Anomaly

Anomaly
Bab 3. Masa depan yang suram mungkin bisa di ubah.


__ADS_3

(••••) \= bergantinya sudut pandang dalam cerita.


Miring \= isi pikiran karakter.


Besar \= tempat dan waktu.


••••


DELTORA ( 1 DARI 10 JUTA DUNIA )


Wilayah kerajaan Moonlight.  Tahun 3010


Satu-satunya kerajaan manusia yang berhasil bertahan melawan penjajah yang datang dari dunia lain. Dengan berkumpulnya orang-orang terkuat di benua, membuat kerajaan Moonlight mampu bertahan selama 3 tahun setelah kedatangan para penjajah.


Namun, karena jangka waktu yang lama tersebut, pemimpin penjajah yang dikenal sebagai dewa mulai kesal. Diapun segera mengirim 12 bawahan terkuatnya yang memiliki nama berdasarkan nama setiap Zodiak untuk meratakan tanah tersebut.


Reinhard Von Lingstar sebagai protagonis sekaligus salah satu manusia paling kuat di dunia saat ini berdiri dengan luka bakar di wajahnya. Dia berdiri di atas tembok besar yang mengelilingi kerajaan Moonlight dari serangan para penjajah 3 tahun terakhir.


Dirinya menikmati pemandangan alam sekaligus angin sepoi-sepoi yang terus menampar wajahnya, dia juga beberapa kali menghirup udara segar lalu membuangnya perlahan.


Tapi, ketenangan itu tidak bertahan lama, semuanya menghilang setelah kedatangan pria berumur 25 tahun dengan salah satu mata tertutup kain, pria itu berjalan ke arah Rein lalu datang menghampirinya dengan tangan terangkat sebagai sebuah salam.


"Yoo, apa yang sedang kau lakukan? Apa kau memikirkan tentang sesuatu yang terjadi di masa lalu, Rein?" ucap pria yang baru datang dengan santai.


Mendengar itu, aku melihat ke arah sumber suara lalu dengan santai berkata. "Haa ... Mencoba menyembunyikan sesuatu darimu benar-benar hal yang bodoh, lalu apa yang membawamu ke tempat ini? Altar."


"Apa salahnya, apa aku butuh alasan untuk mengunjungimu?" balasnya namun, sejauh yang kutahu tentangnya, dia bukanlah tipe orang yang mengunjungi seseorang tanpa keperluan.


"Tentu saja, kedatanganmu pasti selalu memiliki tujuan. Jika tidak, mana mungkin orang sepertimu berkeliaran seperti ini." jawabku

__ADS_1


"Haha, kau masih saja tidak suka basa-basi seperti biasanya. Baiklah langsung saja ke intinya, putri Clara ingin semua petarung dan penyihir tingkat 9 berkumpul untuk rapat penentuan siapa yang akan kembali ke masa lalu. Untuk lebih jelasnya mari bicara sambil berjalan ke sana." Ujar Altar


Mendengar perkataannya aku mengangguk setuju, kemudian dengan santai aku berjalan beriringan dengan Altar yang berjalan lebih dulu.


"Jadi menurutmu siapa yang pantas untuk kembali ke masa lalu, altar?" ucapku penasaran dengan pendapat dari Altar. lagipula dia adalah seorang pria yang penuh dengan siasat dibelakangnya.


"....Menurutku kaulah yang paling cocok Rein" sebelum menjawab pertanyaanku Altar berhenti sebentar lalu melanjutkan. "Kemampuan peniruanmu itu sangat hebat, membuat siapapun yang melihatnya secara langsung akan sangat iri dibuatnya." Jawab Altar dengan senyuman di wajahnya.


"Kurasa aku bukanlah orang yang tepat untuk hal itu altar" aku menunduk, mengingat apa yang telah terjadi di masa lalu. "kau tahu sendiri, kan. Aku sama sekali tidak punya pengaruh di masa lalu, aku hanyalah anak yatim piatu yang kebetulan memiliki kemampuan luar biasa ini.


Aku juga tidak bisa menjamin, aku akan di terima di akademi Astra sama seperti di kehidupan ini. Jadi bagaimana mungkin aku cocok dengan peran yang bahkan tak bisa ku lakukan? Lupakan, lalu bagaimana denganmu?"jawabku yang balik bertanya kepadanya.


Aku? Apa yang bisa kulakukan jika kembali ke masa lalu? Aku yang sudah tau hal ini dari awal ... Apa yang bisa kulakukan?  Sebagai author dari cerita ini, aku sangatlah tidak berguna. Karena sejak awal aku sudah merancang cerita ini akan berakhir dengan kematian semua orang di dunia ini. Gumam Altar.


