Anomaly

Anomaly
Libya, Best Admin Forever !!


__ADS_3

Apa yang kamu pikirkan tentang Libya ?


Dia aneh, bodoh, dan sangat menyebalkan.


Libya tumbuh dalam keluarga yang cukup mampu. Walaupun begitu, itu tidak pernah memberinya kesempatan untuk hidup sama seperti anak orang kaya biasanya. Ayahnya adalah Khladnodkrov Karsikoff, sebuah bahasa Rusia dari Cold Blooded, atau darah dingin. Sementara itu ibunya bernama Hasley Amelia-Karsikoff. Ya, Libya adalah seorang darah campuran Rusia-amerika. Pekerjaan ayahnya adalah sebagai bandar narkoba, sementara ibunya bekerja sebagai admin dari Site 64. Itulah yang membuat hidup Libya tidak pernah bisa normal seperti orang-orang kaya seperti biasanya. Sejak kecil, Libya telah diajarkan untuk tidak mempercayai orang lain oleh ayahnya, namun ibunya mengajarkan hal yang jelas berbanding terbalik dengan apa yang diajarkan oleh ayahnya. Libya diajarkan untuk membunuh seseorang tanpa pandang bulu oleh ayahnya, sementara di saat yang sama ia diajarkan untuk menghargai nyawa orang lain oleh ibunya. Ia diajarkan untuk menjauhi orang lain oleh ayahnya, sementara ibunya mengajarkannya untuk berteman dengan orang lain sebanyak mungkin. Itulah yang membuat Libya sejak saat itu, memiliki kepribadian ganda, antara penyayang dan juga pembunuh kejam.


Vlasefya, katakan sejujurnya pada ibu. Kenapa kamu menjauhi Libya, bahkan membully nya ?


Dia seperti baba yaga, Bu !!


Gelak tawa. Itulah yang selalu didengar oleh Libya sejak dia masih dalam masa playgroup. Bukan karena dia jago dalam stand up comedy, namun karena dirinya selalu dijadikan bahan tertawaan oleh teman-temannya.


Baba Yaga adalah karakter jelek dalam cerita rakyat Slavia. Dia terbang dan juga menculik anak-anak kecil serta memakannya juga. Ia tinggal di sebuah gubuk kecil. Dalam cerita rakyat Slavia, ia digambarkan sebagai tokoh antagonis. Nama Baba Yaga terdiri dari dua elemen. Unsur pertama artinya adalah wanita tua atau nenek, sementara unsur yang kedua berarti pemalas.


Namun bukan seperti itu yang dipikirkan oleh teman-temannya Libya. Bagi mereka, nama Yaga memiliki hubungan yang erat kaitannya dengan iblis. Dengan demikian, mereka menyebut Libya sebagai baba yaga karena dua alasan, yaitu dua sifatnya yang selalu berbalikan satu sama lain. Terkadang, ia bisa menjadi seorang yang penyayang seperti wanita tua atau nenek, dan terkadang, ia juga bisa menjadi sama seperti iblis, suka menyakiti orang lain. Itulah sebutan Libya sejak ia masih berumur 4 tahun hingga saat dia berumur 12 tahun.


...****************...


Moskow, Rusia, 2012


Saat itu masih musim dingin, penuh dengan salju ekstrim dimana-mana. Suhu dingin melonjak, hingga yang paling tinggi saat itu mencapai titik 30,2° Fahrenheit, atau setara dengan -1° celsius. Saat itu sudah dekat dengan perayaan Natal, jadi semua orang termasuk anak-anak juga melakukan persiapan untuk pesta natal sekaligus tahun baru. Anak-anak dari usia 7 tahun hingga yang seumuran dengannya terlihat sedang bermain-main dengan salju di luar, terlihat sangat ceria. Mereka semua saling melemparkan bola salju, dan itu sudah menjadi penglihatan yang biasa bagi Libya. Hanya saja, ia tidak pernah merasakan bagaimana rasanya melemparkan sebuah bola salju dan itu tepat mengenai muka orang lain, apakah orang itu akan marah, atau justru orang itu akan tertawa ? Libya berharap kalau itu terjadi, ia bisa melihat tawa orang lain, namun itu sepertinya tidak akan pernah terjadi kepada dirinya, yang selalu disebut sebagai baba yaga. Jadi itulah alasannya, kenapa Libya hanya mengamati anak-anak yang sedang bermain itu dari balik jendela rumahnya, terlihat sangat murung dan ingin menangis, meneteskan butiran air dari matanya.


“Hei, apa yang sedang dilakukan anak kesayangan ibu disini ?” tanya Hasley sambil menghampiri Libya dari dapur rumahnya. Di tangannya, Hasley terlihat sedang membawa sesuatu, seperti sebuah mainan spesial yang belum dibungkus dengan kertas kado. Libya dapat melihat mainan rumah-rumahan yang dibawa ibunya itu lewat refleksi dari kaca jendela, namun ia tidak tertarik sama sekali. Tentu saja sebagai ibu yang baik, Hasley langsung dapat merasakan empati yang mendalam dengan apa yang diinginkan oleh anak satu-satunya itu. Hasley segera meletakkan mainan rumah-rumahan tersebut ke atas meja, kemudian menghampiri Libya untuk menghiburnya.


“Libya, kamu mau bermain bersama mereka, bukan ? Kenapa tidak keluar saja sekarang ? Ibu akan menemanimu.”


“Libya takut, Libya takut dipanggil dengan nama baba yaga lagi.” rengek Libya, kemudian menangis dengan keras.


“Ehhh ! Kenapa anak ibu menangis ? Maafkan soal pertanyaan ibu tadi. Sudah, jangan nangis lagi, oke ?”


Hasley memeluk Libya sambil menepuk-nepuk punggung kecilnya, berusaha untuk menenangkannya. Hasley menatap ke arah luar jendela itu, dan agak sedikit kesal dengan ulah teman-temannya Libya selama ini.


Dasar anak-anak jaman sekarang, selalu saja kurang ajar !!


“Kalau begitu, kita main bareng aja, yuk ! Jangan menangis lagi, oke ? Ibu akan selalu bersamamu, selamanya !”


“Benarkah ? Bukannya mainan itu buat kado ?”


“Siapa bilang ? Mainan ini selalu buat kamu. Sebuah kado spesial untuk anak ibu yang sangat spesial !”


Lagi-lagi ucapan Hasley selalu berhasil untuk menghentikan tangisan Libya, seperti biasanya. Di saat itu juga, senyuman lebar terpancar kembali di wajah Libya, membuat wajahnya yang penuh dengan air mata itu menjadi imut kembali. Itulah yang hanya akan membuat Hasley menjadi senang. Saat ia akhirnya mampu melihat senyuman di wajah anak satu-satunya itu.


“Terima kasih, ibu !! Ibu memang selalu yang terbaik !”


“Terima kasih juga, Libya.”


Ibu memang selalu yang terbaik. Dialah yang selalu menemani ku saat yang lainnya menolak ku. Dialah yang membuatku menjadi kuat selama ini. Aku bangga punya ibu sepertinya !!


Namun kehangatan antar putri dengan ibunya itu hanya berlangsung sementara saja. Semuanya buyar seketika saat malam harinya, Libya secara tidak sengaja mendapati Hasley memberikan mainan rumah-rumahan itu kepada Vlasefya, musuh bebuyutan yang selalu memanggilnya dengan sebutan baba yaga.


“Ibu ? Kenapa ibu memberikan mainan itu kepadanya ? Bukannya ibu bilang, itu akan menjadi punyaku ?” tanya Libya dengan mulut yang bergetar. Ibunya sudah berjanji padahal waktu itu, namun malamnya, janji seakan hanyalah sebuah omong kosong belaka.


Hasley terkejut seketika, dan ia langsung menoleh ke belakang. Ia berlinang air mata saat itu juga, saat dirinya melihat anaknya sendiri menatapnya dengan kekecewaan yang berat.


Bukankah mainan itu untukku ? Kenapa ibu malah memberikannya ke anak nakal itu, yang selalu memanggilku dengan sebutan baba yaga ? Apakah menurutnya, anak nakal itu jauh lebih baik daripada aku ? Kenapa !?


“Ibu...... Ibu jahat !!”


“Libya, tunggu-!”


Hasley terluka begitu dalam, saat melihat Libya meneriakinya, dan sambil menangis berlari menaiki tangga menuju kamar tidurnya. Sementara di kejauhan, Vlasefya dan ibunya terlihat sangat senang bersama setelah merendahkan Hasley dengan begitu kejam, Hasley diam mematung di dalam rumahnya, meneteskan air mata saat ia sadar telah melukai hati putri kecilnya sendiri.


