
tiiiittt,,,suara klakson terdengar sampe ke dalam aku masuk membuka gerbang sendiri, karena aku sengaja meninggalkan mobil ku di luar agar tak susah parkir
"pagi yan" ucap ku dan menyodorkan tangan nya dia pun mencium punggung tangan ku. "anak-anak belum bangun?"
"belum cape kaya nya" jawab nya "sarapan dulu ya aku udah bikin sarapan buat akang yu..."
"kamu perhatian banget sih" canda ku "calon istri idaman banget"
"apaan sih, bisa aja bikin good mood pagi-pagi"
"harus dong kan buat calon istri ku aku harus bikin kamu selalu ceria"
"apaan sih dah makan cepet keburu dingin ga enak nanti"
"bisa ya,,,udah sibuk seharian di kantor di rumah masih bisa ngerjain tugas rumah" tukas ku pada nya
"kewajiban ga boleh di tinggalkan, ngurus anak dan rumah kan tanggung jawab perempuan ya ga bisa dong di tinggalin gitu aja" tukas nya menimpali kata-kata ku
"kan ada si mba, kamu jangan cape-cape lah" kata ku membeti perhatian pada nya sebagai salah satu jurus agar bisa meluluhkan hati nya.
"kasian lah kang kalo semua di bebankan sama si mba, ngurus anak-anak yang ga bisa diem aja cape nya bener-bener apa lagi harus di tambah rumah. Sebisa-bisa aku bantu yang bisa ku kerjakan" kata nya pada ku. Aku kagum memang dari dulu dia ga pengen nyusahin banyak orang yang ada di dekat nya dia selalu belajar mandiri.
Kami selalu sarapan bareng, terkadang kalo ada waktu aku nyempetin makan siang bersama nya. Aku selalu ingin melihat nya bahagia. Meski aku belum di terima sebagai teman terdekat nya tapi perhatian dan pengertian nya terkadang membuat ku salah persepsi, hari ini tepat 2 bulan kami saling dekat dian selalu bisa melayani kebutuhan ku meski kita tak tinggal satu atap setiap aku kesana dia bisa menyempatkan waktu untuk memasak agar aku tetap kenyang meski sendiri.
"harus makan kang, biarin ga lapar juga tapi kalo sudah waktu nya makan ya harus makan meski sedikit." ujar nya pada ku "kita sama-sama sibuk ga tiap hari aku bisa masak buat akang, jadi tolong perhatikan kesehatan sendiri ya"
"siap bu, laksanakan." aku candain dian
"yu berangkat,,,ga usah becanda mulu" dian pamit dengan anak-anak dan para asisten rumah tangga nya.
"yan,,,kapan kamu bisa libur?" tanya ku
"ga tau kang,,,sebenernya udah pengen libur kasian anak-anak di tinggal terus." jawab nya "emang kenapa tumben nanya libur"
"ga apa-apa" cuma pengen ngajak kamu liburan aja
"duh kalo aku sendiri ya ga bisa kang,,,kasian anak-anak" katanya pada ku
"kan ada mba yang nungguin, cuma sehari aja ko"
"duh kang maaf, aku rencana libur karena ingin ngajak mereka jalan-jalan, jadi maaf kalo aku ga bisa ya kang"
"ya udah deh" sebener nya aku cuma ngetes dian aja aku juga ga mau kalo dia mengabaikan anak-anak nya untuk hal lain. Waktu kemaren pergi bareng aku ngerasain seperti keluarga yang bahagia, aku ingin mengulangi nya lagi.
"udah sampe kang" dian mengulurkan tangan nya menggapai tangan ku dan mencium punggung tangan ku "assalamualaikum"
"waalaikum salam." jawab ku "baik-baik ya kerja nya tetep semangat"
"akang juga hati-hati di jalan" aku tersenyum dan segera putar balik mobil ku menuju kantor tempat ku bekerja.
"aku kasih tau dian nanti saja kalo pulang kerja" bisik ku. Aku niat memberi nya kejutan kalo ibuku ingin bertemu dengan nya, setelah aku menceritakan semua tentang perasaan ku dan menceritakan tentang keadaan dan status dian. Bersyukur nya aku karena ibu ku menyetujui apa yang menjadi pilihan ku karena mungkin beliau lelah selalu menjodoh-jodohkan anak teman oengajian nya dan aku selalu menolak karena hati ku masih tertambat untuk dian.
