
"selamat pagi bu dian" sapa receptionist lobi, saat ku memasuki kantor. Aku tersenyum dan menganggukkan kepala, ku terus kan langkah ku menyusuri koridor menunju ruangan bos ku, saat ku tanya asisten bos ku dia bilang bos belum datang.
"tolong sampaikan kalo saya sudah datang" tukas ku pada asisten atasan ku
"baik bu" jawab nya "ngomong-ngomong selamat datang kembali bu, dan selamat bekerja lagi"
"terima kasih" aku tersenyum dan langsung menuju ruangan ku.
"bu dian?" pekik lilis dan langsung menghambur pada ku "alhamdulillah,,, ibu sehat?"
"sehat lis,,,kamu sendiri?" tanya ku balik "gimana keadaan kantor ga ada saya?"
"begitu lah bu" jawab nya sedih "banyak yang gosipin ibu, saya sedih kesepian ga ada ibu. Saya ga nyangka bu, ada yang tega ke ibu"
"udahlah ga usah di bahas, abaikan saja" jawab ku
"ibu,,,saya siap menerima perintah" tukas nya tertawa
"kamu lis,,,bisa aja" aku tersenyum pada asisten ku
"iya bu,,,selama ibu absen saya tak pernah ada kerjaan bu" tukas nya
"bagus dong bisa santai,,,"ejek ku sambil tersenyum pada nya "ga cape-cape dapat gaji gede"
"iihhh ibu" jawab nya "ga lah bu ga enak males malah mau kerja juga ngapain"
"ko gitu?" tanya ku "kirain seneng, ga ada kerja. Kalo ada saya malah lebih cape kan waktu jadi cepet selesai"
"ga lah bu, enak ada ibu" tukas nya "ibu mau minum apa? Biar saya yang buatin"
"ga ah biarin, malah ngerepotin" ujar ku
"ibu, kaya siapa aja. Ga apa ibu bilang aja mau minum apa, saya yang buatin untuk ibu"
"jangan-jangan berupa suap nih?" ujar ku meledek "ada udang di balik batu"
"suap apa sih bu, gitu deh" tukas nya "ga ada apa-apa cuma berupa ucapan selamat datang buat ibu, karena sudah berada di kantor lagi"
Aku tertawa mendengar nya "ya sudah kalo tidak merepotkan, kamu bisa tanya ke mang ujo, bagaimana resep nya"
"oke,,,siap boss" lilis tertawa, dan keluar dari ruangan ku.
"haaayyyy,,,selamat datang lagi" novi datang memeluk ku
"hallo,,,makasih" aku balas pelukan nyaa
"dian!" sentak seseorang yang baru datang langsung membuka pintu ruangan ku. "halloooo selamat datang,,,selamat yaa. Gue bangga ke lo, karena memang lo anak buah gue yang paling jempolan deh"
Aku yang tadi nya kaget berubah bahagia, semua orang-orang kantor datang memenuhi ruang kerja ku. Menyalami ku dan memberi ucapan selamat karena sudah terbebas dari jeratan hukum yang memang sama sekali aku tak mengetahui dengan pasti. Semua terlihat gembira saat menyambutku, kembali ke kantor dan bergabung lagi bersama tim ku.
"hari ini off buat semua nya,,,kita makan-makan disini" seru boss ku "saya bakal traktir kalian semua, itung-itung selamatan buat kalian semua"
"horeee!" seru mereka semua, teriakan nya menggema di ruang kantor ku.
Kami berpindah ruangan bukan lagi di ruang kerja ku tapi di aula tempat rapat karyawan, tempat yang lebih besar agar semua karyawan muat berada di dalam nya. Bercanda gurau, saling ejek mengejek hal yang seperti biasa kami lakukan saat berkumpul seperti ini. Yang membuat ku merasa sedih, masih ada gosip miring yang menyebar tentang berita hoax tentang kasus yang menimpa ku. Aku merasa marah, tapi aku tak ingin merusak suasana mereka yang sedang menikmati makanan yang di suguhkan bos ku.
"tebel duit bu dian, dah bisa keluar dari kasus hukum" tukas seseorang
"yaaa zaman sekarang apa sih yang ga bisa pakai uang" tukas yang lain nya.
"ga nyangka ya ,,,ternyata?"
__ADS_1
Aku hanya bisa diam saat mendengar kasak kusuk yang ada di belakang ku. Aku mencoba bersabar dengan tersenyum saat menghampiri mereka tak ingin aku berdebat dengan mereka tapi hanya untuk menunjukan siapa aku dan kenapa aku sampai ada disini lagi. Aku sadar bahwa di mana pun aku berada tak mungkin semua orang bisa menerima keadaan ku, aku tak bisa memaksa mereka untuk respect kepada ku, karena pasti akan ada yang suka dan tidak suka pada ku, nama nya manusia.