Dorothe, Syeberov.... Suami istri brengsek itu, beraninya mereka memaksa ku melukai hati Libya. Aku terpaksa melakukan ini supaya Khladnodkrov tidak dipenjara karena suami brengseknya itu, tapi itu sepertinya adalah kesalahan terbesar ku, dan juga terbodoh. Maafkan aku, Libya, maafkan aku. Lihat saja nanti, aku... Akan membalas pasangan brengsek itu... Dan membuat anaknya juga menyesal karena membully Libya selama ini !!


Sementara itu, di dalam kamar Libya. Libya meringkuk menangis di atas kasurnya, di dalam kamar yang sangat gelap, hampir tidak ada cahaya sama sekali. Hatinya sedih, kesal, dan juga kecewa karena ibunya.


Dengarkan aku, anak brengsek !! Jangan pernah percaya sama siapapun, atau kamu bakal dibuat menangis karena mereka !!


Mungkin yang dikatakan oleh ayahnya itu benar adanya. Dia terlalu percaya berlebihan bahwa ibunya sebaik itu, namun pada kenyataannya tidak sama sekali. Semua manusia sama, begitu juga dengan ibunya sendiri, ayahnya, dan siapapun itu yang ada di sekitarnya.


...****************...


“Libya ! Libya !!”


Teriakan dari suara seseorang yang tidak asing membangunkan Libya dari tidurnya. Bukan suara Hasley, melainkan suara dari musuh bebuyutannya, Vlasefya. Dengan wajah yang cemberut dan juga berjalan sambil ogah-ogahan, Libya mengintip dari jendela kamarnya, mendapati Vlasefya yang kelihatannya sedang panik. Untuk sesaat, Libya berpikir untuk membiarkan musuhnya itu terus berteriak hingga membangunkan Hasley ibunya. Namun setelah beberapa saat duduk diam saja di kasurnya, tidak ada tanda-tanda sama sekali bahwa ibunya terbangunkan oleh teriakan Vlasefya itu, yang juga sekaligus menggedor-gedor pintu utama rumahnya.


“Mungkin ibu sedang tidur nyenyak.” gumam Libya dengan penuh keyakinan.


Karena itulah, Libya keluar dari kamarnya, kemudian sedikit membuka pintu kamar Hasley yang tepat ada di depan kamarnya. Hanya mengintip sedikit saja membuat Libya tidak begitu yakin dengan apa yang dilihatnya, jadi Libya membuka pintu kamar Hasley sepenuhnya. Di saat itulah ia dibuat begitu yakin oleh penglihatannya barusan. Gelap, kosong, dan berasap aneh. Faktanya, itu terlihat lebih seperti kabut daripada asap. Namun, yang namanya seorang gadis berumur 12 tahun, tentu saja selalu berpikir positif saat melihat hal-hal gaib yang semacam itu.


“Ibu pasti sedang memasak di dapur !”


Tapi tidak mungkin, batin Libya seketika itu juga tepat setelah ia berpikir kalau Hasley sedang memasak di dapur. Ada banyak sekali keanehan yang terjadi kalau ibunya itu benar-benar memasak di dapur. Tidak mungkin ibunya tidak mendengar teriakan penuh dengan kata-kata mutiara dari musuhnya itu, dan juga, tidak mungkin asap dari dapur bisa sampai menembus ke atas kamarnya, bahkan sampai hampir memenuhinya. Karena itulah, Libya dengan terpaksa akhirnya menuruni tangga ke bawah, dengan cepat di sambut oleh teriakan minta tolong Vlasefya yang terdengar jauh lebih keras lagi.


“Libya si baba yaga ! Tolong aku, bangsat !! Tolong !!”


Benar-benar sopan sekali anak itu saat meminta pertolongan, sampai-sampai Libya berasa ingin menampar pipinya berkali-kali. Sambil mengutuki Vlasefya dalam hati, Libya berjalan menghampiri pintu utama rumahnya dan kemudian membukanya.


“Diam lah, dan kembali ke mami mu.” ucap Libya secara singkat, padat, dan juga jelas, kemudian menutup pintu rumahnya sekali lagi. Kali ini tidak kalah kerasnya dengan gedoran brengsek Vlasefya. Sekilas, Libya mendapati wajah Vlasefya menjadi lega saat ia membuka pintunya, namun menjadi kesal kembali saat ia menutup pintunya sekali lagi. Libya dengan cepat mengunci pintu rumahnya lagi, dan terus berdiri di depan pintu itu sambil mendengarkan rengekan Vlasefya yang semakin lama terdengar semakin menyebalkan.


“Mami nya pasti tidak pernah mengajari sopan santun !” gerutu Libya sambil memalingkan wajahnya ke arah jendela di samping kirinya. Terlihat banyak tumpukan salju yang dibentuk ke berbagai karakter, kebanyakan manusia salju dan kastil salju yang berukuran kecil sampai sedang. Dan tak lama setelah itu, juga terlihat sekelebat bayangan melesat hingga menghancurkan manusia salju yang terbesar di luar sana. Nah, kalau yang itu, itu pasti bukan ulah anak-anak. Dari gedoran dan juga teriakan Vlasefya yang seketika berhenti sejenak, membuat Libya juga mengetahui kalau bukan hanya dia yang melihat sekelebat bayangan cepat itu. Dia tidak sendirian melihatnya, dan itulah yang membuat pintu rumahnya menjadi hampir jebol karena ulah Vlasefya.


“Biarkan aku masuk, bangsat !!”


Vlasefya menggedor pintu rumahnya lebih keras lagi, hingga akhirnya Libya sudah tidak bisa menahan emosinya lebih lama daripada ini. Ia sudah mencapai batas, namun tetap saja ia masih ingat dengan ajaran ibunya. Apapun alasannya, tidak boleh berkata kasar. Jadi beginilah, bagaimana Libya memarahi Vlasefya saat itu.


“Jaga ucapan mu dulu, baru aku biarkan masuk !!” seru Libya dari balik pintunya.


Terdengar seperti seorang ibu sedang mengurung anaknya di luar rumah karena nakal. Bagaimanapun juga, sebutan teman-temannya itu memang tidak pernah tanpa alasan. Di saat itu juga, Vlasefya berhenti menggedor pintu rumahnya Libya, dan memasang wajah jijik. Tapi mau bagaimana lagi, nyawanya sedang terancam sekarang.


“Tolong aku, Libya. Biarkan aku masuk.”


Suara kunci terbuka, kemudian diikuti oleh pintu yang terbuka. Libya terlihat sangat kesal, memanyunkan bibirnya dan menatap Vlasefya dengan tajam. Di dalam hatinya, Vlasefya sangat ingin menghina Libya seperti biasa, namun lagi-lagi, ia teringat bahwa nyawanya sedang terancam saat ini. Ia hanya perlu menjadi anak yang baik untuk sementara waktu, dan mungkin keesokan harinya dia akan mengucapkan sedikit terima kasih dan hidupnya akan kembali menjadi normal.


“Terima kasih, Libya.” ucapnya sambil sedikit agak membungkuk. Libya sepenuhnya menghiraukan terima kasihnya itu, dan membiarkan Vlasefya untuk masuk ke dalam rumahnya tanpa mengizinkannya sama sekali. Vlasefya berjalan beberapa langkah sebelum akhirnya berhenti tepat di tengah-tengah ruang tamu Libya, agak sedikit iri saat mengetahui kalau rumah Libya jauh lebih besar daripada rumahnya. Libya menutup pintu rumahnya kembali dengan kasar, kemudian menatap ke arah Vlasefya yang membelakanginya dengan tajam.


“Pintu rumahku bisa-bisa rusak gara-gara kamu, tahu !!” seru Libya dengan sangat kesal. Vlasefya hanya membiarkan Libya mengoceh seenaknya, sementara ia terus dibuat kagum oleh bagian dalam rumah Libya, sekaligus iri. Beberapa saat kemudian, keduanya masih berdiri diam, saling membelakangi satu sama lain. Hanya dalam beberapa detik keheningan saja, gelas yang terletak di atas meja ruang tamu tiba-tiba jatuh ke lantai dan pecah begitu saja, dengan cepat membuat keduanya langsung menoleh ke arah gelas yang pecah menjadi beberapa serpihan itu.


“Ah, kalau itu, bukan aku yang melakukannya. Aku masih berdiri di sini sejak tadi.” jelas Vlasefya.


Vlasefya terlihat agak merinding, saat dia melihat wajah Libya yang sedang sangat marah besar saat ini. Bisa saja, sebentar lagi Libya akan masuk ke mode 'iblis' nya dan menghajar kepalanya. Sementara itu di sisi lain, Libya yang sudah terlalu marah besar masih berusaha untuk menahan keinginannya berbicara kasar. Namun keinginannya itu berasa seperti tidak bisa ditolak, jadi dia melepaskan saja seluruh emosinya dalam bentuk teriakan keras, penuh depresi.


“AAARRRRGH !!!”


