ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU

ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU
menghuni rumah baru


__ADS_3

Aku dan rombongan sampai ke kota tujuan ku, ke rumah baru yang ku persiapkan untuk anak-anak. Sayang nya anak ku yang masih sekolah harus tertinggal di rumah kakek dan nenek nya karena harus menyelesaikan sekolah nya.


"bu nanti kalo libur jemput ya?" kata anak ku no 2, diantara yang lain anak yang no 2 yang paling dekat dengan ku.


"pasti sayang ibu janji" kata ku waktu ku akan meninggalkan nya


"nanti om yang bakal ikut jemput kalian" kata kang tristan yang membuat mimik wajah mas rian terlihat cembetut


"mas aku berangkat dulu ya, aku nitip anak-anak" mas rian pun tersenyum saat ku jabat fan ku cium tangan nya


"hati-hati ya sayang, kalo udah sampe telfon ya?" aku mengangguk dan tersenyum ku lambaikan tangan pada nya dengan penuh senyuman hari ini aku bahagia sekali bisa membawa anak ku ke rumah ku.


Sepanjang perjalanan terdengar ocehan dari bibir mungil mereka sampai semua terlelap tidur di jok kursi paling belakang. Sengaja ku tempatkan mereka bertiga di belakang agar tak terganggu oleh ku yang sering mondar mandir mengambil minyak angin. Itulah aku kalau kemana-mana selalu mabok perjalanan, sementara tiap hari kerja ku mondar mandir di jalan maka nya tak pernah pengen pakai mobil.


"sudah sampai sayang bangun yu,,," aku membangunkan anak-anak. Sampai rumah aku di sambut 2 suster anak-anak dan asisten rumah tangga ku


"alhamdulillah ibu sampai" kata ART ku


"iya mba, cape banget mba" jawab ku "maaf mba tolong tidurin mereka di kamar masing-masing ya. Biar mba tidur di kamar anak-anak ya"


"iya bu,,,"


Kami masuk ke rumah karena pas rombongan kami datang kota tujuan kami telah menjelang malam dan anak-anak akan tertidur sampe besok pagi, jadi aku bisa istirahat buat besok pagi untuk aktifitas ku kembali.


"yan,,,akang pulang dulu yaa" pamit kang tristan setelah menurun kan semua barang ku di mobil nya


"ga istirahat dulu kang?" tanya ku "aku bikinin kopi ya?"


"udah malem ga enak sama tetangga" ucap nya "lagian cape pengen istirahat"


"ya udah atuh,,,makasih ya kang" ucap ku pada nya "eh tunggu sebentar" aku masuk ke dalam ngasih makanan yang tadi aku sengaja beli untuk nya. "ni kang bawa nya, nanti kalo udah sampe pengen makan tinģgal angetin aja atau besok pagi buat sarapan"


"makasih yaa, ngerepotin?" kata nya


"ga juga malah aku yang ngerepotin yang kata nya ga mau ikut jadi ikut gara-gara aku" timpal ku memengkas omongan nya

__ADS_1


"ga juga aku malah seneng ko" jawab nya "udah ya bye..."


"hati-hati di jalan ya" kata ku dia pun mengangguk kan kepala nya.


Yang tadi nya ga mau ikut malah ikut, aku merasa tak enak hati karena nya. aku tau dia super sibuk maka nya tadi nya aku ga bilang secara detil nya.


"bu,,,bapak nya sudah pergi?" tanya ART ku saat aku duduk di teras dia ikut menemani ku


"sudah mba" jawab ku "udah malem mba ko belum tidur? Kenapa? Ga kerasan ya?"


"ga bu, kerasan ko kan baru 3 hari bu ya belum tau" jawab nya. entah itu alasan atau apa ga ngerti, aku hanya membebaskan mereka untuk bekerja semampu nya aku ga mau ngatur karena yang aku fokuskan anak-anak aku mau mereka team dalam jaga anak-anak ku yang umur lagi bandel-bandel nya.


"kalo ada yang kurang berkenan karena sikap saya, saya minta maaf mba saya memang seperti itu kalo bicara saya ga bisa nutup-nutupi rasa hati saya kalo marah ya marah ngomong nyablak kemana aja, maaf saya bilang gini bukan apa mba agar mba paham dan ngerti saat kondisi saya. Apa lagi kalo cape saya suka ga pengen di ganggu mba." aku menjelaskan tentang pribadi ku ke mereka biar ga kaget aku mau mereka betah bekerja dengan ku aku buat mereka senyaman mungkin. Kenapa aku memilih ART dan baby sitter yang sudah sangat berpengalaman karena aku tak ingin menjelaskan banyak tentang pekerjaan rumah aku ingin mereka tau apa yang harus mereka kerjakan selama bekerja dengan ku. "mba yang lain sudah tidur?"


"kaya nya sudah bu" setelah nidurin dede nya mereka ga keluar lagi "ibu masih pengen duduk di sini?" aku hanya mengangguk saat lelah aku memang selalu nongkrong di teras belakang terkadang sampe larut sekedar untuk mengusir rasa jenuh yang terkadang datang tak kenal waktu. "ya sudah saya bikinin kopi atau teh ya..." izin nya


"saya ga suka kopi atau teh mba,,,di lemari es ada bungkus coklat kalo mau tolong seduhin itu" perintah ku.pada nya dia pun masuk ke dapur tak lama kembali keluar dengan membawa secangkir coklat panas dan cemilan. "makasih ya mba. Kalo mau tidur, tidur aja gih besok kan harus bareng-bareng jaga anak-anak" kata ku ke dia


"ga apa-apa bu biar saya temani ibu, saya juga belum ngantuk tadi siang tidur seharian soal nya sampe sebelum ibu datang" kata nya pada ku


"ga apa-apa kan tadi santai saya nya aja pergi, besok mana bisa santai lagi mba kan harus bareng-bareng jaga anak maklum anak sekecil itu lagi bandel-bandel nya mba jadi harus ekstra hati-hati ya mba"


kriiinnnggg ponsel ku berbunyi dari kang tristan "tidur belum yan?"