"yan" panggil bos ku. Aku langsung berjalan menghampiri bos ku. "yan,,,besok ada job buat kamu"
"tentang apa pak?" tanya ku
"besok akan ada klient dari singapura yang ingin bekerja sama dengan kita" tukas nya pada ku "jadi tolong kamu jemput beliau dan ajak ke resto yang sudah gue revervasi"
"baik pak" jawab ku "saya akan jamu beliau sebaik mungkin"
"jadilah diri lu sendiri dan tetap hati-hati" nasehat nya pada ku. Bos ku memang super terkadang terasa seperti kakak laki-laki buat ku, bahkan terkadang seperti ayah dan teman untuk ku. Aku tersenyum saat beliau menasehati ku tentang sikap ku yang selama ini terlihat cuek, bahkan terlalu gampang percaya ke orang apalagi yang dekat dengan ku. "mulai sekarang lu tu harus punya waspada, curiga ke orang, bukan negatife thinking tapi curiga itu harus biar ga salah langkah dalam ambil keputusan. Jadi ga bakal ngalamin hal yang seperti kemaren."
"iya pak,,," ucap ku "terus bimbing dan dampingi saya pak"
"kan udah ada suami, kenapa minta dampingi lu?" tanya bos ku becanda. Aku hanya tersenyum mendengar nya.
"jam berapa kira-kira beliau sampai?" tanya ku
"yaa kamu berangkat sama kaya ke kantor aja" jawab boss ku "awas jangan sampe telat, ga usah malu-maluin kantor kita"
"siap pak, akan saya persiapkan nanti malam" ujar ku "saya minta schedule nya pak agar saya bisa membaca nya"
"lo ambil aja di yuli" jawab nya
"ok" jawab ku mengangguk. Aku menikmati lagi salamatan kecil-kecilan yang di adakan oleh boss ku. Aku berusaha selalu tersenyum meski ada yang masih nyinyir pada ku. Aku harus bisa, harus kuat, mendengar hal buruk dari orang-orang disini. 'senyumin aja lah' bisik ku menyabarkan diri sendiri.
"bu dian,,,,terima kasih ya makanan nya" ujar salah satu karyawan
"oh iya sama-sama, tapi yang ngadain big boss pak" jawab ku
"sama saja bu, kan acara nya di adain buat ibu" ujar nya lagi "jadi saya bilang makasih nya ke ibu aja deh"
Aku hanya tersenyum dan mengangguk kemudian bergabung dengan yang lain,,,mereka telah selesai dan OB yang sedang membersihkan ruangan, aku berjalan menuju ruangan big boss yang berada di luar aula berniat menemui yuni untuk mengambil berkas untuk acuan bertemu klient besok.
"eh mang,,,iya ada apa?" ujar ku
"ibu,,,selamat ya ibu sudah bebas" papar nya pada ku "mamang tau ibu tidak seperti itu, mamang sangat mengenal ibu jadi ga mungkin ibu sampai melakukan hal buruk yang mencoreng nama ibu sendiri. Mamang percaya ke ibu, kemaren bibi juga ingin nengok ke rumah tapi rumah masih di jaga, satpam yang belum membolehkan ibu bertemu orang-orang, jadi mamang sama bibi balik lagi."
"iya mang,,,maaf udah buat mamang sama bibi repot" ujar ku "alhamdulillah mang berkat doa mamang dan bibi, saya bisa bebas mang. Maaf udah bikin mamang cemas"
"ibu yang sabar yaa tetap semangat aja, meski mamang tau hati ibu sakit di jahili teman sendiri, tapi jadikan pelajaran saja bu" mang ujo yang seperti bapak ku selalu menasehati ku dalam keadaan apapun, OB yang satu ini tau akan sejarah ku dari awal sampai hari ini. Begitu juga istri nya dia seperti teman curhat ku mereka adalah keluarga kedua bagi ku setelah bapak dan ibu ku.
"terima kasih mang" ujar ku "terima kasih sudah percaya ke saya, kalo mau ke rumah nanti sore saja bisa mang kebetulan saya belum sibuk"
"Pasti bu,,,mamang akan selalu percaya ke ibu karena mamang yakin kalo ibu orang baik." jawab nya
"makasih ya mang, salam buat bibi" ujar ku "maaf mamang saya mau kerja lagi ya. Di ruangan saya ada makanan buat nanti mamang bisa bawa pulang untuk anak-anak mang, salam dari saya buat bibi, mang"
"baik bu, nanti saya ambil" ucap nya "terima kasih. Nanti sore insya alloh mamang sama bibi mampir ke rumah ibu sekalian nengok anak-anak"
"oh mang anak-anak tidak di rumah" ujar ku menjelaskan "anak-anak ada bersama nenek nya di rumah ayah nya mang"
Aku memang tidak menceritakan kalo aku sudah menikah, aku malu karena hanya sebatas nikah siri. Tak ingin semua orang mengetahui alasan nya, biarkan mereka tau nanti saat aku menggelar akad yang sah karena untuk sekarang masih banyak pekerjaan yang tertunda dan harus segera di kerjakan.
