ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU

ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU
kembali ke rutinitas


__ADS_3

"kang pakaian nya sudah aku siapkan di kursi ya" kata ku ke kang tristan.


"mmm males banget kerja hari ini" ucap nya yang masih berbaring di tempat tidur. Aku menghampiri nya dan dia memeluk ku


"ayo bangun,,,jangan malas lah the time to work" tukas ku


"bisa ga ya kalo sehari lagi bersama mu"


"ih udah nikah masih aja manja"


"biarin toh ke istri sendiri" dia menyeretku ke pelukan nya "enak ya punya istri makan ada yang nemenin, di masakin, terus kalo tidur ada yang mijitin bikin tidur pules nyampe pagi"


"udah ga usah ngelantur, mandi dulu air nya udah di siapin tinggal kucurin air dingin nya aja" ucap ku


"ga usah pake air anget lah biarin pake air dingin biar seger, air anget nanti sore aja" kata nya


"ya udah di buang aja, mandi gih biar ga telat" ujar ku "aku ga usah di anterin, naik motor aja lah"


"kenapa?"


"pengen naik motor aja lebih nyantai" jawab ku


"emang kalo di anter ga nyantai gitu?" tanya nya


"ya ga gitu juga inti nya pengen naik motor aja"


"ga lah di anterin aja, panas tau naik motor"


"ga apa-apa lah, deket ini"


"ga,,,ga bisa"


"bisa ga, ga usah terlalu ngekang istri?"


"ya udah deh" akhir nya dia menyerah "kali ini aja ya?" aku hanya terdiam tak ingin lagi debat di terusin juga malah rusak suasana. Ga tau kenapa sekarang kang tristan lebih protectife. Terasa berbeda rasanya setelah menikah.


"yu berangkat" tukas ku


"salam mba buat anak-anak" ujar kang tristan. Mba pun menganggukan kepala. Kami berdua menjalani aktifitas masing-masing. Sampai aku di kantor di sambut oleh tumpukan berkas yang menggunung


"pagi pengantin baru" sapa novi yang tiba-tiba masuk ruangan ku


"ssttt,,,ga usah brisik kenapa?" tukas ku.


"aku lupa maaf" jawab novi "gimana malam pertama nya? Sukses? Lesu amat penganten"


"ga tau lah kaya nya mending kemaren waktu masih pacaran dari pada sekarang udah nikah" jawab ku sambil menghela nafas.


"kenapa?" tanya nya


"lo pagi-pagi ngajak gosip" jawab ku "bahan nya gue lagi"


"dah masuk lu" boss ku nyelonong masuk tanpa permisi membuat ku dan novi kaget "lu tu ya libur pake acara lama, lu tau gue pusing ga ada lu, gue kerjain apa-apa sendir tau ga lo" nyolot banget si boss pagi-pagi


"wajar pak sekali-sekali libur" jawab ku santai


"besok-besok kalo lu ngambil cuti lama awas aja" ancam boss ku yang memang kebiasaan selalu ngancam


"ya elah pak saya bukan robot kali pak, sekali-sekali healing boleh laaahhh" aku memang tak pernah menganggap omelan nya sebagai peringatan aku tau benar watak boss ku yang ini.


"lu juga,,,lu sebagai staff personalia awas aja lu kalo ngasih libur lama, tau rasa lu" boss ku mulai mengancam novi


"mma maaf pak kan surat nya di tanda tangan sama bapak kan?" tukas novi gugup


"iya tapi lu ga tau kalo ujung nya gua harus nanganin project yang tadi nya di garap dia" hardik nya sambil nunjuk ke arah ku


"ya udah see pagi-pagi ga bagus marah-marah" tukas ku dengan santai, anggep aja radio yang lagi error karena ketumpahan kopi. "saya sudah disini, biarin saya yang kerjain kalo ada yang kurang biar saya yang revisi ulang"


"neh,,,gua ga pernah bisa ngerjain tugas lu tau ga, karena gua ga tau cara sistematika yang lu garap" ucap nya dengan menyodorkan berkas yang di pengang nya "pusing gua" ngegerutu sambil ngomel sepanjang jalan adalah kebiasaan buruk boss ku meninggalkan ruang kerja ku


"dah lo pergi" ujar ku ke novi "maaf ga ngusir tapi kalo di tau lo di sini pagi-pagi bisa gawat nanti"


"tapi lo masih ngutang jawaban ke gue" ujar nya


"halah ga penting" ucap ku "gih sana , gue sibuk banget"


"nanti makan siang di sebelah yu,,,"ajak nya


"tapi bareng suami gue ya,,," jawab ku "kalo ga turutin bakal ngomel, males gue ngeladenin nya"


