ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU

ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU
saat nya liburan


__ADS_3

"eh mas,,,udah bangun?" tanya ku saat subuh berkumandang "aku bikin kamu kopi ya, biar badan seger"


"makasih yan" dia tak menjawab hanya tersenyum


"aku tinggal solat dulu ya?" dian segera ke kamar mandi meninggalkan ku di meja dapur sendiri. Tak berselang lama dia keluar kamar dan menuju ke dapur, membereskan dapur dan segera memasak


"pembantu kamu kemana?" tanya mas rian pada ku " belum bangun gitu? Masa kerja di gaji masih boss nya yang ngerjain kerjaan nya." nada bicara mas rian ceplas ceplos yang membuat ku illfeel.


"kecapean mungkin mereka mas,,,rumah ku kan gede mas ga bisa dalam sehari beres"


"tapi kan se ga nya..." pembicaraan kami terputus saat mba keluar kamar nya.


"maaf bu,,,saya telat bangun." tukas nya


"ga apa saya tau" jawab ku sambil tersenyum "solat dulu mba baru bantu saya ya"


"baik bu" segera bergegas ke kamar mandi dan masuk ke kamar lagi. Tak berselang lama dia kembali ke dapur dan segera menyelesaikan pekerjaan nya. Karena setiap pagi kalo ada waktu aku selalu di dapur memasak untuk anak-anak dan mba mengerjakan yang menjadi rutinitas nya, membuat sarapan untuk mba-mba yang lain. Karena hari ini aku libur dan ada tamu jadi aku yang mutlak di dapur.


"mba dapur biar bagian saya, mba mengerjakan yang lain ya?" perintah ku ke mba


"jangan gitu bu, saya ga enak jadi nya" kata asisten rumah ku.


"ga apa-apa mba" kata ku "tolong beresin rumah semua nya kan kita mau pergi sedikit lama"


"oh...baik bu" jawab nya. mba yang lain pun mulai keluar kamar nya masing-masing


"bu,,,maaf" kata mereka


"ga apa cepat solat subuh dan bantu ngerjain tugas rumah sebelum anak-anak bangun ya" perintah ku. mungkin kalo yang pertama heran dengan sikap ku tapi yang sudah terbiasa mereka seolah tau apa yang harus mereka kerjakan.


"yan,,,kamu ga salah?" tanya mas rian saat menghampiri ku ke dapur


"salah kenapa mas?" tanya ku ke dia


"pembantu kamu enak banget kerja nya" kata mas rian


"aku anggap bukan pembantu mas tapi teman saya di rumah" jawab ku "lagian mereka juga tau ko apa yang harus mereka kerjakan.


"mba,,,baju anak-anak sudah di beresin?" tanya ku ke mba suster


"sudah bu, sesuai kata ibu baju anak-anak jadi satu koper, biar ga berat bawa nya.


"snack anak, biskuit, botol minum sudah?" tanya ku kembali


"sudah bu" jawab nya. mba pun pergi setelah semua instruksi ku di lakukan.


"sudah siap-siap yan" tanya ku.


"iya, mas soal nya kalo anak-anak di bawa dadakan ribet banyak yang tertinggal mending dari sekarang aja mumpung nyantai waktu nya" jawab ku "ibu udah bangun?"


"ga tau aku belum tengok kamar nya." jawab ku "mau kapan berangkat nya?"


"ga tau mas,,,soal nya aku juga nunggu kang tristan nya sehat dulu" jawab ku


"kemaren dia keliatan baik-baik aja ko" tukas nya pada ku


"baru sembuh sakit mas, kalo di paksa jalan jauh nanti malah sakit lagi" kata ku beralasan karena ga mungkin aku bilang nunggu kamu keluar dari sini.


"oh,,,mas pulang hari ini yan, tinggal nunggu ibu bangun" kata mas rian pada ku tiba-tiba


"mas,,,ko gitu?" tanya ku. Aku juga merasa tak enak hati pada nya


"emang ibu juga sudah mau pulang dari kemaren juga" ungkap nya


"sarapan sudah selesai mas, tolong bangunin ibu mas" tukas ku


"ibu sudah disini dari tadi" jawab ibu nya mas rian yang tiba-tiba nongol dari arah pintu dapur.


"selamat pagi bu, bagaimana tidur nya pules?" tanya ku ke ibu mas rian "sarapan sudah siap bu yu sarapan bareng?"


"bangun tidur ko di suruh sarapan?" kata nya "ya belum enak"


"assalamualaikum" salam seseorang dari luar


"waalaikum salam" jawab kami serentak. kang tristan dia menyalami tamu ku


"pagi banget ngapain?" tanya mas rian ketus


"oh engga cuma ada yang harus di bicarain sama dian" kang tristan tersenyum meski di hadang pertanyaan yang ga jelas. Kang tristan melirik ku, aku pun paham.


