
"tris,,,ummi sudah ada di rumah kamu" tukas ku pada anak laki-laki ku saat aku menelfon nya "ternyata anak-anak disini semua"
"iya ummi ada di rumah tristan, baru pindah beberapa hari ini" jawab nya "tunggu mi, tristan pulang sekarang di jalan"
"ya sudah ga apa-apa, ummi tunggu" aku menutup telfon nya menunggu, sambil bermain dengan anak-anak yang lucu. Aku merasa betah saat bersama mereka, meski bukan cucu kandung ku tapi aku sudah menyayangi mereka sejak pertama bertemu waktu bertandang ke rumah ku.
Tok tok tok, suara pintu di ketuk mungkin tristan pulang aku membukakan pintu untuk nya dan ternyata benar anak laki-laki ku pulang dengan wajah kusut, tampak lelah mungkin karena pekerjaan nya yang membuat nya pulang dengan lesu.
"assalamualaikum, ummi" sapa nya pada ku sambil mencium tangan ku
"waalaikum salam warohmatulloh" jawab ummi "kusut banget, cape ya?"
"ya begitu lah" jawab nya sambil merebahkan diri di sofa "anak-anak kemana mi?"
"ada di belakang" jawab ku. Anak ku langsung menghampiri anak sambung nya, sama seperti ku meski bukan anak kandung nya tristan sangat peduli mereka.
"hallooo" sapa tristan ke anak-anak. Mereka menghampiri nya seperti ke ayah nya sendiri. "apa kabar anak-anak abba?" tristan menciumi mereka satu persatu
"mana ibu?" tanya anak yang paling besar
"ibu masih kerja sayang jangan ganggu ya, kasihan" jawab nya
"iya ba" jawab mereka "aku mau main lagi." mereka pergi lagi ke belakang untuk bermain bersama pengasuh nya.
"ummi" tukas anak ku "maaf kalo tristan ga ngasih tau pernikahan tristan tapi bukan maksud buruk ke ummi, tristan hanya ingin melindungi dian dari mata jahat yang mengincarnya" papar nya pada ku. Aku memaklumi niat nya karena aku tau dian lah yang selama ini membuat nya jatuh cinta, sampai tristan yang tak mau aku jodoh-jodohkan dengan perempuan mana pun.
"terus benar dian sekarang di luar kota?" tanya ku pada anak ku "dia kan seorang istri kenapa sampai ngambil tugas luar kota yang harus meninggalkan kewajiban nya"
"ada yang harus ummi tau" tukas nya pada ku "bisa bicara sebentar ummi?"
__ADS_1
"bicara saja tris" jawab nya. Tristan mengajak ku ke kamar nya apa yang akan di bicarakan anak ku mengenai istri nya? "kenapa? Ada apa?" tanya ku pada anak ku
"begini ummi" aku melihat kegelisahan yang ada di raut wajah nya "tristan,,,e maksud tristan dian sedang mengalami masalah besar mi" papar nya pada ku
"apa yang terjadi?" tanya ku
"dian di tuduh korupsi dana perusahaan ummi" jawab anak ku. Aku terkejut mendengar nya, serasa ada petir yang menyambar tengah hari yang panas.
"apa?" tanya ku "ko bisa?"
"entahlah tristan sendiri tak mengerti" ujar nya pada ku "tanda tangan nya ada yang memalsukan mi, dan sekarang dian jadi tersangka utama nya. Seluruh aset berupa rumah, mobil, motor bahkan ATM nya pun di sita terlebih dahulu sampai pemeriksaan nya selesai dan terbukti tidak bersalah."
"laa illaha illalloh" ucap ku tak percaya menantu ku sampai mengalami hal yang buruk "siapa yang sudah memalsukan tanda tangan nya dian?"
"ga tau ummi, sudah 3 bulan ini susah di lacak orang nya, karena nya dian sekarang sedang di karantina, harus nya di sel tapi kuasa hukum nya menyarankan untuk di karantina dengan jaminan" papar nya pada ku.