“Dasar aneh.” gumam Vlasefya. Setelah puas berteriak karena kesal, Libya menghela nafas kasar dan berjalan ogah-ogahan mengambil sapu yang ada di dekat wastafel rumah. Sementara Libya menyapu serpihan gelas yang bergeletakan di lantai, Vlasefya memutuskan untuk duduk di kursi sofa. Ia berjalan menuju kursi yang paling pojok, namun saat ia baru saja mengarahkan tangannya ke kursi sofa itu, kursi tersebut bergerak dengan sendirinya ke belakang. Vlasefya agak sedikit tersentak, namun tidak terbayang sama sekali oleh dirinya kalau itu adalah ulah hantu. Vlasefya pun menoleh ke arah Libya yang sedang menyapu sambil menggerutu, berpikir kalau rumah Libya ternyata jauh lebih aneh dan juga tidak normal seperti rumah biasa pada umumnya. Masih beruntung walaupun rumahnya kecil, setidaknya barang-barang yang ada di sana tidak bergerak dengan sendirinya seperti di rumah Libya. Libya pun menyadari kalau Vlasefya sedang menatap ke arahnya, dan itu membuat emosi Libya memanas seketika.


“Jangan menatapku !!”


Di saat itu juga, Vlasefya menatap Libya dengan tatapan sinis, kemudian memalingkan wajahnya kembali ke arah kursi sofa di hadapannya. Setelah memastikan bahwa kursi sofa itu tidak akan bergerak dengan sendirinya beberapa kali, Vlasefya pun duduk di kursi sambil mengangkat kaki kanannya di atas kaki kiri, juga menyenderkan kepalanya di atas tangan. Sembari menunggu Libya masih menyapu sambil menggerutu, Vlasefya menengok ke arah luar jendela, tempat semburat bayangan tadi melesat entah kemana, yang menghancurkan manusia salju terbesar itu. Matanya tidak mungkin salah, saat melihat manusia salju tersebut kembali lagi seperti semula. Vlasefya mengurungkan niatnya untuk berteriak ketakutan, dan mengalihkan pandangannya ke arah depan kembali, memilih untuk tidak melihat apa-apa selain interior rumah Libya.


Rumah Libya sangatlah sepi, walaupun sesekali terdengar suara aneh berupa ketukan di mana-mana dari luar rumah Libya. Walaupun orang normal biasanya akan takut kepada suara misterius di sekitar mereka, hal yang sama tidak terjadi pada dua orang gadis berusia 12 tahun ini. Rasa benci mereka antar sesama jauh lebih besar daripada rasa takut yang ditimbulkan oleh berbagai macam keanehan yang timbul di rumah Libya tersebut. Memang benar, rasa benci selalu dapat mengalahkan rasa takut.


Mata Vlasefya beredar ke sekeliling rumah mewah Libya, dan sesaat kemudian matanya mendapati sebuah gelas berisi air putih yang hampir penuh. Benar juga, dia saat ini sedang haus. Kenapa dari tadi dia malah diam saja ?


Vlasefya pun beranjak dari kursi sofa dan kemudian berjalan melewati Libya yang baru saja selesai menyapu, menuju ke arah gelas berisi air itu. Namun langkahnya berhenti seketika saat tangan Libya menahan tangan kanannya, menatapnya dengan tajam dan penuh kebencian.


“Lepaskan!!” seru Vlasefya sambil menyingkirkan tangan Libya dari lengannya. Keduanya kini saling menatap satu sama lain dengan tajam, dan pertengkaran antar anak-anak pun akhirnya dimulai.


“Sebenarnya, kenapa kamu meminta buat masuk ke rumahku ?”


Pertanyaan Libya itupun seketika membuat Vlasefya menjadi sangat kesal.


“Mami ku baru saja meninggal, bodoh. Karena ibumu, brengsek !!”


“Itu terdengar seperti kebohongan. Jangan menghina ibuku, atau aku akan mengusir mu dari sini !” seru Libya sambil menunjuk ke arah pintu rumahnya.


“Kalau begitu memangnya di mana ibumu itu, hah !? Atau kamu sudah tidak punya ibu lagi, sama seperti aku !?”


“Aku bilang, berhenti menghina ibuku ! Kalau kamu memang sebegitu nya benci sama aku, kenapa kamu tidak kembali saja ke mami mu itu !?”


“Diam !! Mami ku sudah mati barusan, bangsat !!”


Amarah Libya seketika berubah menjadi sebuah kebingungan dan juga penyesalan. Ia seharusnya tidak perlu percaya dengan apa yang dikatakan oleh Vlasefya, namun entah kenapa perkataannya barusan tadi terasa begitu nyata dan benar-benar terjadi. Libya pun menurunkan tangan kanannya yang menunjuk ke arah pintu rumahnya, kemudian bertanya kepada Vlasefya dengan mulut yang bergetar.


“Apakah.... Itu benar ?”


Tiba-tiba saja, Vlasefya menangis dengan keras dan jatuh berlutut ke lantai. Air matanya mengalir dengan deras, membuat Libya menjadi lebih yakin kalau Vlasefya benar-benar kehilangan ibunya.


“Mama..... Papa !” rengek Vlasefya.


Di saat itu juga, Libya dibuat terkejut saat Vlasefya mengucapkan papa dalam tangisannya itu. Apakah itu berarti Vlasefya juga baru saja kehilangan ayahnya ? Libya seketika dibuat menjadi seperti yang bersalah di sini. Rasa bencinya terhadap Vlasefya seketika itu juga berubah menjadi kasihan, dan ia tidak dapat menolak untuk ikut meneteskan air mata. Seharusnya ia tidak mengatai Vlasefya dengan kasar seperti itu.


Libya pun ikut berlutut di depan Vlasefya, dan kemudian menenangkannya sebisa mungkin.


“M-maaf, Vlasefya. Apakah yang kukatakan barusan itu terlalu berlebihan ? Aku.... Aku tidak bermaksud menyakiti perasaan mu....”


“Diam !! Kenapa iblis seperti kalian harus ada di dunia ini !? Karena ibumu, mami dan papi ku meninggal saat ini !!”


Ada sedikit rasa sebal yang muncul di hati Libya saat mendengar Vlasefya menyalahkan ibunya sekali lagi, namun semua yang dikatakannya itu terasa seperti sangat nyata, seperti benar-benar baru saja terjadi. Bagaimana mungkin orang yang berbohong bisa menangis dengan sekeras ini ? Libya, tanpa memperdulikan berbagai hinaan yang dilontarkan oleh Vlasefya kepada ibunya, seketika memeluk Vlasefya tanpa kata-kata, membuat Vlasefya menjadi agak terkejut dan juga keheranan.


“Maafkan aku, Vlasefya. Kalau itu memang benar-benar terjadi, aku tidak bisa melakukan apapun selain meminta maaf !”


Dasar Libya aneh. Satu detik yang lalu, dia terlihat begitu membenciku, dan satu detik yang kemudian, dia memelukku.... Tanpa sebab ? Kenapa dia selalu seperti ini sejak playgroup ? Apa semua bully-an ku sejak dulu sampai sekarang masih belum cukup untuk membuatnya sangat membenciku ?


Dan kenapa juga, pelukannya ini..... Terasa hangat dan juga nyaman ?


Vlasefya masih berada dalam pelukan hangat Libya, saat tiba-tiba seluruh lampu di dalam rumah Libya mati seketika. Keduanya seketika menjadi panik, namun yang dialami oleh Vlasefya lebih dari sekedar panik. Wajahnya mengkerut, dan sangatlah ketakutan. Seluruh tubuhnya dari ujung kepala hingga ujung kaki gemetaran, dan bulu kuduknya berdiri tegak. Tangisannya pun terhenti seketika, digantikan oleh mata yang membelalak.


“Dia.... Dia datang !!”


Rumah bergetar dengan begitu kuat, hampir terasa seperti sebuah gempa. Vlasefya yang sangat ketakutan pun seketika berlari menuju sebuah lemari besar penyimpan bumbu-bumbu dapur dan bersembunyi di baliknya. Libya dibuat kebingungan dengan apa yang diucapkan oleh Vlasefya, begitu juga dengan apa yang dialami oleh rumahnya saat ini.


“Apa yang.... Sebenarnya terjadi ?”


Libya hanya berdiri diam saja, di tengah-tengah ruang tamu yang penuh dengan kekacauan. Angin berhembus dengan sangat kencang, menjatuhkan seluruh perabotan yang ada di dalam rumahnya. Lantai-lantai mulai retak secara perlahan, dan kaca-kaca jendela pun pecah seketika, membiarkan hawa dingin memasuki rumahnya. Dari atap terdengar suara gebrakan yang sangat keras dan berulang kali, dengan ketukan yang sangat cepat. Libya yang hanya berdiri di tengah ruangan saja akhirnya juga ikut dilanda oleh ketakutan, sebelum akhirnya pintu rumahnya didobrak oleh seorang wanita yang sangat dikenalinya.


“Ibu ? Ibu... Kenapa ?”


