ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU

ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU
perayaan


__ADS_3

"lo hebat yan" tukas novi


"thank you" ucap ku pada sahabat ku


"kenapa bilang kemaren?" tanya novi, aku hanya tersenyum saja "udah main rahasia-rahasiaan sekarang?"


"engga, cuma kabar nya belum jelas jadi ga berani ngomong apa-apa" jawab ku "takut nya cuma hoax"


"kenapa gue malah baru ini denger nya?" tanya novi


"lo terlalu sibuk di luar noy" jawab ku "lo ngurusin hal-hal yang ada di luar mulu, jadi nya lo ga ngeh"


"iya deh,,,maaf" ujar nya.


"santai aja lagi" tukas ku "toh lo ngelakuin buat semua nya buat gue juga. Sok sekarang nikamati acara nya yaa"


"gue ga nyangka, sekarang lo sama kedudukan nya dengan dewan direksi yan" ujar novi "tambah aja pundi-pundi cuan lo"


"alhamdulillah, rezeki anak-anak noy" ujar ku pada nya "mana suami lo?"


"tuu ada bareng bigboss kita" jawab ku "hati-hati ada nyonya besar, ga usah nyari masalah"


"inget yaa gue ga pernah nyari masalah ke dia, dia nya aja yang mulut nya ember kalo ketemu gue" sungut novi, yaa memang kaya tom dan jerry kalo mereka bertemu selalu saling nyinyir satu sama lain, ga tau deh kenapa"


"yaa elo yang sabar aja, ga usah di ladenin" ujar ku ke novi


"gue ga kaya lo yan, yang bisa sabar" tukas novi "dari pada gue ketemu dia, bikin suasana rusak mending nyamperin anak-anak deh, dimana mereka?"


"ada sama ummi nya" jawab ku. "tuu di pojokan"


"gue kesana aja ya" novi meninggalkan ku. Aku menghampiri suami ku yang sedang berbincang bersama bigboss dan team nya.


"hai" sapa suami ku saat aku menghampiri nya. Aku tersenyum kepada mereka atasan ku di kantor


"ibu dian selamat ya" ucap salah satu dewan direksi kepada ku "kami bangga mempunyai anda di dalam kantor kami"


"terima kasih pak" jawab ku "justru saya yang harus bersyukur dan berterima kasih masih memberi kepercayaan kepada saya"


"anda selalu bisa merendah, saya terkesan dengan kinerja anda yang di tujukan untuk kantor kami, apa yang kami berikan saat ini belum seberapa dengan perjuangan anda selama ini"


"ini sudah lebih dari cukup buat kami" jawab ku.


"apakah yang di ujung sana adalah anak-anak anda?" tanya nya pada ku.

__ADS_1


"oh,,,benar sekali pak. Mereka anak-anak saya dan ini suami saya" jawab ku


"iya saya sudah kenal dengan pak Tristan sebelum nya, bu dian" jawab nya pada ku


"oh seperti itu kah? Syukur lah" jawab ku tersenyum "silahkan menikmati hidangan seadanya ya pak, saya akan tinggalkan bapak-bapak dengan suami saya karena mungkin anak-anak sedang membutuhkan saya." ujar ku meninggalkan mereka untuk menghampiri anak-anak yang sedang bermain dengan nenek nya.


Kebetulan ada novi yang ikut menemani mereka bermain jadi nya ibu mertua dan suster mereka tak terlalu kerepotan. Bergabung dengan mereka membuat ku lebih nyaman ketimbang berada di tengah pesta, memang pesta ku sendiri tapi aku tak nyaman karena aku memang tak terbiasa dengan suasana seperti ini.


"yan" panggil bigboss ku, aku menghampiri nya tanpa menunggu lama


"iya pak" sapa ku "kenalkan ini bapak ibnu, kita akan memulai kerjasama bersama beliau, dan tolong besok di urus nya semua persiapan nya"


"oh iya pak" aku bersalaman dengan pak ibnu "senang bertemu dengan bapak"


"iya ibu, semoga kerjasama kita bisa berjalan denga lancar" tukas nya


"amiiinnn" ujar ku. Beliau kembali ke kerumumunan orang-orang aku kembali mendekati anak-anak, aku tak terlalu menyukai pesta jadi aku memilih duduk di pinggir bersama anak-anak.