"mang saya permisi yaa"
aku kembali ke rutinitas ku seperti biasa, aku ingin segera selesai kerja untuk meminta pendapat ku ke kang tristan untuk masalah besok, setidak nya beliau lebih ahli dari ku saat menyambut klient-klient dari luar negeri.
"yun,,,maaf saya mau ambil berkas dari big boss dong" ujar ku
"oh baik bu tunggu sebentar" tak lama aku menunggu nya saat dia mengambil di ruangan boss ku "ini bu, silahkan"
__ADS_1
"makasih ya" aku segera menuju ruang kerja ku lagi. Ku pelajari lebih teliti agar tak terjadi hal dapat mengecewakan ku, karena saat ini karir ku harus ku perbaiki lagi untuk masa depan anak-anak ku. Aku harus kuat,,,aku harus bisa melewati apapun jalan yang ada di depan ku, karena orang yang ada di belakang layar ku yang selalu mensupport ku, mereka masih sangat membutuhkan ku.
Waktu sangat cepat berlalu, tak terasa sudah saat nya aku istirahat di rumah, tak sabar rasa nya ingin bertemu suami ku untuk menanyakan tentang pekerjaan, yaa beruntung nya aku memiliki suami yang satu profesi dengan ku sehingga aku bisa sharing kepada nya. ada sedikit keraguan untuk bercerita kepada suami ku tentang klient dari luar negeri karena aku tau suami ku terlalu protective masalah aku bergaul dengan lawan jenis, hmm harus bagaimana lagi mau tak mau aku harus berbicara.
Tok tok tok terdengar pintu ruang kerja ku di ketok sesaat aku terdiam melihat siapa yang berada di luar pintu. Sebuah kepala menyembul dari balik pintu dan tersenyum ceria pada ku.
"met sore sayang" ucap nya pada ku,,,suami ku datang menjemput ku pulang.
"sore" jawab ku tersenyum ku salami tangan nya
"haaayyy" novi tiba-tiba mengagetkan kami berdua "duaan terus kemana-mana, kaya amplop ma prangko aja"
"lo tu,,,bisa aja ngagetin orang" tukas ku saat ku mengobrol dengan suami dan teman ku, terdengar suara intercom berbunyi
"sore pak" jawab ku "baik, segera saya kesana"
"ba,,,aku tinggal dulu ya sebentar" tukas ku "big boss calling"
"maaf pak bapak panggil saya?" tanya ku waktu sampai di ruang boss ku
"ini bahan buat besok" tukas boss ku sambil memberikan map pada ku. "lu pelajari dah biar lu paham"
"baik pak" aku menerima map tersebut dan langsung keluar dari ruangan boss ku, kembali ke ruang kerja ku sendiri.
"ada apa?" tanya suami ku
"oh,,,cuma kasih berkas ini" jawab ku menyodorkan berkas kepada suami ku.
"kalian mengadakan kerjasama sama pihak asing?" tanya suami ku
"iya,,,besok pagi aku di perintah untuk menjemput nya dan menjamu di restoran yang sudah di tunjuk kantor."jawab ku
"oh,,,bagus itu" tukas nya "coba aku lihat dengan perusahaan mana kalian bergabung"
suami ku membaca berkas tersebut langsung dia tau kalo perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan ku adalah perusahaan yang bonafit, yang sangat menjanjikan karir dan masa depan nya.
"aku bingung, sedikit nerves" tukas ku
"pede aja,,,anggap saja berbicara dengan sesama orang kita" ujar suami ku "mereka suka yang natural saat berbicara dari pada yang di buat-buat. Aku sih belum pernah tapi kalo rekan team ku sudah ada yang mewakili perusahaan kami."
"kaya nya besok bakal grogi deh" ujar ku
"yang penting bisa kualitas kita" jawab suamu ku."bicara yang tegas dan gaya yang natural."
"cara nya?" tanya ku
"yaa cuma kamu yang bisa ngatasi nya, karena setiap orang akan berbeda" jawab suami ku.
"dah pulang dulu yuu" tukaa suami ku
"ya udah...yu" aku menyapa desi yang sejak tadi mengikuti pembicaraan kami.
"yu" jawab nya langsung keluar bersama kami."setelah ini lo mau kemana?
"ga kemana-mana" jawab ku "kenapa? Mentok ngerjain schedule buat besok untuk mempersiapkan kata-kata nya"
"ya ga apa sih, cuma tadi nya mau ngajak hang out,, lama kita ga kumpul kan?" ajak novi
"malas laahh-"aku langsung menjawab"besok harus lebih awal karna tak ingin tertinggal jadwal bertemu dengan nya"
"cewek cowok?" tanya ku mereka
__ADS_1
"cewek" jawab ku tersenyum.
Kami sampai juga di rumah, aku langsung mempelajari berkas untuk bahan acuan agar saling memahami, membantu gar berkembang deng balik