang kesakitan. Walaupun aku tidak punya apa-apa untuk menyerang, tetap saja aku harus melindungi Libya dari Negro sialan ini. Bahkan kekuatan ku saja mungkin tidak akan berguna untuk saat ini.


“Libya, cobalah untuk melakukannya sendiri. Aku akan mengulur waktu sebisa mungkin !!” seruku sambil menoleh ke arah Libya.


Tapi sampai kapan ? Tidak mungkin aku bisa menghalanginya hanya dengan berdiri saja. Aku harus melakukan sesuatu, tapi melakukan apa ? Memukul kepala botak nya pun terlihat tidak akan berguna. Setidaknya butuh lebih dari satu orang untuk bisa membuat Negro ini kewalahan.


“Eva !! Kamu tidak apa-apa !?”


Seseorang muncul di luar ruangan. Itu adalah Robin ! Luar biasa, dia selalu saja datang di saat yang tepat !


“Sialan, kenapa harus ada makhluk bajingan ini disini ?” gumam Robin sambil meraih panah yang ada di belakangnya. Namun Null sudah menoleh ke arahnya, membuat semua panahnya menghilang seketika. Tenang saja, Robin, seruan mu itu sangatlah membantu. Aku mengangkat flamethrower ku, kemudian membakar kepala botak Negro ini dengan cepat.


“Nice, Eva !!” seru Robin dari ambang-ambang pintu. Null berteriak kesakitan, atau lebih tepatnya kepanasan, kemudian menoleh kembali ke arah ku. Aku tidak perlu takut lagi, karena saat ini sudah ada Robin di ambang pintu sana. Dua orang saja ternyata sudah sangat cukup untuk membuat makhluk ini terlihat seperti orang bego dan tidak berdaya sama sekali.


Robin menembakkan panahnya tepat mengenai kepala Null, membuatnya lagi-lagi menoleh ke arah Robin. Sepertinya ini bisa dilakukan berulang kali dan Negro tetap akan melakukan hal yang sama.


“Negro bodoh ! Mendingan lu nyerah aja, bangsat !!” seruku sambil mengarahkan flamethrower ku kembali ke kepala Null. Namun tiba-tiba, panah Robin yang tertancap di kepala si Negro itu meledak, dan membuatnya menjadi marah besar seketika. Sepertinya panah itu memang bisa meledak, tapi itu menghancurkan strategi serangan beruntun dua arah ini, bangsat !!


“Bodoh !! Kenapa lu bikin Negro ini ngamuk, bangsat !!?”


“Aku kira itu bakal ngancurin kepalanya, tahu !!”


“Kyaaa !”


Aku tidak sempat melihat serangan si Negro bajingan itu, namun yang pasti, wajahku baru saja di gampar olehnya dengan keras hingga kepalaku terbentur ke lantai. Dasar Negro bajingan !! Lihat saja nanti, aku akan membuatmu merasakan yang lebih menyakitkan daripada ini, bangsat !!


“Sialan kau !!” seru Robin sambil berlari langsung ke arah Null. Jangan menyerangnya secara langsung seperti itu, bodoh ! Rasanya aku ingin meneriakkan hal itu kepadanya, namun semua sudah terlambat. Robin kini sudah berada di udara, melayang. Bagaimana bisa dia melayang seperti itu, bangsat !? Apakah si Negro itu baru saja membuat gravitasi menjadi nol bagi Robin !? Itu jelas jelas menentang hukum alam, bodoh !! Kalau aku bisa bertemu dengan Tuhan saat ini, sudah pasti aku akan menyuruhnya untuk menghancurkan si Negro yang terlalu OP ini. Dia bisa saja menghancurkan keseimbangan alam dengan mudah !!


“Bodoh ! Kenapa kamu melakukan hal tolol seperti itu, bangsat !!?”


“..... !”


Hah ? Dia ngomong apa ? Jarakku dengannya sudah jelas tidak terlalu jauh, tapi aku benar-benar tidak bisa mendengar suaranya sama sekali. Ia membuka mulutnya berkali-kali, tapi tidak ada suara sedikitpun yang keluar dari mulutnya. Jangan-jangan, Negro ****** ini baru saja membuat suara Robin menjadi nol. Bajingan, ini gawat ! Cowok idamanku ternyata sedang dijadikan sebagai mainan oleh Negro sialan ini, dan dia melakukannya tepat di hadapan ku !!