"siapa yan?" tanya novi


"biasa klient baru" jawab ku "yaa biasa tugas baru menanti"


"dari dulu ga pernah berubah yaa si boss" tukas novi


"alhamdulillah yan, masih ada yang percaya" tukas mertua ku "kita harus bersyukur saja"


"iya ummi, alhamdulillah rezeki anak-anak" ujar ku


"iya sih ummi, cape liat nya aja ummi" tukas novi "dian kadang seharian ga kelihatan di kantor. Entah makan apa engga, tidur apa engga, dian kalo udah kerja dia akan lupa ke diri nya sendiri ummi"


aku terenyuh mendengar kata-kata sahabat ku, aku fikir dia sudah lupa tentang aku tapi ternyata dia masih ingat kebiasaan ku, saat di rumah, saat bekerja, bahkan saat sedih ku. Ingin aku memeluk nya tapi tak mau mereka atau suasana hati ku sekarang, bahwa saat ini aku tak sendiri lagi masih ada sahabat ku yang selelu mendukung ku dalam keadaan apapun.


"makasih vi,,,makasih masih ingat semua" ucap ku ke sahabat yang bener-bener mengerti aku.


"selalu yan,,," jawab nya "kita udah lebih dari sodara yan, dari dulu sampe sekarang"


Aku berpelukan di depan mertua ku, beliau tersenyum melihat kami, beliau pun ikut bergabung memeluk kami.


"ummi senang melihat kalian akur seperti ini" tukas ibu mertua ku "buat ummi kalian semua anak-anak ummi"


"terima kasih ummi" ucap kami berdua segera memeluk ibu mertua ku. Alhamdulillah aku mempunyai ibu mertua yang benar-benar menerima kekurangan dan kelebihan ku.


"yee ada acara pelukan" tukas kang tristang suami ku "kenapa nih?"

__ADS_1


"apaan sih?" tanya ku balik sambil sedikit menyeka air mata yang hampir saja membuat pipi ku basah.


"kenapa pelukan di sini?" tanya suami ku menggoda ku "acara nya saja di luar"


"ngeledek banget sih?" sungut ku


"vi,,,istri gue keliatan cantik ga sih?" suami ku masih saja menggoda ku dengan pujian-pujian yang di lontarkan pada ku


"perfect" ucap novi menimpali sambil mengacungkan jempol nya


"tuu kan mulai deh" tukas ku yang meresa risih


"emang beneran sayang tuu tanya ummi kalo ga percaya" tukas nya aku melirik malu kepada mertua ku "sayang nya ga tiap hari seperti ini"


"jangan" tukas ummi dengan cepat "ga baik untuk seorang istri yang bekerja tanpa suami nya berdandan dengan riasan tebal, takut mengundang syahwat para laki-laki. Tris, pekerjaan dian di luar rumah tanpa kamu, tiap hari bertemu dengan orang yang berbeda kadang laki-laki, atau perempuan dan pasti lebih banyak laki-laki yang dia temui, tanpa pengawasan kamu ummi tak mau terjadi hal-hal yang buruk kepada nya. Kamu paham maksud ummi kan?"


"iya ummi, tristan mengerti" jawab kang tristan


"ummi setuju malah kalo dian hanya seadanya saja, ummi rasa dia cukup paham dengan posisi nya saat ini" aku merasa lega ibu mertua ku memahami pekerjaan ku, aku merasa di bantu untuk memberi pengarahan kepada suami ku, sejati nya memang aku tak suka riasan terlalu mencolok karena dari dulu pun aku tak pernah memakai riasan yang berlebih, aku hanya memakai tipis karena tuntutan pekerjaan yang setiap hari nya bertemu dengan lawan jenis.


"terima kasih ummi" ucap ku pada ibu mertua ku "ummi sudah banyak mengerti saya, maaf kalo sering buat ummi cape saat di rumah"


"tak apa, tugas seorang ibu memang selalu menjaga anak-anak nya saat di rumah atau di luar rumah" ujar ummi "sudah sana pesta nya belum selesai. Jangan biarkan mereka mencari mu nyi, tak baik tuan rumah menghindari tamu. Sudah sana biarkan anak-anak dengan ummi disini"


"iya yu, kita ke tengah" ajak suami ku. Aku kembali ke keramaian pesta yang di gelar oleh bigboss untuk ku sebagai perayaan atas kenaikan karir ku.