"ya ga usah di ladenin" jawab nya santai


"ya lo,,,ngasih saran ga beres banget" hardik ku "dah sana lo gue sibuk"


"ya elah segitu aja" ejek nya


"ya lo ga liat" aku menujuk meja yang penuh dengan berkas-berkas "mana si boss udah ngoceh"


"ok sampe nanti siang ya" tukas nya "gue samper lo kesini"


Aku pun mengangguk, ku kerjakan berkas yang menumpuk di meja ku satu persatu agar cepat selesai


"kang kalo aku ga bisa makan siang bareng aku minta maaf" ku kirim pesan singkat ke kang tristan "kerjaan ku banyak banget"


"ya udah biar akang aja yang ke situ ya?" jawab nya "mau di bawain makanan apa?"


"terserah aja ya" jawab ku balik.


"lis,,,tolong kemari" perintah ku ke lilis saat ku panggil lewat intercom kantor ku.


"ibu panggil saya?" tanya nya


"tolong berikan berkas ini ke keuangan" perintah ku "tolong review ulang sekarang dan nanti langsung kasih lagi ke saya"

__ADS_1


"bukankah ini sudah di periksa ya?" tanya lilis setelah membuka catatan keuangan


"benarkah?" tanya ku "tapi kenapa masih acak-acakan?"


"sebelum cuti ibu yang periksa kan?" tanya lilis lagi


"waktu saya periksa tidak seperti ini" jawab ku singkat "sekarang tolong cepat kasih ke bagian keuangan dan panggil kemari staff nya. Ini harus selesai sekarang juga"


"baik bu" jawab nya tanpa banyak debat. Lilis pun keluar dari ruangan ku


"lo kenapa sih?" tanya ahmad tiba-tiba masuk "ada masalah apa lo ma gue?"


"maksud nya?" tanya ku balik "tolong jangan ganggu gue dulu, gue sibuk banget"


"gitu ya lo ke gue sekarang, tega lu" ahmad pergi meninggalkan ruangan ku dengan kesal


"sebenernya ada apa sih?" tanya ku tapi tak di jawab tapi keburu menutup pintu ruangan ku. ada aja masalah yang ku hadapi membuat ku penat tapi aku harus segera menyelesaikan kerjaan ku.


Tok tok tok "boleh saya masuk bu?" tanya nya


"oh...masuk" aku mempersilahkan masuk untul bapak bagian administrasi


"apakah ibu panggil saya?" tanya nya "ini berkas yang tadi ibu kirimkan ke saya"


"kenapa di dalam berkas itu sudah ada tanda tangan saya?" tanya ku "saya belum menanda tangani berkas apapun termasuk berkas dari kantor keuangan, tapi kenapa sudah ada tanda tangan saya dan kenapa berkas itu terjadi ketimpangan?"


"maaf bu, saya tidak tau apa-apa karena saya juga baru tau kalo laporan keuangan itu ada di ibu" jawab nya


"kenapa tidak tau? Bukankah bapak yang bertugas di bagian keuangan kan?" tanya ku


"benar bu,,,tapi yang saya tau sudah ada tanda tangan ibu dan sudah saya cairkan ke no rekening yang ibu tujukan." jawab nya


"apa?" ucap ku kaget "ga usah main-main pak, apa bapak ingin memfitnah saya?"


"tidak bu" jawab nya "saya hanya menjalankan tugas sesuai dengan prosedur yang ada, dan prosedur nya itu atas instruksi dari ibu"


"ga usah mengada-ada pak" sentak ku lantang


"maaf bu saya permisi bu" jawab nya


Aku hanya menahan amarah,Tuhan apalagi yang ku hadapi sekarang sabarkan aku Tuhan. Aku tertunduk lesu entah apa yang harus ku lakukan sekarang.


"apa-apaan ini yan?" tiba-tiba boss ku datang dengan marah dan melempar berkas ke arah ku


"maaf pak" jawab ku menenangkan nya "ini ada kesalahan yang saya tidak tau"


"maksud kamu?" tanya nya


"ini ada yang berniat jahil ke saya pak" jawab ku berusaha tenang meski hati ku bercampur aduk. "sekarang seperti ini, bertahun-tahun pak saya ikut bapak mana ada saya berani menanda tangan berkas keuangan sebelum saya laporkan dulu ke bapak, iya kan?" tanya ku dan bos ku terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu


"saya ikut bapak bukan hanya sekarang, tapi waktu masih dengan mas iman pun saya sudah ikut bapak" aku memberi penjelasan setenang mungkin "kalo saya berniat culas kenapa saya harus balik lagi kesini, kenapa ga dari dulu saya curang ke perusahaan ini. Sekarang yang saya minta tolong jangan publikasikan dulu masalah ini, saya bakal selidiki semua nya"


"ok" tukas nya "saya kasih lu waktu 1 minggu, kalo lu ga bisa buktiin akan ada sanksi yang harus lu terima"


"lo kenapa yan?" tiba-tiba novi masuk "lo kenapa hmm?"