Wujud Hasley telah berubah sepenuhnya. Jari-jarinya menumbuhkan cakar yang tajam, kulitnya sedikit membiru, taringnya memanjang, dan juga rambutnya mengembang ke segala arah, seolah ditiup oleh angin secara terus-menerus. Hasley awalnya terlihat seperti binatang buas, namun ia menjadi lebih tenang sesaat ia melihat Libya yang ketakutan dan kebingungan. Namun, walaupun Hasley sudah tenang, wujudnya masih tetap sama, tidak berubah sama sekali. Hasley menggeram, mengeluarkan embun dingin dari dalam mulutnya, dan secara perlahan berjalan menghampiri Libya tanpa menyadari bahwa ada seorang pria yang mengikutinya dari belakang. Pria tersebut kemudian mencekik leher Hasley dari belakang, dan setelah itu menempelkan sebuah kalung salib di dahi Hasley, membuatnya merasa kepanasan seketika, seolah sedang dibakar dari dalam.


“Libya ! Keluarlah dari kota ini sekarang juga !! Kamu dan juga temanmu entah siapa itu, keluar dari sini sekarang juga ! Jangan pedulikan kami !!”

__ADS_1


“Ayah !? Itukah kamu !?”


Hasley meraung, seolah sedang berteriak kesakitan. Asap keluar dari dalam tubuhnya, dan beberapa luka bakar pun mulai menutupi seluruh kulitnya.


“Libya ! Satu atau dua hal yang selalu ingin kukatakan sebagai ayahmu !! Yang pertama, maafkan sifat kasar ayah kepadamu selama ini !! Dan yang kedua, ayah selalu menyayangi mu ! Selalu !!”


Apa-apaan yang dikatakan oleh ayah itu ? Tidak, aku tidak mau kehilangan ayah ataupun ibu. Aku tidak mau !!


Libya masih berdiam diri menatap ke arah Khladnodkrov yang masih saja bergelut dengan Hasley dan berusaha untuk selalu menempelkan kalung salib itu di dahi Hasley. Namun kekuatan Hasley jauh lebih kuat saat ini, dan Khladnodkrov pun sudah tidak kuat lagi menahannya. Khladnodkrov menoleh ke arah Libya, dan setelah itu berteriak sekencang mungkin yang dia mampu.


“Libya !! Tinggalkan rumah ini sekarang juga !!”


Ledakan angin dahsyat menghempaskan Khladnodkrov ke samping kiri seketika, membuat Libya akhirnya tahu bahwa sosok wanita yang ada di hadapannya saat ini bukan lagi Hasley, ibunya, namun seorang iblis jahat. Libya ketakutan, dan akhirnya berlari menjemput Vlasefya yang masih bersembunyi di balik lemari penyimpan bumbu dapur itu.


“Vlasefya, kita kabur lewat pintu belakang, sekarang juga !!”


“Bagaimana dengan ayahmu !?”


“Sudahlah..... Kita kabur saja !!”


Terdapat ketidakrelaan yang terpampang jelas di wajah Libya. Namun mau bagaimana lagi. Ayahnya sedang bergelut melawan sang iblis yang merasuki tubuh ibunya saat ini, supaya mereka berdua bisa selamat dan tidak terluka. Libya dan Vlasefya pun akhirnya kabur keluar lewat pintu belakang, yang mengarahkan mereka ke sebuah kolam renang yang cukup besar.


Sementara itu, Hasley yang melihat Vlasefya ikut kabur bersama dengan Libya, seketika langsung mengamuk kembali dan ingin mengejarnya, namun Khladnodkrov dengan sigap langsung menghadang Hasley dan menjatuhkan dirinya bersama dengan sang istri hingga ke lantai.


“Enyahlah, IBLIS !!”


Khladnodkrov mengangkat kalung salib nya itu tinggi-tinggi sambil berdoa dalam hati, dan beberapa saat kemudian, ia menekan kalung salib itu di dahi Hasley lebih kuat lagi. Hasley pun berteriak kesakitan, dan terlihat, tubuhnya secara perlahan mulai menghilang menjadi debu. Namun itu semua masih belum selesai. Tiba-tiba, kekuatan Hasley pulih kembali, dan membuatnya mampu untuk setidaknya menusuk dada kiri Khladnodkrov dengan cakarnya. Namun Khladnodkrov pun juga masih tidak mau menyerah, dan ia menekan kalung salib itu lebih kuat, lebih kuat, dan lebih kuat lagi.


“DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS, TINGGALKANLAH TUBUH ISTRI KU INI, HASLEY AMELIA !!!”


Angin semakin berhembus kencang di sekitar ruang tamu itu. Keadaan semakin diperparah, saat lantai bagian atas mulai runtuh secara perlahan. Khladnodkrov menyadari itu saat ia menoleh ke atas, dan pasrah saja untuk hidupnya saat ini, paling tidak, anaknya bisa selamat.


Ah, mungkin ini yang namanya karma, karena aku selalu kasar pada anakku sendiri.


Kekuatan Khladnodkrov semakin menurun, dan ia mulai kehabisan darah. Bagaimanapun juga, Hasley tetap saja terlihat tidak akan dibebaskan oleh setan yang merasuki tubuhnya. Salib masih menempel pada dahi Hasley, namun ia justru nampak semakin lebih kuat saja daripada yang sebelumnya.


“Hasley, dengarkan aku !! Aku yakin kau masih ada di sana, bersamaku. Apa kamu ingat saat kita berdua bertemu di reruntuhan bangunan !? Saat aku sedang sekarat, dan kau sebagai malaikat pencabut nyawa !? Saat aku memohon kepadamu untuk diberi kesempatan hidup sekali lagi, dan kau juga memohon untuk memiliki anak dengan ku !? Anak kita sudah 12 tahun sekarang, dan dia adalah seorang gadis yang kecil, manis, dan lucu !!”


“Raawr !!”


“Namanya adalah Libya Karsikoff, dan nama Libya itu adalah kamu yang memberi !! Kamu selalu mengajarinya tentang kebaikan, sedangkan aku.... Aku bahkan tidak menganggapnya sebagai anak manusia sama sekali !!”


Hasley masih memberontak, dan menggunakan tangan kirinya untuk menembus dada kanannya. Terlepas dari itu, Khladnodkrov masih dapat bertahan hidup. Ia menahan seluruh rasa sakit yang ada di seluruh tubuhnya, dan masih terus berusaha untuk menyadarkan Hasley.


“Aku selalu mengasarinya, menamparnya, walaupun ia sebenarnya tidak bersalah ! Namun, kamulah yang selalu ada di sisinya, selalu menghiburnya, dan juga melindunginya dari amukan ku !! Kamu lah yang paling menyayanginya !! Aku tahu itu, aku benar-benar tahu tentang itu ! Jadi, aku mohon... Sadarlah !! Kamu adalah sosok yang paling dibutuhkan oleh anak kita, Libya !! Kamu yang selalu memberi makanan favoritnya, entah apakah itu adalah permen, ayam goreng, cokelat manis, atau apapun itu.... Yang pasti, dia membutuhkan mu, Hasley !! Libya sangat membutuhkanmu saat ini !! Jangan mau dikalahkan oleh setan bajingan itu, Hasley ! Jangan biarkan...(Cough).... Setan itu.... Mengubahmu.... Menjadi monster ! ..... Libya.... Dia..... Membutuhkan sesosok ibu.... Yang sempurna... Seperti kamu.....”


Di saat itulah, Hasley akhirnya tersadar dari kesurupannya. Namun semua sudah terlambat. Rumah mereka, akhirnya runtuh seruntuh-runtuhnya dan bersatu dengan tanah. Sementara itu, Libya dan Vlasefya dapat mendengar suara rumahnya yang hancur dari kejauhan. Libya menatap ke arah rumahnya itu dari kejauhan, dan sedang meneteskan air mata. Di saat ini, Vlasefya dapat merasakan hal yang sama dengan Libya, yaitu kehilangan masing-masing orang tua mereka, jadi ia memutuskan untuk tidak berulah lagi dan membully Libya. Ia berjalan menghampiri Libya, kemudian menepuk pundaknya dan berusaha untuk menenangkannya, sama seperti yang dilakukan oleh Libya barusan.


“Libya, aku minta maaf buat selama ini. Maukah.... Kita berteman ?”


Tangisan Libya pecah saat itu juga, dan ia segera memeluk Vlasefya dengan sangat erat, menangis sekencang-kencangnya. Seluruh air mata yang ditumpahkan oleh Libya membasahi baju bagian belakang Vlasefya, namun itu bukanlah masalah besar baginya. Setelah beberapa saat tidak melakukan apa-apa, Vlasefya pun akhirnya memutuskan untuk membalas pelukan Libya, dan keduanya menangis bersama meratapi nasib mereka yang malang, di bawah cahaya rembulan.


...****************...


