ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU

ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU
bab 24 gelisah


__ADS_3

aku bingung saat aku telfon mas rian malah ibu nya yang mengangkat nya, dan dengan nada pasti dia menanyakan tentang hubungan dan keseriusan ku dengan mas rian, aku bingung menjawab nya karena aku juga tak yakin dengan apa yang aku rasa ke mas rian karena sekarang dia sepertinya perlahan mulai menjauhi ku entah karena alasan apa aku tak memahami nya. Saat dia bercerita sedang ada masalah modal aku mencoba membantu nya tapi dia menolak dengan berbagai alasan, aku hanya ingin membalas budi baik yang dulu pernah dia beri untuk ku, sebelum aku seperti sekarang ini. Apa yang membuat nya pergi dari ku? Apa karena hidup ku yang sekarang? Atau memang benar dia lagi kesulitan masalah ekonomi? Entahlah aku pun tak tau.


"de, kamu kenal di mana dengan anak ku?" tanya ibu nya mas rian dengan nada sedikit sinis.


"secara tak sengaja kenal nya bu, waktu itu aku main di rumah teman ku saat dia ada di rumah nya. Kebetulan rumah teman ku masih tetanggaan dengan mas rian bu" jawab ku kepada ibu mas rian.


"kamu tau kalo rian duda?" tanya ibu nya lagi


"maaf bu kalo itu saya juga kurang paham, tapi mas rian memang pernah cerita ke saya, cuma saya belum tau kebenaran nya bu." jawab ku


"rian baru aja bercerai dan menurut ku perceraian rian itu waktu rian kenal sama kamu." kata nya sinis seolah menuduh ku aku lah yang merusak rumah tangga nya.


"maaf bu kalo itu saya tidak tau, mas rian hanya cerita dia sudah bercerai gitu aja masalah yang lain saya ga tidak tau apa-apa" jawab ku sedikit dengan penekanan.


"oh,,,memang nya waktu kalian kenal tidak jujur satu sama lain?" pertanyaan yang membuat ku kegerahan. Aku memang tak banyak tanya masalah rian karena saat ku tanya selalu ngelak yang membuat kami beda pendapat akhir nya cekcok aku selalu mengalah ke rian karena tak mau ambil pusing dengan pertengkaran yang tak jelas. Aku perempuan yang selalu di manja oleh ayah nya anak-anak selama rumah tangga belum sekali pun dia membentak ku kalo aku ga salah-salah banget.


"terus kamu janda atau masih ada suami?" selalu bertanya yang membuat ku tak nyaman. Kenapa banyak tanya ke aku kenapa ga dengan anak nya saja.


"baru satu tahun ini bu,,,saya tidak bareng sama ayah nya anak-anak" aku males menjawab pertanyaan ibu nya mas rian.


"punya anak berapa?"


"5 bu,,,"jawab ku


"banyak juga ya, dari suami berapa?" maksud nya apa sih? Dikira aku tu apa gitu yang sering gonta ganti laki-laki


"dari suami 1 bu,,,ga ada yang lain bapak nya anak-anak saya cuma 1" jawab ku saking kesal nya aku menutup telfon dan membuat alasan "maaf bu,,,kalo boleh saya tutup dulu soal nya saya masih harus lembur kerja bu."


"jam segini masih kerja?" kata nya seperti yang mrncurigai ku "kerja apa sampe malem kaya gini, kata nya kan kerja kantoran?"

__ADS_1


"iya bu,,,saya lembur buat besok pagi bu" jawab ku membuat ku berfikir negatif kalo ga suka dengan ku ga masalah aku juga bisa pergi ko sebelum terlambat aku lebih baik mengambil langkah seribu menjauh dari rian. "maaf bu saya matikan ya selamat malam."


Bikin pusing aja, dari pada ribet mending ga usah lah toh selama ini juga aku memang tak mencintai nya hanya sekedar simpatik karena dia tulus memberi pertolongan pada ku saat aku sedang sangat membutuhkan dan aku juga akan membalas budi kepada nya karena sekarang aku sudah bisa mengembalikan apa yang pernah dia beri untuk ku. Aku tak mau ada ganjalan saat aku pergi dari hidup nya.


Drrttt ada pesan masuk di ponsel ku " yan,,,maaf tadi kalo kata-kata ibu buat kamu ga nyaman" kata mas rian di pesan yang dia kirimkan "ibu memang orang nya kaku tapi dia baik ko, nanti kalo kamu pulang aku kenalin"


"ga apa mas,,,aku matiin telfon karena aku lagi sibuk buat besok." ku kirim balasan pesan nya


"kamu marah?" tanya nya


"ga ko, biasa aja" jawab ku singkat. Aku memang sedikit tersinggung dengan pertanyaan-pertanyaan nya "aku memang lagi sibuk mas, mas tau lah aku gimana?"


"ga usah ngeles,,,aku tau kamu" kata nya "kamu ga bisa ngehindar dari aku yan"


Aku memang menghindar dari nya agar tak berlarut-larut bad mood. Agar aku fokus mengerjakan tugas ku malam ini. "mas aku lembur dulu ya?"


