ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU

ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU
masalah datang


__ADS_3

"sebener nya gue ga percaya lu ngelakuin itu ke perusahaan yan" ucap big boss ku sewaktu mendatangi ku di kantor ku"


"pak saya ga ada niatan sedikit pun curang ke perusahaaan" ujar ku "kalo saya mau sudah dari awal saya kesini pak, waktu awal saya balik itu lagi butuh-butuh nya duit buat masalah saya tapi kalo sekarang buat apa, memang gaji saya ga sebesar itu tapi ga lantas saya mau curang di belakang bapak"


Boss ku pun diam dan aku juga ga tau lagi harus bagaimana semua bukti mengarah pada ku karena ada tanda tangan ku yang tertera disana.


"lalu ini?" dia menunjukan berkas yang ada tanda tangan ku disana.


"demi Tuhan saya ga tau pak" jawab ku aku memang tak tau apa yang terjadi pada ku serasa mimpi dan aku berdoa ini hanya mimpi.


"maaf yan, untuk sementara kamu di rumahkan sampai penyelidikan selesai" ucap bos ku. Aku tak mampu menjawab apapun. Semua nya aku pasrahkan ke Tuhan dan takdir ku.


"pagi sayang" ucap kang tristan memeluk ku dari belakang saat tidur ku membelakangi nya. Aku terkejut karena nya, ku dekap kan tubuh ku ke pelukan nya sambil mencium nya. "ko udah bangun?" tanya nya. Aku hanya tersenyum tanpa menjawab aku mengusap air yang menetes di pipiku hampir semalaman aku tak bisa tidur karena kejadian tadi siang di kantor.


'apa lagi yang terjadi pada ku Tuhan, ujian apa lagi yang harus ku lewati? Aku hanya berdoa kuatkan aku, seandainya ini untuk mempertebal keimanan ku maka kuatkanlah aku tapi kalau ini ujian dan cobaan ku maka ikhlaskan diri ku menerima semua nya' bisik ku dalam hati tak henti-henti nya aku berdoa agar Tuhan bisa memberi hidayah nya kepada orang yang memfitnah ku.


"udah subuh kang,,," aku mengingatkan suami ku


"biarin masih pengen meluk kamu" jawab nya sambil terus menciumi ku


"geli ah,,," ucap ku manja "solat kang udah subuh hampir setengan 6 loh"


"ahh cerewet" sambil mengembil pipi ku. Aku pun terdiam tak berbicara apa-apa. Aku suntuk tak karuan air mata ku pun mengalir membasahi bantal yang ku pakai. Kang tristan pergi mandi aku pun wudhu untuk solat berjamaah hal yang biasa kami lakukan saat ada di rumah, berjamaah tak pernah tertinggal.


Kang tristan pun keluar dari kamar mandi dan langsung ke tempat solat menghampiri ku yang telah siap dengan mukena ku. Selesai aku langsung rebahan sudah tak enak rasa nya. Lesu karena banyak fikiran.


"kenapa?" tanya kang tristan


"ga cuma lagi mager aja" jawab ku


"ga usah terlalu di fikir toh sedang di usut ko, kita percayain aja semua nya pasrahin ke Tuhan agar kita lebih damai" ucap kang tristan sambil mendekat pada ku. Aku tetap diam tak bergeming aku kacau tak bisa menampung saran orang lain meski dari suami ku sendiri.


"abba percaya kamu bisa sayang, sebelum ini kamu udah lewati kejadian yang sulit dan kamu bisa terus sekarang ga mungkin nyerah kan?" tanya suami ku. bukan jawaban yang aku berikan tapi air mata yang telah menetes bantal ku


"sudah ga usah banyak fikiran, kita lewati bareng-bareng, l believe you can get past this problem and l believe more that you can


get out of this problem with the best solution. l trust you honey" sambil mengecup kening ku


"aku ga nyangka banget kang" ujar ku


"kita ga bakal tau apa yang terjadi di depan kita sayang, jadi percaya aja kalo kamu bisa, abba aja percaya kalo ibu itu kuat, ibu itu sosok istri yang pandai dalam segala hal, abba aja percaya ke ibu masa ibu pesimis seperti ini"


"masalahnya kenapa harus aku?" tanya ku "aku selalu mengatakan ini hanya mimpi tapi malah kenyataan yang harus aku terima"


"jangan nangis pagi-pagi sayang pamali kata orang" ujar nya menenangkan ku "udah usap air mata nya semangat aja yakin semua akan usai cepet. Sekarang karena kamu lagi mager biar abba yang buatin ibu sarapan ya?"


