ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU

ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU
suasana yang menentramkan


__ADS_3

"maaf saya telah banyak merepotkan kalian" tukas mas imam kepada suami ku dan aku. Aku memang sedikit risih selagi ada mas imam disini, bukan karena rasa hati hanya saja aku memang sedikit canggung entah apa yang jelas semua kenangan masih tergambar jelas di otak ku, dari mulai pertama kenal, backstreet waktu itu karena aku masih menjadi mahasiswa yang baru memasuki semester awal, sampai akhir nya memutuskan untuk menikah meski belum lulus menjadi mahasiswa dengan keadaan yang serba pas-pasan waktu itu karena mas imam hanya seorang buruh pabrik biasa yang gajinya pas buat ngontrak, makan, bahkan saat aku mulai hamil masih terbayang waktu itu sampai akhir aku lulus dengan predikat yang lumayan membuat nya bangga tapi sekarang semua hanya menjadi kenangan setelah kami mempunyai buah hati banyak, tak pernah ku sangka sampai saat ini aku masih bisa meneteskan air mata saat teringat semua.


Ada setitik rasa kesal, marah, bahkan emosi ketika aku teringat betapa sakit nya aku saat dia tinggalkan tanpa ada nya kata-kata sama sekali, aku menangis tapi aku bisa apa??? Sakit nya hanya aku yang bisa merasakan nya, dan mulai saat itu aku hanya bisa berjanji bahwa akan ku tuai kesuksesan sampai puncak meski apa pun resiko nya. Terjawab semua doa ku berkat kemurahan hati sang pencipta untuk ku, aku memberikan sedikit tamparan untuk nya sekarang yang tanpa aku tau kalo aku bisa sesukses ini sekarang, hanya saja aku belum berani pulang ke tanah kelahiran ku untuk menemui ke 2 orang tua ku. Bukan maksud pamer hanya saja untuk memberitahu bahwa aku yang mereka sakiti dan inilah bukti dari rasa sakit yang mereka goreskan di hati ku.


Tak ingin ada rasa sombong hanya saja rasa orang telah tersakiti terlalu hebat sampai dulu saat aku tersungkur mereka menyingkirkan ku. sampai semua nya masih ku ingat dengan detil nya semua yang terjadi di masa lalu yang meninggalkan bekas luka yang tak akan pernah hilang meski raga ku sudah kembali pada pencipta ku. Sekarang aku tak henti nya bersyukur aku bisa meraih apa yang ku inginkan tak mudah memang tapi aku telah terbiasa berjuang untuk anak-anak ku, aku yang dulu di anggap sepele sekarang ku buktikan aku bisa berjalan lebih cepat dari yang mereka sangka, karena aku percaya dan yakin sesulit apapun hidup yang ku alami Tuhan tak pernah tidur untuk ku yang selalu membutuhkan Nya dalam setiap langkah yang ku jalani bahkan sampai hari ini pun Dia masih selalu disisi ku.


"yan, mas minta maaf ya" ucap mas imam pada ku saat aku duduk sendiri di teras belakang rumah tanpa sepengetahuan suami ku.


"maaf kenapa?" tanya ku santai seolah aku memang tak ada masalah. Itulah salah satu kelebihan sagitarius meski sedang menghadapi masalah berat sekali pun masih bisa menutupi dengan sikap cuek dan masih bisa tersenyum dengan manis.


"mas bangga yan, kamu bisa buktiin omongan kamu" ucap nya padaku yang aku dengar seolah orang yang minder "tak salah anak-anak memilih tinggal bersama kamu disini, kamu memberikan kemewahan kepada mereka"


"tidak mas" langsung ku pangkas sangkaan nya karena aku rasa dia hanya bisa melihat dari luar nya saja "aku tak melatih anak-anak dengan kemawahan karena aku tak punya semua nya. Aku melatih mereka mandiri sama seperti dulu waktu aku masih ada di kampung, aku tak merubah ajaran ku mas, malah dengan aku yang sekarang aku lebih ketat terhadap mereka, aku menunjukan ke sulung bahwa hidup itu pahit kalo kita cuma bisa menggantungkan diri ke orang lain, aku memberitahu arti nya kerja keras untuk bisa lepas dari kesulitan dan sekarang sulung terkadang mengambil part time di kantin tempat nya sekolah saat waktu luang nya dan aku memberi nya modal kecil untuk nya membuka usaha agar dia tau bagaimana susah nya cari uang."


