
"dari sejak pukul 06.00 pagi aku menunggu di bandara,,,kenapa tak juga datang pesawat nya, sampai pegal kaki ku mondar mandir menunggu orang. 'jadi datang ga sih?' gerutu ku
"pak jadi datang ngga sih?" tanya ku pada boss ku saat aku menelfon nya "saya dari jam 06.00 disini"
"jadi ko pasti jadi, ga mungkin ga jadi" jawab nya yang seperti nya berusaha menenangkan ku. Aku berusaha lebih sabar lagi 'huuhhh tau gini ga bakal pake heels,,,sakit jadi nya' aku terus mengomel 'eh aku ada sepatu kaya nya di motor, eh aku inget ga bawa motor kan, kan naik grab tadi' aku menepuk dahi ku menyadari bodoh nya aku.
'kapan sih dateng, mana kaki sakit lagi' gerutu ku sambil celingak celinguk mengawasi yang datang dan membawa papan nama.
"hallo,,,good morning" sapa seseorang pada ku, 'alamak ganteng nyaaa' aku terbengong melihat nya "its me" dia menunjuk papan nama yang ku pegang.
"oh,,,iya" aku tergagap saat melihat nya. Aku kira mr. Lee itu udah tua ternyata??? 'oh my God,,,what dream i had last night?' berkali-kali aku menggumam
"sorry?" tanya nya yang mendengar gumaman ku.
"oh nothing" aku salting saat melihat nya "mr. Lee,,,come with me" dia tersenyum dan berjalan mengiringi langkah ku menuju area taxi. Aku menumpangi sebuah taxi dan menuju hotel yang telah di resevasi terlebih dahulu. Aku masih berjalan berdampingan dengan nya meski grogi aku harus terlihat biasa saja.
Sampai di tempat kami menuju restoran plus cafe yang telah boss ku pesan untuk nya, untuk sekedar minum kopi dan ngemil, basa basi ngobrol tentang masalah pekerjaan, sebelum dia pergi ke kamar nya. Aku berdecak kagum melihat ketampanan nya, secara lah ya bule gitu, baru kali ini aku menerima kerjasama dengan pihak asing.
"mr. Lee,,,introduce my name is dian purnama, who was assigned by mr. Gunawan for discuss cooperation with you." aku memperkenalkan diri dengan menahan rasa gugup yang menyambangi ku. "and you can just call me dian"
aku mulai perkenalan dan sedikit basa basi untuk mengusir ketegangan yang aku rasa, sempet speechless tadi waktu pertama melihat nya, wajar lah yaa semua nya di luar ekspetasi ku. Yang ku fikir tua ternyata masih muda banget kaya oppa korea gitu, aku membahas pekerjaan di selingi dengan gurauan agar tak telalu formil, dan tau kah pemirsa ternyata dia humoris banget jadi nya ga kaku saat bersama nya dia pinter ngelawak ternyata, membuat ku mudah untuk melakukan pekerjaan bersama nya.
Waktu dua jam terasa lebih singkat ku lalui pasal nya, pangeran satu ini lebih menyenangkan di ajak ngobrol sampai tak terasa sudah siang. ga nyangka masih muda bisa mewarisi perusahaan milik keluarga nya yang mempunyai banyak cabang di luar negeri wooowww bisa di bayangkan bagaimana kehidupan nya sehari-hari yang selalu memakai produk branded yang menyelimuti tubuh nya, pokok nya sudah ke bayang segimana tajir nya dia.
bukan membahas masalah pekerjaan tapi lebih banyak di selingi curhatan nya, tentang kegiatan nya sehari-hari, yang mulai dari kantor sampai kebiasaan di luar kantor. Biasa lah yaa anak muda jaman sekarang pulang kerja yaa nongkrong. Dia mengagumi negara ku kata nya indonesia itu keren banyak spot wisata nya kata nya.
"I plan stay 1 week here" tukas nya pada ku "well, its a vacation"
"but our work is only 2 days, mr." ujar ku pada nya
"yes i know" papar nya pada ku "i want to visit a place here"
"oh,,,where? Where are you going?" tanya ku
"maybe in pangandaran area which is famous for its beaches"
"hmm,,,a beautifull place to visit" ujar ku pada nya. Aku memaparkan sedikit tentang indonesia pada nya apalagi daerah pangandaran aku sedikit memahami tentang daerah itu karena dulu waktu kuliah sering main kesana sekedar melepas jenuh. Ternyata dia sangat antusias saat aku menceritakan tentang indonesia, kata nya mungkin kalo memang spot nya bagus akan lebih dari 1 minggu di indonesia. Aku menjelaskan tentang spot yang terkenal saja dari mulai bali, pangandaran, raja ampat, borobudur lah macem-macem spot aku paparkan pada nya.