"udah ada di meja ba,,," jawab ku "sudah siap semua nya" suami ku seolah kaget


"kamu bangun jam berapa sayang ko jam segini udah masak udah solat subuh lagi" dia memeluk ku lagi. Aku bersyukur sekarang karena aku ada masalah dia tak terlalu overprotectife dia lebih bisa menenangkan ku dan selalu lembut memperlakukan ku.


"aku ga bisa tidur semalam, jadi aku putusin masak lebih awal setelah solat malam aku kerjakan" ungkap ku


"kenapa ga bangunin, kan bisa solat bareng" tukas nya


"semalem aku lihat abba pules banget tidur nya" papar ku "aku ga tega buat bangunin"


"perhatian banget istri ku, abba bangga sama ibu" ungkap nya. Berkali-kali dia menciumi kening ku "sini abba peluk ibu" aku meringsut mendekat pada nya.


"baju abba ada di kursi" ucap ku sambil menunjukan baju kerja nya


"ibu itu ga hanya pintar sebagai wanita karir, ibu bisa bagi waktu antara di kantor, suami dan anak-anak" puji nya pada ku "kalo ummi tau tentang ibu pasti bakal jadi menantu idaman ummi yang selalu ummi puji"


"bisa aja" jawab ku tersenyum. Suami ku ini paling bisa buat aku tersenyum dan tertawa di saat sedih.


"you know what made me fall in love with you until i always waited for you?"


"apa?" tanya ku

__ADS_1


"because you are tough woman, a woman who never gives up, who thingking positively and one thing. And only you make me fall in love every day." papar nya sambil mengusap sisa air yang menetes dari mata ku. Aku hanya tersenyum mendengar pujian dari nya aku mendekap lengan nya erat mengencangkan pelukan nya pada tubuh ku.


"udah siang nanti terlambat loh" tukas ku


"masih agak lama" jawab nya sambil melihat arloji nya


"sarapan dulu gih, tapi maaf ya aku ga bisa nemenin" tukas ku. suami ku keluar dari kamar dan kembali membawa piring sarapan nya, hari ini aku buatkan mie goreng kesukaan nya sekaligus kesukaan ku juga soal nya kami sama-sama pecinta mie.


"ibu makan dulu, abba tau ibu belum makan kan?"


"aku belum pengen nanti aja lah, toh aku bakal di rumah seharian tanpa pekerjaan" jawab ku lesu


"yeh ga boleh lagi sedih, istri abba ga boleh sedih karena kalo istri sedih rezeki nya bisa di patok orang" tukas nya "mau kaya gitu?"


"ya engga lah ba,,," jawab ku "aku selalu berdoa agar abba sehat, di kasih rizki yang halal dan berkah buat keluarga kita"


"maka nya jangan sedih lagi ya" tukas nya menghibur ku


"aku sedih bukan karena abba tapi..."


"sama aja, ga usah tapi-tapi" hardik nya "now don't be sad anymire for abba, so that abba can live this day full of blessings from abba's most beautifull wife" aku hanya diam tak banyak bicara lagi karena ga akan selesai sampai besok juga. Aku memakan makanan yang dia suapi dengan lembut dia menyuapi ku, satu suap untuk ku satu suap untuk nya begitu sampai habis.


"alhamdulillah habis, paling enak makanan ibu" puji nya


"muji terus bisa terbang nanti aku" ucap ku


"istri abba ga boleh sedih, istri abba harus kuat, buat abba juga anak-anak" tukas nya pada ku "abba tau ini berat tapi ibu harus tetep kuat, abba tau ibu pasti bisa melalui ini dengan mudah"


"makasih" aku tersenyum kecut


"abba aja percaya sama kemampuan ibu masa ibu engga"


"bisa aja bikin orang ketawa"


"harus dong, buat istri abba apa sih yang enggak" papar nya "harus tetep ceria biar abba semangat jalani hari"


"nanti lah, abba masih pengen peluk kamu, ciun kamu" jawab nya"ibuu body kamu ga nahan sayang"


"jangan mulai deh"


"emang mau di mulai ko" di menciumi leher belakang membuat ku mendesah


"udah baa ga usah mulai, nanti malam aja kenapa?" jawab ku tanpa mood karena banyak fikiran. "baaa" mulut ku di bekap menggunakan bibir nya yang terpagut du bibir ku. Aku sedikit meronta karena memang bener-bener badmood banget aku.


Dia masih terus menciumi leher, bibir dan tangan nya menggerayangi tubuh ku. Terus dan terus sampai tangan nya memegang daerah sensitif ku secara reflek pun aku menggelinjang.


