
Tak sangka aku bertemu dengan cool boy yang dulu jadi incaran cewek-cewek di kampus, kang tristan maulana. Dia senior ku dulu sama-sama satu jurusan. Setiap mata kuliah susah aku selalu meminta saran dari nya secara seorang kutu buku pasti otak nya berisi lah kan? Tristan cowok kalem sangat jarang bicara meski dengan teman nya sekalipun, keseharian nya ada di perpus untuk membaca buku apapun buku nya termasuk novel. Kami sama-sama penyuka novel karena nya kami saling akrab yang membuat iri para hawa di kampus.
Kang tristan memang spesial bagi mereka tapi buat ku dia biasa aja, tapi ada yang membuat ku kagum kecerdasan yang briliant dia selalu mendapat IPK yang bagus di setiap mata kuliah nya yang membuat ku meniru kecerdasan nya karena kami sering berdiskusi masalah mata kuliah yang menurut ku sulit dan membosankan, dia selalu menjadi tutor yang baik untuk ku.
"nikah sama orang mana yan?" tanya kang tristan saat kami santai di ruang belakang "lama kita ga ketemu yaa"
"heeh" jawab ku "nikah sama orang jauh kang. Akang sendiri ke orang mana?"
tapi dia hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan ku "jodoh kaya nya jauh dari aku, yan?"
Aku tertawa menyikapi nya "masa sih? Terlalu pilih-pilih akang kali, jadi cewek nya menjauh"
"sebenernya ga pilih-pilih cuma milih yang klik di hati tapi belum nemu"
Hahaha aku tertawa ngakak membuat yang lain datang menghampiri kami di belakang.
"duh yang lagi reunian ko cuma berdua?" kata novi meledek kami
"ya sini ikutan" kang tristan menimpali
"aku bawa makanan nya ke sini ya biar kumpul disini, di dalam bau cat" aku masuk membawa makanan nya ke belakang. Tak lupa juga menyisakan untuk para mamang yang sedang mengecat kamar anak-anak.
"mang,,,, makanan nya di sini ya" kata ku ke tukang cat "tapi bisa kan beres hari ini?"
"bisa bu, tinggal kamar belakang saja bu"
Aku pun mengangguk dan meninggalkan mereka yang tengah bekerja membereskan rumah.
"di belakang luas bikin kolam renang mini aja yan" kata abang suami novi
"ga bisa bang, bukan apa anak-anak saya masih kecil-kecil bang 3 orang lagi kalo di kasih kolam kasihan yang jaga cape, maka nya saya tutup bang" aku menjelaskan ke suami novi
"minggu jadi kan bang,,,saya sudah packing bang"
"ART dan baby sitter nya udah?" tanya ahmad
"besok sore, aku janjian besok sore pagi nya gue ada ketemuan di hotel"
"udah jadi presdir beneran aja masih sibuk terus" sela ahmad
"beneran? Dian jadi presdir?" tanya kang tristan
"o ya kang lupa, aku belum cerita kalo baru 2 bulan ini dian jadi direktur, karir nya tambah bagus di kantor. " novi menceritakan tentang ku ke kang tristan "sama kan? Akang juga sama direktur juga kan? Apa lagi akang kerja di perusahaan bonafit. Kalian tuh selalu samaan dari dulu"
Aku hanya tersenyum mendengar ejekan teman ku yang satu itu, fia memang banyak omong ember banget. mereka juga tertawa mendengar ejekan yang selalu di lontarkan untuk ku dan kang tristan. Aku juga baru tau kalo kang tristan kerja di perusahaan bagus yang jenjang karir nya menjanjikan.
Aku melirik kang tristan saat kami di ghosting secara tak sengaja aku beradu tatap dengan nya yang membuat dada ku berdebar. Pantas saja dia banyak di gandrungi cewek-cewek dia terlihat lebih tampan sekarang setelah bertahun-tahun tak bertemu.
__ADS_1
"heeyyy udah ga usah lirik-lirikan terus silahkan kalian berdua yaa" kata novi masih menjahili kami "karena gue mau pulang dulu ya, tuh abang ngajak pulang"
"iya maaf ya ga lama ada perlu ketemu temen di rumah" kata abang
"iya ga apa bang, saya berterima kasih ke abang yang sudah mau mampir ke rumah saya" kata ku
"iya nanti kapan-kapan kita main lagi ya mba dian" tukas nya pada ku
"santai aja bang,,,kaya sama siapa aja" kata ku ke suami novi "sama seperti novi abang bisa main kapan pun bareng novi kesini. Kita udah bukan temen bang kita udah lebih dari saudara"
"ya udah bye" novi memeluk ku
"bye,,,thanks ya" aku melambaikan tangan
Aku kembali masuk ke dalam rumah menghampiri ahmad yang masih mengarahkan tukang agar hari ini selesai.
"ada masalah ah?" tanya ku ke ahmad
"ga ko,,,cuma lagi ngarahin dikit-dikit ke mereka" jawab nya "lo temenin si akang gih biar gue yang di sini bantuin mereka biar cepat selesai"
Aku pergi ke belakang menghampiri kang tristan yang duduk sendiri di belakang. "ngelamunin apa?" tanya ku ke kang tristan
"eh ga ko" jawab nya "cuma salut aja ke kamu baru satu tahun lebih kamu udah bisa mencapai semua yang kamu mau, hebat!"
"ga satu tahun kali kang,,,udah lama juga cuma ke tunda lama" jelas ku ke kang tristan
"iya ini kerjaan yang tertunda sekitar 4 tahun yang lalu kang, aku kerja disini lama karena dulu aku hamil anak yang ke 3 harus bedrest jadi aku keluar dan sekarang balik lagi, jadi nyangka nya cepet di promosiin padahal mah engga kang." papar ku
"oh gitu?" tanya nya balik "emang bener anak kamu udah 5?"
