ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU

ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU
kesuksesan yang melejit


__ADS_3

"terima kasih pak, saya harap kerjasama kita akan terus berlanjut" tukas ku pada saat aku akan meninggalkan kantor bapak C


"saya harap bu dian" jawab beliau dengan tersenyum. aku meninggalkan nya dan langsung pulang ke rumah, biarin kerjaan besok pagi aku serahin aja, aku cape sekarang lagian ga bakal keburu pulang nanti.


"pak ke jalan anggrek yaa" tukas ku ke supir online yang ku pesan.


Aku pulang dengan membawakan suami ku makanan agar tak harus memasak.


"terima kasih ya pak" ucap ku ke pak supir yang terus meninggalkan halaman rumah ku. Aku di sambut dengan ada nya anak-anak yang sudah ada di rumah.


"yeee,,,udah pulang" aku memeluk mereka penuh rindu "pulang sama ummi sayang"


"iyaa" ummi langsung nongol dari arah pintu "ummi kangen kalian"


"ummi" pekik ku langsung ku salami dan ku peluk ibu mertua ku saking seneng nya aku. "dari kapan ummi disini? Kenapa ga bilang ke saya kalo mau kesini?"


"ga apa-apa, toh bisa sendiri kesini" jawab ibu mertua ku "ga mau ganggu kalian yang lagi sibuk."


"ga sibuk ummi" jawab ku "yuu masuk"


aku masuk rumah bareng ibu mertua dan anak-anak ku, aku mempersiapkan semua nya agar bisa makan malam bersama, di campur dengan makanan yang aku beli tadi.


"kang tristan juga bisa nyempetin buat jemput ummi" jawab ku


"ga usah ga apa-apa, ga mau ngerepotin kalian" tukas ummi "gimana pekerjaan mu sekarang? Lancar?"


"alhamdulillah ummi, mulai lagi dari awal" jawab ku sambil mendekati anak-anak dan mencoba bermain dengan mereka agar tak terlalu fokus dengan pembicaraan ummi. "ummi tinggal sini aja, biar ga usah bolak-balik. Lagian rumah ini gede kan masih ada kamar yang kosong ko"


"ummi kesini memang mau bilang seperti itu ke kalian berdua" jawab ummi "hanya saja tadi pas kesini rumah kosong"


"terus siapa yang nganterin kunci?" tanya ku


"yaa akang nyai, tadi pulang cuma nganterin kunci saja" jawab ummi


"oh,,,iya tadi kang tristan telfon cuma ga ke angkat dian lagi di jalan tadi mi" ujar ku "dian juga belum telfon balik, dari tempat kerja langsung pulang"


"itu seperti nya tristan pulang, nyi" ujar ummi. Aku keluar menyambut suami ku pulang.


"assalamualaikum" salam nya


"waalaikum salam" jawab ku dengan membawakan tas kerja yang di tenteng nya.

__ADS_1


"ummi disini bu, tadi abba yang pulang ngasih kunci" tukas nya


"iya ummi udah cerita" ujar ku "soal nya tadi pas pulang aku kaget ada anak-anak. Masuk yuu, aku bikinin teh anget yaa"


kami masuk ke dalam rumah kang tristan menyalami ibu nya dan memeluk anak-anak ku.


"abba, teh nya" aku menyodorkan secangkir teh hangat dan ke letak kan di atas meja. Kang tristan langsung menghampiri teh nya dan meneguk nya. "mau langsung mandi? Biar aku siapin air hangat"


"ya sudah" jawab nya aku pun langsung menuju kamar mandi menyiapkan segala sesuatu untuk suami ku mandi. Aku keluar kamar memberitahu semua sudah siap. Dia pun langsung pergi mandi, aku menyiapkan makanan untuk kami makan malam.


semua nya sudah siap di meja makan, kami pun makan malam bersama dengan celotehan anak-anak yang terkadang aku tak mengerti bahasa nya. Seperti selayak nya sebuah keluarga terasa nyaman dalam keadaan seperti ini.


