ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU

ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU
Bab 25 pembantu, asisten, dan rumah baru


__ADS_3

Usaha ku telah membuahkan hasil yang alhamdulillah banget, aku selalu bersyukur atas semua pencapaian yang aku peroleh saat ini, luka yang pernah ada mulai berangsur pergi dan menjauh, rasa sakit yang ku bawa saat kesini pun mulai membaik dan pulih, tapi aku belum bisa pulang menemui mereka-mereka yang menyakiti ku karena apa yang aku peroleh dan miliki sekarang bukan untuk show on ke mereka. Aku tak mau mereka mendekati ku lagi karena sekarang aku bisa memiliki apa yang sudah hilang dari hidup ku.


Mungkin 3 bulan ke depan aku akan membawa anak ku kesini di mulai dari yang kecil-kecil, nanti kalo yang besar sudah lulus baru akan pindahkan semua kesini. Agar aku bisa lebih dekat dengan mereka. Betapa rindu ku pada mereka semua, mereka lah penyemangat ku saat aku rapuh, canda tawa nya membuat hati ku damai dan nyaman.


"kapan mau di adakan pengajian ibu-ibu nya?"tanya ahmad


"sabtu sore aja ah,,," jawab ku ke ahmad "sekitar jam 4 sore lah biar santai. Aku mulai menempati rumah baru yabg aku beli lewat agen perumahan, rumah yang lama ku impikan sekarang benar-benar jadi milik ku meski cicilan tapi setidak nya ada tempat aku bernaung dari panas dan hujan. Begitu juga untuk anak-anak ku mulai sekarang tak akan seperti kemaren meski nanti ke depan nya kami akan hidup tanpa ayah nya di samping mereka.


"mau undang berapa orang?" tanya nya


"ga tau eum,,,dari ujung sampe ujung aja lah sekalian perkenalan kalo aku ada disini, sebagai tetangga mereka" ucap ku ke ahmad


"oke nanti gue bilang ke pak RT masalah izin tinggal nanti tinggal lo kasih foto kopi KTP aja ke pak RT nya nanti ya" kata ahmad


"makasih ya"


"kaya ma siapa aja lo" tukas ahmad


Aku mengadakan acara syukuran sebelum menempati rumah karena aku ingin nyaman saat di rumah bersama anak ku, aku mengundang beberapa ibu-ibu pengajian di sekitar komplek dan anak yatim dari panti asuhan terdekat. Aku hanya meminta keberkahan agar aku tak mengalami kejadian yang seperti kemaren. Kejadian yang membuat hidup ku hancur dan berantaksn, sekarang aku mulai menata hidup ku kembali.


"kapan lo jemput anak-anak?" tanya ahmad


"nanti kalo udah santai disini, masih banyak yang masih harus di rehab, kamar untuk mereka juga asisten dan baby sitter nya aja belum nemu" kata ku "ke 3 anak ku cowok jadi harus ekstra sabar, soal nya pasti banyak tingkah." jawab ku "aku harus lebih selektif dalam hal anak-anak"


"gimana nanti ke bapak lo" tanya ahmad


"gimana nanti aja cuma gue udah bilang ke anak sulung suruh bawa semua baju anak-anak."


"lo yang jemput?" tanya nya lagi


"ga lah q nunggu di mobil aja, aku belum siap ketemu bokap gue. Masih berat disini" jawab ku sembari menunjuk dada kiri ku.


"terus gimana?"


"yaa ngajak supir lah,,,rental aja 1 hari 1 malam biar aman juga" kata ku "tolong cariin ya?"


"siap beres"


Aku tersenyum, begitu puas sudah memiliki rumah sendiri dari hasil ku sendiri. Ku ubah setiap detil ruangan ku design sesuai karakter anak-anak ku. meski rumah cicilan tapi aku bangga telah memiliki hasil dari kerja keras ku. Rumah yang ku beli lumayan besar karena aku mau anak-anak ku memiliki kamar sendiri, kamar rumah berjumlah 7 dan 1 ruang untuk asisten rumah tangga untuk baby sitter biarkan mereka ada di kamar anak-anak karena aku tak ada di rumah setiap hari nya meski ada aku pulang malam.


Mulai sekarang aku tak ingin memikirkan lagi masalah percintaan yang membuat ku malah tak fokus kerja. Sekarang aku hanya ingin lebih fokus ke karir dan anak ku. Membesarkan dan mendidik 5 anak bukan hal yang gampang tapi aku harus melakukan nya, aku harus bisa karena masa depan mereka ada di pundak ku sekarang.

__ADS_1


"yan,,,kenapa ga lo yang jemput anak-anak? Kenapa harus nyuruh?" tanya ahmad


"emang kenapa?" aku malah balik nanya


"gue rasa udah cukup lo ngehindari mereka mending sekarang lo tunjukin diri lo" ahmad berpendapat "inget jangan sampe lo durhaka ke ortu lo"


"gue ga durhaka, gue cuma ngejauh agar semua nya baik." kata ku dengan santai "gue belum bisa ketemu mereka, gue belum siap"


"apa lagi masalah nya?" tanya nya


"udah deh ga usah di bahas inti nya gue belum siap ketemu mereka" tukas ku


"terserahlah, gue cuma ngingetin aja" kata nya


"thank you so much beibe,,,i know must can i do ok?" aku tersenyum . Aku memang belum siap untuk bertemu keluarga ku bukan ingin durhaka tapi agar kami sama-sama intropeksi diri aku juga ga mau memutuskan tali silaturrahmi hanya saja lebih baik aku jauh dan cukup di kenang dari pada dekat yang membuat ku teringat bagaimana rasa nya di singkirkan di saat susah.


