
“Sialan, sakit sekali. Ini dimana ?”
Ruangan yang gelap, namun terlihat cukup mewah. Ini pastinya bukan di rumahku. Aku bangkit duduk terlebih dahulu, kemudian melihat ke sekeliling. Ini bukan rumahku sama sekali, beda jauh.
“Waw, kamarnya besar juga.”
Sebenarnya apa yang sedang terjadi saat ini ? Pertama, aku tiba-tiba berada di kota bawah tanah, dan sekarang, aku ada di dalam kamar entah kamar siapa. Ini benar-benar aneh. Aku menoleh ke arah kanan. Di sana, ada sebuah desk kecil berwarna putih, dan sebuah bingkai foto juga terletak di atasnya. Kalau dilihat-lihat lagi, entah kenapa orang yang ada di dalam foto itu terlihat agak familiar.
“Ini..... Rumahnya Ava !!?”
Jelas sekali. Di foto itu, ada Ava, dan satu orang lagi yang kemungkinan adalah ibunya, pasti ibunya. Jadi pertanyaannya adalah, bagaimana bisa aku ada di rumahnya ? Aku bahkan tidak tahu dimana dia tinggal. Sialan, kalau siapapun yang ada di rumah ini tahu keberadaan ku sekarang, aku pasti bakal dikira sebagai pencuri. Ini benar-benar menyebalkan, aku harus keluar sekarang juga.
“Cih, Ava, ibumu boleh juga.”
Aku beranjak dari kasur yang sangat luas ini, benar-benar terlihat seperti bermerek. Di ujung sana ada pintu berwarna hitam, dan di kanan ku juga, ada pintu hitam lagi. Aku duga kalau itu adalah kamar mandi. Lanjut beberapa langkah kemudian, aku sudah sampai di depan pintu kamar. Hanya tinggal membuka pintunya saja dan aku sudah bisa melangkah keluar dari kamar ini, namun tiba-tiba sebuah rasa sakit muncul begitu saja di punggungku. Benar juga, aku sempat ditusuk, bukan ?
“Aw, masih berdarah ternyata.”
Wanita bertopeng kayu itu, bukankah dia sempat mengatakan bahwa ia diajari oleh ayahnya tentang masa lalu sebagai senjata ? Jangan-jangan, dia adalah putrinya Rigel ? Gila, itu tidak mungkin !!
Sambil memegangi punggungku yang masih terluka, aku membuka pintu dengan sangat perlahan. Semoga saja tidak ada orang yang ada di rumah ini, aku mohon !! Setelah membukanya dengan sangat berhati-hati, aku pun keluar dari kamar Ava tanpa suara sedikitpun. Misi berhasil !! Sekarang apa ?
“Gila, rumahnya besar banget.” gumamku.
Bahkan masih ada kamar lain di depannya kamar Ava. Entah apa kamar itu, tapi aku tidak akan mengintipnya. Tujuanku di sini bukan mau maling, tahu. Menoleh ke kiri, di sana ada tangga dengan dua belokan ke kanan, sebelum akhirnya mengarah ke lantai bawah. Seberapa tingginya rumah ini ? Sampai-sampai tangga pun harus dibuat jadi dua kali belokan. Aku berjalan mendekati tangga, kemudian mengintip sebentar ke bawah. Baguslah, tidak ada siapapun di sana. Oh ya, bagaimana dengan Ava ? Harusnya dia tidak ada di rumah, kan ?
“(Sigh) Semoga aja begitu.”
Aku mulai menuruni tangga satu per satu secara diam. Tidak boleh ada suara apapun, atau orang di rumah ini akan terbangun mendengarnya. Pembatasnya terbuat dari kaca bening, bersih sekali. Sementara itu, pegangannya terbuat dari besi. Sayang sekali, di rumah yang sebesar ini, tidak ada kamera CCTV satu pun yang terlihat. Orang bodoh macam apa yang tidak menjaga rumah mewahnya sendiri. Beberapa saat kemudian, aku sudah ada di lantai pertama. Yang kali ini, jauh lebih luas lagi daripada yang ada di lantai dua. Tidak jauh di depanku, adalah sebuah meja kaca yang sepertinya buat untuk makan bersama. Ada vas dan juga bunga mawar merah di atasnya. Ke arah kiri dari meja kaca itu, adalah sebuah kamar, dan beberapa langkah di kanannya, adalah kamar lagi ! Kalau ada orang yang bilang bahwa punya empat kamar di dalam satu rumah itu adalah normal, sepertinya itu tidak berlaku lagi di rumah Ava, karena beberapa meter ke depan dari meja makan itu, ada dua pintu hitam lagi yang terlihat. Seberapa banyak anggota keluargamu itu, Ava !?