"lalu kemana sekarang si sulung?" tanya nya yang baru menyadari kalo anak nya sudah tak di rumah


"sejak tadi subuh dia pergi ke tempat usaha nya" kata ku


"dia usaha apa?" tanya nya "apa tak mengganggu konsentrasi nya belajar"


"aku tau, dia lebih tau kondisi nya dari pada aku" jawab ku singkat


"kamu beda sekarang yan" ucap nya pada ku "kamu tak seperti dulu, yang terdengar periang"


"karena aku yang dulu telah pergi jauh mas,,,sekarang yang tertinggal hanya aku dan rasa sakit membuat ku lebih bisa menapak pahit nya hidup" jawab ku


"aku minta maaf yan" ucap nya


"tak ada yang salah mas, semua nya masa lalu dan aku pun tak ingin membahas nya kembali" tukas ku lebih menohok tajam pada nya "aku sudah mengikhlaskan semua yang terjadi karena semua nya sudah terjadi mas"


"sekali lagi aku minta maaf yan" ucap nya "seandai nya dulu aku ga ninggalin kamu mungkin kita ga seperti ini, mungin aku ga akan kehilangan semua nya"

__ADS_1


"sudahlah mas" rutuk ku ke mas imam "aku males denger nya, semua nya udah lewat ga usah di ungkit"


"iii iya yan maaf, mas hanya terbawa perasaan bersalah ke kamu" ucap nya "apa kamu bahagia?"


"maksud nya?" aku menanyakan balik pertanyaan yang dia sendiri tau jawaban nya. "ya tentu aku bahagia dong, pertanyaan yang aneh"


"pasti nya lebih bahagia sekarang dari pada bersama ku dulu?" tukas nya dengan menunduk "kamu masih suka nulis juga? Kamu tu ya hobbi nya belum berubah"


"ya ga berubah mas" jawab ku singkat. Aku memang selalu menulis, menulis buat ku adalah sebuah media curhat buat ku tanpa orang tau siapa aku.


"masih di jual?" tanya nya


"masih, hanya sekarang lewat online" jawab ku


"cerita apa yang kamu tulis?" tanya nya


"pasti aku menjadi salah satu inspirasi buat kamu ya?" aku hanya tersenyum menjawab pertanyaan nya ternyata dia sudah bisa menebak nya.


"mas salut ke kamu yan, kamu bisa seperti ini karena suami kamu?" tanya nya


"maaf yan, bukan maksud menyinggung" ucap nya


"karena mas fikir aku manja dulu waktu sama kamu sekarang kamu samain aku dengan yang dulu?" tukas ku "asal kamu tau mas, pergi nya kamu membuat ku lupa bahwa kamu adalah inspirasi dari semua kesedihan ku sekarang sedih itu berubah menjadi seperti yang kamu lihat sendiri ini hasil kerja keras ku selama ini, ga mudah mas bahkan aku mengalami hal pahit lagi belum lama ini, tapi semua sudah di bayar dengan lunas aku masih bisa berdiri disini."


"kamu juga punya mobil sport yang harga nya cukup mahal buat ku tapi aku tak akan pernah bisa membeli nya" ungkap nya


"itu pemberian klient mas, aku ga beli itu hadiah yang di berikan untuk ku karena aku bisa membuat nya menang dalam sebuah tander yang di kelola nya" jawab ku


"oh" jawab nya "gaji kamu besar sekarang sampai pembantu saja ada banyak" aku tersenyum mendengarnya aku membiarkan agar dia tau apa yang ku miliki sekarang.


Aku terus menulis cerita tentang hidup ku yang ku tuang dalam novel online yang ku download, lumayan sarana tambahan sekeder untuk kebutuhan anak sulung ku yang memang sekarang membutuhkan uang besar, karena akan memasuki SMA tahun depan nanti. Bukan hanya sekedar hobi saja tapi menghasilkan cuan juga, tulisan buat ku adalah wahana tempat curhat untuk ku secara gamblang tapi tak banyak orang yang tau siapa sebenernya aku.

__ADS_1


"di tanya ko diem?" tanya nya pada ku


"maaf mas, pertanyaan yang masuk privacy maaf saya tidak bisa menjawab nya." jawab ku singkat karena aku tak ingin menjawab pertanyaan yang nanti nya akan membuat ku membeberkan seberapa banyak uang yang ku punya.


"yan, mas bisa nanya?" tanya nya lagi


"boleh, asal jangan yang aneh aja" jawab ku singkat


"kira-kira masih ada peluang ga untuk ku bisa kembali?" aku seketika memandang nya menatap dengan tatapan yang sangat marah.


"maaf mas, aku tak tau tapi seandai nya ada pun seperti nya aku ga akan aku ambil peluang itu. Semua nya sudah cukup bagi ku ga ingin lagi mengulang" jawab ku tegas


"arti nya kamu benar-benar lupa dengan ku yan?" tanya nya memastikan.


