ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU

ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU
pesan Rian


__ADS_3

"gimana perasaan ibu sekarang?" tanya suami ku saat kita duduk berdua di ruang tengah


"ga tau ba,,," jawab ku "aku seneng aku bisa bebas tapi jujur aku sedih banget saat tau temen ku yang ada di posisi ku saat ini, aku ga nyangka banget dia bisa seperti itu ke aku ba"


"kita selesain tuntas masalah ini nanti" tukas nya


"kapan?" tanya ku


"sabar,,,ada waktu nya bu" jawab nya menenangkan ku. "ada yang mau abba tanyain ke ibu"


"apa?" tanya ku


"tolong jawab jujur" ujar nya "maaf banget sayang bukan maksud ga percaya, tapi abba memang ke fikiran. Jangan marah ya"


"apa sih?" jawab ku "udah deh jangan nambah fikiran aku deh"


"iya,,,gini kemaren waktu kamu di karantina, nomor siapa yang menghubungi kamu?" tanya nya "ya abba tau, kamu ga ngerespon cuma yang abba pengen tau kenapa? Ada apa lagi?"


Aku diam mulai mengingat dan membuka pesan ponsel ku, ku sodorkan ponsel ku ke suami ku, tapi tak di terima nya


"maaf aku ga kefikiran ba" jawab ku "terlalu banyak yang ada di otak ku, aku juga ga ngerespon karena menurut ku dia udah tau apa yang harus di lakukan"


"maksud dia?" tanya nya "mantan suami?"


"bukan, tapi orang yang pernah ketemu abba disini" jawab ku "aku rasa abba juga udah tau apa isi nya, karena ponsel ku di sadap waktu itu, ya kan?"


"maaf ya nanya aja, bukan ada apa-apa" tukas nya


"aku tau" jawab ku datar tanpa ekspresi, aku males bercerita karena saat ini ada yang lebih penting untuk di bahas dari pada bahas masa lalu. "aku mau nengok anak-anak ba, aku kangen"


"yan,,,abba sayang banget ke kamu" dia memeluk ku "ga pengen kehilangan kamu lagi"


"ga usah lebay deh" tukas ku "itu kemaren mas rian, dia bilang makasih bantuan modal nya, lagian siapa sih yang pengen ninggalin?"


"emang kamu ngasih modal ke dia, buat apa?" tanya nya curiga


"se enggak nya dulu dia pernah menolong ku saat masa sulit ku" jawab ku "cuma bentuk terima kasih aja, saat usaha nya pailit ga salah kan aku nolong orang yang udah nolong aku dulu"


"ya ga salah, cuma maaf abba kemaren ngerasa curiga" ujar nya


"kenapa?" tanya ku sinis "takut CLBK?"


"ya engga, ya abba percaya ke kamu sangat percaya kalo kamu ga bakal macem-macem di luaran sana" jawab nya


"ya kalo fikiran abba jelek ya gitu" ujar ku "jujur aja kenapa aku selalu nunda pernikahan kita? Karena sebenernya aku masih keingetan kejadian kemaren. Teus pas aku ngalamin hal yang tak aku duga sama sekali jujur aku takut ngalamin hal yang sama ke 2 kali nya. Sama seperti abba aku juga takut abba ninggalin aku saat aku dalam masalah besar seperti kemaren."


"beneran ibu takut kehilangan abba?" tanya nya menggoda ku


"ya iya lah" jawab ku "seenggak nya aku udah pernah ngalami kehilangan"


"alhamdulillah" dia berucap dan memeluk ku


"ba, besok aku ke kantor ya?" tanya ku

__ADS_1


"ngapain?" tanya nya


"kan tadi novi kesini kan? Dia nganter surat ini." jawab ku sambil menyodorkan surat beramplop coklat yang ku terima dari novi. Kang tristan membaca nya dan menggulung nya kembali setelah selesai.


"kamu boleh ke ka kantor besok" tukas nya "cuma kalo buat kerja abba minta jangan dulu. Biarkan masalah kamu tuntas sampai ke akar nya."