"have you been there?" tanya nya yang membuat ku bingung menjawab nya, boro-boro keliling indonesia keliling jakarta saja ga pernah.
"oohh,,,yeaa definitely never" jawab ku malu. Dia tertawa saat mendengar pemaparan ku.
"you're funny" dia tertawa "can explain but dont know the plece, where can you explain that you already know the place, if you've never been there then you know where the place?"
"why should you be confused, when you look at the news, then nowadays there's just sophistication of the internet just ask google and he will definitely be able to answer" jawab ku sambil bercanda. Dia masih saja tertawa seolah mengejek ku yang terdengar konyol.
"you want follow to me?" tanya nya
"where?" aku menanyakan balik
"arround indonesia" aku yang balik tertawa terasa menggelitik pertanyaan nya, bukan nya gimana mana ada duit buat keliling indonesia, mentok juga ke mall yang deket dan berujung makan, iru aja ga tiap hari, karena memang perbulan pengeluaran ku tak terhingga, buat anak-anak, bayar listrik, bayar asisten rumah tangga, belum yang lain nya, gimana cara nya bisa liburan keliling indonesia.
"why are you laughing? There is something funny?" tanya nya bingung
"oh,,,im sorry mr. Lee no" jawab ku merasa tak enak hati dengan tertawa seperti itu. "i have family and lots of children, if there its no budget for holiday now"
Aku menjelaskan agar dia tak merasa tesinggung, aku ga mau pekerjaan yang ku lakukan dengan nya mendapat nilai buruk di hadapan nya, aku tak mau merusak mood seseorang karena candaan ku, karena nya aku berusaha menstabil kan keadaan saja, agar tak menjadi kaku.
"i will pay everything, as a thank you for our cooperation" jawab nya serius.
"oh...thank you mr, but its not necessary because now i still have work waiting. But if in the future i will definitely take your price" jawab ku tersenyum
__ADS_1
"ok, i will wait later" ujar nya
"mr. Lee can you speak indonesia?" tanya ku
"no,,,but i can speak malay, little" jawab nya
"oke,,,i will speak malay" ujar ku "ok mr...sudah lama kita bercakap, jika awak nak rehat saya sediakan bilik rehat untuk awak"
"boleh you cakap malay?" tukas nya heran
"sedikit mr." jawab ku "awak saya tinggal disini, esok kita berjumpa lagi disini"
"ok" jawab nya. Aku kan meninggalkan nya di hotel dan kembali ke kantor untuk memberikan berkas kepada bos ku, sebagai pertanggung jawaban pekerjaan ku.
"ibu,,,sudah di tanyakan sama big boss tadi pagi" tukas lilis pada ku saat aku memasuki ruangan kerja ku.
"oh,,,sebentar lagi saya ke sana" jawab ku.
"jam 3 sore nanti ibu ada pertemuan dengan bapak C di kantor beliau" tukas lilis mengingatkan
"itu kapan jadwal di buat?" tanya ku
"kebetulan tadi pagi bu" jawab lilis "tadi pagi beliau sendiri yang meminta saya untuk menghubungi ibu"
"oh ya sudah" jawab ku "saya ke kantor boss dulu ya"
Aku mengetok pintu sebelum masuk ke ruangan boss ku, kebetulan beliau ada di dalam ruangan nya.
"selamat siang pak" sapa ku pada nya "ini laporan yang tadi"
"bagaimana yang tadi pagi" tanya nya sambil membaca laporan yang ku buat
"yaaahhh,,,seperti yang anda harapkan" jawab ku tersenyum "oh ya pak, kerjasama kita masih berlanjut dengan bapak C nanti saya akan bertemu dengan beliau"
"oh,,,semua nya oke pak, mr. Lee sekarang sudah di hotel" jawab ku
"dia bukan mr. Lee yang asli, dia anak sulung mr. Lee" tukas boss ku. Dahi ku mengkerut saat mendengar pemaparan beliau tentang orang yang tadi pagi bekerja sama dengan ku.
"pantas saja terlihat muda banget" tukas ku
"ceritain yang tadi pagi" pinta boss ku
"kan sudah pak, itu berkas nya tinggal koreksi saja hasil nya" jawab ku "terus sekarang tamu bapak sedang di hotel yang bapak minta"
"bukan itu" tukas nya
"lalu apa?" aku tak mengerti maksud big boss tersebut.