"ga ko, ga kenapa-kenapa" jawab ku aku sengaja tak memberi tahu siapapun agar tak menyebar dulu karena aku tak mau semakin banyak orang yang tau maka akan semakin sulit untuk ku bergerak.


"terus lo jadi ga?" tanya nya


"maaf ya buat kali ini, aku masih banyak kerjaan yang harus aku selesaikan?" jawabku lesu


"lo kenapa sih aneh banget" tukas nya "terus gimana dengan kang tristan?"


"dia bakal kesini" jawab ku tersenyum "maaf ya tolong biarin aku selesaikan kerjaan ku dulu."


"yan,,," kang tristan tiba-tiba masuk "akang bawain ayam teriyaki aja buat kamu ya, sama akang juga"


"kang sibuk ga?" tanya ku setelah ku bersalaman dan mencium tangan nya


"kenapa?" tanya nya sambil mencium kening ku depan novi


"antar aku ke satu tempat" aku menarik tangan nya


"terus makanan nya?"


"kita makan di luar aja" jawab ku "soal nya ada yang harus aku omongin juga"


"noy,,," ucap ku "maaf gue tinggal.


"ok" jawab nya dengan rasa kecewa. Kami pergi meninggalkan ruangan ku


"lis,,,kalo boss nanyain saya bilang saya keluar" instruksi ku ke lilis sebelum aku keluar dari pintu kantor


"baik bu" jawab nya. Aku meninggalkan mereka berdua aku sudah tak peduli lagi dengan suasana kantor yang jelas aku ingin buru-buru menemukan siapa pelaku yang membuat nama baik ku tercoreng.


"aku tunggu di luar, akang ambil mobil nya" kangbtristan pun menurut


"kita kemana?" tanya nya saat aku duduk di mobil


"ajak aku kesuatu tempat kang" jawab ku "aku ingin bicara"


"ok" jawab nya. Tak selang berapa lami kami pun sampai di satu wahana wisata yang adem. Kang tristan paling tau saat aku ada masalah pasti akan di bawa nya aku ke tempat yang nyaman.


"coba cerita ada masalah apa?"


"ko tau aku lagi ada pikiran?" tanya ku


"kamu itu istri ku yang bisa pahami kamu siapa kalo bukan akang?" aku hanya melihat nya dan tersenyum getir "sekarang apa masalah nya"


"ada berusaha menghancurkan nama baik ku di kantor kang?" aku mulai bercerita. Aku menceritakan semua yang terjadi padaku ke suami baru ku dia memahami ku bahkan sangat memahami situasi yang ku alami du kantor"


"tenang sayang,,,akang akan bantu dan bela kamu" jawab nya membuat ku lebih tenang

__ADS_1


"untung nya boss ga terlalu percaya, meski dana nya sudah melayang masuk ke rekening sebanyak 20jt" papar ku ke suami ku


"kenapa mau maling di kantor yang besar cuma segitu?" tanya nya


"ga usah becanda lah"


"udah kita makan dulu,,,biar kamu ga sakit" dia menyodorkan makanan dan menyuapi ku"


"malu lah kang di lihat banyak orang"


"kenapa malu, kamu istri akang sah ko" jawab nya "besok kamu minta semua berkas keuangan yang ada tanda tangan kamu, berikan semua ke temen akang, besok akang akan suruh dia yang selidiki, kamu tenang ya?"


"biarin aku makan sendiri kang, dan akang juga makan ya?" ucap ku "terima kasih kang, udah mau bantuin aku"


"kamu istri akang sayang,,,ga akan akang biari yang bisa ganggu kamu siapapu itu" jawab nya. Aku nyaman setelah mendengar kata-kata nya. Dia memang jadi overprotective sekarang tapi aku bisa merasakan seperti apa sayang nya dia pada ku.


"akang ga sibuk?"


"ga terlalu sih, akang cuma ingin nemenin kamu"


"Im ok now" jawab ku dengan tersenyum


"but me not oke because you"


"kenapa?" tanya ku merasa tak enak hati "maaf ya aku ngerepotin"


"you make my manhood wake up" jawab nya dengan mengecup bibir ku


"ih,,,apaan si banyak orang tau" ucap ku


"ga usah peduliin mereka yang penting mereka cukup tau kalo akang sedang bahagia" papar nya pada ku.


