ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU

ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU
rasa penasaran POV ibu Rian


__ADS_3

Aku merasa penasaran dengan orang yang membuat anak ku jadi pemurung akhir-akhir ini siapa perempuan itu aku ingin berjumpa dengan nya. Aku tak akan melarang siapapun untuk dekat dengan anak ku meski terpaut umur sekalipun. Aku hanya menginginkan kebahagiaan anak ku dan menginginkan dia berumah tangga dengan nyaman. Aku sudah mulai tua aku hanya mau melihat anak-anak ku hidup nyaman dengan keluarga nya. Tubuh ku yang sudah mulai renta tak ingin banyak beban dalam menjalani hari-hari di sisa umur ku.


"aku ingin bertemu dengan nya" suara ibu tiba-tiba mengagetkan ku


"belum bisa sekarang-sekarang bu dalam waktu dekat ini dia tak bisa pulang" kata nya pada ku. "dia sekarang sedang cape-cape nya karena promosi jabatan nya bu" aku menjelaskan pada beliau kalo memang dian benar-benar sibuk tak bisa pulang dalam waktu dekat ini.


"oh paling lebaran ini?" tanya ku lagi. Pasti saat lebaran saat moment untuk mereka yang merantau mudik ke kampung halaman pasti pulang kan?


"ga tau bu soal nya anak-anak mau di bawa semua kesana soal nya rumah baru nya sudah bisa di tempati." jawab anak ku "dia pernah bilang kalo lebaran bingung kemana da ga mungkin dia balik ke orang tua atau ke saudara nya karena dia ingin melupakan rasa sakit nya ke orang-orang terdekat nya."


"kenapa bisa gitu?" tanya ku


"aku ga tau jelas cuma denger-denger memang lagi ada masalah sama keluarga nya" jelas nya pada ku


"masalah apa?" tanya ku lagi


"kurang paham juga sih aku juga ga nanya-nanya. Soal nya kalo aku nanya ga pernah di jawab"


Semua nya jadi membuat ku ragu kenapa ada anak sampai ga mengakui keluarga nya tetap saja yang nama nya anak harus patuh ke orang tua nya. Dia berpendidikan tinggi setidak nya tau mana yang benar dan mana yang salah. Apa akibat nya kalo dia durhaka ke orang tua nya. dengan orang tua nya aja tega apalagi pada ku nanti? Sementara aku tak pernah menyusahkan anak-anak ku untuk makan ku sehari-hari aku masih bisa kerja apa saja yang di suruh tetangga kadang ke sawah, cuci gosok pun aku masih mampu.


"dia sekolah sampe tinggi maka nya bisa dapat kerja yang enak sementara kamu? Apa dia ga masalah?" tanya ku ke rian


"itu yang aku fikirkan bu,,,mungkin buat dia ga masalah tapi aku malu dengan keluarga nya, lingkungan sosial nya yang sekarang, secara dia kerja di tempat elit bergaul juga pasti dengan orang-orang kelas atas"


"kenal dimana sama dia?" tanya ku "sebenarnya ibu ga masalah kamu sama siapa aja yang penting cocok ke kamu ibu ga mau terus-terusan mikirin kamu, ga bisa nyari perempuan bener buat jadi istri sampe gonta ganti, malu ibu selalu jadi bahan gosip tetangga kanan kiri."


"ga usah di anggap lah, mereka tak tau kalo aku juga ga mau seperti ini aku juga pengen seperti yang lain yang cuma satu kali" jawab anak ku dengan nada sinis.


"maka nya cari yang bener dong" ketus ku kepada rian "atau kamu yang ga bener? Kamu yang memang bener suka gonta ganti perempuan"


"bu,,,aku juga ga ngerti yang seperti apa yang serius ke aku aku selalu percaya ke mereka tapi aku ga suka perempuan yang terlalu banyak nuntut. Karena tanpa di tuntut pun aku berfikir ko aku laki-laki aku tau tanggung jawab ku." kata nya pada ku. Aku memang sangat mengenal karakter putra ku yang satu ini, dia tak sekolah bukan karena bodoh hanya karena sering bantu almarhum bekerja setelah itu dapat uang karena nya dia sering bolos sekolah untuk mencari pekerjaan. Rian adalah laki-laki yang pekerja keras apapun pekerjaan nya seharus nya para perempuan lebih tulus pada nya tapi selama ini rian tak pernah beruntung untuk masalah istri. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk putra ku yang satu ini.


"bu aku menyayangi dian,,,dia berbeda dengan yang lain bu. Kalo perempuan lain tertarik dengan uang ku tapi ini ga bu,,,selalu aku kasih aja dia selalu nolak, malah tadi pagi aku jujur kalo memang sekarang usaha ku sedang tidak baik-baik saja dia minta nomer rekening dia mau transfer uang buat usaha ku tapi aku menolak, aku malu bu dan sementara sekarang aku mulai ragu untuk mendekati nya lagi"


"ya udah terima aja dia kan niat bantu lagian kamu juga butuh kan?" tukas ku ke rian "dari pada utang-utang ke mana, ke siapa juga"


"ibu tu matre banget yaa" nada bicara anak ku mulai mengeras "aku mau butuh segimana juga ga bakal minta ataupun nerima pemberian nya malu bu,,,"

__ADS_1


Aku hanya terdiam tambah penasaran nya aku seperti apa perempuan itu yang bisa merubah sifat dan sikap anak ku, aku salut dengan ajaib dia bisa merubah prilaku anak ku yang keras menjadi lunak. Aku hanya bisa berdoa semoga kalo ini jodoh yang Kau beri untuk anak ku aku berharap ini yang terakhir, aku ga mau dia selalu mendapatkan perempuan yang salah, tak tau lagi aku harus jawab apa kalo di tanya para tetangga ku.