"dia masih single loh" sebener nya apa maksud dari pernyataan nya aku ga ngerti "ganteng kan? Lagian dia seumuran ma kamu kok"
"maksud nya apa nih?" tanya ku pada boss ku
"ya engga,,,itu mah terserah lu gua cuma jadi jembatan aja" ujar nya tersenyum
"oohhh gitu yaa,,,maaf pak saya sudah ada yang punya jadi biasa aja tuh" tukas ku, pergi meninggalkan ruangan boss ku
"hey,,,yan" seru boss ku. Aku tak nengok ke belakang lagi, entah apa lagi rencana boss ku itu, selalu buat aku kesel. salah ku yang tak memberitahu kepada mereka tentang status ku sekarang, aku malu karena hanya menikah siri, aku tak ingin jadi bahan gunjingan lagi, bahkan sampe menyangka ku buruk.
"hay" aku di kaget kan dengan novi yang sudah ada di ruangan ku sebelum aku masuk.
"ngagetin aja" seru ku.
__ADS_1
"kenapa kaget yaa?" tanya novi cengengesan "ko baru nyampe abis dari mana?"
"jemput klient baru di bandara" jawab ku
"loh,,,orang jauh ya sampe di jemput di bandara segala" tanya nya
"iya,,,bule dari singapura" jawab ku biasa saja
"wow,,,enak ya jadi lo bisa ketemu orang yang beda-beda tiap hari" tukas nya "dan sekarang ketemuan ma bule"
"enak apa nya pusing" jawab ku "lo mau gantiin gue?"
"dari dulu kalo gue bisa udah gue lakuin yan,,," balas novi "ga ada yang bisa tahan sama big boss selain lo. Dulu waktu lo keluar dia selalu ganti-ganti asisten, sampe akhir nya lo kembali bahkan sampe sekarang"
Aku hanya tersenyum mendengar penuturan novi mengenai boss ku, yaa memang dari awal aku kerja sikap keras dan disiplin boss ku yang sangat ekstrem kepada karyawan membuat karyawan nya mengeluh. Sebenarnya sama aku pun begitu hanya saja sekarang aku yang kondisi ku sulit membuat ku bertahan bahkan sampai sekarang. Kerja yang tak kenal waktu dan tempat membuat ku menikmati hidup yang sekarang Tuhan berikan kepada ku, susah payah aku membangun hidup ku dan masa depan anak-anak ku yang akhir nya aku bisa merasakan rasa manis dari perjuangan ku selama ini.
"noy,,,gue mau keluar" tukas ku "sorry ya"
"akhir-akhir ini gue kangen ke kalian" ujar novi "gue ngerasa lo ngejauh dari gue yan, gue berasa sendiri"
"kenapa lo ngomong gitu?" tanya ku. Aku memang lebih menjaga jarak dengan orang-orang yang dekat dengan ku, ada rasa khawatir dan curiga berlebih setelah kejadian yang menimpa ku kemarin yang di sebabkan oleh sahabat terbaik ku sendiri, persahabatan yang kami jalin selama puluhan tahun sekarang menyisakan luka yang perih untuk ku.
"yan,,,lo ga ngejauhin gue kan?" tanya novi yang terlihat sedih "kita baik-baik aja kan? Terlepas dari kasus lo ma ahmad, gue sedih yan?"
Aku terdiam sesaat mendengar kesedihan yang dia rasa, aku pun merasakan nya rasa sakit yang menimbulkan efek jera untuk percaya ke orang lain, sahabat ku saja bisa menghancurkan ku apa lagi orang lain yang hanya sekilas mengenal ku. Aku membuang nafas panjang yang terasa menghimpit, ku peluk sahabat ku tak terasa kornea ku mengeluarkan bulir hangat yang menetes di pipi ku. Aku merindukan saat-saat kami bisa berkumpul seperti dulu, yang bisa menceritakan segala yang ku alami, semua sedih yang ku rasa, tapi sekarang aku membiarkan kesendirian menyelimuti ku.
"maaf nov" ku peluk erat novi yang telah menangis lebih dulu "ga ada maksud ngehindari lo, hanya saja gue ga bisa bersikap biasa aja saat aku menghadapi keadaan seperti ini. Gue tau lo paham banget bagaimana gue, kita temenan ga kali ini, ga hari ini, puluhan tahun kita bareng lewati seneng, susah, bareng-bareng gue ga nyangka gue bakal ngalamin hal seperti ini karena sahabat gue sendiri."