"ya udah" jawab ku "gimana besok aja"


Dreeettt ponsel ku berbunyi ku buka ternyata pesan dari mas rian


"hai apa kabar" tanya mas rian di pesan nya


"baik mas" jawab ku "kenapa?"


"dari siapa?" tanya suami ku


"dari mas rian" ku tunjukan pesan yang ku terima


"ngapain?" tanya nya seolah curiga pada ku. Padahal aku tak menutup-nutupi apapun dari nya.


"kenapa?" aku balik tanya "curiga?"


"engga" jawab nya ngeles


"ba,,,ga ada yang aku sembunyikan dari abba" ujar ku "tinggal cek aja ko"


"iya abba percaya" jawab nya. Sengaja mendekati nya agar tak di curigai lagi. "udah fokus aja ke film nya"


"oh maaf mas, soal nya lagi nonton film sama suami" jawab ku


"maksud nya?" tanya nya "suami siapa?"


"ya masa suami orang, ya suami ku lah" jawab ku "aku udah nikah mas, ya sekitar 3 bulanan ini lah"


"aku ga percaya" ujar nya "ga usah ngeprank lah ga lucu tau!"


"ga ngeprank mas, aku serius" jawab ku


Kriiinnggg "hallo" ku angkat telfon mas rian "mas maaf ga kedengeran rame masalah nya disini, bentar aku kecilin dulu suara nya"


"kamu dimana?" tanya nya


"di rumah" jawab ku "kan aku udah bilang lagi nonton film"


"masa nonton film di rumah?" tanya nya ga percaya


"terus harus dimana nonton film nya?" tanya ku. Aku melirik suami ku yang terlihat tak suka ketika aku mendapat telfon dari mantan ku.


"di bioskop dong" jawab nya "berarti kamu bohong"


"sebentar aku foto dulu biar kamu percaya" ucap ku. Aku segera memfoto posisi ku dan keadaan sekeliling ku, termasuk aku duduk dengan kang tristan."gimana sudah percaya?"


dia diam saja, tak menjawab telfon nya lagi setelah itu di matikan. "aku kecewa ke kamu yan" ucap nya di pesan yang terkirim

__ADS_1


"maaf, tapi kenapa?" tanya ku "aku kenapa? Aku sudah bilang dari awal, aku sudah dekat dengan laki-laki selain kamu"


"terus kenapa kamu kasih aku harapan?" tanya nya


"harapan? Harapan apa?" tanya ku balik


"kamu kasih aku modal yang kata nya nanti kalo usaha ku sudah maju lagi kamu balik lagi ke aku" jawab nya


"apa?" jawab ku kaget "maksud kamu apa mas? Aku tak pernah bilang apapun tentang kita mas, karena aku tau kamu tak serius dengan aku. Sekarang aku sudah menikah jadi tolong jangan lagi hubungi aku dan uang modal yang aku kasih ga usah kamu kembalikan, itu hak kamu karena aku ikhlas membantu kamu"


Tak lagi di balas pesan ku, tapi aku terserah lah aku memang sudah tak memikirkan lagi masalah yang lain karena di depan mata sudah ada masalah yang belum tuntas di bicarakan dan itu lebih penting karena menyangkut masa depan ku ke depan nya.


"kenapa?" tanya suami ku yang melihat roman wajah ku tegang. Aku menyodorkan ponsel ku agar dia membaca nya.


"kamu kasih dia harapan?" tanya suami ku menelisik ku seperti petugas yang sedang mengintrogasi kasus


"ga tau ba, yang jelas aku tak pernah bilang apa-apa" jawab ku "aku juga sudah bilang tentang hubungan kita waktu dia kesini bareng ibu nya. Abba masih inget ga?"


"ga tau abba lupa" jawab nya santai, entah lupa atau melupakan aku tak tau. Aku hanya ingin mencoba jujur dengan nya karena aku juga tak ingin dia menutupi apapun dari ku.