"iya, emang kenapa?" aku bertanya setelah melihat mimik wajah nya yang heran setengah tak percaya "ga harus aku kasih bukti kartu keluarga kan?"
"maaf maaf, bukan maksud ngejek yan" kata nya
"ga apa lagi kang biasa aja kenyataan nya anak ku banyak" kata ku sambil tersenyum "maka nya kenapa aku beli rumah yang besar kang"
"terus bapak nya anak-anak kerja disini juga?"
"enggak" kata ku harus bagaimana aku menjelaskan aku sudah mulai males buat membahas nya. "terus bener akang belum menikah?" aku sengaja ngeles agar tak selalu bertanya masalah pribadi ku.
dia hanya mengangguk dan tersenyum sambil berseloroh "aku masih nyari yang seperti kamu"
aku tertawa "mana ada kang aku ya aku cuma 1 di produksi, kaya gini ge limited edision tau ga?"
"kenapa lucu ya sampe ketawa nya ngakak banget?" tanya nya
"aduh maaf kang, bukan maksud apa-apa" aku pun tak enak hati waktu dia berbicara seperti itu "serius yan,,,aku nyari yang kaya kamu, cewek manis, supel, pengertian, manja. Meski ga semua nya se enggak nya mirip-mirip dikit lah"
__ADS_1
Dia menatap ku tajam membuat ku salah tingkah. Dia menggenggam tangan ku "yan aku masih menunggu kamu. Masih menunggu sama seperti waktu kamu tinggalkan dulu" hati ku mulai kacau kenapa harus ada lagi dilema seperti ini lagi.
"kang maaf jangan seperti ini kang" aku mencoba melepaskan genggaman tangan ku
"maaf yan, aku kangen banget ke kamu. Tapi sayang kamu udah ada suami" kata nya. Biarin lah dia ngira aku masih punya suami se enggak nya aku aman. "terus anak kamu sekarang di mana?"
"masih di nenek kakek nya kang, minggu besok kaya nya aku jemput kan tadi udah janjian sama suami novi" kata ku ke kang tristan
"kalo aku ga ada janji aku pasti ikut, udah janji duluan sih"
"ga apa kang" kata ku "ketemu nanti pas dateng aja"
"ya udah kabari aku kalo udah sampe ya?"
"oke" aku tersenyum sambil menyodorkan kopi untuk nya "di minum kang. Maaf aku tinggal ke dalam mau nengok pekerjaan yang di pegang ahmad"
sengaja aku masuk untuk menghindari pembicaraan mengenai hati. Saat masuk aku berpapasan langsung dengan ahmad.
"gue tau yang kalian bicarakan" aku menengok nya berpura-pura cuek "ga usah ngeles gue denger semua nya" aku pun tertunduk ga tau harus jawab apa berat rasa nya beban yang ku tanggung baru saja aku ingin bahagia ada saja beban fikiran yang datang.
"semua nya terserah lo yan,,,lo berhak bahagia lo bahkan harus bahagia jangan hanya bahagiain orang lain tapi lo juga butuh bahagiain diri lo sendiri."
"gue cape ah,,,selalu seperti ini kenapa sih selalu aja ada beban fikiran yang harus aku hadapi sedetik aja gue pengen nyaman ah..."
"menurut gue memang waktu nya lo nyari pasangan yang bener-bener sayang ke lo yang bisa bahu membahu ngebesarin anak-anak" nasehat ahmad ke aku "gue setuju kalo lo balikan lagi sama bapak nya anak-anak biar ga niriin mereka lagian juga perceraian yang dia lontarkan bukan sengaja toh bukti nya dia masih mendam rasa buat lo yan"
"entahlah ah,,,gue bingung gue masih pengen seperti ini sendiri" aku baru inget kalo aku ninggalin kang tristan di belakang. Aku pun menghampiri nya lagi "maaf kang kelamaan ya?" tanya ku seolah baik-baik saja
"ga apa sambil nyantai juga ko. Kamu pinter design rumah yan,,,rasa nya adem disini" aku hanya tersenyum
"sengaja mas soal nya kegiatan ku cape jadi saat di rumah aku pengen suasana nyaman yang penting anak-anak aman." tukas ku ke kang tristan
"terus kalo saat kamu kerja anak-anak gimana yan?" tanya kang tristan
"aku sewa jasa ART dan baby sitter kang" jawab ku "kaya nya besok sore mereka datang"
"oh,,,mateng banget ya persiapan nya?"
"harus kang buat anak-anak kang aku pengen mereka betah tinggal disini" jawab ku
"kalo besok sore aku kesini boleh?"
"boleh aja kang kenapa ga?"
"aku pulang ya udah sore besok kita ketemu lagi" aku tersenyum mengangguk dan menjabat tangan nya. Setelah itu aku masuk menemui ahmad yang sedang sibuk membantu tukang untuk mengecat rumah.
"udah pulang yan?"
__ADS_1
Aku menganggukkan kepala dan duduk di bawah lantai yang sedang di cat. Aku memandang puas atas pekerjaan para tukang sekarang telah selesai pekerjaan yang mereka garap dan langsung membereskan sisa-sisa pekerjaan nya. Semua nya selesai tepat waktu, tinggal untuk besok mempersiapkan semua termasuk perabot rumah tangga. Sampai sore bahkan tengah malam para tukang menata semua perabot rumah tangga. Sampai tengah malam semua nya selesai tinggal penempatan nya saja sambil menunggu anak-anak datang.