
Aku menemui ahmad, yang ada di rumah karantina nya, aku pernah merasakan nya jadi aku paham betul bagaimana rasa nya berada dalam kamar sendirian tanpa fasilitas apapun. Tak ada maksud membahas yang membuat ku sakit atas penghianatan yang di lakukan nya, hanya sebatas rasa iba yang mendorong ku untuk memberikan support agar tak terlalu jatuh dalam mengjadapi situasi seperti ini.
Aku di temani suami ku dan mas ganjar, aku hanya ingin semua nya baik-baik saja, setelah hal rumit yang terjadi dalam hidup ku aku ingin keluar dalam keadaan yang lebih baik. Beruntung nya aku mempunyai suami yang sangat pengertian yang tak pernah lelah dalam menemani ku menjalani hari yang sulit bahkan terasa melelahkan. Hari ini mas ganjar memberiku izin untuk bertemu dengan ahmad, agar aku bisa mengetahui motf apa yang mendasari ahmad melakukan nya pada ku.
"kamu boleh bertemu dengan tersangka nya tapi hanya berlaku dalam 30 menit saja" ujar mas ganjar "maaf tidak boleh lebih dari itu"
aku masuk dalam ruangan untuk bertemu dan saling berbicara empat mata dengan nya. Cukup lama aku menunggu tapi kenapa dia tak mau keluar juga, ada apa yang sebenar nya, 'sabar, tunggu saja sampai dia keluar dari ruangan nya' bisik ku dalam hati saat mengusir kegalauan hati. 15 menit berlalu, kenapa dia tak juga keluar, sampai datang penjaga yang memberitahukan kalau ahmad tak mau di temui siapapun.
"maaf ibu, sekarang ini bapak ahmad tidak ingin di temui siapapun." papar sang petugas pad ku
"tapi kenapa?" tanya ku
"maaf ibu, saya tidak berhak tau apa alasan nya sehingga tidak ingin bertemu dengan ibu" tukas petugas kepada ku. Aku tertegun, terdiam tanpa kata kenapa ahmad seperti ini pada ku sampai tak mau bertemu dengan ku, sebenarnya aku tak bermaksud menanyai kenapa dia sampai tega berbuat seperti itu pada ku karena apa yang dia lakukan aku anggap sebagai kehilapan nya saja.
Tak di pungkiri awal nya aku sangat marah, setelah aku ingat keluarga nya aku tak tega melihat nya. Aku menghampiri suami ku dan mas ganjar yang sedang menunggu ku di luar
"sudah selesai?" tanya mas ganjar
"dia ga mau di temui mas" jawab ku lesu
"ya sudah ga apa-apa, besok saat pemeriksaan biar saya yang menanyakan nya" tukas mas ganjar.
"makasih njar, masih dampingi gue dan istri" ucap kang tristan
"sama-sama tris, udah tugas gue, karena masalah kalian belum tuntas" jawab nya
"ya sudah kami balik dulu" ucap kang tristan, kami bersalaman sebelum berpisah. Aku dan kang tristan lebih dulu keluar dari kantor tempat ahmad menginap.
"kita ke mall dulu yu?" tukas kang tristan "itung-itung nongkrong sambil makan.
"kita tengok anak-anak dulu bisa?" tanya ku
"maaf sayang, jangan dulu ya karena kasus mu belum selesai" jawab suami ku
"ya sudah" jawab ku lesu. Aku sudah keluar tapi kenapa anak-anak belum bisa aku temui? Ada apa sebenar nya?. Ingin rasa nya aku bertemu dengan anak-anak ku apa kabar mereka bersama nenek nya? Aku hanya bisa mendengar lewat telfon saja selama ini, itu belum cukup untuk mengobati rasa kangen.
"besok abba akan coba nanya ke ganjar dulu ya" ucap suami ku menenangkan ku, aku hanya tersenyum hambar agar dia tak merasa bersalah. 'Kenapa bertemu dengan anak susah banget, tapi kenapa dia ngajak aku ke mall nongkrong?' bisik ku dalam hati. Aku terdiam karena tak ingin menambah masalah yang lebih dalam lagi.
__ADS_1
"tadi ke kantor gimana?" tanya suami ku "mau di jemput udah pulang duluan"
"gitu deh, ketemu big boss, terus pulang" jswab ku singkat
"apa saja yang di bicarakan?" tanya nya lagi "nyuruh masuk lagi?"