"ke dapur aja masuk kang" kata ku. Kami mengobrol di dapur sedikit berbisik agar tak ada yang tersinggung.


"kunci mobil nya yan,,," tanya kang tristan


"sebentar tunggu disini biar aku ambil" tukas ku ke kang tristan "kesini pake apa barusan?"


"pake mobil ada di parkiran depan makanya mau aku pindahin ke garasi biar ga ngalangin orang nanti nya" jawab nya


"nih,,," aku menyodorkan kunci mobil ku ke dia "dari kemaren belum di panasin kang, aku ga bisa"


"hmm kenapa ga bilang atuh?" tanya nya " kan kemaren kesini cuma bentar lagian sibuk aku kemaren jadi lupa"

__ADS_1


"ya udah biar sekalian nanti. Sekalian di cek semua nya" kata nya


"ga ngopi dulu?" tanya ku


"udah tadi di rumah, sekalian aku pamit tadi ke si bibi di rumah" jawab nya sambil keluar ke garasi.


"udah mau pergi ya?" tanya ibu mas rian


"belum bu,,,masih banyak persiapan yang harus di lakukan saya juga harus ke kantor dulu buat ngambil surat cuti nya" jawab ku beralasan


"mau libur aja masih harus kerja de" tukas ibu mas rian. Aku hanya tersenyum.


"ibu santai aja ga usah ke ganggu sama kami disini" ucap ku


"oh,,,ibu mau pulang de, berangkat sekarang seperti nya" kata nya pada ku


"ko gitu bu,,,saya minta maaf ya" ucap ku, aku juga merasa tak enak hati karena nya.


"ga de, malah ibu yang ganggu waktu kamu" tukas beliau.


"ga bu sama sekali engga, bu" jawab ku


"ini kamu yang masak?" tanya ibu mas rian aku hanya tersenyum


"iya tadi aku yang nemenin di dapur bu" kata mas rian


"rajin banget kamu de," kata nya terus memuji ku "jadi nanti kalo rumah tangga suami nya ga terlantar kamu bisa ngerjain semua nya, ya di kantor ya di rumah. Tapi ko sepi anak-anak belum bangun?"


"mereka siang bangun nya bu" jawab ku "tapi kalo yang kecil biasa nya udah bangun,,,cuma masih males di tempat tidur"


"terus kalo kerja gimana?" tanya ibu mas rian


"sekarang masih pagi biasa nya jam 7 mereka bangun semua" jawab ku tak berselang lama pintu mereka terbuka. Anak-anak muncul bareng pengasuh mereka masing-masing


"ibu,,,pagi ibu" sapa anak ku yang berumur 4 tahun


"pagi juga sayang" aku memeluk nya dan bareng mereka ber tiga. "udah wangi, udah mandi? Gosok gigi ga?" tanya ku ke mereka "bilang makasih ke mba ga?" mereka mengangguk dan duduk di meja mereka masing-masing.


"salam ke nenek sama ke om nya" pinta ku ke mereka


"pagi nenek, pagi om" kata mereka dengan bahasa cadel nya


"lucu-lucu nya" ucap ibu mas rian


"silahkan bu, seadanya ya,,,"kata ku "mas,,,sarapan dulu"


"temen kamu kemana yang kemaren?" tanya mas rian


"iya kan yang nunjukin ibu kamar ibu kan dia kemaren" timpal ibu mas rian.


"bu,,,maaf saya tinggal dulu ke depan" izin ku pada ibu mas rian. Aku baru teringat dengan kang tristan setelah mengeluarkan mobil dari garasi.


"mba,,,tadi bapak kemana ya?" tanya ku ke mba yang sedang membersihkan halaman depan sambil berbisik


"bapak pulang bu,,, kata bapak jangan bilang ke ibu soal nya ga enak ada tamu, nanti abis dhuhur kesini lagi." jawab mba.


"oh,,,makasih ya mba" aku pergi masuk ke rumah dan melanjutkan sarapan


"kenapa yan,,, nyari laki-laki yang bawa mobil?" tanya mas rian


"iya mas tapi kata si mba mau di cek dulu kendaraan nya biar aman di jalan" kata ku beralasan


"mobil baru kenapa harus di cek segala, tinggal pake aja" ucap mas rian sinis.


"sekalian belajar kali soal nya belum pernah belajar mobil ini, yang semua nya matic" kata ku. Kami telah selesai sarapan dan kembali ke ruang tamu, sementara meja makan mba yang beresin.