Semua terlihat bahagia, terlihat jelas dari raut wajah mereka yang masih asyik dengan acara yang di suguhkan, masih terdengar MC yang memandu acara dengan serangkaian acara-acara yang di buat untuk ku khusus untuk diri ku. Terdengar jelas suara MC memanggil nama ku untuk maju ke arah mimbar tempat nya berdiri sekarang, yang meminta ku memberikan sebuah pidato atas acara yang sedang berlangsung.


Aku di gandeng suami ku, maju ke depan podium yang di sediakan panitia untuk ku, rasa deg-degan saat aku berjalan di hadapan banyak orang, baru pertama kali aku harus berpidato di depan umum seperti ini. Terasa gemetar kaki ku saat melangkah menuju podium, beruntung nya karena suami ku masih membimbing ku saat ku berjalan, seperti nya dia tau apa yang aku rasa sekarang.


"jangan gugup, ada abba disini" bisik nya memberi ku semangat. Aku terus melangkah tanpa menoleh kepada siapapun sampai tepat di podium.


"silahkan ibu dian untuk memberikan sepatah kata sebagai motivasi kami, dalam meniti karir sampai seperti sekarang ini" sang MC memberikan mikrofon nya pada ku


"terima kasih, kepada yang hadir saat ini, assalamualaikum warrohmatullohiwabarokatu" salam ku kepada semua yang hadir di pesta yang di gelar untuk ku. Aku terus berbicara mengungkapkan rasa syukur ku kepada Tuhan tentu nya yang paling utama, suami, anak-anak, semua pihak yang terkait dengan keberhasilan ku saat ini.


Ku sampaikan semua apa yang memang menjadi bagian dari rutinitas ku, karena memang berada di posisi yang sekarang aku duduki bukan hal yang mudah, aku membutuhkan waktu yang cukup lama dan perjalanan yang benar-benar sangat menguras tak hanya materi, tenaga saja bahkan mental pun sering tertempa oleh keras nya persaingan bisnis entah itu dari luar atau dari dalam lingkungan ku sendiri.


Satu persatu ku jabarkan di depan semua orang, akhir nya aku bisa membuktikan kalo aku mampu melewati semua nya, setiap ujian yang di berikan untuk ku, tempaan yang di tujukan untuk ku. Bukan bermaksud sombong hanya memberikan motivasi kepada rekan ku untuk lebih giat lagi untuk bekerja serta menyayangi setiap pekerjaan mereka agar tak selalu mengeluh saat badan merasa lelah dengan aktifitas yang berjubel dengan waktu.


Akhir kalimat juga aku menyampaikan sekali lagi terima kasih kepada suami ku yang selalu mendukung dan mengoreksi setiap kesalahan yang aku lakukan baik yang di sengaja ataupun tidak ku sadari saat melkukan nya. Senyum simpul yang terkembang di sudut bibir suami ku, mungkin dia merasa bahagia atau apa yang jelas dia terlihat nyaman saat aku memperkenalkan untuk pertama kali di depan umum.


Tak banyak yang tau pernikahan ku karena memang aku yang tak memberanikan diri memberitahu kepada semua orang, tapi sekarang tak apalah toh sebentar lagi akan menjadi halal untuk semua pihak, mungkin sekarang lah saat yang tepat untuk memberitahukan segala nya. Aku berjalan menuruni podium yang di sambut hangat oleh tepukan dari mereka yang hadir.

__ADS_1


Aku di sambut oleh tangan suami ku saat berjalan meninggalkan podium dan kembali ke tengah-tengah pesta kembali. Semua menyalami dan menjabat tangan ku sebagai tanda ucapan selamat. Bahagia yang telah ku rasa saat ini, damai nya hati yang ku rasa saat ini. Pesta pun terus mengalir sampai acara yang terakhir, terasa lelah rasa nya ku berada di pesta, karena memang jarang aku mengunjungi pesta seperti ini.


__ADS_2