"bagaimana pekerjaan mu nyi?" tanya ibu mertua ku


"alhamdulillah ummi, sekarang bigboss milai percaya lagi ke saya mi" jawab ku "tadi siang saya di kasih kepercayaan lagi untuk menangani pekerjaan dengan client"


"alhamdulillah" ucap syukur ummi "ummi selalu berdoa buat kalian agar kalian tetap sabar dalam hal apapun"


"jadi bu, bertemu orang asing?" suami ku bertanya pada ku


"jadi ba, alhamdulillah sudah tanda tangan kontrak perjanjian tadi pagi" jawab ku semangat


"alhamdulillah, kamu hebat bisa langsung cepat" ucap suami ku memberi semangat "biasa nya orang asing lebih teliti dengan kontrak kerjasama yang di ajukan orang pribumi, tapi kamu ko cepet banget"


"waaahhh,,,bisa naik jabatan lagi kalo gitu" tukas suami ku "kalah saing aku"


"apaan sih" ujar ku merasa tak enak hati saat suami ku berkata seperti itu. "ga ada yang menyaingi, aku biasa aja"


Suasana hati ku menjadi berubah seketika mendengar penuturan suami ku, tak terpikir untuk menyaingi suami ku sendiri dalam hal apapun dan aku juga tak pernah menyangka kalo akan semudah ini. Mungkin buah dari perjuangan ku yang selama ini selalu ada saja penghalang yang melintasi jalan hidup ku.


"alhamdulillah nyi" ucap ibu mertua ku "tristan dalam hal rumah tangga, tak ada saing-saingan. Ingat semua rezki yang datang itu akan masuk ke lubang yang sama, memang rezeki suami rezeki istri dan rezeki istri bukan milik suami, mungkin segitu rezeki dian dari kamu dan rezeki anak-anak yang lebih dari ibu nya, istri kamu seperti ini hanya inginkan yang terbaik untuk anak-anak nya karena mereka masih membutuhkan biaya besar"


Seperti nya ummi mengerti apa yang aku fikirkan dan aku rasakan alhamdulillah ya Alloh mertua ku mengerti bagaimana aku yang seorang single mom berjuang untuk ke 5 orang anak ku sendiri tak di pungkiri ayah kandung nya sebenar nya memikirkan masa depan mereka juga meski kecil mungkin karena kemampuan nya segitu dan aku pun tak membahas nya karena aku fikir toh anak-anak selalu ada dari aku.


Meja makan pun aku bersihkan bersama mereka para asisten rjmah tangga ku, setelah menidurkan anak-anak aku bergegas menemui mertua dan suami ku yang sedang berbincang di ruang tengah, masih merasa tak enak hati atas penyataan spontan yang di ucapkan suami ku aku lebih banyak diam. Menyimak obrolan mereka. Mertua ku pun pamit ke kamar nya, aku dan suami ku pun mulai masuk kamar.


"ba,,,maaf ya" ucap ku mengawali pembicaraan "aku ga ada maksud menyaingi abba. Toh aku fikir ini semua rezeki kita ba"


"iya,,,abba tau, tadi cuma becanda ko" jawab nya sambil mengelus lengan ku "abba tau kalo istri abba ga seperti itu."


"aku udah bilang ke abba, abba terima aku sama anak-anak aja aku udah bersyukur banget" ujar ku ke suami ku

__ADS_1


"iya abba tau, abba sayang ibu jadi abba tau ibu ga seperti itu" jawab suami ku memberiku sedikit ketenangan "abba sayang ibu, sangat sayang dan tak ingin melepas mu meski hanya sedetik"


suami ku memeluk ku erat dan kami tertidur dalam puncak kehangatan suami istri.