"kamu mau kemana?" tanya mas rian


"ke kantor mas, ngambil surat cuti ku mas" jawab ku beralasan karena tak mau berlama-lama menjawab pertanyaan yang ga jelas.


"oh de,,,sekalian ibu mau pamit kalo begitu?" kata ibu mas rian


"cuma sebentar ko bu,,,tunggu aja" kata ku


"buat apa disini kalo udah jelas nyakitin" gerutu mas rian. Aku cuma melirik


"aku pamit yan,,,semoga bahagia" tukas nya dan menyalami ku


"hati-hati di jalan mas" ucap ku. "bu terima kasih sudah main kesini ya, nitip buat mas rian kalo ibu yang kasih pasti di terima, ibu hati-hati di jalan, jaga kesehatan ya bu" aku mencium tangan ibu mas rian.


"justru ibu yang berterima kasih de, udah ngerepotin kamu disini" jawab nya pada ku


"ga bu saya seneng malah" tukas ku "mas, bu maaf ga bisa nganter tapi gocar udah ada di depan yu bu saya antar"


"terima kasih banyak de, semoga rizki nya lancar dan barokah" ucap nya.


"amiinnn" jawab ku "mas hati-hati ya jaga ibu baik-baik" mas rian balik badan tanpa membalas ucapan ku tapi ya sudahlah ga apa toh sekarang aku lega bisa packing lebih awal. Mereka pun pergi aku masuk ke rumah.


"huuffttt" aku bernafas lega. "mba,,,sudah selesai beres-beres nya?" tanya ku ke mba yang ngurus rumah


"sudah bu, saya tinggal beresin baju saya masukin tas" jawab nya

__ADS_1


"mba semua nya sudah?" tanya ku


"sudah bu, punya anak-anak juga sudah bu." jawab mba suster yang ngasuh anak ku.


"sekarang sarapan dulu gih" tukas ku ke mereka.


aku ke kamar membereskan baju-baju ku aku meletakan semua dalam satu koper kecil biar ga ribet. tak lama kang tristan datang.


"bu,,,sudah beres?" tanya nya "tamu nya dah pulang?"


"sudah semua ba,,,tinggal berangkat aja" jawab ku


"yu mba masukin barang-barang ke mobil kita berangkat sekarang" tukas nya


"sarapan belum?" tanya ku


"sudah bu tadi di rumah" jawab nya


"mba nasi sama sayur dan ayam goreng nya bawa aja mba,,,buat kita di jalan, sayang kalo di buang." perintah ku ke mba "pake rantang yang besar saja ya"


"baik bu" jawab nya. Mereka pun bersiap dan mendudukan anak-anak di bangku tengah dan memposisikan diri mereka masing-masing


Kami berangkat menuju kota kelahiran kang tristan hati ku rasa nya deg degan, aku takut yang akhir nya aku tak di setujui ibu nya kang tristan. Apa yang harus ku katakan nanti saat bertemu dengan ibu kang tristan?


"ko diem yan? Kenapa?" tanya kang tristan


"engga kang,,, ga apa-apa" jawab ku "cuma sedikit bingung aku deg degan kang"


"kenapa? Bingung kenapa?" tanya nya pada ku "ga usah mikir macem-macem lah, tu liat anak-anak aja happy masa ibu nya engga sih"


"aku juga happy ko" tukas ku "cuma aku bingung nanti sampe ke rumah ummi"


"ummi orang nya penyayang yan, beliau ga pernah punya pandangan buruk ke orang-orang" tukas kang tristan


"amiinn" jawab ku


Setelah beberapa jam kami pun istirahat, kasian melihat anak-anak yang seperti nya mereka bosan terus berada di mobil. Saat sampe direst area yang dekat dengan swalayan mereka malah langsung berlari menuju swalayan tersebut, aku dan para pengasuh mereka pun membuntuti mereka agar tak berkeliaran jauh dari pantauan kami. Setelah mengambil makanan yang mereka suka kami pun keluar setelah aku membayar nya, mba-mba membuka bekal yang kami bawa tadi kami makan bareng di bawah pohon kelapa yang sedikit jauh dari lokasi utama rest area agar tak terlalu dekat dengan jalan ramai karena mengkhawatirkan keselamatan anak-anak.


"yan,,,itu cowok yang waktu itu ketemu kamu di penginapan kan yang waktu kamu pulang?" tanya kang tristan


"iya kang,,," jawab ku


"ngapain ke kamu bawa ibu nya?" tanya kang tristan lagi " ngelamar kamu?"