Singkatnya, setelah kejadian itu, dimana Libya dan Vlasefya kehilangan kedua orang tua mereka. Pagi hari menjelang, namun kota Moskow masih sepi saja. Semua bangunan dan kendaraan telah rusak, entah kenapa. Yang pasti, tidak ada orang sama sekali yang dapat ditemukan di manapun. Itu sudah jam 6 pagi, dan tidak ada satu orangpun yang keluar dari rumah mereka. Sisa-sisa perang bola salju masih dapat terlihat di jalanan, begitu juga dengan penghiasnya, manusia salju dan yang lainnya. Vlasefya menganggap bahwa ini adalah akhir dari segalanya. Bukan hanya orang tua saja, namun ia juga kehilangan teman-temannya. Untuk mengenang mereka semua, Vlasefya pun menghampiri satu per satu manusia salju yang ia kenal, kemudian mengukir nama pencipta para manusia salju tersebut yang ia kenali. Hanya ada beberapa, namun itu sudah cukup banyak. Alby, Gregory, Malta, Skoshirev, Gelya, Irina, Jelena, Karine, Alexei, Anatoliy, Czar, Serkova, dan Dmitriy. Namun saat ia sedang menuliskan nama terakhir yang ia kenal, sebuah bola salju melesat dan mengenai punggungnya, seketika membuat Vlasefya menjadi kesal.


“Apa-apaan !? Libya, kamu mau cari masalah denganku lagi, hah !?”


“Maaf, tapi aku tidak pernah tahu rasanya main lempar bola salju.... Jadinya aku penasaran. Lagipula, bukankah main lempar bola salju jauh lebih menyenangkan daripada menulis nama orang ?”


“Ah, benar juga katamu. Kamu ini.... Menyebalkan sekali. Kesini kau !!”


“Kyaaa, Sevya sangat menyeramkan !!”


“Apa katamu !!?”


Keduanya saling melempar bola salju dan sembunyi dari serangan yang lainnya setelah itu. Mereka saling tertawa bersama-sama, sepenuhnya telah melupakan bahwa beberapa jam yang lalu, mereka saling membenci dan juga bermusuhan. Permainan bola salju itu berlangsung cukup lama, namun akhirnya mereka berhenti, setelah beberapa agen spesial dari SCR Foundation menemukan mereka.


Site 64, Rusia, 18 - 6 - 2023.


Libya dan Vlasefya kini sama-sama sudah berumur 23 tahun, dan mereka tinggal sekaligus bekerja di sebuah tempat yang bernama SCR Foundation. Libya mewarisi posisi ibunya sebagai seorang admin dan juga agen Thaumiel, sementara itu, Vlasefya hanya menjadi seorang agen spesial support, dengan tugas untuk merawat para agen spesial lain yang terluka.


Awalnya, mereka berdua sama-sama menolak untuk tinggal dan bekerja di tempat ini karena tahu akan bahaya yang begitu besar di tempat ini. Namun, setelah pemeriksaan anomali selesai, keduanya ditemukan sama-sama positif memiliki kemampuan anomali. Hal itulah yang membuat keduanya ditahan dengan paksa.


Bertahun-tahun telah berlalu, Libya sudah diangkat sebagai seorang administrator Site 64 sejak umurnya 16 tahun. Dan sebagai seorang admin, Libya telah menggapai banyak rekor gila sebagai admin paling bodoh sepanjang sejarah SCR Foundation.


Pada tahun pertamanya sebagai seorang admin, Libya sudah mengalami yang namanya dekat dengan kematian saat SCR 614 - RU menciptakan contaiment breach, dan ia menahan SCR tersebut kembali ke dalam tahanannya, serta berhasil menyelamatkan setidaknya 5.000 staf yang nyawanya terancam karena kejadian tersebut. Karena aksi nekatnya itulah, Libya sampai sempat koma selama 3 bulan.


Rekor keduanya sebagai admin terbodoh sepanjang sejarah juga tidak kalah nekatnya. Dalam sebuah misi pendirian kamp pengintaian di hutan Chernyayevsky, sebuah anomali baru ditemukan, dan anomali tersebut berhasil membuat hutan Chernyayevsky itu menjadi seperti sebuah medan perang. Alhasil, banyak agen spesial yang ikut menjadi korban dalam kejadian tersebut. Projek tersebut akhirnya diputuskan untuk dibatalkan, dan seluruh staf lainnya yang berada di luar hutan segera dievakuasi kan kembali ke Site 64. Namun, bukannya ikut evakuasi, Libya justru lebih memilih untuk kembali ke dalam hutan tersebut, dan sebagai hasilnya, ia menyelamatkan 100 nyawa agen spesial termasuk Vlasefya, sendirian. Siang dan malam ia tidak pernah berhenti melakukan itu, hingga akhirnya sekretarisnya sendiri memutuskan untuk mengirimkan bala bantuan, dan alhasil, jumlah korban selamat malah justru semakin bertambah, hingga mencapai 250 orang.


Dan jika kedua rekor Libya sebagai admin terbodoh sepanjang sejarah belum membuat seseorang tercengang, masih ada rekor ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya, hingga mencapai rekor ke 16.


Rekor ketiga. Libya mengikutsertakan dirinya sendiri ke dalam medan peperangan di dekat Site 66 yang diserbu oleh SCR 7000 : Emergence. Ia dengan Vlasefya, merawat hampir 500 korban yang kritis dan dinyatakan sebagai cacat permanen. Walaupun kehadirannya sedikit membantu para medis dalam merawat korban-korban luka, setidaknya ia ikut membantu dalam menghibur para agen spesial yang terluka berat tersebut. Kehadirannya dianggap sebagai seorang malaikat di antara kegelapan, dan berkatnya, beberapa agen spesial yang tidak mengalami cacat permanen dinyatakan telah sembuh seketika dari depresi dan trauma berat. Pada saat itu juga, di akhir peperangan, bukan para komandan yang memimpin pasukan untuk mempertahankan kamp perawatan, namun Libya sendirilah yang melakukannya. Ia hanya memiliki sisa pasukan dengan jumlah 50 saja, semuanya dikatakan berada dalam level pemula, melawan gerombolan SCR 7000 yang berjumlah sekitar 900-an. Pada akhirnya, semangat juang Libya berhasil memotivasi agen yang lainnya, dan peperangan melawan SCR 7000 itu berhasil dimenangkan oleh pihak Foundation. Dari 50 pasukan pemberani Libya, hanya tersisa 46 orang saja yang selamat, dan itu.... Adalah sebuah keajaiban dalam medan perang.


Rekor keempat. Libya lagi-lagi berhasil memberhentikan sebuah event contaiment breach yang diakibatkan oleh serangan organisasi pemberontak Foundation bernama Snake Hands. Walaupun menderita beberapa luka tembak, Libya pada akhirnya berhasil membuat orang-orang dari Snake Hands itu ikut meledak bersama dengan situs sementara 64 B. Sebagai tambahan, ia juga menyelamatkan 5 sandera, yang empat di antaranya merupakan anggota dari dewan utama dan satunya lagi adalah admin lain dari cabang Meksiko, Shan Oliver.


Rekor kelima. Dalam keadaan terpaksa, Libya yang diculik oleh seseorang misterius dengan atribut anomali, yaitu agen memetik kontrol. Tanpa perlu menunggu bantuan dari tim agen spesial datang menyelamatkannya, Libya dengan sendirinya, dan tanpa bantuan orang lain, melawan orang tersebut tangan dengan tangan. Rupanya, orang misterius tersebut adalah salah hasil dari projek Ozma, dan Libya berhasil mengalahkan bahkan menahannya sendiri. Libya selamat, dan hanya mengalami beberapa luka lebam, yang merupakan hasil dari tinju-meninju satu sama lain.


Loncat ke rekor paling terakhir Libya. Di akhir tahun 2023, saat Site 64 akhirnya harus hancur akibat aksi terorisme Snake Hands dan juga Red Hands. Libya lagi-lagi menyelamatkan banyak nyawa, walaupun yang kali ini dengan sebuah harga yang harus dibayar. Diketahui, terdapat lebih dari 500 anomali yang dinyatakan telah menghilang dari Site 64, dan hanya dalam 3 hari saja, mereka telah banyak membuat kekacauan di mana-mana.


Dan nampaknya, para dewan pun tidak menyukai apa yang terjadi pada rekor terakhir Libya itu. Site 64 hancur lebur, 500 anomali menghilang dan pergi ke dunia lepas, dan korban-korban warga sipil biasa berjatuhan setiap harinya di seluruh dunia. Hal itu juga semakin diperburuk dengan hancurnya Site 33 pada tahun 2024. 15 anomali menghilang, walaupun tidak ada korban jiwa sama sekali di pihak Foundation.


Pada akhirnya, sebuah surat mengerikan pun dikirimkan, yang dalam waktu dekat akan segera mengakhiri karir Libya Karsikoff sebagai seorang admin.


...****************...