"dimana istri mu sekarang?" tanya ku ke anak laki-laki ku "ummi ingin bertemu dengan nya"
"kemaren ummi menelfon nya" tukas ku
"iya dan tristan pun bisa dengar apa yang ummi bicarakan dengan dian" papar nya lagi
"sekarang istri mu sama siapa?" tanya ku khawatir
"sendiri ummi" jawab nya singkat "karena tidak boleh di jenguk oleh siapa pun. Dan ummi tau dian ada di tingkat terendah nya, hanya tristan yang bisa menemui nya karena nya tristan selalu ada untuk nya menemani nya tanpa meninggalkan nya"
"sudah makan belum?" tanya ku pada anak ku
"belum ummi biasa nya tristan pesan di luar" jawab ny pada ku
__ADS_1
"ya sudah ummi mau masak buat kalian makan malam ya" ujar ku ke tristan. Aku pergi meninggalkan anak ku di dalam kamar nya sendiri, aku melangkah menuju dapur membuat makan malam untuk menantu dan anak ku di dalam karantina nya. Semoga dia menyukai masakan ku yang sederhana seperti dia memasak untuk ku waktu di rumah ku.
"tris,,,ni kasih ke istri mu semoga dian suka masakan ummi" ujar ku pada anak laki-laki ku "sana balik lagi temani istri mu kuat kan lah dia agar tak merasa sendiri."
"tristan pamit ummi" pamit nya pada ku. Tristan langsung meninggalkan rumah nya untuk kembali ke karantina. "Kasihan kamu nyi" bisik ku dalam hati. Ku melihat langkah gontai anak ku tak tega rasa nya tapi aku harus kuat seperti anak ku yang selalu terlihat tegar.
"mba,,,udah berapa lama ibu ninggalin rumah" tanya ku ke mereka
"baru 2 minggu ini bu" jawab pengasuh anak-anak
"apa bilang nya terakhir waktu berangkat"
"tak bilang apa-apa ummi, hanya nitipin anak-anak" jawab nya
"ya sudah kalo gitu, ummi disini sampai ibu dan abba kembali" tukas ku pada mereka
"iya ummi" jawab mereka. 'Kenapa jadi acak-acakan seperti ini keluarga baru mu tris, diawal pernikahan yang harus nya bahagia kenapa malah menjadi seperti ini?' bisik ku
"ummi kenapa?" tanya pengasuh yang lain melihat raut wajah ku yang tak bersemangat
"ga apa-apa" jawab ku "anak-anak sudah tidur?"
"yang besar sudah tinggal si bungsu yang belum" jawab nya
"saya masuk kamar, mau istirahat dulu ya" tukas ku "kaya nya badan pada pegel-pegel"
Aku meninggalkan mereka, aku masuk kamar bukan apa karena aku ga mau mereka tau kalo aku sedang banyak fikiran sekarang. Setelah mengetahui apa yang terjadi pada anak dan menantu ku malah menjadi beban fikiran buat ku, aku tak menyangka mereka akan terkena kasus pidana yang berat hukuman nya.
Hanya satu doa ku 'kuatkan lah mereka ya Alloh' sekira nya ini cobaan untuk mereka aku ingin Engkau dapat mendampingi nya, seandainya ujian untuk mempertebal iman, maka aku mohon segera entaskan lah dan biarkan mereka menjalani peran yang Kau berikan dengan bijak'. Maha suci Alloh yang memberi keadilan atas anak ku dan memberikan jalan keluar secepat nya.
__ADS_1
Kenapa mereka tak ada yang bilang pada ku? apa yang sebenernya terjadi? apa yang mereka inginkan sebenernya?
aku tak mengerti tapi sebagai seorang ibu aku merasa khawatir dengan keadaan mereka yang masih kecil-kecil. Kaya nya bisa deh kalo sambil krja. Mending aku mag berak mandi dulu