Null berjalan mendekati Robin, dan menyingkirkan busur panahnya dari tangannya. Robin terlihat sangat kesal, dan berusaha untuk berbicara sekeras-kerasnya, namun tidak ada suara yang keluar sama sekali. Aku bisa mengatakan, kalau yang seharusnya dikatakan oleh Robin saat ini adalah berbagai macam kata kata mutiara. Robin sedang dipermainkan oleh Negro bangsat itu, Libya sedang menderita kesakitan karena sedang melahirkan prematur saat ini, dan sementara aku, malah terus berbaring di lantai dan hanya mengamati Robin yang sedang terbang seperti rekreasi di bulan. Bukankah aku seharusnya melakukan sesuatu saat ini juga !? Betapa bodohnya aku !!


“Oi, Negro ! Turunkan pacar ku sekarang juga, bangsat !!”


Mendengar itu, Null segera menoleh ke arah ku, dan begitupun juga dengan Robin. Dia menatapku dengan tajam, namun juga terlihat seperti sedang kebingungan dengan sangat luar biasa. Lihat saja nanti, setelah semua ini selesai, aku akan benar benar memaksanya untuk menjadi pacarku !


Aku pun berlari dengan cepat ke arah nya, sambil mengangkat tinju di tangan kananku. Selama aku sedang berlari, si Negro ini tidak melakukan hal yang aneh aneh kepadaku. Dia tidak menghilangkan tulangku, kekuatan regenerasi ku, atau bahkan bisa saja langsung menghilangkan nyawaku sekalian. Dia hanya mengarahkan tangan kanannya kepadaku, dan diam saja, tidak bergerak sama sekali. Makhluk ini terlihat seperti sedang menyembunyikan sesuatu, dan 'sesuatu' yang ku maksud itu jelas adalah hal yang berbahaya ! Bagaimana ini ? Apakah aku harus berhenti berlari ke arah nya ? Atau tetap menyerangnya saja ? Hanya ada aku yang masih bisa melindungi Libya saat ini, karena Robin sekarang sedang, uhhh.... Melayang di udara. Kalau aku bisa menyingkirkan nya dan sekaligus membebaskan Robin dari keadaan melayang ini, bukankah hasilnya akan lebih baik ? Sepertinya, aku akan melakukan itu.


“Bodoh !!”


Tunggu. Kenapa suara Robin bisa terdengar kembali di telingaku ? Dan kenapa aku saat ini melambat ? Entahlah, yang pasti, sepertinya aku terkena sesuatu oleh Negro sialan ini. Penglihatan ku menjadi kabur, dan kesadaran ku.... Mulai memudar ? Apa ini ? Kenapa sekarang seperti ada yang sedang mengontrol tubuh ku ? Apakah Negro sialan ini berhasil mengambil alih tubuhku ?

__ADS_1


Aku punya firasat buruk untuk saat ini. Aku bisa merasakan kalau takdir buruk akan menimpa Libya, dan dia tidak akan bisa lari darinya. Itu.... Terlihat seperti takdir yang terhindarkan. Terlihat seperti sebuah panah yang ditembakkan ke arah hewan yang lumpuh, yang tidak berdaya.


Apakah aku.... Akan kehilangan seseorang.... Sekali lagi ?


...****************...


“Di mana ini !!?”


Aku terbangun di sebuah tempat yang aneh, nampak seperti di dimensi yang lain. Seluruh langitnya berwarna merah darah, dan tanahnya yang kering juga berwarna merah kecoklatan. Dari tempat ku sedang duduk saat ini, terlihat sebuah bintang besar yang nampaknya mengalami gerhana total, begitu gelap dari sini. Apakah ini adalah neraka ? Apa itu artinya aku sudah mati sekarang !? Sialan ! Libya dan Robin sedang dalam bahaya, dan aku bahkan mati dengan tidak melakukan apa-apa ke wajah si Negro itu !?


“Woi !! Ada orang gak di sini !? Keluarkan aku sekarang juga !! Masih ada dua orang yang butuh perlindungan ku, bangsat !!”