Dalam waktu tiga hari, administrator Libya Karsikoff, akan dipecat dari SCR Foundation dan diambil jabatannya sebagai administrator Site 64 dan Site 33.


Council Omega, Terima kasih.


“Kenapa ? KENAPA !!!?


Libya berteriak dengan sangat keras di dalam ruangannya, saat membaca baris terakhir dari surat yang katanya bersifat sangat rahasia dan hanya khusus untuknya itu. Frustrasi berat, ingin bunuh diri, dan juga membalas dendam. Itulah yang dirasakan oleh Libya saat ini. Ia tidak begitu terima dengan ketidakadilan yang dialaminya barusan.


“AKU SUDAH MELAKUKAN 15 AKSI HEROISME YANG LUAR BIASA DAN TIDAK MENERIMA APA-APA, TAPI KENAPA SAAT AKU MELAKUKAN 2 KEGAGALAN SAJA AKU LANGSUNG DIPECAT TANPA ALASAN YANG JELAS !!? KENAPA !!? INI TIDAK ADIL !!!”


Robin membuka pintu, sedang menutupi telinganya dengan headphone karena teriakan Libya yang sangat keras, bisa-bisa mencapai 450 desibel per hurufnya. Robin menatap Libya dengan miris, dan tanpa ucapan permisi sama sekali. Toh, Libya sendiri juga masih tidak menyadari tentang keberadaannya saat ini. Libya sedang dibuat sibuk berteriak sekencang mungkin, sebelum akhirnya Robin berhasil membuatnya terkejut karena sapaannya yang tiba-tiba.


“Libya, kamu tidak takut pita suara mu itu pecah ?”


“KYAAAA !! Baba yaga !!”


Robin diam mematung, tidak mengerti sama sekali apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini. Dan baba yaga ? Apakah itu sebutan yang cocok untuknya ? Dalam batinnya, Robin berpikir, Ini orang kenapa sih sebenernya ?


“Uh, maaf. Saking frustrasi nya, aku jadi teringat masa lalu....” ucap Libya sambil malu-malu kucing.


“Masa lalu ? Kamu dipanggil dengan sebutan baba yaga di masa lalu ?”


“Iya !! Aku juga jadi korban bully, dan tidak ada yang mau berteman denganku. Bahkan sampa sekarang juga sama !! 20 orang brengsek yang masalah hidup mereka aku bantu selesaikan itu, mereka seakan langsung diam membisu semenjak Site 33 itu hancur sehancur-hancurnya !! Kenapa ini terjadi !!? Apakah Site 33 itu lebih berharga daripada bantuanku yang tidak main jumlahnya itu !!?”


Robin hanya bisa tersenyum canggung, dan terus mendengarkan ocehan Libya yang penuh dengan ekspresi negatif dan berbagai kata yang mengharukan.


“Kenapa !? Kenapa tidak ada orang yang mau jadi temanku selain kamu dan Rook, Robin !!? Apakah aku ditakdirkan untuk selalu sendirian selamanya !!?”


Tangisan Libya pecah, dan mengalir dengan begitu deras. Bisa saja, beberapa menit kemudian ruangan ini akan dipenuhi oleh genangan air mata miliknya.


Ini.... Levelnya sudah keterlaluan !! Mungkin saja dia bakal bunuh diri sebentar lagi !!


Libya seketika memeluk erat leher Robin, tidak peduli dengan meja kayu yang membatasi dirinya dengan Robin. Robin dibuat menjadi agak sungkan, karena gunung kembar milik Libya saat ini begitu dekat dengan dadanya.


“Dan juga, lebih parahnya lagi. Dalam tiga hari kemudian, aku tidak akan pernah bisa bertemu dengan kalian berdua lagi ! Huwaaaa !!”


Sepertinya, ini sudah saatnya untuk membangunkan orang stres ini kembali ke realita.


“Hei, Libya. Mungkin kamu salah melihat tanggalnya.”


“Tanggal apa ? Ini sudah dibuat dua hari yang lalu, dan juga barusan dikirim kemarin tahu !! Ini jelas baru ! Lagipula, selama masa kejayaan ku sebagai admin, ga pernah tuh aku dapet surat brengsek kayak beginian !!”


Libya sontak mengatakan itu sambil melepaskan pelukannya dari leher Robin. Dia terlihat seperti membantah dengan tegas kalau yang dilihatnya itu adalah salah.


“Ini ! Ada pembaruan, tahu !! Makanya, jangan bereaksi berlebihan, bodoh !!” seru Robin sambil menampar wajah depan Libya dengan sebuah lembaran surat.


“Cih, sopan banget sih kamu !! Perasaan kamu nggak kayak begini sebelum Site 33 hancur, deh !! Kamu berubah juga sama kayak mereka si brengsek itu !?”


Libya menggerutu dengan suara yang jelas, sambil dengan tidak yakin mengambil isi dari surat yang Robin berikan itu dan membacanya dalam hati.


Pemberitahuan :


Mengenai proses pemecatan admin Libya Karsikoff dari SCR FOUNDATION, kini sudah dibatalkan sekarang juga. Dan untuk seterusnya, jasa admin Libya akan selalu dikenang, dan dijadikan sebagai sebuah sejarah dari admin terbaik yang pernah ada dalam SCR FOUNDATION. Mengingat seberapa banyaknya nyawa yang telah diselamatkan oleh admin Libya selama 8 tahun ini, kami selaku perwakilan dari seluruh anggota Council Omega seharusnya lebih memikirkan lagi apa itu arti dari heroisme.


Untuk admin Libya Karsikoff, kami, akan selalu menunggu seluruh keberhasilan mu yang baru di masa depan yang akan mendatang.


Council Omega, Terima kasih.


“A-Apa ini ? Kenapa mejanya terbalik begitu saja dengan cepat ? Aku bahkan tidak tahu kalau orang-orang dari Council bisa se-ambigu ini.”


Libya sesekali membaca ulang isi surat tersebut, walaupun isinya tetap saja selalu sama.


“Itu semua berkat bantuan teman lama mu, namanya.... Uh, Vlasefya ? Susah sekali, huh ? Katanya juga sebagai hadiah ulang tahun mu.” jawab Robin dengan santai, tidak tahu bahwa kalimat terakhirnya itu akan membuat Libya benar-benar terharu. Kedua tangan Libya yang memegang kertas surat tersebut, seketika melepaskan genggamannya, membiarkan kertas surat itu jatuh ke atas meja secara perlahan. Sebuah kejutan yang tak pernah ia duga, dan sangatlah tepat untuk hari ulang tahunnya.


“Jawab ini dengan jujur, Libya. Sebenarnya, sudah berapa kali kamu melewatkan ulang tahunmu sendiri ?”


Perlahan, Libya mulai berlinang air mata, dan beberapa saat kemudian setetes air matanya jatuh, membasahi kertas surat yang baru saja mendarat di atas meja kayunya. Jika diingat-ingat nya lagi.... Tidak, dia sudah tidak dapat mengingat lagi berapa kali ia melewatkan hari ulang tahunnya dan justru menyemburkan diri ke dalam masalah orang lain tanpa memikirkan dirinya sendiri.


“Sepertinya.... Sudah tidak terhitung. Benar, sudah tidak terhitung lagi berapa kali aku melupakan ulang tahunku sendiri....”


Robin tersenyum kecil. Ia senang, saat Libya akhirnya menyadari bahwa ia sudah terlalu lama menyibukkan dirinya untuk mengurusi masalah orang lain sejak umur 16 tahun.


“Bukan hanya Vlasefya saja, tapi juga semuanya. Semuanya membiarkan kamu sendirian, bukan karena mereka tidak peduli denganmu, tapi karena semuanya sedang berusaha semaksimal mungkin untuk membujuk Council Omega supaya tidak memecatmu. Mereka semua berjuang dengan keras. Bukan hanya staf dari Site 33 saja, tapi hampir seluruh cabang ! Tidak ada yang peduli denganmu ? Itu hanyalah perasaanmu yang terlalu berlebihan. Tidak mungkin ada yang bisa membencimu, saat kamu adalah seorang admin terbaik di dunia !”


“Robin.... Kamu.... Kamu beraninya membuat aku menangis !!”


“Bukan hanya itu saja. Tapi mereka semua, juga sedang sibuk mempersiapkan seluruh persiapan pesta ulang tahun mu saat itu, admin. Dan sekarang, persiapan itu sudah selesai semua.”


“Rook ! Kamu juga ada di sini !?”


Libya menoleh ke samping kanan. Terlihat Rook sedang bersandar di ambang-ambang pintu, hanya menggunakan baju santai saja.


.....bzzzt..... Halo ? Apa anda bisa mendengarku, admin ?


“Siapa itu ?”

__ADS_1


Libya mendongak ke atas kiri, arah dari suara sound sistem tersebut berasal.


“Dengarkan saja mereka, admin.”


