Anomaly

Anomaly
Bab 5. Mimpi aneh yang ketiga


__ADS_3

Setelah menceritakan mimpiku pada Lili aku memutuskan untuk tidur. Setelah melihat ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 8 malam, akan sangat buruk jika perawat itu melihatku belum tidur sampai sekarang.


...****************...


Di sebuah ruangan mewah yang tampak asing, seorang bocah laki-laki terbangun dari tempat tidurnya, dia melihat sekeliling dengan santai dan berkata dengan tangan dikepala.


"Mimpi ini lagi," bocah itu kembali menjatuhkan tubuhnya ke kasur yang empuk, menatap langit-langit yang sepenuhnya asing baginya. "Lupakan ... aku harus mulai menerima hal aneh ini, kemungkinan besar ini akan terus terjadi setiap kali aku tertidur, jadi tidak ada gunanya mengeluh." Lanjutnya.


Kalau aku tidak salah ingat hmm ... cara untuk melihat ingatan orang yang ku rasuki itu adalah ... "Memoar Wzkort."


Setelah mengatakan dua kata itu, sebuah papan hologram muncul di atas bocah laki-laki dengan rambut hitam pendek dan iris mata kecoklatan. Dia dengan mata bosan mulai memperhatikan setiap kejadian yang dialami oleh orang yang ia ambil tubuhnya.


5 hari setelah Yuu merasuki tubuh bocah laki-laki


Di lorong yang panjang, aku berjalan menuju ruangan tempat makan malam yang sebenarnya bertujuan untuk mendiskusikan tentang misi mandiri bocah yang ku ambil alih tubuhnya.


Siapa sangka, kali ini aku menjadi seorang bangsawan dari keluarga yang benar-benar luar biasa. Dari ingatan bocah ini, keluarga mereka adalah salah satu dari tiga Klan yang mendukung kerajaan manusia.


Klan ini bernama Pendragon dan nama tubuh ini adalah Altar Pendragon, sebuah nama yang besar dengan beban yang berat untuk diberikan kepada anak berusia 10 tahun. Selama bocah Altar ini hidup, dia belum pernah sekalipun membuat prestasi yang membuat namanya dikenal di sini.


Dan hari ini, aku akan pergi dari tempat ini untuk menjelajah dunia luar untuk mencari pengalaman dan memperbaiki wawasanku tentang dunia. Pikirku dengan sedikit terkejut.


Setelah berjalan cukup lama, aku akhirnya sampai di depan pintu ruang makan keluarga. Pelayan yang sedari tadi berjalan didepan ku mengetuk pintu 3 kali sebelum membuka pintu perlahan.


Dorong* Setelah pintu terbuka, beberapa orang telah mengisi tempat duduk mereka. Mereka adalah putra pertama Kai Pendragon, putri pertama Noxia Pendragon, putra kedua Lawrance Pendragon dan kedua istri kepala keluarga Alice Pendragon dan Lithuania Pendragon. Dalam masalah penampilan hanya Noxia Pendragon saja yang mempunyai rambut putih di dalam keluarga kami dan kedua kakak laki-lakiku yang mempunyai Pupil mata merah kecerahan.

__ADS_1


Tanda dari pupil mata merah menandakan bahwa mereka berdua sudah membangkitkan kemampuan Garis keluarga Pendragon dan mendapatkan beberapa skill sebagai hasilnya.


Sepertinya, hanya putri kedua dan kepala keluarga yang belum datang. Namun, karena kursi yang kosong tinggal 2 itu berarti putri kedua tidak akan hadir, lagipula dia masih berumur 6 tahun.


dimana syarat utama untuk menghadiri pertemuan seperti ini adalah berumur 10 tahun atau lebih, jadi wajar saja jika ini menjadi pengalaman pertama kalinya bagiku.


Tap! tap! Aku melangkah masuk meninggalkan pelayan dibelakang ku mendekati kursi kosong yang sepertinya memang ditujukan untukku ... sebelum aku duduk di kursi yang sudah disediakan di depan ku aku menundukkan setengah badanku kesemua orang yang hadir sambil memejamkan mata.


kakak pertamaku kai Pendragon angkat bicara menggantikan kepala keluarga yang belum hadir saat ini. "Duduklah." Katanya menatap ke arahku dengan tatapan remeh. "Aku harap kamu bisa bertahan di luar sana dan kembali ke tempat ini dalam 4 tahun mendatang, Altar." lanjutnya.


Bukankah kata itu seharusnya ada di akhir perbincangan? Tapi mari lupakan.


Setelah mendapat ijin dari anak sulung keluarga, aku duduk dengan diam. Tidak ada pembicaraan yang terjadi sejak Aku masuk kedalam tempat ini sampai 3 menit berlalu.


Tak lama kemudian, pintu kembali terbuka tanpa ketukan terlebih dahulu yang berarti yang datang adalah kepala keluarga, Jin Pendragon.