"ngomong nya bisa di rumah kali kang" tukas ku


"bukan akang sayang abba ok" timpal nya "masa kamu panggil akang ko anak-anak panggil abba biar sama lah" aku hanya tersenyum dan duduk menyender di lengan bahu nya. Kami duduk menghadap ke danau yang hijau air nya sangat tenang di bawah pohon yang rindang.


"waktu istirahat selesai kang" tukas ku


"biarin, akang sudah memberi kabar ke asisten akang kalo ga balik lagi ke kantor."


"kenapa? Ga enak lah baru pertama kerja sudah mangkir lagi" tukas ku


"ga apa-apa cuma kali ini aja kok, biasa nya juga engga ini kan karena free aja di kantor" timpal nya


"ya udah, aku juga males balik lagi" jawab ku "suasana yang bikin ga nyaman"


"ok,,,kalo gitu akang mau cari penginepan di sebelah sini" tukas nya


"mau apa cari penginapan?" tanya ku


"ya mau nginep lah biar adem suasana nya" jawab nya sambil ngeledek ngeles "kamu tunggu disini dulu ya"


"yuu sayang ikut aku" ajak nya


"udah nemu?" tanya ku


"selamat datang...." kang tristan membuka sebuah kamar yang tak jauh dari danau tempat duduk kami tadi "bagaimana?"


"enak mas,,,sejuk banget" aku merebahkan tubuh ku. Wangi kamar yang khas hotel yang bikin relax membuat ku tak terfikir lagi masalah yang sedang ku hadapi. Kang tristan menindihku membuat ku terkejut


"kang" sentak ku "bikin kaget aja sih, bikin mood ku bilang aja"


"masa? Gimana nyaman kan?" tanya nya "akang harap kamu seneng sayang"


"aku seneng kang, makasih ya?"


"ko cuma ngasih ucapan aja, yang lebih dong!"


aku hanya tersenyum, kang tristan memulai permainan nya yang membuat ku menggelinjang basah dan enak "terus mendesah sayang, ******* kamu bikin akang ga kuat" aku tersenyum menjambak rambut nya ketika dia memulai gerakan ke daerah sensitif ku. Dia hanya tersenyum ketika ku menggeliat tak karuan. berselang waktu kami pun saling menumpahkan hasrat yang tak tertahan, saling berpandangan dan kembali kang tristan menciumi bibir dan kening ku


"i love sayang" ucap nya


"i love you too" jawab ku membalas kecupan nya.


"makasih ya selalu buat akang bahagia sayang" ucap nya


"sama-sama sayang" kami tertidur lemas masih tanpa pakaian yang menempel satu pun.


"aduh aku ketiduran kang" aku mengerjap kaget "jam berapa sekarang?" aku melihat jam di ponsel ku aku pun lega masih siang ternyata


"udah santai aja, kan kita udah izin ke kantor kan?" tukas kang tristan


"aku kaget kang" jawab ku


"udah nikmatin suasana nya relax, tenang, ga ribut adem" tukas nya "padahal ga usah jauh-jauh kita honeymoon ya, disini juga bisa"


"heeh,,," jawab ku "aku masih ngantuk kita pulang agak malem ya?"


"besok juga bisa" jawab kang tristan tapi aku sudah tertidur


"apaan se ganggu deh" jawab ku masih merem. Kang tristan menciumi leher ku


"aku ga kuat deket kamu sayang" jawab nya yang tak berhenti menciumi ku "ga nyangka kamu luar biasa, pantes aja suami kamu pengin balik lagi"


"udah deh ga usah bahas yang ga penting" tukas ku


"benerkan? Istri ku pinter dalam segala hal ga cuma di kantor tapi di ranjang pun aku kewalahan" puji nya pada ku


"aku terbang lama-lama di puji seperti ini"


"ga apa toh benarkan? Makanya aku ga mau kamu jadi milik orang lagi. Cukup dulu aku ngasih peluang ke orang yang salah sekarang dan ke depan nya hanya aku yang bisa miliki kamu seutuh nya"


Permainan pun di mulai rasa nya bahagia selalu di manja suami, aku bersyukur meski terkadang ga bisa kalo udah keluar overprotectife nya. tapi untuk hati nya aku percaya 100 persen pada nya. Sebenernya pun sama antara mas iman dan kang tristan sama-sama tipe laki-laki romantis, karena jujur aku tipe perempuan manja.

__ADS_1


__ADS_2