Mungkin ini seharusnya bisa didengar dengan jelas dari sana. Seharusnya begitu. Pertama, biarkan aku perkenalan diri dulu. Namaku...


(Ehem, sebaiknya pakai nama samaran)..... Oh, baiklah. Nama saya.... Victoria (samaran). Hanya pesan terima kasih yang begitu singkat saja. Saat itu masih tahun 2014, dan anda pastinya belum diangkat menjadi seorang admin waktu itu. Selama masa itu, anda adalah teman baik saya, selalu melindungi saya saat sedang direndahkan oleh staf yang lainnya. Dulu, anda pernah bercerita ingin menjadi seorang admin seperti ibu anda. Dan sekarang, saya sangat senang karena mimpi itu benar-benar tercapai !! Anda pastinya masih ingat saya, bukan ?


Tentu saja Libya ingat dengan teman lama itu. Namanya Emma, hanyalah agen biasa, bukan spesial, dan bahkan sudah dipindahkan ke berbagai Site lain. Singkatnya, teman berbeda pangkat.


Halo, nama saya Brian O' Neil. ( Kenapa kamu pakai nama asli, bodoh !?). Dan kenapa kamu tidak pakai nama asli ? (Kamu yang menyuruhku, bangs-!), (Emma, sebaiknya kamu diam saja !!)..... (Beberapa kekacauan) (Beberapa kekacauan)....... Maaf, lupakan yang tadi itu. Saya hanyalah ilmuwan biasa saja, tidak terlalu bodoh, dan juga tidak terlalu pintar. Saat itu, tahun 2017. Saya mengalami masalah keuangan, dan saat berbincang-bincang dengannya, admin Libya pergi meninggalkan saya begitu saja saat masalah keuangan disebut. Awalnya agak kesal, namun di malam itu juga, betapa terkejutnya saya. Admin Libya memberikan transfer sebesar $ 5 juta dolar !! Dan ia bahkan tidak memintanya kembali !! Saya sangat berterimakasih kepadanya selama ini, dan untuk selamanya !!


Salah. Sebenarnya Libya memintanya kembali. Hanya saja, ia meminta Brian untuk lebih sering tersenyum dan bekerja lebih giat lagi. Hanya itu saja yang ia minta.


Uhhh..... Sepertinya cewek pembuat masalah itu sudah menghilang, bukan ? (Pembuat masalah siapanya, BANGSAT !!?). Uh, lupakan yang tadi itu, admin Libya. Tahun 2013, 2014, dan 2015. Itu adalah masa terindah ku saat bersama dengannya. Sebelum menjadi seorang admin, dia selalu membantuku menyelesaikan pekerjaan logistik, dan tanpa imbalan apapun. Hanya saja, itu tidak terkesan baik bagiku. Jadi aku sering membelikannya kopi Starbuck. Omong-omong, dia suka kopi rasa moka.


Aku adalah.... Sarah. Selama 2 tahun bekerja di Site 33 yang dipimpin oleh admin Libya, dia.... Selalu mendekati ku tanpa alasan. Hingga suatu hari, aku akhirnya menceritakan tentang penyakit kanker yang anakku derita. 5 hari kemudian dan seterusnya, ia selalu membayari perawatan anakku hingga sekarang, William sudah dinyatakan sembuh total sejak 3 tahun yang lalu !! Oh, dia selalu cerewet dan bertanya kepadaku, siapa pahlawan yang membayari pengobatannya selama ini ?


Sarah, dia adalah seorang wanita dan juga ibu yang baik, cekatan, dan juga penuh tanggungjawab.


Admin Libya. Dia rela mempelajari semua cara untuk memainkan biola, kemudian dengan penuh percaya diri, ia langsung tampil di hadapan 500 orang yang terluka di peperangan melawan SCR 7000. Walaupun penampilannya itu penuh dengan suara yang tidak mengenakkan telinga, setidaknya ia berhasil membuat kami semua tertawa dengan lega, melupakan semua hal yang mengerikan di medan perang itu.


Charlie. Dia yang paling keras tertawa saat itu.


Aku yang paling penyendiri saat itu. Tidak punya teman satu pun, dan juga yang paling diam. Admin Libya, yang waktu itu masih dianggap sebagai anomali, dia yang paling pertama kalinya memaksa untuk jadi temanku.


Gullie, si paling diam. Bahkan saat Libya mengoceh sampai kiamat pun, dia tetap akan diam seperti patung. Kecuali saat dia ingin berkata kasar.


Yo Yo Yo !! Namaku adalah KATARA NO HIME !! Aku adalah samurai paling hebat, paling kuat, dan juga paling bijaksana dalam segala hal !! Aku selalu berpetualang dengan pedang kesayanganku, NINIGI NO KUNI !! Aku sudah bertemu dengan banyak hal yang manusia rendahan tidak pernah tahu. Panda berbicara, ikan berjalan, elang herbivora, naga penakut, dan lain sebagainya !! Aku berasal dari klan Arasaka, dan aku- (Hoi, perkenalan mu itu kepanjangan, tahu !!).


Ehhh, menyebalkan. Baiklah, langsung ke intinya saja. Karena Libya, aku jadi menemukan jalan hidupku kembali, yaitu menjadi samurai terkuat di dunia !!!!!


Katara, dia yang masa lalunya paling unik dan beda sendiri di sini. Sejak lahir, dia sudah terjebak di dalam dimensi ilusi Jepang. Dengan era Hiei, Katara yang terlahir sebagai satu-satunya putri dalam klan Arasaka menolak seluruh stereotipe yang mengatakan bahwa wanita tidak pernah bisa bertarung. Ia berpetualang dalam dunia fantasi Jepang, dan singkatnya, ia berhasil keluar dari dimensi tersebut, hanya untuk mengetahui bahwa Jepang sebenarnya sudah hancur lebur sejak lama. Libya selalu ada di sampingnya sejak ia dipindahkan ke SCR Foundation, meyakinkan dirinya bahwa dia masih mampu bertarung sebagai seorang samurai wanita terkuat di seluruh dunia, dan itu telah terbukti sampai sekarang.


.....


“Apa ? Sudah tidak ada lagi ?”


“Tunggu saja dulu. Masih ada satu lagi habis ini. Yang ini adalah yang paling spesial.”


“Heh, aku kira Katara yang paling spesial di antara mereka. Ternyata masih ada lagi, toh.”


.....bzzzt..... bzzzt


Hei, kenapa sialan ini tidak- Oh ? Ternyata bukan.


“Apakah itu..... Suara Vlasefya ?”


“Bagaimana menurutmu ?”


“Sepertinya... Begitu.”


Baiklah, tentang Libya......


.....


Uhh, agak sulit mengatakannya. Mungkin, bisa di mulai dari masa lalu kami, waktu aku masih playgroup bersama dengannya. Pernah, aku ditanyai oleh salah satu guru ku.


Apa yang kamu pikirkan tentang Libya ?


Dan aku menjawabnya dengan.....


Dia aneh, bodoh, dan juga.... Menyebalkan. Itulah yang aku pikirkan sejak masih playgroup, walaupun sekarang pun sebenarnya masih sama.


“BAJINGAN !!”


.... Tapi dalam artian yang berbeda. (sigh).


“Eh ?”


“Makanya jangan bereaksi dulu.” ucap Robin.


Dulu aku dan teman-temanku sering, atau bahkan selalu memanggilnya sebagai baba yaga, karena dia punya dua kepribadian. Hantu nenek-nenek yang menculik memakan anak-anak. Tapi sekarang, mungkin aku akan menyebutnya sebagai..... Zhar ptitsa ? Ya, itu terdengar cocok untuknya. Burung yang membawa keberuntungan dan juga kebaikan saat seseorang berhasil memegangnya. Burung itu cepat, sama sepertinya yang selalu suka bergerak. Berwarna putih, sama seperti warna kesukaannya. Dan juga selalu membawa kebaikan, sama seperti hobi anehnya itu. Membawa kebaikan, pada orang lain.


“Vlasefya..... Dia ternyata sebaik itu.”


Aku sering memarahinya berkali-kali, hanya karena aku selalu dibuat tidak paham dengan pola pikirnya itu. Selalu nekat, demi orang lain. Aku bahkan sampai iri saat dia diangkat sebagai admin, pemimpin Site 64. Aku melarikan diri dari Foundation, hanya karena alasan itu. Betapa bodohnya aku.


.....


Sialan, tiba-tiba aku kehabisan kata-kata. Ya sudahlah kalau begitu. Sebenarnya masih banyak lagi yang mau ku ceritakan, tapi kalimat saja sepertinya tidaklah cukup untuk mengatakannya. Libya, karena kebaikannya, ia juga mengubahku sampai aku menjadi seperti saat ini. Yah, begitulah. Sampai di sini saja.


Sekali lagi.... Terima kasih, Libya. Kamu adalah admin terbaik di Foundation saat ini, dan untuk selamanya.


“.....”