"ya semenjak mas meninggalkan ku di saat aku terpuruk" jawab ku jujur, agar dia tau seperti apa hancur nya aku saat dia meninggalkan ku sendiri dengan segala beban yang ada. "asal kamu tau mas, aku hancur saat itu saat kamu pergi tanpa menoleh sedikitpun pada ku. Aku tak ingin lagi kembali karena semenjak kamu pergi kamu membuat ku hancur hingga mengalami hidup seperti sekarang. Karena kamu aku jatuh bangun bener-bener sampai akhir nya aku menemukan jodoh yang sekarang, itu pun membuat ku tak berani untuk berharap akan selama nya, dulu waktu sama kamu aku menggantungkan seluruh hidup ku ternyata aku kamu buang seperti sampah yang ga berguna." aku melampiaskan semua kekesalan yang ku pendam dari sejak dulu kepada mantan suami ku itu agar dia tau apa yang dia perbuat pada ku menyisakan luka yang begitu dalam di hati.


"aku minta maaf yan," ucap nya yang terdengar menyesal "justru tadi nya aku kesini hanya ingin memperbaiki kesalahan yan"


"engga mas," sanggah ku cepat " kamu kesini setelah aku berhasil, kamu kesini setelah tau aku sukses mampu bayar utang ku sendiri, mampu hidup dengan layak meski tanpa kamu mas"


Aku menangis menekuk lutut ku di kursi, terasa sakit hati saat mengingat masa lalu. Tapi yang membuat ku seperti ini karena rasa sakit yang pernah ku simpan hanya saja aku adalah perempuan biasa yang tak pernah bisa menahan air mata saat hati ku berkali-kali menelan pil pahit kehidupan.


"aku masih sayang kamu yan, dan aku tau jauh di hati kamu cinta itu masih ada" tukas mas imam


"iya mas memang benar, aku masih cinta sama kamu" jawab ku sambil menangis "bahkan cinta itu masih sama seperti dulu kita awal kita bertemu tapi asal kamu tau cinta yang aku miliki buat kamu ternyata cinta yang berkali-kali membuat ku hancur, ga ngerti kamu kan sekarang dengerin baik-baik setelah kamu pergi aku di dekati laki-laki yang membuat ku merasa lelah dengan kehidupan dan ingin mengakhiri nya. Berkali-kali aku jatuh mas tapi aku berusaha bangkit sendiri tanpa bantuan siapa-siapa, hingga aku bisa seperti ini sendiri dan membawa anak-anak kesini bersama ku. Sekarang kamu balik lagi kesini ingin memperbaiki kesalahan kata mu? Ga perlu mas aku ga akan lagi jatuh ke lubang yang sama meski aku tau kamu masih memiliki rasa cinta untuk ku."


"yan..." ujar nya lagi


"sudahlah mas sekarang aku sudah memiliki keluarga lagi, aku sudah punya kehidupan yang baru yang membuat ku nyaman dan bisa menapaki hidup seperti yang ku inginkan" tukas ku dengan cepat ku memotong ucapan nya. Karena aku merasa tak perlu lagi membahas yang telah lalu. "mas, tolong tinggal kan aku disini, kamu kesini buat anak-anak kan ya sudah temui anak-anak sana aku masih ada pekerjaan yang harus ku selesaikan."


Mas imam melangkah pergi meninggalkan ku, setelah kepergian nya aku masih menangis mengingat semua yang terjadi pada ku, cinta yang hadir di hidup ku setalah kepergian nya dari ku. Mas rian aku teringat pada nya, laki-laki tulus yang membawa ku menuju kesuksesan yang sekarang ku raih, mas rian yang manjait ku keluar dari keterpurukan yang disebabkan oleh mas imam, hingga aku bertemu dengan kang tristan yang sekarang menjadi suami ku. Begitu banyak cerita yang telah terjadi pada ku hanya satu yang membuat ku tetap bangkit dan bersemangat yaa anak-anak ku, mereka yang selalu menjadi inspirasi ku saat menulis, obat saat kesedihan ku muncul, obat lelah ku saat aku mulai penat dengan segala aktifitas ku di dunia.

__ADS_1


Ku tuangkan perasaan ku saat ini pada lembaran-lembaran bab yang ada di novel ku semua nya ku larikan cerita berdasarkan pengalaman pribadi ku yang ku tuang dalam bentuk cerita dan kata-kata, dalam tulisan aku bebas menuangkan isi hati ku, tanpa ada nya hambatan dan perasaan takut berita ku tersebar karena aku tau setiap orang yang membaca tulisan ku tak tau siapa pengarang cerita ini. Karena nya tulisan ku adalah media curhat terbaik ku tanpa harus ada rasa bimbang lagi. Ketikan demi ketikan bab aku selesaikan dengan baik, aku merasa bahagia setelah menulis terasa ada hembusan angin segar yang membuat ku merasa nyaman.


Aku telah selesai membereskan pekerjaan hari ini, aku mulai masuk ke dalam rumah, aku melihat mas imam yang tenganasik bermain dengan anak-anak, aku hanya mengawasi dari dalam enggan rasa nya menghampiri mereka, aku membiarkan mas imam mempunyai waktu untuk mereka sebelum kepulangan nya nanti.


__ADS_2