Suara gema terdengar. Sebegitu sendirian kah aku di dimensi yang lain ini ? Menyedihkan. Bahkan iblis yang ada di neraka pun sepertinya enggan mau menyiksa ku.


“Tenanglah bocah, aku ada disini.”


“SIAPA !?”


Aku menoleh ke segala arah, namun tidak ada seorangpun di sekitarku. Atau, begitulah kira-kira awalnya. Setelah beberapa saat mencari-cari, sosok pria muncul secara perlahan di depan ku entah dari mana. Mulai dari tubuh bagian atasnya, hingga ke tubuh bagian bawahnya, semuanya nampak seperti muncul dengan diselimuti oleh darah merah. Yang ini, benar-benar seorang iblis asli !!


“Bocah seperti mu itu benar-benar tidak pernah tahu sopan santun, ya ?”


Wujud asli dari sosok pria tersebut akhirnya nampak jelas di mataku. Yah, tipikal iblis berwujud manusia pada umumnya. Aku bahkan tidak yakin kalau yang menutupi seluruh dagingnya itu adalah kulit berwarna hitam. Sudah pasti itu adalah exoskeleton seperti yang dimiliki Negro palsu itu. Tunggu, kenapa aku justru membahas iblis bodoh sialan yang ada di depanku ini !? Libya dan Robin.... Bagaimana keadaan mereka !!?


“Iblis bodoh.... Dan juga sialan ?”


“Sebentar.... Apa kamu baru saja membaca pikiran ku ? Itu tidak mungkin, kan ?”


Iblis rasis bangsat. Sekarang semuanya jadi jelas. Rasisme ternyata berasal dari iblis yang berwarna hitam, dan para malaikat yang berwarna putih itu tentu saja jijik pada mereka, maksudku, padanya. Iblis dengan malaikat, dan manusia dengan Negro, keduanya sama saja !!


"Apa yang kamu pikirkan itu, bocah !!? Sayang sekali aku hanyalah iblis pengantar pesan. Perkenalkan, namaku SCR 991, atau bisa juga dipanggil sebagai Larry, walaupun sebenarnya aku punya nama asli yang lebih berwibawa dari nama Larry sialan itu, Lucifuge. Sialan, manusia-manusia sepertimu selalu saja memberi nama yang aneh pada makhluk lain.”


Larry !? Apa ini hanya kebetulan semata ? Ini terdengar lebih seperti mukjizat daripada kebetulan. Aku bahkan tidak menyangka iblis ini punya nama yang kocak seperti itu.


“Kocak ? Berhenti menghinaku, bocah !! Aku adalah Larry ! Iblis pengantar pesan yang luar-, ehem. Maksudku, Lucifuge yang_”


“Kalau begitu, berhenti panggil aku bocah, bangsat !! Walau aku kecil, mungil, kerdil, ga besar, atau apalah itu, umur gw udah 25 tahunan, brengsek !! Inget tuh !!”


“25 tahun ? Apakah itu terlihat sebanding dengan aku yang berumur lebih dari ribuan tahun !?”


Ribuan tahun ? Itu.... Jelas menentang hukum alam....


“Arrrrgh !! Persetan sama iblis kayak lu ini ! Keluarin gw dari sini, bangsat !! Masih ada dua orang yang harus gw lindungin, dan mereka lagi terancam banget saat ini ! Lagian apa mau lu, bangsat !?”


Larry hanya menatapku dengan tajam. Dia masih saja berdiri diam, seolah ocehanku dengan nada yang super keras ini terdengar seperti dongeng di telinganya. Tidak mungkin dia nggak 'tidak tahan' dengan ocehanku ini, kan ?


“Bocah, sepertinya kita sudah terlalu lama basa-basi.”


“Memang !!”


Larry menghela nafasnya dengan kesal. Akhirnya, dia mulai sebal denganku. Ini terasa seperti sebuah penghargaan yang besar untuk bisa membuat seorang iblis kesal hanya dengan ucapan dan seruan saja. Heh, aku bangga pada diriku sendiri !

__ADS_1


“Baiklah, sekali lagi perkenalkan. Namaku Lucifu-”


“Lucifuge, kan !? Gw sudah tahu nama asli mu, bangsat !! Sekarang cepetan, mau ngomong apaan lu dari tadi !!”