Libya diam mematung. Ucapan-ucapan mereka begitu mengharukan hatinya, terutama milik Vlasefya. Yang awalnya adalah musuh bebuyutan, kini menjadi seorang teman yang terpisah jauh. Ia pikir, kalau kesendiriannya itu akan bertahan untuk selamanya. Sejak ia berumur 6 tahun, hingga sekarang saat ia beranjak ke 25 tahun. Namun itu semua adalah salah besar. Semua ocehannya selama ini, semua leluconnya, semua teriakannya, semua tangisan dan pengorbanannya, itu semua akhirnya menjawab pertanyaannya selama ini.


Apakah aku akan sendirian untuk selamanya ?


Tentu saja tidak.


Karena trauma nya di masa lalu, ia sampai tidak menyadari bahwa selalu ada orang yang menemaninya, walaupun dari balik bayang-bayang. Ada Robin si pemanah, ada Rook si hitam dan kuat, ada Emma si paling ceria, ada Brian si paling rendah diri, ada Sarah si ibu yang baik hati, Charlie yang suka mengganggunya, Gullie yang selalu diam seperti batu, Katara si samurai terkuat, dan juga..... Vlasefya, yang dalam bayang-bayang selalu membantunya di saat nyawanya sedang terancam karena aksi nekat bodohnya itu. Walaupun Vlasefya terlihat selalu marah, sebenarnya ia juga mendukung sebagian besar pemikirannya itu.


“Hei, jangan menangis dulu. Acaranya masih panjang, tahu.”


“Ah, benarkah ? Sepertinya mataku bakal kering hari ini.”


Rook menepuk pundak Libya, dan kemudian tersenyum kecil kepadanya dan menunjuk ke arah belakang dengan jempolnya.


“Kalau begitu, kenapa kita tidak keluar saja dari ruangan yang membosankan ini ?”


“Keluar ? Tap kemana ?”


“Sudahlah. Ikuti saja yang diminta si hitam ini.” sergah Robin sambil mendorong Libya menuju pintu samping. Libya pun hanya menurut saja. Setelah berada di luar pintu, mereka bertiga belok ke arah kanan, berjalan di lorong sempit sambil mendengarkan sebuah lagu yang tidak pernah terdengar di seluruh belahan dunia. Walaupun begitu, tetap saja Libya menolak bahwa telinganya tidak merasa familiar dengan suara orang yang menyanyikannya.


“Bukankah itu suaranya.... Si pantat ?”


“Begitulah. Dia selalu memaksa kami untuk bernyanyi. Tidak yakin kalau yang keluar itu sebenarnya adalah suara atau senjata mematikan.”


Libya tertawa mendengar sindiran Robin kepada si pantat itu. Emosinya begitu campur aduk saat ini, antara terharu dan senang. Kenyataan tidak selalu seburuk yang ia kira.


In da shadowland...... !


Where i'm desperate to finding a hand..... !


You came and told me that i'm a mannnnn !!!


Ketiganya tiba di sebuah ruangan yang besar dan luas. Dengan panggung yang sangat lebar, dan juga lampu disko berwarna-warni, *** dan geng nya menyanyikan lagu dengan nada yang terkesan agak seperti anomali itu.


“Jujur saja. Lagunya agak seperti..... Sebuah kebodohan mutlak.” ucap Libya sambil tersenyum agak kesal mendengar lagu dengan serba nada pentatonik yang mencapai hampir 100 desibel itu secara konstan di telinganya. Keras membahana, namun juga begitu menyiksa.


“Bukan kamu saja yang tersiksa di sini, admin Libya.”


“Sama. Aku juga.” lanjut Rook.


Setidaknya, Libya tidak tersiksa begitu lama oleh lagu si pantat and the gank nya itu, karena sesuatu yang mengharukan hatinya kini datang kembali. Semua orang yang mengatakan perasaan mereka terhadap Libya barusan tadi, satu per satu muncul di hadapan Libya,d an salah satu dari mereka adalah Vlasefya, yang untuk pertama kalinya dalam sejarah, ia tersenyum kecil. Setelah mengambil barisan mereka masing-masing, orang-orang tersebut menghitung satu, dua, tiga, dan kemudian secara serempak mengatakan......


“Selamat ulang tahun, Admin Libya !!!!!”


Ledakan petasan muncul dari 4 sudut ruangan, dan seketika itu juga ruangan yang awalnya sepi, langsung dipenuhi oleh para staf dan seluruh orang yang bekerja di Site 33 dan Site 64, tidak terkecuali para agen spesial dan bahkan hingga Office boy pun ikut serta dalam pesta ulang tahun Libya itu, sang admin terbaik.


Emma, yang berada di paling depan, mengambil sebuah mic dan kemudian berlari kecil ke arah Libya, memberikan mic tersebut sambil tersenyum lebar.


“Sebagai admin terbaik di sepanjang sejarah, apa yang mau anda katakan ??”


Libya pun tersenyum kecil dan menghela nafasnya, sedang tidak sanggup untuk menahan tangis harunya yang akan segera kembali lagi. Ia mengambil mic tersebut, dan mengambil nafas dalam-dalam.


“Hanya ada satu hal yang mau kukatakan kepada kalian semua.....”


".....”


“......”


“Huh, apa itu ?” gumam Robin dan Rook bersamaan karena sudah tidak sabar lagi menunggu.


Untuk sesaat, Libya memikirkan seluruh momen yang terjadi dalam hidupnya saat ini. Semuanya sangat baik kepadanya. Hanya itu saja yang terbesit dalam benaknya saat ini.... Jadi, dia sangat ingin mengatakan itu.


“Aku....”


Hanya jeda beberapa detik, tunggu saja dulu.


“Aku....”


semuanya sudah tidak sabar menunggu. Beberapa sorakan yang menyuruh Libya untuk segera mengatakan apapun dapat terdengar di latar belakang. Suasana begitu hening seketika, bahkan nada pentatonik menyebalkan dari Genk si pantat pun tidak terdengar sama sekali. Dan inilah saatnya, saat yang sudah ditunggu-tunggu begitu lama, akhirnya tiba juga.


“Aku..... SAYANG SAMA KALIAN SEMUAAAAAAAAAA !!!!!!!!”


“Sialan ! Ternyata dia titisan X-Men Sonic screamer !!”


“Bener juga tuh !!”


Ucap Robin kepada Rook. Keduanya saling menutupi telinga mereka, begitu juga dengan orang-orang yang lainnya. Tidak akan ada yang akan pernah kalau seorang admin terbaik di SCR Foundation juga bisa berteriak sekeras dan sepanjang ini. Libya terus menyerukan bagian akhir dari 'semua' itu beberapa detik setelahnya, kemudian akhirnya berhenti, ngos-ngosan dan wajahnya memerah semua. Setidaknya, dia amkini tersenyum puas bisa mengucapkan rasa sayangnya kepada semua orang yang pernah dia temui selama ini. Itulah perasaan yang selalu dipendamnya, cukup lama untuk ia tarik keluar ke permukaan.


“Siapa sangka, admin terbaik kita ternyata juga seorang penyanyi metal, huh ?”


Suara seorang pria yang maskulin tersebut seketika mengagetkan ketiganya. Mereka bertiga dengan cepat menoleh ke belakang, dan alangkah terkejutnya mereka, saat salah satu orang terpenting di Foundation menampakkan dirinya begitu saja di tempat ini. Dia adalah Karl Astana, salah satu anggota dari Council Omega.


“I-i-itu tidak seberapa, tuan !! (Chuckles).” jawab Libya dengan sangat panik. Ia tidak pernah menyangka pertemuan ini akan benar-benar terjadi.


“Tidak mungkin tidak seberapa. Kenapa kamu tidak mencoba untuk menyanyi di panggung. Kalahkan si geng pantat itu dengan suara indah mu.”


Waw, luar biasa. Orang ini ternyata juga sama membenci suaranya si pantat itu seperti aku dan yang lainnya.


“Omong-omong, kenapa anda sampai ke sini sendirian ?”


“Mengalihkan topik, huh ? Tidak ada apa-apa, hanya ingin meminta maaf secara personal soal surat pemecatan yang tiba-tiba itu. Jujur saja, aku memang sangat benci dengan yang namanya pikir panjang, dan sepertinya aku sudah dibutakan oleh kebodohan ku sendiri waktu itu. Oh ya... Selamat ulang tahun, Admin terbaik di SCR Foundation, Libya Karsikoff.”


Pengalihan topik memang selalu berguna di saat-saat yang genting. Karenanya, Libya kini jadi jauh lebih siap untuk berhadap-hadapan dengan pria tersebut. Libya berdiri tegak, dan tersenyum sopan kepadanya.


“Terima kasih, Tuan Karl.”

__ADS_1


Itulah faktanya. Libya Karsikoff.... Dia akan selalu menjadi admin yang terbaik sepanjang sejarah SCR Foundation. Dan selamanya akan selalu seperti itu.


__ADS_2