“Jangan-jangan ini kos-kosan ?”
Aku menoleh ke kanan, dan di sana, sepertinya itu adalah pintu keluar. Ini mudah sekali. Hanya saja, semoga pintu keluarnya tidak dikunci. Bakal susah buat mencari kunci pintu di rumah yang sebesar ini. Apalagi aku tidak tahu kuncinya yang mana. Aku bahkan masih berjalan dengan mengendap-endap, namun sepertinya takdir berkata lain. Ada suara kenop pintu diputar, dan itu, berasal dari kamar yang ada di sebelah kiri meja makan. Sialan, sepertinya aku sedang tidak beruntung saat ini.
“Lagi mati lampu, huh ? Brengsek juga PLN nya......”
Wanita itu, terlihat seperti yang ada di foto kamarnya Ava. Dia...... Ibunya Ava ? Bagaimana bisa ?
“Oh ****.....”
__ADS_1
“Huh ? Siapa di sana ? Woi, maling ya !!?”
“Tunggu dulu, Tante !! Aku bukan maling !”
“Kalau bukan maling terus apa, bangsat !!”
Dasar emak-emak jalanan brengsek !! Harusnya aku tidak memanggilnya sebagai Tante tadi. Dia seketika berlari dan langsung memukul-mukul kepalaku, sampai aku hampir jatuh ke lantai. Tidak mungkin aku akan memakai kekuatanku untuk menyerangnya balik, bukan ? Tapi aku harus apa !!?
“Tante !! Denger ada suara aneh di atas, gak !?”
“Pengalihan isu, hah !? Jangan kira aku bodoh, bocah !!”
“Akkh !!”
Emak jalanan ini, dia pasti mantan petinju !! Pukulannya keras sekali ! Bajingan, kalau saja aku tidak punya akhlak, dia sudah pasti mati sejak dulu ! Tapi memang benar, ada suara kayak langkah kaki dari lantai atas. Kupingnya Mak comblang ini aja yang gak peka sama sekali !!
“Ampun tante ! Tapi, di tangga sana ada orang, tahu !!”
“Hah !!? Mana mungkin gw bakal percaya, bocah !!”
“Di sana, bajingan !!” seruku sambil menunjuk ke arah tangga.
Mak comblang brengsek satu ini akhirnya berhenti memukuli kepalaku dan menoleh juga. Seketika itu juga, wajahnya langsung pucat pasi.
...****************...
“Oi, bocah. Ini masih belum Halloween, kan ?”
“Tanya apa, brengsek. Harusnya aku yang tanya, kita bakal sembunyi di mana, bodoh !?”
Aku dan ibunya Ava saling menatap satu sama lain, sebelum akhirnya menoleh ke arah wanita bertopeng kayu yang ada di tangga itu hampir secara bersamaan. Wanita itu masih diam saja, menatap ke arah kami berdua sambil mengetuk-ngetukkan ujung pemukulnya ke lantai tangga. Jadi orang ini yang memukul kepalaku barusan ? Awas saja, aku akan membuatnya nangis sejadi-jadinya hari ini juga !!
“Bocah, orang itu ngapain?”
“Jangan tanya aku, bodoh !!”
“Heh, mulutmu gak sopan banget, ya !?”
“Lah, aku aja ga kenal Tante siapa, bangsat !!”
__ADS_1
Ibu Ava menggeram, sepertinya sudah siap untuk memukul kepalaku lagi, jauh lebih keras saat ini. Demi tuhan, kenapa Mak comblang ini bodoh sekali ! Masih ada orang itu di belakang sana, bangsat !!
Tiba-tiba, wanita bertopeng itu mulai melangkahkan kakinya satu per satu.
