
Apa maksud dari semua nya, kenapa mas iman membongkar semua yang terjadi antara aku dan dia tak bisakah dia ikut diam seperti yang aku lakukan? Aku ga mau mereka tau tentang status janda ku karena aku malu bukan hanya itu aku juga ga mau ada yang macam-macam dengan ku kalau tau status ku janda sekarang. Keterlaluan mas iman dia udah buang aku buat aku saja sudah cukup jangan lagi nambah beban yang ada di pundak ku dengan status ku yang baru. 'keterlaluan kamu mas, apa yang kamu mau dari aku' bisik ku merasa marah.
"mas,,,apa yang kamu lakukan udah cukup mas terima kasih" aku menulis pesan pada nya. Aku luapkan kekesalan ku pada nya "kalo kamu masih kurang buat aku terpuruk silahkan lakukan saja aku siap nerima semua nya"
Tok tok tok pintu ruangan ku di ketuk "yan belum pulang?" tanya novi
"kaya nya gue lembur deh, kerjaan masih banyak" aku beralasan
"ni udah jam 7 malem loh" kata nya
"lo baru pulang?" tanya ku mengalihkan pembicaraan "gue kira udah dari siang tadi?"
"ada reshufle an ulang jadi biar besok nyantai bisa gue kasih ke lo besok" kata nya
"langsung simpen aja ya,,,takut nya gue telat masuk kantor mau ketemu klien dulu dari kemaren nanyain komandan mulu"
"siapa?" tanya nya
"ga tau belum pernah ketemu gue"
"gue pulang dulu yaa,,,cape banget udah" pamit novi pada ku
"heeh sana gue belum kelar" kata ku
"jangan malem-malem kalo pulang, rawan yan" novi mengingatkan
"iya,,,bentar lagi" kata ku "noy bilang ke pak satpam gue masih di sini"
"oke" novi pergi aku masih duduk merenung mau bagaimana nanti ke depan nya kalau banyak yang tau aku seorang janda? Untuk sebagian orang janda itu wajar tapi aku jadi paranoit dengan predikat itu aku takut akan menimbulkan masalah baru dalam hidup ku. Mas iman apa yang kamu inginkan sebenar nya mas?
Kenapa semua laki-laki begitu jahat pada ku mas iman kamu bongkar semua nya dan mas rian setelah pulang dari sini tak pernah menghubungi atau di hubungi lagi sampai sekarang. Apa maksud mereka atau mereka sekongkol untuk menghancurkan ku. Apa salah ku pada mereka? Tuhan apa yang srbenarnya terjadi pada ku, kuatkan dan sabarkan aku ya Tuhan.
tok tok tok pintu di buka ternyata pak satpam mengingatkan kalau hari mulai larut
"selamat malam bu?" kata nya "maaf bu sudah hampir pukul 10 malam bu, ibu mau di sini atau pulang bu"
"oh iya pak maaf saya beres-beres sebentar ya"
"iya bu maaf kalo saya ganggu" kata nya lagi "kalo ibu mau tetap di dalam saya biar tidak kunci saya kunci di depan saja."
"tidak pak maaf saya malah ketiduran" jawab ku beralasan "sebentar ya pak, silahkan tunggu saya di luar"
Aku segera membereskan semua karena semua yang di ruangan ku adalah arsip penting perusahaan ini yang hanya aku dan bos ku yang bisa pegang.
"pak tolong periksa semua ruangan terkecuali ruangan saya" jelas ku ke pak satpam. "karena ruangan saya sudah saya pasang sensor jadi kalau bapak pegang maka akan berbunyi dan susah untuk mematikan nya karena tombol pengaman hanya bos kita yang tau"
"siap bu, laksanakan" aku pun pergi pulang. Ku rebahkan tubuh ku di atas kasur. Membuka baju dan siap untuk mandi terasa lengket badan karena keringat.
Krrriinnggg bunyi telfon saat aku mandi. Terdengar beberapa kali telfon berdering "hallo" sapa ku
"hallo sayang"
"mas rian?" tanya ku
__ADS_1
"siapa lagi?" tanya nya "emang mau nya siapa? Ada yang lain yang di tunggu?"
Aku mematikan ponsel ku karena aku tak tau harus jawab apa? Apa maksud nya 3 bulan baru kasih kabar? Buat apa lagi datang setelah aku mengikhlaskan mereka pergi. Butuh waktu untuk melupakan apa yang telah terjadi. Kenapa mereka datang setelah aku mulai terbiasa tanpa mereka. Apa maksud semua nya kong kali kong kah mereka di belakang ku? Berbagai pertanyaan muncul yang entah apa jawaban nya.
Krriiinnnggg "ya hallo"
"kenapa mati?" tanya nya
"maaf mas kepencet tadi" aku beralasan karena aku memang udah ga pengen lagi dekat dengan siapa pun saat ini aku menikmati sendiri ku aku ga mau terlalu banyak lagi beban. Yang kemaren udah janji mau serius aja malah hilang tanpa kabar.