Dia berjalan menuju tempat dengan kursi paling mewah dan langsung duduk dengan santai. "Duduklah." Katanya.


Semua orang yang ada di dalam ruangan duduk setelah mendengar perkataannya, tidak ada satupun orang yang berani menentang seseorang yang bahkan bisa mengguncang jiwaku yang sudah melalui dua kehidupan dalam mimpi-mimpi aneh ini.


Ugh!!


Tekanan yang sangat kuat tiba-tiba muncul dari atas kepalaku, memaksaku untuk menghantamkan kepalaku di atas meja makan. Aku melawan, menaikkan kedua tangan ku untuk bertahan dengan sekuat tenaga memaksa tubuh mungil yang kumiliki. Namun, tekanan itu sangat kuat dan berat yang membuat kepalaku perlahan-lahan merosot ke bawah.


Dan setelah sepersekian inci antara meja dan kepalaku akan bertemu, tekanan itu menghilang. Aku terengah-engah memaksa tubuhku untuk bangun dari posisi yang sangat menyiksaku.

__ADS_1


Huff huff Setelah beberapa saat aliran nafasku mulai membaik, pandanganku tertuju pada salah satu istri kepala keluarga, Alice Pendragon. Entah mengapa aku merasa bahwa hanya dialah yang menggunakan niat membunuh yang tajam sekaligus lembut di keluarga ini.


Apa itu bisa ku anggap sebagai ujian sederhana? Pikirku mengalihkan pandanganku ke meja yang baru saja kedatangan banyak sekali makanan.


Setelah semua pelayan sudah selesai dengan tugas mereka, mereka semua pergi meninggalkan semua makanan yang mereka tinggalkan di meja dengan rapi. Meskipun begitu, tampak perintah dari kepala keluarga semua makanan ini hanyalah sebuah hiasan semata di mata kami.


Jin Pendragon yang sudah cukup lama diam akhirnya berbicara sekali lagi. "Jangan habiskan waktu lebih banyak daripada ini, Lithuania jelaskan padanya tentang hal yang menurutmu perlu saja."Kata Jin.


Lithuania berdiri dari kursinya dan mulai menjelaskan hal-hal yang menurutnya penting untuk diberitahu. "Baik Patriak." Katanya. "Jadi tujuan dari pelatihan mandiri ini adalah untuk membuat anda mencari pengalaman sebanyak mungkin selama 4 tahun di benua lain dengan kemampuan Anda sendiri.


Dalam perjalanan anda selama 4 tahun, anda dilarang menggunakan nama keluarga Pendragon baik itu untuk bernegosiasi atau apapun sejenis dengan itu. Anda akan hidup dengan kemampuan anda sendiri. Namun-"


"Bagaimana jika misalnya saya sekarat atau meninggal di luar sana?" aku memotong, jelas bukan perilaku yang sopan. Tapi, Lithuania sepertinya tidak mempermasalahkan hal itu dan lanjut berbicara.


"Itu masalah anda. Mulai besok dan seterusnya anda bukan lagi seorang dari keluarga Pendragon, jadi setelah pembicaraan ini selesai anda harus memberi tahu pelayan pribadi anda tentang identitas baru yang anda akan gunakan." Katanya melihat ke arahku.


Aku mengangguk pelan sebagai tanggapan. Kemudian dia kembali menjelaskan. "Untuk senjata, anda bisa mengambil 1 dari harta keluarga meskipun tingkat tertinggi yang bisa anda ambil hanyalah tingkat 3-4. Sedangkan untuk uang, anda akan diberi 100 koin emas 100 koin perak dan 100 koin perunggu. Kurasa hanya itu yang bisa saya jelaskan, apa anda punya pertanyaan?"


Sekali lagi aku mengangguk lalu berkata. "Benua mana yang akan menjadi tujuan saya?"


"Itu adalah benua bagian barat yang dikenal sebagai rumah para Elf. Anda akan dipindahkan ke sana besok pagi menggunakan portal teleportasi instan."


Benua barat, kah. Itu jauh, sebagai perbandingan tempatku saat ini adalah benua timur, kedua benua ini dipisahkan oleh lautan yang begitu luas sehingga portal teleportasi adalah satu-satunya cara untuk pergi ke sana. pikirku.


Setelah penjelasan Ibu Lithuania selesai, pertemuan itu langsung selesai. Kami semua kembali ke kamar masing-masing, aku yang saat ini berjalan menuju kamarku mendapati diriku diikuti oleh seseorang pelayan yang sudah cukup tua. Dia adalah Sebastian pelayan pribadiku.

__ADS_1


"Sebas, kurasa aku sudah memikirkan tentang identitas baru yang akan aku gunakan besok." kataku kepada Sebastian yang berjalan di belakangku.


"Baik, tuan muda."


__ADS_2