"pagi pak" salam ku saat memasuki ruangan kantor bigboss ku "ini laporan hasil kemaren, silahkan bapak pelajari semua nya sudah kumplit dan hanya tinggal menunggu tanda tangan bapak saja. Saya permisi keluar dulu pak"


"bagaimana dengan tamu kita?" tanya beliau pada ku "semua aman nanti sebelum jam 10 pagi saya akan kembali membenahi semua nya sebelum beliau pergi meninggalkan hotel"


"bagus,,," jawab nya "lu memang ga pernah ngecawain gue"


"terima kasih pak" jawab ku "saya permisi"


Aku meninggalkan ruangan boss ku, mempersiapkan kepulangan tamu kantor ku, aku keluar kantor menuju hotel tempat nya menginap, agar aku bisa mempersiapkan sebelum kepulangan nya. Tepat jam 11. 27 menit dia meninggalkan kota ku dan terbang ke negara nya kembali


"thank you miss dian" ucap nya pada ku


"you're welcome mr." jawab ku "i hope our cooperation goes smoothly"


Aku kembali ke kantor setelah semua nya selesai, sangat ringan langkah ku aku melepas lelah saat kembali ke tempat kerja ku.


"lis,,,tolong bilang ke pastri buatin coklat hangat untuk saya" instruksi ku ke lilis


"baik bu" jawab nya dan segera pergi ke belakang, aku pun kembali membuka pekerjaan ku. Ku rapikan satu persatu pekerjaan ku, semua yang terjadi kemaren membuat ku lebih hati-hati lagi dalam bekerja, aku ga mau karir yang ku rintis dengan susah payah harus hancur yang ke 2 kali karena orang yang ga bertanggung jawab.


pintu ku di ketuk, ternyata bagian pastri datang membawa pesanan ku. Aku memberi nya tips sekedar uang rokok untuk nya, ada rasa tersendiri yang terselip saat aku memberi sedikit kebahagiaan untuk orang lain, aku tau di luar ruangan ini masih ada yang menggosipkan ku sekarang aku tak mau ambil pusing, semua kejadian membuatku lebih ikhlas untuk menerima apa yang sedang ku jalani sekarang.


Tuuuttt terdengar interphone masuk memanggil "tolong kesini" instruksi bigboss


"baik pak" aku segera menutup layar komputer ku dan bergegas menuju ke ruang boss ku "bapak panggil saya?"


"yan,,,lu dapet rekomendasi lagi dari tim direksi kita" tukas nya


"rekomendasi tentang apa pak?" tanya ku


"lu mau naik jabatan lagi, tim direksi sendiri yang langsung menyampaikan ke gua agar gue kasih tau lu" ujar bigboss ku.


Rasa tak percaya, seperti melambung tinggi mendengar penuturan dari big boss ku ingin ku melompat tapi aku menahan nya, betapa bahagia nya aku.


"kenapa secepat ini pak? Apa alasan nya?"


"karena sebelum kasus lu ada, kami sudah memberikan promosi ke elu hanya terlambat mengatakan keburu elu tersandung kasus, terus sekarang kami liat gimana kinerja lu setelah tanda tangan kontrak asing bisa kita menangkan, mereka bangga ke elu yan" papar boss ku "kami sebagai staff direksi mengucapkan terima kasih banyak. Besok pengumuman keseluruhan"

__ADS_1


"terima kasih banyak pak" ujar ku kepada boss ku "saya permisi dulu"


Aku kembali ke ruangan ku, begitu bahagia nya aku terima kasih Tuhan engkau memberi ku kebahagiaan setelah datang nya ujian dari Mu, biarkan aku lebih menjadi manusia yang lebih baik agar ke depan nya aku bisa lebih ikhlas dengan setiap ujian dari Mu. Tak terasa air mata pun menetes membasahi pipiku, air mata bahagia yang ingin ku tumpahkan bersama orang yang ku kasihi yang selama ini mendampingi ku, yaa suami ku karena nya aku bisa mencapai kesuksesan karir yang melejit seperti yang ku harapkan selama ini. Dia lah yang selalu mendukung ku dalam hal apapun seperti saat aku tersendung masalah hukum yang baru saja aku alami.


__ADS_2