"ya udah,,,nanti satu jam lagi aku telfon ya?" kata mas rian pada ku


Harus bagaimana aku, apa yang harus aku lakukan satu sisi ada iman yang mengajak ku balikan sementara iman memang sosok suami idaman belum pernah sekali pun pernah membentak ku atau main kasar tangan atau kaki, dia selalu menyayangi ku tapi karna satu kesalahan ku dia pergi dan tak bisa ku cegah lagi, aku masih menyayangi nya terlepas dari ikatan antara anak-anak ku memang sosok mas iman mempunyai karakter yang sangat perhatian dan pengertian. Di sisi lain ada rian laki-laki yang baru ku kenal tapi telah banyak membantu ku memberi spirit dan support di saat aku kehilangan pegangan untuk mengadu tapi aku hanya setengah hati menerima nya, itu juga karena aku hanya ingin membalas budi.


Aku pusing memikirkan semua nya, ingin aku pergi dari mereka agar aku lebih fokus dalam bekerja dan memikirkan masa depan ku dan anak-anak ku. Aku tak mau lagi terikat dalam hal apapun, aku lebih nyaman seperti ini bebas tanpa ada yang mengatur ini dan itu tak terikat kewajiban apapun karena sekarang kewajiban ku hanya untuk anak-anak. Aku mending fokus menata masa depan ku tanpa ada nya embel-embel hati. Segimana berat nya aku harus bisa biasa saja tak terfikirkan masalah tentang cinta yang membuat hati ku selalu menangis dan tak fokus kerja seperti sekarang. Mulai bulan depan aku menduduki jabatan baru bukan lagi sebagai asisten pribadi tapi sebagai direktur untuk divisi yang aku pegang saat ini. Terima kasih Tuhan karena Mu aku bisa seperti ini mulai sekarang aku tak mempunyai kesulitan ekonomi dan anak-anak ku lebih bisa terjamin kehidupan nya.


Mungkin mulai bulan depan juga aku bisa jemput anak ku yang kecil-kecil untuk di boyong kesini, tapi sebelum itu aku harus memperbaiki kamar untuk anak-anak karena nanti hanya akan ada asisten rumah tangga dan 2 baby sitter untuk menjaga anak-anak ku yang kecil-kecil.


"cari yayasan yang jelas yan,,,"kata novi memperingatkan ku dalam hal mencari asisten dan baby sitter yang bagus. "jangan lupa setiap sudut rumah harus di pasang CCTV agar terpantau kegiatan mereka, jangan sampai terjadi hal yang tidak di inginkan saat lo ga di rumah"


"duh gue ga sempet nyari, akhir-akhir ini gue sibuk banget mempersiapkan semua nya" kata ku ke novi


"gue ga bisa bantu soal nya gue juga bingung tapi kalo baby sitter kenapa lo ga nyari dari kampung aja tetangga lo misal nya." seloroh nya

__ADS_1


"gue ga bisa ga mau lah denger berita dari siapapun yang ada di sana" tukas ku pada novi "tolong cariin napa noy"


"oke,,,gampang nanti" jawab nya


"gue juga udah nyuruh ke lilis tapi ga tau udah dapat apa belum? Gue belum sempet nanya juga."


Tok tok tok suara pintu ku di ketuk "masuk"


"bu,,,maaf ini ada foto dan cv untuk asisten sama baby sitter nya, silahkan ibu pilih orang nya biar nanti saya yang telfon" kata lilis


"bu novi tolong bisa bantu saya?" aku kalo depan orang kantor tak bisa panggil orang dengan biasa saja tapi selalu ada sebutan untuk menghargai di depan anak buah ku dan anak buah nya. "lis,,,pa ahmad sudah sampai belum?"


"belum ada kabar bu, tapi undangan untuk panti asuhan nya sudah saya persiapkan tinggal nanti saya dan pak ahmad yang menjemput dan mengantar ke rumah baru ibu." ucap lilis menjelaskan semua nya.


"lis,,,terima kasih ya sudah bantu saya" kata ku "satu lagi kamu ga akan pindah kemana, kamu akan sama saya karena saya butuh kamu"


Tercipta mimik muka nya berubah cerah "ibu terima kasih bu, terima kasih banyak. Tapi masalah recomendasi nya?" tanya nya pada ku


"sudah saya urus, saya butuh kamu lis, saya ga mau di ganti sama yang lain yang belum jelas kinerja nya."


"ibu terima kasih banyak" ucap nya


"cuma inget kamu tau saya, saya tidak suka kerja lelet karena saya selalu di kejar deadline ok!"


"siap bu"


Lilis meninggalkan ruangan ku, sekarang hanya ada aku dan novi "noy, semalam ibu nya rian telfon aku"


"hmm" novi memicingkan mata nya "seneng dong di telfon camer" goda novi pada ku

__ADS_1


"mulai sekarang gue dah males berbicara masalah cinta lah, gue mundur aja mending fokus ke diri gue sendiri, i want to enjoy and i want to free in my life." ucap ku ke novi


"bagus lah kalo gitu, gue selalu suka lo yang semangat ga kaya kemaren-kemaren galau mulu" aku hanya membalas nya dengan senyuman. Ya aku udah berusaha buat move on mulai dari sekarang. Aku udah males dengan cinta-cinta yang ga jelas, umur ku sudah bukan untuk main-main lagi aku lebih baik sendiri dan menikmati hidup baru yang ku jalani sekarang


__ADS_2