"Jadi, bagaimana?" aku menanyakan hal yang tadi kutanyakan, merasa Altar kurang fokus pada pertanyaan tadi.


Setelah berjalan cukup lama, akhirnya kami tiba di tempat perundingan, rumah yang Tampak sederhana dengan tulisan 'Kedai roti' berada di atas pintu masuknya.


kami berjalan masuk. Setibanya, di dalam sana, ada 6 orang yang sudah duduk di kursi mereka masing-masing 4 wanita dan 2 pria dan dengan kedatangan Altar dan diriku membuat jumlahnya menjadi seimbang.


Aku dan Altar berjalan menuju kursi yang kosong. Namun, kami berdua tidak langsung duduk, kami menunggu perintah dari orang yang menjadi pemimpin kami yaitu Clara von Moonlight. Satu-satunya penyihir tingkat 9 dari ras manusia.


"Duduklah." Ucap Clara dengan tegas.


Setelah perintah itu keluar, aku dan Altar langsung duduk di kursi kami.


"Jadi, menurut kalian, siapa yang pantas untuk kembali ke masa lalu?" tanpa basa-basi sedikitpun Clara langsung memulai topik utama dalam rapat ini.


*Angkat tangan. "Maaf, putri. Tapi, saya Altar Pendragon memutuskan tidak akan kembali ke masa lalu."

__ADS_1


"Hee ... Memangnya siapa juga yang ingin memilihmu. Jika itu kamu, kamu pasti akan melupakan hal yang terjadi di masa depan dan menikmati dunia sebelum penjajah datang, kan?" Tanggap seorang wanita dengan telinga runcing milik Elf. Dia adalah putri kedua dari klan Violin, Kana De Violin, sekaligus mantan tunangan Altar.


Mendengar perkataan Kana, Altar cuma bisa tersenyum pahit lalu berkata dengan nada suram. "Kamu benar, seperti itulah diriku ... Kana. Kamu benar-benar mengenalku, ya." Setelah mengucapkan itu, Altar tersenyum ramah melihat Kana.


"Sepertinya, kamu benar-benar tidak berniat mengubah keputusanmu ya, Altar. Padahal aku ingin kamulah yang kembali ke masa lalu, dengan kemampuan perancanaan serta taktik perangmu yang sangatlah luar biasa, sudah pasti membuat pihak kita untung di masa lalu.... Jadi, setidaknya, berikan aku penjelasan yang masuk akal Altar Pendragon." Ucap Clara dengan dagu bersandar di kedua tangannya. Mata Clara yang awalnya biru langit berubah menjadi emas yang menunjukkan keseriusannya tentang pertanyaan yang ia berikan kepada Altar.


Melihat keseriusan Clara, Altar hanya tersenyum lalu berkata dengan santai. "Tidak ada alasan yang penting, aku hanya tidak ingin mengalami hal-hal mengerikan yang ku alami dalam keluarga Pendragon untuk kedua kalinya. Tapi, jika kamu tidak puas dengan alasan itu maka anggaplah aku tidak pernah mengatakan apapun disini." ujar Altar.


Jawaban itu sudah jelas merusak suasana hati Clara, tapi, sepertinya Clara tidak ingin mendebatkan hal ini lebih jauh, mengingat karakter Altar seperti apa.


Clara dengan dagu yang masih bersandar di kedua tangannya menghela nafas, melihat ke orang-orang yang dianggap terkuat dari semua ras yang ada dan bertanya. "Bagaimana dengan kalian? aku ingin mendengar pendapat kalian."


"Bukankah lebih baik jika kita melakukan vote? melakukan diskusi benar-benar membuang waktu." ucap seorang pria dengan rambut merah darah dan 2 tanduk di kepala, Dia adalah Raja dari ras iblis yang baru, Lucifer.


Meskipun Lucifer punya gelar yang sama dengan Clara namun, kerajaan Ivajav sudah diratakan 2 tahun yang lalu oleh para penjajah, membuat gelarnya saat ini hanyalah pajangan semata.


Clara yang mendengar masukan dari Lucifer mengangguk pelan. "Kurasa kau benar Raja Lucifer."


"Hentikan itu, aku bukan lagi seorang raja sekarang." bantah Lucifer yang sepertinya tidak senang dengan panggilan raja dari Clara.


"Kalau begitu mari mulai." ucap Clara.


Dan begitulah semua dimulai.


5 menit kemudian


aku keluar sebagai orang yang akan kembali kemasa lalu dengan 6 suara, aku yang sedari tadi duduk diam sangat terkejut dengan hasil akhirnya, aku beberapa kali melakukan pembelaan diri namun semuanya sia-sia.


"Haa, sepertinya aku benar-benar tidak beruntung."

__ADS_1


__ADS_2