"kirain di matiin?" kata nya pada ku "yan maaf mas baru bisa kasih kabar karena mas juga sibuk kejar target kaya kamu" alasan yang dia lontarkan membuat ku malas untuk menjawab atau mendengarkan cerita nya.
"mas,,,maaf bisa ga besok lagi telfon nya? Soal nya aku harus mempersiapkan diri buat besok ada presentasi di kantor, aku lebih sibuk dari yang kemaren karena bos ku pergi ke luar negeri dalam jangka waktu rada lama jadi aku handle semua pekerjaan nya sekarang, jadi maaf banget mas ya"
"yan,,,15 menit aja yan mas lama banget ga ketemu kamu apalagi buat ngobrol. Tolong banget cuma 15 menit yan ok?" pinta nya pada ku "ok ga kurang dan ga bakal lebih mas jani"
"ya udah mas" aku mengalah karena aku juga ingin tau apa yang sebenar nya terjadi pada nya kenapa sampai selama itu ga ada kabar, bahkan aku telfon dan kirim pesan pun tak pernah ada jawaban.
"yan mas minta maaf karena mungkin kamu marah mas selama ini ga bisa kamu hubungi meski nomor mas aktif semua karena mas belajar dari kamu untuk selalu kerja keras untuk semua nya." tukas nya. Aku hanya diam dalam hati ku merasa semua sudah tak penting lagi buat ku. Aku berusaha menutup semua untuk kembali pada nya.
"yan tolong ngertiin mas yan, mas seperti ini cuma buat kamu hanya karena mas ingin setara sama kamu."
"mas udah 15 menit malah lebih maaf ya," nada ku ketus karena agar dia tau aku sudah tak mengharapkan nya lagi semua rencana mimpi dan cita-cita bersama nya hilang bersamaan dengan hilang nya kabar dari nya. Aku memang sibuk tapi masih ada waktu untuk nya meski untuk beberapa menit saja tapi dia alasan sibuk, dia kira aku bodoh yang bisa di bohongi inti nya sudah tak ada niat baik nya untuk ku.
"yan sebentar lagi ya?" pinta nya
"maaf mas aku bener-bener sibuk ga bisa lagi di tunda soal nya nanti malah tambah malam aku rampung terus jam berapa aku harus istirahat?"
Aku mematikan ponsel ku agar dia tau aku sudah bisa melupakan nya. Mulai dari saat dia pergi sampai hari ini. Aku juga sudah berjanji untuk tidak dulu pada orang yang datang menawarkan cinta untuk ku, lebih baik sendiri.
Krrriiiinnnggg "apalagi mas?" cerocos ku di telfon " aku sibuk banget maaf"
"hallo yan,,,ini aku" aku melihat layar ponsel. Seketika aku menepuk jidat.
"maaf mas,,maaf" ucap ku ke mas iman "aku kira orang yang ganggu aku barusan"
"ganggu gimana?" tanya nya
"oh ga mas ga apa-apa" kata ku agar pembicaraan nya teralihkan
"memang siapa yan? Tanya mas iman lagi
"bukan siapa-siapa mas, cuma temen aja kok tapi karena aku sibuk jadi yaa aku tutup telfon nya."
"ko tadi manggil mas? Laki-laki ya?"
"iya laki-laki" jawab ku jujur agar aku tau apa yang akan dia katakan pada ku setelah tau aku di telfon laki-laki lain.
"pantas yan,,,siapa sih yang ga pengen deket ma kamu yan?" ucap nya pada ku. "kamu baik bahkan sangat baik"
"kalo aku baik mas,,,ga mungkin aku di buang sama orang yang paling aku sayang. sementara dia tau kalo aku sangat butuh dia mas" aku menyela saat mas iman berbicara
"karena nya orang yang udah buang kamu sudah menyesali apa yang dia perbuat. Dia sangat nyesel yan"
__ADS_1
Berkali-kali aku tak bisa membendung air mata yang tumpah. Aku menangis terasa tersayat saat ku ingat semua kejadian 10 bulan yang lalu saat aku tiba-tiba di bawa untuk di buang saat aku sedang membutuhkan nya dia malah pergi dengan bebas nya tanpa beban. Tak tau kah dia aku hancur saat dia pergi begitu saja
"yan,,,dian sayang mas minta maaf yan" terdengar suara yang bergetar saat mas iman barbicara pada ku. "mas sadar mas yang salah, di saat kamu melakukan salah malah mas lebih menyalahkan kamu bukan mas yang intropeksi, mas ngaku salah yan. Asal kamu tau sayang, mas masih sayang banget ke kamu selama ini mas jadi orang yang pengecut yang berani bersembunyi tak berani menghadapi masalah. Sayang mas minta maaf bener-bener minta maaf sayang"
"maaf mas,,," jawab ku penuh rasa kecewa "maaf mu udah ga berarti apa-apa buat ku sekarang.