Semenjak ibuku menyarankan untuk bertemu dian aku merasa kalo aku akan cepat-cepat bersanding dengan nya dalam waktu dekat ini. Aku sudah tak sabar rasa nya ingin segera memiliki nya terlepas dari apapun keadaan nya sekarang, aku tak peduli omongan orang kalo aku mendapatkan janda beranak 5. Tapi sebelum nya aku sudah izin dulu ke ibu boleh atau ga nya aku bersama perempuan yang sudah janda dan mempunyai banyak anak kalau tidak ada restu ibu aku juga ga akan berani untuk melanjutkan hubungan ku dengan dian meskipun aku sangat menyayangi nya.
"umi merestui saja apa yang jadi pilihan mu tris,,," kata ibu ku waktu aku menelfon nya "hanya satu kamu harus ikhlas yanmenerima semua yang ada di diri nya, termasuk anak-anak nya. Niatkan semua karena Alloh tris."
"iya mii..." jawab ku "tapi mii apa ummi nanti nya ga malu ke temen-temen pengajian ummi kalo umi punya menantu janda banyak anak lagi."
"kenapa harus malu,,, toh semua nya sama ko yang penting sifat dan sikap nya baik soal nya keluarga kita di pandang banyak orang tris."
"insya alloh ummi, pilihan tristan ga salah" jawab ku "tristan sudah kenal dia lama ummi dari semenjak sama-sama kuliah dulu. Insya alloh juga dia bakal sayang ke ummi seperti tristan sayang ummi." aku meyakinkan ibuku. Ibuku memang terlalu selektif soal jodoh ku karena aku anak laki-laki satu-satu nya. Aku anak no 4 dari 6 bersaudara anak ibu ku yang lain perempuan, karena nya ibu ku terlalu selektif karena secara agama anak laki-laki selama nya hak ibu nya meski pun telah menikah dan mempunyai anak. Ibu selalu mengingatkan ku akan hal itu.
"yan,,,aku boleh ngomong?" tanya ku waktu kita santai di teras setelah seharian kita bekerja
"nanti ya kang aku masak buat akang dulu" kata nya "buat makan malam, mau makan disini kan?" aku mengangguk dia pun pergi ke dapur. Aku mengikuti nya dari belakang
"kang aku aja ada yang mau di kasih tau ke akang"
"apa?" tanya ku penasaran
"nanti lah kang kan surprise" kata nya
"bikin orang penasaran aja" kata ku pada nya "mau masak apa?"
"ya lah,,,pengen nya masak apa?" tanya nya balik "rencana sih pengen sambel terasi di goreng, ikan peda sama tumis kangkung terus lalab deh"
__ADS_1
"tau aja kalo akang paling doyan itu" ucap ku pada nya
"tau dong,,,apa sih yang ga aku tau dari akang" jawab nya menimpali kata-kata ku "kita udah lama kenal kang, kalo di itung udah lebih dari 15 tahun dari semenjak kita kuliah sampe sekarang udah bangkotan masih bareng ya pasti lebih paham lah"
"ada pete atau jengkol ga?" tanya ku
"ada pete tuu di lemari es tadi aku dapet beli, ga beli jengkol kan udah ada pete takut malah mabok lagi"
"tambah sayang aja ni akang ke kamu." tak ada jawaban dari nya hanya senyum tipis yang ku lihat dari sudut bibir nya aku tau dia belum move on dari masa lalu nya, tapi aku akan menghapus nya pelan-pelan. "calon istri idaman akang banget sih. Udah siang kerja seharian pulang masih bisa ngurus rumah sama suami, hmmm kapan ya kita cepet ke pelaminan toh ummi udah setuju"
"apa" tanya nya kaget waktu dengar tentang ibuku.
"udah selesai akang bantuin ke depan ya,,,biar makan bareng sama anak-anak juga" tukas ku mengalihkan pembicaraan sementara "sayang yu makan kita kumpul di meja makan ya" aku mengajak anak-anak dian untuk makan bersama.
"yan aku pengen anak-anak panggil aku papah" tukas ku ke dian "boleh ga?"
"gimana akang aja, apa ga risih di panggil seperti itu?"
"ga lah kan akang yang minta kan?"
"ya udah" jawab nya
"ko ga ikhlas gitu?" canda ku
"ih siapa yang ga ikhlas sok aja kalo mau mah, aku ga ngelarang ko takut nya malu aja di panggil papah tapi bukan anak nya" jawab nya
"ya ga lah kan mereka anak ku juga" jawab ku melihat senyum nya dian "senyum nya gitu banget ih"
"mba mulai hari ini biasain anak-anak panggil aba ya ke saya" ujar ku ke mba nya anak-anak.