“Tante, orang itu gerak, tahu !!”
“Cih, ikut aku !” kata mamahnya Ava sambil menggeret aku ke arah kamar yang ada di belakang.
Bukankah ini tidak akan berguna ? Maksudku, orang itu sedang memperhatikan kita, bodoh ! Apapun itu, lupakan saja. Aku saat ini sudah ada di dalam kamar belakang itu bersama dengan mamahnya Ava. Entah apa yang akan dilakukan orang brengsek yang ada di luar sana, yang pasti orang itu mengetahui dimana aku dan mamahnya Ava bersembunyi. Benar-benar tempat persembunyian yang luar biasa. Ini setidaknya memberiku sedikit kesempatan untuk bernafas lega, sebelum hal-hal buruk datang menghancurkan segalanya. Aku menatap ke atas tembok, dan di sana ada sebuah kalender yang menunjukkan tahun 2007.
........
APA !!!? Ini ada di masa lalu !!? Pantas saja ibunya Ava masih hidup !!
Apakah itu berarti, aku bisa mengubah masa lalu Ava dengan mencoba menyelamatkan nyawa ibunya ? Mungkin saja itu akan dapat terjadi. Tapi, bukankah Ava ada bersamaku di SCR karena mencari ibunya ? Lah terus kalau ibunya aku buat hidup sampai 2027, berarti dia gak bakal ada di sana dong sekarang ? Terus aku nya bagaimana !? Sialan !! Ini benar-benar membingungkan !
“Oi, bocah ! Sukanya ngelamun aja, ye ? Kenalin, namaku Rachette, ibunya Ava.”
Nah, tuh kan !!...... Bentar, ngapain juga dia kenalin anaknya ? Kan dulu aku sama sekali gak kenal Ava. Ini membingungkan !!
“Uh, aku Eva. Maaf sudah nyusup masuk ke rumah tante...... Hehe.”
“(Sigh) Aku tidak peduli bocah sepertimu mau apa di rumahku ini. Yang pasti, Ava nyuruh aku nyelametin kamu dari sini.”
“Hah ? A-apa ?”
Ava menyuruhnya menyelamatkanku ? Bagaimana bisa !?
Rachette berjalan ke arah jendela yang persis berada di hadapanku saat ini, sedang sangat berembun. Dan sekilas, aku melihat bayangan seseorang sedang berdiri di depan jendela itu, perlahan mengangkat tangan kanannya yang memegang erat sebuah pemukul. Huh ?
“Rachette, awas !!”
Itu adalah saat-saat terakhir Rachette bernafas saat sedang bersamaku. Sosok itu mengayunkan pemukulnya hingga menembus kaca jendela, mengenai kepala Rachette bersamaan dengan serpihan-serpihan kaca jendela yang tajam. Hanya dalam sekali pukul saja, dan Rachette sudah tergeletak tak bernyawa di hadapanku, dibunuh oleh seorang wanita bertopeng kayu. Jadi begitu, bagaimana ibunya Ava meninggal. Bagaimana wanita bertopeng kayu itu telah ada di depan jendela pun aku tidak tahu, yang pasti, Rachette meninggal karena ingin menyelamatkan aku ? Bagaimana ceritanya yang asli sebenarnya ?
“Sialan, jangan mendekat !!”
Wanita itu tidak mendengarkan ku sama sekali. Ia tetap berjalan masuk, melewati bingkai jendela yang telah hancur akibat pukulannya. Tidak ada jalan lain selain keluar dari kamar ini lagi. Secara panik, aku berusaha meraih kenop pintu yang padahal persis ada di belakang punggungku, sambil terus menatap ke arah wanita bertopeng kayu itu, atau mungkin, haruskah aku menyebutnya sebagai Asteri ? Anak perempuan satu-satunya dari Rigel ?
Aku akhirnya memegang kenop itu juga. Dengan cepat, aku langsung memutarnya, membuka pintunya, dan setelah itu keluar hanya untuk bertemu dengan Ava yang sedang terkejut bukan main.
__ADS_1
“Ibuku...... Kamu yang membunuhnya ?”
Apa-apaan ini ? Bukankah Rachette tadi bilang kalau Ava menyuruhnya untuk menyelamatkanku ?