"jangan simpan dendam terlalu lama sayang, jangan nambah dosa diri sendiri, kasian lo dzolim ke diri lo sendiri" ahmad kembali berujar pada ku.


"ga dendam sayang,,, cuma pengen nenangin diri agar luka nya bisa sembuh." ucap ku pada nya "bukan apa-apa aku merasa belum siap sayang" jawab ku sambil tersenyum.


"apa lagi sih, di sini lo punya segala nya" tukas nya "tabungan, jabatan, kendaraan, rumah lo punya semua. Udah terbayar apa yang udah mereka ambil dari lo"


"justru itu karena gue sekarang beda banget dengan 1 tahun ke belakang yang bikin gue ga pede"


"gue juga ga tau tapi yang jelas gue ga pede ketemu mereka"


"gue ga ngerti jalan fikiran lu"


"sama gue juga ga ngerti" seloroh ku dan tertawa. Iya aku ga tau kenapa aku belum pengen ketemu mereka, bukan apa rasa sakit yang saudara dan orang tua ku torehkan lebih sakit terasa dari pada luka yang di buat oleh mantan suami ku. Tapi yang jelas aku akan pulang bertemu dengan teman, orang tua dan saudara satu saat nanti aku pasti pulang cuma bukan sekarang, untuk sekarang biarkan sakit yang kurasa mereda dulu agar nanti pas ketemu aku tak punya unek-unek yang membuat runyam keadaan.


"ni si novi ga kesini gitu?" tanya ahmad


"bentar lagi juga datang ko" jawab ku


Benar saja baru saja selesai bicara novi datang bersama suami baru nya dan seseorang yang sangat ku kenal dulu. Masa lalu saat masih menjadi mahasiswa zaman yang sudah terlampaui cukup lama.


"hai" sapa nya


"ha- hallo" jawab ku terbata-bata. Aku sedikit bingung ko bisa novi bareng sama kang tristan. Teman dekat ku waktu mahasiswa dulu, dia senior ku dulu di kampus. Cowok yang sangat kalem, kutu buku pula.


"heran lo?" tanya novi membuyarkan lamunan yang seketika terlintas kenangan masa lalu bersama nya

__ADS_1


"eh,,,kang ko bisa bareng?" tanya ku mencairka suasana agar tak terlihat grogi


"iya tadi ga sengaja janjian biar bisa ketemu kamu neng" panggilan nya untuk ku dulu dia selalu panggil 'neng' pada ku.


"bisa aja" kata ku "masuk kang" aku mempersilahkan mereka masuk.


"bang maaf masih berantakan ya" tukas ku ke suami novi "lagi di rehab semua nya sih ganti cat juga biar sesuai karakter anak"


"bagus,,,kaya nya nanti anak kamu betah disini" kata suami novi "eh saya bawa makanan tuh di novi" kata nya sambil menunjuk box makanan


"ngerpotin bang, makasih ya"


"santai aja kali,,," jawab novi "gue tau pasti belum ada makanan apa pun disini


"tau aja lo" aku tersenyum


"rumah nya gede juga ya yan,,," tanya kang tristan


"lumayan kang soal nya banyak anak sih" jawab ku


"udah punya momongan berapa gitu?" tanya nya


"duh kang malu saking banyak nya, pokok nya pemecah rekor aja" jawab ku sambil tertawa


"ga apa dong,,,banyak anak banyak rizki" jawab si abang suami nya novi


"amiiinnn" jawab ku


"yan,,,si abang mau nemenin kita jemput anak-anak kata nya" kata novi


"lah ga bang makasih, ngerepotin bang jangan" tolak ku ke suami novi


"ga apa-apa biar sekalian kita healing aja" kata suami novi "di tempat kamu kan ada tempat buat motocross kan?"


"ada bang"


"maka nya sekalian jalan-jalan kita, kan bisa ngasih jalan-jalan ke anak kan?" kata nya.


"udah ga usah banyakan ga enak, berangkat aja yuu mau kapan mumpung abang cuti lama nih"


"ya udah atuh, hari minggu besok bisa bang?"

__ADS_1


"bisa bisa, tapi kita berangkat sabtu sore yaa biar kita ada waktu buat malam minggu disana"


"ok" aku tersenyum. Akhir nya aku bisa ketemu anak-anak kangen nya aku ke mereka. Satu tahun aku tak bertemu mereka bagaimana mereka sekarang. Aku mempersiapkan segala sesuatu sebelum mereka datang dan selama perjalanan kami. Kami rombongan 2 mobil sementara novi dan suami mengendarai motor tour nya.


__ADS_2