"iya pak" jawab mereka. Kami menyelesaikan makan dan dian membereskan sisa makan kami di bantu mba. Aku kembali duduk di teras dian menghampiri ku membawa air minum untuk ku.
"kang ada yang ingin aku bicarain ke akang" tukas nya pada ku
"akang juga sayang" jawab ku
"ya udah akang dulu atuh"
"ladies first dong"
"kang,,,bulan ini aku dapat bonus 2x dari kantor" ujar nya penih semangat dan bahagia sekali
"iya kang terima kasih, udah selalu support aku selama ini sampai aku bisa mencapai kesuksesan seperti ini. Mau tau bonus ku apa?" aku mengangguk "gaji ku bulan ini naik 50persen mas dari gaji pokok kata kantor project yang aku tangani hampir tembus pasar semua kang"
"wiiihhh hebat istri akang" tukas ku ikut bergembira "terus yang ke dua apa?"
"aku di kasih mobil dari klient aku kang" aku terkejut mendengar nya dian menceritakan pada ku kalo dia pernah menangani satu project dia tangani secara langsung dari awal sampe akhir karena waktu itu bos nya sedang melakukan trip luar negri karena ayah nya hatus menjalani operasi besar maka dari itu semua tugas kantor dia ambil alih dan bertemu dengan klient yang menjanjikan diri nya mobil kalau project yang dia kerjakan tembus di pasaran dan ternyata benar proses taka akan menyalahi hasil. Kerja keras nya terbayar sudah sekarang. Aku bangga dengan calon istri ku dia bisa mengerjakan 2 pekerjaan sekaligus ya di rumah juga di kantor dengan baik.
"selamat sekali lagi sayang" aku memeluk dan mencium kening nya tak tergambar bahagia ku saat ini.
"sekarang giliran akang" tukas nya pada ku
"mmm tapi jangan marah ya"
"engga lah aku janji" dia tersenyum gembira
"ummi ngajak kita pulang bawa anak-anak yan..." aku sangat hati-hati saat berbicara dengan nya aku tak mau moment indah nya berubah gara-gara aku. "mau kan? Ummi setuju dengan hubungan kita, akang sudah cerita semua ke ummi tentang kita. Maaf banget akang ga bilang sebelum nya karena akang ingin kasih surprise buat kamu. Jangan marah please!"
"ga marah kang, cuma aku bingung pantes akang pengen di panggil abba sama anak-anak. Kang..." dian memberhentikan kata-kata nya "aku bingung kang, aku harus bagaimana?"
"maksud nya?" tanya ku untuk memperjelas pembicaraan kami
"ya aku bingung akang tau status ku apa sekarang, akang ga malu? Karena pasti nya akang bakal jadi omongan orang"
"akang ga peduli yan,,,yang jalani hubungan itu kita, kita ga nyusahin mereka ko terserah apa kata mereka saja" tukas ku memantap kan hati nya agar tak ada keraguan dalam melangkah. "asal kamu tau kita hidup berdampingan dengan orang pasti akan ada yang suka dan tak suka dengan kita, kita ga bisa maksain orang buat suka ke kita semua ya kan? Jadi kalo mereka ga suka dengan kita biarin aja itu urusan mereka bukan urusan kita jadi ga usah di anggap"
"yakin kang?"
"sangat yakin. Akang ga mau kehilangan kamu lagi yan udah cukup dulu waktu kamu jadi milik orang sekarang ga lagi" tukas ku "aku sayang banget sama kamu yan, akang yakin kamu bisa mendampingi akang di setiap apapun keadaan akang."
"jangan tuntut sekarang ya kang, aku belum bisa sekarang masih banyak yang harus aku perbaiki di hidup aku terutama hubungan ku dengan keluarga ku."
"akang tau,,,akang juga ga nuntut harus sekarang yan sesiap kamu akang akan tunggu" aku bahagia mendengar nya rasa hati ku terasa tentram setelah ini perempuan yang aku idamkan. Aku memeluk nya erat ku cium kening suasana bahagia yang tak ingin segera berakhir, aku lega terasa hangat hati yang ada saat ini.
"yan,,,akang bahagia banget malam ini"
__ADS_1
"sama kang aku juga" berlalu lama kami seperti. "kang udah malem, mau nginep?"