"lalu masalah modal?" tanya nya "modal apa?"


"waktu aku tinggalkan dia pergi kesini, aku ga tau kalo usaha nya mengalami pailit, dan bahkan sampai dia menjadi pengangguran ya aku kasihan jadi aku kasih dia modal 5 juta yaa itung-itung balas budi ke dia" jawab ku "dan uang itu yang aku pinjam dari abba dulu, bahkan sampai sekarang aku belum bisa mengembalikan uang abba"


"kenapa kamu ngasih uang segitu gede buat mantan?" tanya nya


"ga ada maksud apa-apa, cuma sebagai balas budi aja" jawab ku "satu bulan aku menjadi tanggungan nya saat di masa sulit ku"


"bukan apa-apa bu, tapi terkesan nya kamu kasih harapan" tukas nya


"tapi aku udah bilang kalo memang kita ada hubungan sewaktu dia kesini, aku udah jujur ko" aku mempertahankan alibi ku karena aku memang benar-benar jujur karena tak ingin ada yang aku tutupi. Aku ga mau hubungan ku bermasalah di kemudian hari.


"udahlah ba, jangan memperkeruh suasana aku, bukan itu masalah nya sekarang, yang jadi masalah adalah bagaimana nanti aku, apa aku harus kerja atau tidak terus gimana cara nya aku bisa memperingan hukuman ahmad"


"kenapa bahas lagi? Udah jelas kan kalo belum saat nya kamu berada di dalam masalah ini lagi, ini waktu tenang kamu dan kamu bisa keseret lagi kalo kamu ga hati-hati" tukas kang tristan mengingatkan ku


"iya aku tau, ga usah ngomel bae kenapa?" timpal ku


"kamu yang di omel tiap hari aja ngeyel apalagi kalo sampe di biarin" tukas nya


aku hanya ketawa menggoda nya agar dia tak lagi membahas masalah mas rian, aku ga ngerti ko sampe mas rian ngira aku bakal balik ke dia padahal aku udah jelas-jelas membahas masalah ku sama kang tristan dan juga bahas masalah aku dan dia juga. Apa yang di bilang ibu nya ke dia?


Terlalu banyak masalah yang ada di kepala ku membuat ku cape dengan jalan nya hidup, tapi aku harus tetap hidup untuk anak-anak, hidup mereka masih panjang dan masih membutuhkan ku. Entah berapa lama aku terkungkung dalam masalah yang sama, aku menghela nafas panjang berharap semua akan baik-baik saja sesuai keinginan ku.


"kenapa sayang?" tanya nya


"kenapa ya masalah selalu ada di aku?" tanya ku "padahal aku lihat orang lain selalu bisa berjalan tampak tak pernah ada masalah"


"yang nama nya manusia itu hanya bisa melihat yang tampak depan, kita ga akan pernah tau tampak belakang nya itu bagaimana ya kan?" papar nya pada ku "yang nama nya orang hanya bisa menjudge orang lain tanpa bisa menunduk untuk bisa mengkaji diri sendiri."


Aku terdiam tanpa bisa berkata apapun semua terasa berat rasa nya baru kemaren aku bisa keluar dari masa sulit ku kenapa sekarang aku mengalami nya lagi, baru kemaren aku bisa menyempurnakan hidup ku kenapa sekarang ada yang berusaha merusak nya lagi, kata pak ustad kata nya kepedihan dan kesedihan kita yang paling dalam hanya akan kita rasakan satu kali seumur hidup tapi kenapa aku mengalami lagi hal yang membuat ku oatah semangat.


Belum lagi masalah kasus ku selesai sekarang datang lagi masalah baru yang mengusik ketenangan rumah tangga ku, semoga aku bisa melewati lagi, semoga aku bisa menyelesaikan masalah ku satu persatu, ikhlaskan hati ku menerima cobaan mu ya Tuhan, agar aku bisa menjadi manusia yang tak pernah lupa kepada Mu.

__ADS_1


__ADS_2