"yan,,," novi tak melanjutkan kata-kata nya dia hanya menangis sesegukan, hati ku rasa tersayat saat mendengar tangisan nya karena aku juga merasakan hal yang sama, sama-sama kehilangan sosok sahabat yang dulu bukan hanya menjadi teman tapi juga kakak bagi kami, sekarang malah dia yang membuat kami hancur.
"udahlah,,,aku ga apa-apa, im okay" tukas ku tersenyum "kita tetep semangat meski ga ada ahmad, kita tetep baik meski ga ada ahmad"
"tadi sore gue nengok dia yan,,," papar novi "dia minta maaf ke lo, dia nyuruh gue sampein maaf nya ke lo. Dia ga sengaja ngelakuin ini, karena awal nya dia ga kira bakal seperti ini karena sangking takut nya dia lebih menitik beratkan semua nya ke lo"
"kalo lo jenguk dia bilang ke dia gue udah maafin dia, gue ikhlas nerima semua nya, gue pengen bantu dia tapi kuasa hukum gue bilang gue belum bisa nemuin dia, gue juga ga bisa cari pengacara yang lain karena kasus gue belum selesai"
"dia tau yan,,,pengacara lo yang nemuin dia 2 hari yang lalu, kata nya hukuman nya bakal di peringan kalo dia jujur dengan apa yang sudah dia lakukan karena sebenar nya lo udah cabut masa hukuman nya dengan cara harus kembaliin semua uang yang sudah dia pakai beserta denda yang harus di bayar."
"tapi mas ganjar dan kang tristan ga ngomong ke gue" tukas ku "mereka ga pernah cerita atau nyinggung masalah gue sama ahmad, justru mas ganjar yang ga memperbolehkan gue buat ketemu ahmad"
"ahmad juga bilang, maaf waktu itu dia ga nemuin elo karena dia malu ke elo, dia ngerasa bersalah banget ke elo karena udah bikin elo di hina banyak orang. Kata nya maaf juga ga bisa jadi teman yang baik" papar novi
"kalo lo kesana lagi bilang aja, gue ga apa-apa, gue ga marah atau benci ke dia, tetep masih gue anggap dia abang yang terbaik buat gue dari dulu, sekarang atau selama nya. Bilang ke dia tetep semangat dan sabar, jalani yang harus di jalani dan tetap ikhlas karena apa yang kita perbuat kemaren sekarang adalah imbalan yang harus kita terima." ujar ku ke novi
Kami saling menguatkan satu sama lain, aku tetap menjaga hubungan baik dengan mereka, hanya saja aku tadi sedikit merasakan kecewa karena ulah dari mereka, aku harus bisa memperingan hukuman ahmad bagaimana pun cara nya, bisik ku dalam hati.
"setelah vonis ahmad jatuh,,,kita harus bisa bantu dia lewat istri nya, gue lagi nyari lowongan kerja buat istri nya agar tetap bertahan hidup meski tak ada suami di sisi nya." ujar ku
"gue udah bilang ke suami, kata nya di kantor ada lowongan di bagian pastry,,,gue rekom dia" jelas novi
"syukurlah,,," aku lega mendengar nya "hanya saja gue harap istri nya sabar menghadapi semua nya, toh semua yang suami nya lakukan semata-mata untuk keluarga mereka."
"sempat bilang ingin bercerai tapi gue ingetin kalo suami nya ngelakuin semua nya hanya untuk mengobati ibu nya yang sakit parah" papar novi "gue suruh buat pikirin mateng-mateng biar ga nyesel nanti nya"
"terus gimana?" tanya ku
"gue belum kesana lagi" jawab nya
"ya udah besok gue free kita kesana bareng, kita tengokin anak nya, inget anak ahmad udah kita anggap anak kita sendiri" tukas ku "vi maaf gue tinggal yaa gue ada meeting sekarang takut telat gue"
"oke,,,ga apa-apa" jawab novi "take care beibz. Aku tersenyum pada nya, aku meninggalkan kantor untuk urusan pekerjaan aku harus bisa mengembalikan kepercayaan direksi atas kinerja gue sekarang.
__ADS_1
Aku melangkah ringan seringan kapas yang tertiup angin, ada rasa bahagia mendengar penuturan sahabat ku tentang pertemanan kami, kami melepas semua perasaan yang terpendam antara kami sampai semua nya terungkap bahwa kami masih saling memiliki satu sama lain.