"gimana nanti aja lah, akang masih pengen disini" jawab ku
"aku bikinin kopi ya?"
"panggil abba sayang, akang panggil kamu ibu" dian hanya tersenyum dan berlalu ke dapur
"kopi nya ba" ucap nya sambil tersenyum
"makasih sayang" kami duduk di teras sampai tengah malam "bu,,,kapan mobil nya datang?"
"minggu depan ba,,,"
"kamu kursus mobil atuh ya?"
"ga usah ba, udah ga ada minat buat nyetir kan ada abba yang bisa" kata nya
"kan biar bisa gantian sama abba atuh bu, kalo pergi jalan-jalan jauh"
"ya kalo abba cape istirahat aja"
"minggu depan bisa ga pulang ke cianjur nengok ummi" tanya ku ke dian "anak-anak biar bisa ketemu nenek nya"
"di usahain ya ba, kita kesana pake mobil baru kita aja sekalian test drive juga"
"ya udah, boleh juga usul nya" tukas ku "jangan lupa bikin syukuran kecil-kecilan atas keberhasilan kamu ya bu biar berkah buat kita semua"
"iya ba, nanti sekalian kalo udah sampai mobil nya" jawab nya
Sampai hampir dini hari kita ngobrol tak terasa waktu begitu singkat saat bersama nya. kami pun masuk ke dalam untuk segera tidur karena besok pagi harus bekerja.
"kang tidur di kamar depan ya...besok subuh aku bangunin. Sekalian nanti aku beresin baju buat kerja"
"kita solat subuh bareng ya bu?"
"iya. Sekarang akang tidur gih biar besok keliahatan fresh."
Aku pun membereskan tempat tidur dan pergi tidur, terasa nyaman sekali saat ini semoga akan selama nya seperti ini. Menjelang subuh aku sudah bangun saking bahagia nya aku tak bisa tidur sekejap pun. Seperti orang yang sedang kasmaran nembak cewek di terima bahagia nya.
"kang,,,baru mau aku bangunin" ucap dian saat berpapasan di depan kamar ku. "yu solat subuh dulu." Aku pergi mandi dan sekalian wudhu untuk solat berjamaah bersama.
"kang,,,baju nya sudah di setrika tinggal pake ya"
"ko kang terus sih" protes ku
"lupa maaf ba, baju nya sudah siap tinggal di pake"
"pake kaos aja dulu biar ga lusuh nanti" jawab ku
aku duduk di ruang tengah sambil nonton tv, "ba, kopi nya"
"makasih sayang" ucap ku pada nya "mau kemana?" tanya ku
"masak ba," jawab nya "buat sarapan nanti, kenapa gitu?"
"ga usah temenin abba aja disini, yang bikin sarapan biarin mba nya aja dulu"
"ga enak lah ba, kan udah tugas aku"
"ga apa sekali ini aja"
"ya udah aku bilang mba nya dulu ya biar nanti kita sarapan roti aja" dia pun pergi ke dapur dan balik lagi menemani ku.
"enak ya kaya udah suami istri beneran" ucap ku "bu, bulan depan abba mulai ngasih uang bulanan ke ibu ya, biar ibu yang ngatur yang penting listrik sama gaji bibi di rumah biar abba ambil"
"jangan lah ba, biarin abba aja yang pegang." tolak nya "aku ga enak kita kan belum apa-apa ba. Lagian aku masih ada pegangan ko"
"ga apa-apa bu, abba percaya ke ibu pasti ibu bisa ngatur nya." ucap ku lagi "kan nanti juga yang pegang juga ibu kan? Sama aja mau sekarang mau nanti sama aja. Udah ga usah nolak"
"tapi ba, yang banyak pengeluaran kan aku." tukas nya pada ku "aku harus transfer tiap bulan untuk anak yang di kampung, disini 3 orang yang harus aku bayar, belum rumah ba,"
"ga apa abba tau, pengeluaran ibu abba udah bisa prediksi nya"
"kalo ke pake gimana?" tukas nya seolah menolak pemberian ku " aku memang pendapatan gede ba, tapi pengeluaran ku kan gede juga"
__ADS_1
"ga usah bingung pake aja ga apa ko" jawab ku
Waktu sudah siang aku pun pergi mengantar dian dan langsung lanjut ke kantor ku. Aku harus bekerja lebih giat lagi agar bisa memberi lebih buat dian nanti nya.