Kkkrrriiinnggg ponsel anak ku berbunyi langsung aku angkat karena aku tak tau siapa nama yang tertera di ponsel nya.


"hallo" sapa ku ke yang menelpon.


"maaf bisa bicara dengan mas rian?" terdengar kaget waktu ku menyapa nya


"oh ya sebentar ya" kata ku "kalo boleh tau ini dari siapa ya?"


"saya dian, kalo lagi ga ada orang nya ga apa-apa nanti saya telfon lagi." kata nya di telfon


"oh,,,,tunggu sebentar jangan di tutup dulu" cegah ku ke dia mumpung dia telfon aku pengen ada yang di tanyakan. "jangan di tutup dulu, ini dian siapa ya?" aku takut salah orang tapi dia menyebutkan nya benar berarti aku ga salah orang.


"ibu apa-apaan pegang-pegang ponsel ku sembarangan" dengan tiba-tiba rian muncul tak tau dari mana asal nya. "sini ponsel nya" ketus nya nada bicara nya. Entah apa yang salah aku tak tau aku memaklumi nya karena aku tadi membuat nya kesal.


"sebentar ibu mau ngomong" aku mempertahankan ponsel yang ku genggam tapi rian berhasil merebut nya sambil tersenyum


"ga usah ikut-ikutan ok bu"


"ga bu, ibu suka ember malah jadi nya kemana-mana nanti" rian keluar dan duduk di teras depan. Aku sengaja duduk di samping nya hanya sekedar pengen tau apa yang mereka bicarakan.


"tu kan di matiin, gara-gara ibu nih" tukas rian


"ampun deh kamu tinggal telfon balik aja"


"sok susah bu soal nya dia bukan pengangguran dia sibuk, bener-bener wanita karir" ujar rian menjelaskan


"ni malem, masa malem-malem kerja?" aku tak percaya dengan penjelasan nya


"aku udah bilang bu,,,bulan-bulan ini dia di promosikan jabatan nya naik makanya kadang dia lembur sampe tengah malam"


"tapi masa malem-malem gini yan?" tanya ku masih tak percaya perkataan anak ku.


"hallo yan" anak ku menelfon perempuan itu. "maaf tadi ibu yang angkat mas keluar sebentar tadi."


"ga apa-apa mas, aku lagi santai jadi ga apa." jawab nya

__ADS_1


"ibu mau ngomong ke kamu yan. Kamu mau kan?" tanya nya ke yang di telfon


"aduh mas,,,maaf q bingung mau ngomong apa?" ponsel nya di berikan pada ku


"ga usah bilang apa-apa de," kata ku ke dia saat aku telfon. "aku cuma pengen kenal aja, cuma pengen tau bener ga yang di ceritakan anak ibu kalo dia punya cewek."


Tak ada jawaban di telfon. Aku fikir telfon nya di matikan tapi ternyata tidak, kenapa tak ada jawaban? "kenapa diam de?"


"em mmaaf bu" jawab nya terbata-bata "saya bingung bu"


"ga usah bingung de" kata ku agar dia tak merasa di intimidasi olej ku. "ibu juga ga marah-marah ngomong nya, iya kan?"


"ii-iya bu" jawab nya


"maaf ibu ganggu ya, kata rian kamu sibuk karena ibu ga tau jadi ganggu ya?"


"oh tttt-tidak bu, saya nyantai sekarang ko" jawab nya ramah "saya tak ambil cuti beberapa hari jadi seharian aku ga ada kerja di rumah saja"


"oh...memang nya kerja apa de?" tanya ku pada nya berusaha sok akrab agar tak kaku.


"kerja cape mah,,,tapi ya lumayan bisa buat sehari-hari."


"ya apa aja lah yang penting ada pemasukan jangan sampai menganggur." kata ku untuk memcairkan susana "punya anak berapa sudah?"


"5 bu" aku terkejut mendengar nya. Banyak banget 5 orang dari suami betapa? Jangan-jangan sama suka gonta ganti laki-laki.


"5 orang dari suami berapa? Nikah umur berapa?"


"suami satu bu, belum ganti-ganti." roman ku berbah seketika aku fikir dia juga sering ganti-ganti pasangan tapi ternyata tidak "baru cerai sekitar 1 tahun yang lalu bu"


"kenal anak ibu di mana?"


"di rumah temen saya bu, waktu itu saya main ada mas rian di situ" jawab nya sama seperti jawaban rian.


"ya sudah ya ibu udah dulu ngantuk"


"oh iya bu silahkan" jawab nya ramah dari nada bicara nya seperti nya orang nya supel, ga neko-neko tapi aku juga tak tau kantuk yang menyerang mata ku sudah tak tertahan lagi ingin segera memeluk bantal dan memejamkan mata ku. Kutinggalkan rian saat masih menelfon karena aku masuk ke kamar ku dan tidur.

__ADS_1


__ADS_2