"belum kang" jawab ku "dah sampe?"


"udah baru banget, ni lagi selonjoran di sofa" kata nya


"cape kan?" tanya ku "maaf ya ngerepotin? Lagian akang sih udah di bilang jangan ikut juga keukeuh ikut."


"ya ga apa-apa kali, memang cape tapi seneng juga bisa nemenin kamu, jalan-jalan sama kamu dan anak-anak kamu"


"tapi kan kerjaan akang terganggu, aku jadi ga enak kang"


"yang ga enak kasih kucing, aku ga apa-apa ko." jawab nya "lagian ga tiap hari aja aku bolos, bahkan hampir ga pernah libur dadakan."

__ADS_1


"berarti gara-gara aku akang bolos ya kan?" cetusku ke kang tristan "aku membawa pengaruh buruk ke akang, aku ga mau reputasi akang jadi menurun gara-gara aku"


"ya ga juga ih,,,kemaren memang pertemuan biasa aja "tukas nya "lagian kan hari minggi juga kan, wajarlah hari minggu kita liburan."


"tapi kan akang udah janjian ketemu kang, kalo nanti mereka malah marah terus proyek nya gagal gimana?" tukas ku pada nya


"udah ga apa-apa di bilangin juga, tenang aku lebih tau klient-klient ku yan" perkataan nya membuat ku diam seribu bahasa tadi nya karena aku merasa tak enak hati pada nya saja hanya karena aku dia sampe rela membatalkan janji yangbtelah disepakati. "yan..."


"hmm" jawab ku


"siapa cowok yang tadi pagi yan?" tanya nya ternyata dia telfon cuma nanya masalah mas rian saja "dari kemaren dia selalu datang nyamperin kamu?"


"oh...mas rian kang" jawab ku aku harus bisa berbicara seolah tak ada ganjalan di hati ku "kan udah kenalan kang?"


"iya tau nama nya mah, yang aku pengen tau dia siapa kamu?" tanya nya "spesial kah?"


"dulu nya iya..."kata ku menjelaskan


"terus sekarang masih?" tanya nya terus menelisik masalah pribadi ku tapi aku memang harus terbuka agar tak terjadi kesalahan


"ga tau kang, dia seolah menjauh kalo aku dekati tapi saat aku jauh dia seolah mendekat." jawab ku


"tapi dari kemaren dia terus ketemu kamu dan kamu terlihat nyaman saat di dekat nya"


"mungkin kang, aku sendiri juga ga tau" jawab ku "dulu waktu aku sedang membutuhkan pertolongan saat itu dia hadir di hidup ku mengisi hari ku dia selalu berusaha membuat ku tersenyum dan memberi support pada ku, tapi lama kelamaan kami menjadi sering lost contact entah aku yang ada salah atau memang di sengaja menjauh, dan saat ku menjauh terkadang dia terasa mendekat. Entahlah kang aku sendiri juga tak paham dengan sikap dan sifat nya akhir-akhir ini semua nya terserah aku sudah tidak memperdulikan apapun sekarang, aku lebih baik seperti ini dari pada pusing mikirin hal yang ga jelas"


Setelah beberapa menit kami saling terdiam aku pun bertanya pada nya "ada apa kang ko diem?"


"ga yan cuma kepikiran aja, jujur saja aku kemaren merasa cemburu bahkan tadi juga sama, ingin rasa nya aku nimbrung kamu saat berdua tapi aku selalu menyabarkan hati ku untuk selalu tenang." aku hanya diam saat kang tristan menceritakan diri nya tak tau harus jawab apa karena hati ku menjadi tak karuan CLBK kah aku? Tapi rasa nya aku sudah terlalu malas untuk menerima cinta dari seorang laki-laki. "yan,,,udah tidur?"


"belum kang?"


"yan kalo kamu mau tau aku nyari kamu udah lama banget, dalam hati aku berdoa agar bisa ketemu kamu lagi, baik kamu sudah menikah atau belum aku tak masalah kalo kamu punya suami aku ingin bertemu 1 kali sama kamu tapi kalo masih single aku mau kamu jadi milik ku selamanya." kata-kata kang teristan "aku mencari mu ke setiap teman alumni kamu, media sosial apapun celah nya agar bisa ketemu kamu, sampe akhir nya aku nemu kontak novi langsung aku hubungi, kebetulan kita masih satu kota, novi menceritakan semua apa yang kamu alami dan menambah rasa yang aku miliki buat kamu."


ucapan nya membuat ku terenyuh hanya saja tak bisa menembus ruang hati yang telah cape dengan mulut manis para laki-laki yang tak jelas.

__ADS_1


"aku sudah menemukan apa yang aku cari, saat nya aku mempertahankan apa yang dulu telah hilang dari ku. " ucap nya lagi "terlepas dari masa lalu mu aku akan terima kamu dan anak-anak kamu ikhlas seandai nya kamu mau menerima ku sebagai pendamping mu."


Aku terdiam tanpa bisa menjawab atau berkata apa pun di hati ku tak ada rasa apa-apa. Mungkin hati ku telah mengeras karena kejadian yang beruntun menimpa ku. Aku hanya berpasrah pada Nya karena dia lah yang terbaik dalam memberi madalah tanpa ada yang saling menyakiti.


__ADS_2