"heeh" jawab ku
"terus di jawab apa?" tanya nya lagi dan lagi
"yaa aku bilang nanti aja lah, soal nya ahmad aja belum putus hukuman nya" jawab ku lagi
"ya sudah, kalo kamu mau kerja ya kerja aja, abba ga ngelarang ko" tukas suami ku "hanya saja mulai sekarang dan kedepan nya kita harus lebih teliti dan hati-hati lagi ya"
"benar aku boleh kerja?" tanya ku seolah tak percaya mendengar nya
"iya,,," jawab nya sambil tersenyum "dah sampe yuu turun, ada yang ingin bertemu kamu"
aku bingung dengan penuturan suami ku, siapa yang ingin bertemu dengan ku? Aku mengikuti langkah suami ku tanpa banyak tanya tentang siapa yang ingin bertemu dengan ku. Aku terus mengikuti nya sampai ada yang memanggil dan berlari medekat ke arah ku.
"ibuuuuu" anak-anak berlari menuju arah ku dan aku langsung menghambur ke arah mereka bahagia rasa nya bertemu dengan anak-anak setelah lama tak bisa bareng mereka.
"sama sayang ibu juga kangen kalian" aku memeluk mereka terlihat pancaran bahagia mereka begitu juga aku yang sangat rindu bersama dengan mereka lagi. Aku menatap suami ku yang selalu tersenyum saat melihat kami, terlihat mertua dan pengasuh-pengasuh anak ku juga ada tengah berjalan menghampiri ku.
"ummi" aku mencium tangan mertua ku "ummi sehat?"
"alhamdulillah, kamu apa kabar nyi?" tanya mertua ku
"alhamdulillah juga saya baik ummi" jawab ku "saya kangen banget ke anak-anak ummi"
"ummi tau, karena nya ummi ajak anak-anak ke sini ketemu nyai" tukas beliau "tapi untuk sementara ummi ga ngajak anak-anak pulang ke rumah nyai dulu, tapi pulang ke rumah tristan ya, biar ummi lebih lama bareng mereka"
"ga apa ummi" sergah ku ke mertua ku "ummi nginep lama di rumah aja, atau kalo engga ummi pindah kesini"
"ga lah, sayang ternak di rumah ga ada yang urusin nyi" jawab nya "makanya biarin ummi bareng anak-anak ya, kamu kan ada tristan"
Aku melirik suami ku, aku lihat dia mengangguk aku pun tak bisa apa-apa akhir nya aku menyetujui permintaan mertua ku "ya sudah tak apa ummi, biar nanti kali-kali saya yang nengok ummi"
__ADS_1
"iya,,," jawab mertua ku girang
"mba,,,bantuin ummi ngurus rumah dan anak-anak ya" pinta ku ke pengasuh mereka.
"baik bu" jawab mereka.
Kang tristan memesan makanan, karena udah resevasi lebih awal kang tristan meminta area yang lebih luas untuk kami, di sela makan malam kami terselip candaan dari anak-anak, ibu mertua dan suami ku. Aku merasakan hangat nya sebuah keluarga saat ada ibu mertua ku, mertua ku memang jempolan banget, beliau sangat pengertian dan perhatian pada anak-anak ku, sehingga mereka nyaman berada di bawah asuhan nenek nya meski jauh dari aku sebagai ibu kandung nya.
"ummi, ga repot dengan mereka?" tanya ku
"ya engga lah, repot gimana?" ummi balik nanya ke pada ku
"anak-anak suka rese ummi, bikin ulah mulu" jawab ku
"biasa laaahhh anak-anak" tukas ummi "ga apa-apa, ga usah banyak fikiran nikmati saja masa kamu sama tristan"
"makasih ya ummi" jawab ku "yuu makan, anak-anak ibu makan yang banyak ya, jangan nakal ke ummi oke?"
"oke ibuu" jawab mereka begitu bahagia saat berkumpul seperti ini
Sudah menjelang tengah malam kami pun pulang hanya saja berbeda tujuan kami, tapi setidaknya aku sudah tenang setelah melihat anak-anak dan ngumpul bareng anak-anak meski hanya sebentar.
"sampe juga di rumah" tukas ku saat membuka gerbang rumah
"kamu seneng sayang?" aku tersenyum dan langsung pergi ke arah kamar untuk sekedar mandi karena badan terasa lengket setelah seharian keluar rumah. Aku keluar kamar mandi dengan bajuyang sudah di ganti terasa segar rasa nya
"udah mandi?" tanya suami ku
"udah" jawab ku. Aku duduk di ruang tengah dan menyalakan tv untuk sekedar mencari hiburan, di susul suami ku setelah membersihkan badan nya.
"benar aku besok boleh kerja?" tanya ku pada suami ku
"boleh,,,biar kamu ga bosen saat di rumah" jawab nya
"makasih" jawab ku tersenyum
"sama-sama" tukas nya lagi "abba hanya mau kamu nyaman"
__ADS_1
Aku ngobrol sebelum tidur, sambil meninton tv setelah tengah malam kami pergi ke tempat tidur merebahkan diri di atas kasur untuk mempersiapkan diri agar bisa fight esok hari.