"yan,,,dian sayang jangan seperti ini yan,,,mas ngaku salah mas mau memperbaiki semua yang sudah hilang" ucap mas iman menghiba pada ku
"apapun alasan nya sekarang aku udah ga peduli lagi, mas ga tau bagaimana sakit nya aku berjuang sendiri, tanpa kamu yang aku sayang tanpa sodara, tanpa orang tua yang mendukung ku." ku luapkan semua emosi ku yang selama ini aku bendung "ya mas aku memang kabur dari rumah, aku kabur dengan membawa rasa patah hati, pergi kesini sendiri untuk membuktikan bahwa aku mampu sendiri tanpa kalian. Dan apa yang mas tau? Aku bisa berdiri sendiri tanpa siapapun"
"mas tau kamu orang tegar yan,,,tapi mas juga pengin bantu kamu lagi seperti dulu yan."
"udahlah mas,,,stop semua nya aku ga mau bahas yang bikin aku down lagi, sekarang aku sedang menikmati masa sendiri dan ga pengen di ganggu"
"yan,,,tolong jangan seperti ini" rengek nya pada ku "mas mau ngelakuin apa aja agar kamu percaya kalo mas masih sayang sama kamu"
"sudah ga ada mas, semua udah ke tutup rapat." jawab ku "aku masih nyaman dengan hidup baru ku sendiri, bebas!!!
Hening kami saling terdiam dengan fikiran masing-masing, aku sudah muak dengan semua laki-laki yang mendekati ku saat mereka butuh dan aku tak butuh laki-laki yang cuma bisa memanfaatkan situasi dan kondisi ku sekarang.
"maaf mas aku masih ada pekerjaan yang harus di kerjakan sekarang besok akan ada presentasi bersama orang-orang" kata ku ke mas iman.
"ya udah silahkan, tapi jangan sampai telat makan juga istirahat da udah malem"
"iya terima kasih atas perhatian nya." kata ku "terima kasih juga mas udah menyebarkan apa yang aku jaga selama ini di depan orang-orang."
"maksud kamu?" tanya nya
"ya mas udah bongkar tentang aku ke bos ku"
"yan maaf aku bingung, waktu itu bos kamu nawarin kerja buat jadi supir tapi aku sudah ada kerja disini jadi aku tolak." papar nya
"terus sampai cerita ke beliau kalo aku sudah janda kenapa?" tanya ku dengan nada emosi "hobi banget sebar-sebarin status, bangga ya kalo udah cerai?"
"bukan gitu yan? Aku ga sengaja bilang karena dia terus maksa buat kerja di dia dan dia bilang kasian kamu selalu pulang malem pake motor takut kenapa-napa di jalan. di situ aku bilang kalo kita udah ga bersama lagi"
"kamu tau mas, kenapa aku rahasiakan kalo aku sudah jadi janda sekarang, kalo aku single mom and dad now?" kata ku ke bapak dari anak ku. "karena aku malu mas, aku malu kalo mereka tau janda bagi ku aib dan aku juga mencegah mereka yang jail kepada ku karena tau kalo aku janda itu sebab nya aku ga mau status ku tersebar dimana-mana, tapi kamu bangga dengan status kamu sekarang mas aku ga ngerti"
"yan sekali lagi maaf, mas minta maaf banget yan." rengek mas iman membuat ku merasa ill feel."maka nya mas ingin kembalikan status kamu seperti dulu, mas mau nama mas masih ada di belakang kamu"
"mas maaf aku belum bisa, aku masih meniikmati masa sekarang yang hanya fokus buat anak-anak" jawab ku "aku nyaman seperti ini"
"terus orang yang kamu panggil mas?" tanya nya pada ku
"itu hanya orang yang aku anggap akan jadi masa lalu seperti kamu" jawab ku
Kami saling terdiam tak bisa lagi mengeluarkan kata-kata dada ku terasa sesak saat mengingat semua yang terjadi aku malah benci karena mas iman bisa dengan mudah nya ngumbar masslah status ku di depan orang-orang.
"udah mas maaf kalo aku tutup telfon nya"
"sebentar mas mau nanya?" cegah nya untuk aku ga menutup telfon nya "siapa laki-laki itu?, kamu kenal dimana?"
" buat apa kamu nanya mas, ga penting buat kamu kan?" tukas ku "atau kamu mau di buat berita lagi ke semua orang kalo aku ga mau balikan sama kamu karena ada yang lain gitu? Silahkan mas silahkan lakukan apa yang kamu mau. Terserah" aku menutup telfon nya dan segera berbaring di tempat tidur mencoba memejamkan mata yang terasa berat tapi tak dapat merem.
__ADS_1