"engga kang, cuma kata nya ibu nya pengen kenal aja" jawab ku "tapi aku sudah bilang tentang kita ko"


"terus gimana?" tanya nya lagi


"ya ga gimana-gimana?" jawab ku "ya mau ga mau harus terima lah karena aku sudah memilih. Tapi kang aku minta maaf, aku ga ngomong sebelum nya tapi aku janji bulan depan pasti aku kembalikan ko"


"maksud nya?" tanya kang tristan ga mengerti


"gini loh kang, aku minta maaf banget uang yang akang titipin ke pake sama aku buat bantu mas rian, aku mau ngomong ke akang tapi saat aku telfon akang ga angkat" ungkap ku ke kang tristan "maaf banget kang, tapi aku janji bulan depan aku pasti kembaliin ko"


"terus sisa nya kemana kan?" tanya kang tristan kaget dan terkesan ketus


"maaf kang ga aku bawa ada di kamar ku dan aku kunci" jawab ku "maaf kang, kalo akang marah aku terima ko, biar aku kembaliin sekarang ga apa-apa. Aku minta no rekening nya biar nanti saya transfer."


"kenapa ga di bawa?" tanya nya dengan nada yang seperti nya kecewa


"karena aku ga mau sampai ke pake lagi, untuk sekarang biar dari sisa uang aku. Tadi nya mau pake uang aku buat bantu mas rian tapi di fikir uang ku mepet banget takut nya ga cukup sampe bulan depan, mana sekarang aku jalan-jalan bawa anak-anak" jawab ku menjelaskan pada kang tristan


"oh,,,dia kesini cuma minta bantuan?" tanya nya sinis


"ga ko kang,,," sergah ku "dia ga minta bantuan pada ku, memang ibu nya yang memaksa pengin ketemu sama aku. Aku yang ikhlas membantu nya kang, itung-itung aku balas budi ke dia karena dulu waktu aku susah dia selalu bantu aku. Awal nya dia ga nerima kang, tapi tadi pagi aku yang nitipin ke ibu nya karena dia ga mau terima bantuan ku."


"kalo ga mau kenapa di paksa?" tanya nya membuat ku tak enak hati banget karena nada bicara nya sinis


"karena aku merasa tak enak hati aja kang, dulu aku pernah ada di posisi nya sekarang bahkan lebih dari yang dia alami sekarang aku malah lebih jatuh banget" tukas ku menjelaskan agar tak terjadi kesalah pahaman "aku hanya ingin membantu nya kang agar aku tak menjadi beban saat aku tau dia sedang kesulitan malah aku diam saja, tak enak kang. Maaf banget kang,,,maaaff banget, aku minta nomor rekening aja atuh biar aku tansfer sekarang"


"uang dari mana? Kan kata nya kamu ga punya pegangan lagi" tanya kang tristan


"ga apa-apa kang, pake punya ku nanti kalo uang ku ga cukup dan nanti pertengahan bulan aku bisa mengajukan kredit ke kantor" jawab ku


"dah ga usah, biarin ga apa-apa" jawab nya terus dia pun tertawa kepada ku


"kenapa ketawa kang?" tanya ku heran


"ga,,,akang ga marah sayang" jawab nya sambil tertawa "akang malah bangga kalo kamu bisa membantu orang yang dulu pernah bantu kamu. Se ga nya kamu ga kehilangan nurani kamu setelah mengalami hal pahit dalam hidup kamu"


"maksud nya?" tanya ku "ya aku cuma ingin bantu orang aja kang, apalagi dia dulu sering bantu aku saat aku terpuruk. Ya udah kesiniin nomor rekening nya"


"udah ga usah ga perlu, itu mutlak hak kamu, jadi kamu mau pake atau ga itu udah urusan kamu yan udah bukan hak akang lagi" jawab nya pada ku "akang udah ngasih ga bakal di minta balik yan"


"tapi kenapa akang tadi seperti itu?" tanya ku


"akang cuma nguji kamu aja, karena akang pengen tau seberapa besar rasa empati kamu ke orang lain yang mengalami kesusahan, terlepas itu kamu ada hubungan atau ga?" jawab nya membuat ku sedikit kesal


"jahat ih ngerjain banget sih?" kata ku


"maafff" tukas nya "bukan apa-apa akang ga mau dengan apa yang kamu miliki sekarang menjadikan kamu jumawa ke orang yang lain"

__ADS_1


Sebegitu nya kang tristan pada ku, aku merasa bersyukur telah di pertemukan kembali dengan nya, orang yang selalu menuntun ku untuk hidup lebih baik dan selalu berpasrah kepada Tuhan, agar tak menjadikan ku orang yang sombong dalam hal apapun. Rasa syukur ku melampaui batas sampai aku ingin segera di miliki nya


__ADS_2