Tiba-tiba, aku merasakan aura yang berbeda keluar darinya. Terasa seperti, begitu mendominasi. Atau aku harus menyebutnya sebagai, lebih berwibawa.


“Bocah, manusia betina yang sedang melahirkan itu tidak akan pernah bisa selamat, tahu. Baik kamu ataupun manusia jantan yang berpanah itu yang melindunginya, betina itu tidak akan selamat. Takdirnya sudah ditentukan sejak awal dia lahir, bahwa tepat di hari ini juga, dia akan mati membusuk dengan perutnya terbuka, dan bayinya akan dimakan oleh makhluk yang mengejarmu itu. Dia sudah terikat oleh benang-benang kematian itu sejak lama sekali, dan dia tidak akan pernah bisa kabur dari jeratannya. Kematian hari ini, adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari olehnya.”


“Persetan denganmu, iblis !! Apapun yang kamu katakan itu, aku akan membuat perkataan itu menjadi salah ! Benang kematian atau apalah yang kamu bicarakan itu, aku akan memotongnya, dan aku, bersama dengan Libya, akan keluar dari tempat terkutuk itu hidup-hidup !”


“Ironis sekali, mengingat bahwa kedua tanganmu sendiri lah yang sedang menusuk perutnya dengan serpihan kaca, membelahnya, dan membiarkan makhluk itu memakan janinnya. Tentu saja kamu tidak akan bisa melihat betapa marahnya manusia jantan itu saat melihatmu melakukannya sendiri. Sudah tidak ada harapan lagi untukmu menyelamatkan sang betina bernama Libya itu. Kamu lah yang membunuhnya sendiri.”


“Hentikan omong kosong mu itu, setan !! Lihat saja nanti, aku akan membuktikan semuanya, kalau aku dan Libya, akan..... Selamat....”


Tunggu, kenapa semua yang dikatakannya itu terasa begitu nyata, begitu detail. Seolah itu memang benar-benar terjadi. Bagaimana bisa dia menceritakan semuanya dengan begitu jelas ? Apa aku benar-benar... Membunuh Libya dengan tanganku... Sendiri ?


“Ah, itulah yang kuinginkan sejak dulu, rasa penyesalan. Sekarang, apa kamu ingat semua masa lalu yang seketika muncul di dalam otakmu ? Itulah yang kulakukan selama ini. Mencampuradukkan emosi mu dengan kegelapan yang terjadi di dunia ini. Lihatlah, semuanya memang benar-benar terjadi !...”


Sebuah layar biru muncul di belakang Lucifuge. Sebuah layar besar seperti bioskop, menunjukkan diriku dari perspektif ketiga yang sedang menghujamkan serpihan kaca berkali-kali. Apa-apaan ini ? Ini semua.... Ini semua tidak mungkin sedang terjadi !!


“Bukankah mimpimu selama ini adalah untuk melindungi seseorang yang kamu sayangi ? Sayangnya, itu tidak pernah terjadi, bukan !? Aku adalah Lucifuge, iblis pengantar pesan yang menjelajahi segala sesuatu. Tiap ujung dari ruang dan waktu bahkan tidak pernah terlewat dari lintasan ku ! Jadi, biarkan aku iblis yang penuh keagungan dan kebijaksanaan ini memberitahumu tentang sesuatu. Suatu hari, di masa depan yang tidak akan terlalu jauh, sosok yang sudah kamu anggap sebagai ibu baru, dan juga sosok lain yang sudah kamu anggap sebagai kakak perempuanmu itu, akan habis lenyap sama seperti betina yang malang ini !”


“Akulah Lucifuge !! Sang iblis yang membawa penyesalan kepada manusia yang lemah, tak berakal, dan juga tak berdaya !! Orang-orang bodoh memanggilku sebagai SCR 991, namun seluruh makhluk yang pernah kutemui selama ini selalu memanggilku dengan nama dan juga sebutan yang sama ! Lucifuge, sang pembicara, sang Dewata yang mengetahui dan berkuasa atas segala-galanya ! Akulah sang Lucifuge yang membawa penyesalan bagi orang yang tidak menyembah kepada sang bintang merah pelahap segalanya ! Maka dari itu, tunduk lah wahai manusia ! Kepada sang tiga cahaya utama pembawa perubahan ! Sang pembantai, sang pelahap, dan sang penakluk, yang akan naik di atas segala-galanya. Tunduklah pada sang trinitas, yang membawa cahaya pengubahan bagi umat-umatnya ! Yang membebaskan dari kesengsaraan, penghinaan, keterpurukan, dan kejatuhan ! Akulah Lucifuge, yang mengatakan segalanya.”


“Jadi begitu.... Entah apa artinya yang kamu bicarakan itu... Tapi yang pasti, aku ga bakalan nyembah trinitas palsu mu yang terdengar seperti kebodohan itu, bangsat !!”


Lucifuge menggeram, mengeluarkan hembusan asap panas dari mulut dan juga hidungnya.


“Sudah ditentukan. Kamu manusia, Eva Rosenthal, akan menyesal selamanya !! Inilah takdirmu yang baru ! Engkau akan melihat segalanya runtuh menjadi debu, dan seorangpun yang kau sayangi tidak akan ada yang selamat !! Seumur hidupmu, hanya akan dihabiskan dengan penyesalan, penyesalan, dan penyesalan !! Terkutuklah engkau, wahai domba yang tidak pernah mendengarkan gembalanya !! Engkau telah memilih takdirmu sendiri, dan engkau.... Tidak akan pernah bisa lari dari hadapannya yang menekan dengan keras !! Menyesal lah, untuk selama-lamanya !!”


...****************...


Serpihan kaca ada di tanganku, dan Libya sudah terbujur kaku tak bernyawa. Perutnya juga telah terbuka, dan penuh dengan darah dimana-mana, sama seperti yang dikatakan oleh iblis itu. Siapa saja, tolong katakan padaku kalau ini tidak terjadi ! Dan juga Robin, dimana dia !?


“Pak, Admin Libya sudah meninggal dunia.... Pembunuhnya ? Tentu saja si Null sialan itu. Apa yang harus dilakukan sekarang ?.... Lupakan Admin Libya dan fokus kepada evakuasi kelas D ?.... Baiklah, walau itu terdengar agak sedikit menyakitkan bagiku.”


Tidak, kenapa dia mengatakan kalau yang membunuh Libya adalah Null ? Padahal, jelas-jelas akulah yang membunuhnya ! kenapa masih saja membelaku yang sudah membunuh Libya ini !?


Robin menghampiriku, kemudian berlutut satu kaki di sampingku dan menghela nafasnya, entah karena apa. Di tangan kanannya terdapat sebuah pistol yang terlihat berbeda dari pistol lainnya.


“Tenanglah, aku tidak menyalahkan mu soal ini. Ini adalah pistol khusus pembunuh anomali, hanya ada satu di seluruh dunia. Berhati-hatilah selanjutnya, banyak anomali yang sama mengerikannya dengan Null. Jangan sampai kamu bertemu dengan 4 orang pembunuh yang berkeliaran di sekitar sini. Mrs. Wood, Mr. Silk, Mr. Iron, dan yang terakhir Mr. Smiley. Pergilah ke tempat persembunyian D class, dan bawa mereka dengan aman kepada kami. Aku pergi dulu.”


Robin bangkit berdiri, kemudian berjalan meninggalkan ku begitu saja dengan mayat Libya di lantai. Dia berbohong. Aku dapat merasakan dari kata-kata terakhirnya itu. Walaupun dia mengatakan 'tidak apa-apa', namun sudah jelas di hatinya yang paling dalam, emosinya meledak-ledak karena ku. Dia bahkan tidak memberitahu dimana tempat persembunyian D class itu.


“Kenapa kamu tidak memberikan pistol ini padaku di sejak awal ? Kenapa kamu tidak menggunakannya sejak tadi ?”


Robin berhenti sejenak, dan bahkan tidak menoleh kepadaku.


“Dia tahu segalanya.”


Hanya itu saja yang dia katakan, dan setelah itu lanjut pergi meninggalkan ku. Kenapa aku bisa terlibat dengan masalah seperti ini ? Bukankah aku awalnya hanyalah seorang tahanan yang baru saja dipindahkan satu hari ke tempat ini ? Semuanya menjadi terasa begitu sulit seketika, entah karena apa.

__ADS_1


Libya, apakah aku bersalah ?


__ADS_2