"jangan sekarang ba" suara ku tertahan karena ******* ku. Suami ku memang tipe kuat di ranjang sampai aku memuntahkan cairan yang membuat ku lemes


"makasih sayang" dia sambil mengecup bibir ku dan sempat di kulum nya sedikit


"abba pergi dulu sayang" aku membuka mata


"udah mandi?" tanya ku


"jangankan mandi, lihat aku udah ganteng kan?" aku hanya tersenyum tak menjawab nya "abba pergi dulu ya sayang" aku mencium tangan nya "kalo lagi males ga usah ngerjain pekerjaan rumah, kan ada mba"


"ga apa ba, bebenah bisa ngurangi streea ko" jawab ku "lagian kasian si mba harus jaga anak-anak, harus jaga taman depan dan belakang, masa harus ngurus semua nya."


"ya kan udah jadi tugas mereka sayang" tukas nya


"ga gitu sayang kasian lah" kang tristan mulai cemberut "ya lah ya lah biarin atuh. Silahkan mau kerja, maaf aku ga nganterin ya"


"ga apa-apa" jawab nya "ibu istirahat aja, abis cape kan barusan?" suami ku mendekati ku lagi "enak barusan?" aku hanya tersenyum mengangguk "nanti malam tunggu yaa abba minta jatah lagi"


"baa,,, apaan se!" hardik ku "dah sana berangkat, kesiangan loh"


"ya udah ok ok ok" ejek nya pada ku "tapi nanti malem lagi ok?! Habis nya enak sayang ga nyangka bisa seenak ini bikin nagih"

__ADS_1


"udah sana berangkat" aku menghardik lebih keras


"tubuh kamu seksi sayang membuat abba ga bisa konsen kalo deket kamu"


"bebal di bilangin," hardik ku sekali lagi


"iya iya sayang, sini cium dulu" kening ku pun di kiss nya "assalamualaikum"


"waalaikum salam warohmatulloh" jawab ku. Dia pun keluar tapi tak berselang lama dia kembali lagi. Aku pun terheran


"kenapa balik lagi?" Tanyaku


"engga,, abang lupa kalo abba beli film drakor yang baru" tukas nya "kalo masih mager nonton film aja"


"colokin biar nyala?" jawab ku "dan tolong putarkan sekalian seluran chanel nya"


"nyuruh?" tanya nya "kan udah siang"


"sebentar kata nya pengen liat istri bahagia, sekali-kali bikin hubungan kalian lebih awet" tukas ku. "tau aja yang di suka dan tidak ya"


"pasti dong apa sih yang ga akang tau tentang kamu?" tanya nya "dari mulai kuliah sampe sekarang pun aku masih inget kesukaan kita apa" jawab mertua


"masa sih?" tukas ku


"udah lah abba pergi dulu ya baik-baik di rumah ya" tukas nya


"hati-hati sayang" dia tersenyum mencium kening ku. Terdengar suara mobil pergi dari arah luar. Aku pun sedang asyik menonton drama korea dari DVD tiba-tiba aku kaget melihat anak ku yang berumur 4 tahun masuk ke dalam kamar ku.


"ibuuu" sapa nya


"pagi sayang" aku membenarkan tempat duduk ku yang awal nya tiduran sekarang duduk. "udah mandi ya? Pantesan wangi"


"ya udah lah,,,," ceriwis sekali anak ku tapi memang seperti itu kata "sama siapa?" tanya ku ke anak ku


"sama mba" jawab nya


"mba asuh anak-anak aja ya kaya nya saya makanan di luar aja" timpal ku "saya lagi pengen bareng-bareng sama anak"


"iya bu" jawab nya


"mana yang lain ko ga kesini" jawab nya


"belum bangun bu"


"ya sudah ga apa-apa"


"bu,,,dede mau mainan di belakang ya sma mba" tukas anak ku


"iya sana main ibu mau istirahat"


"ok ibu" jawab nya.


"hati-hati main nya" jawab ku dia pun lari berkejaran dengan kupu-kupu. aku kembali rebahan sambil nonton drakor yang sedang di puterin"


aku begitu khusyu menonton nya sampai baper. Terdengar pintu di ketuk


"masuk" ternyata ketiga anak ku


"mau sama ibu"


"oh sini sayang" jawab ku ke pada anak-anak ku. Kami berkjmpul jadi satu di ranjang ku "mba kalo mau bersih-bersih silahkan saya lagi males keluar kamar ya"


"baik bu" jawab nya


"maaf bu saya yang mau bersih-bersih hari ini" jawab mba yang baru. aku memang selalu menggilir mereka agar tak terjadi kesalahpahaman atau pun iri karena gaji mereka semua nya sama. Aku selalu berusaha adil terhadap karyawan ku karena agar mereka segan terhadap majikan nya.


"mba maaf hari ini kalo ada tamu tolong jangan bukain pintu ya saya benar-benar tidak mau di ganggu" instruksi ku ke pegawai ku.

__ADS_1


"baik bu" jawab nya. Dia pun selesai dan langsung keluar dari kamar ku. Di kamar aku bercengkrama dengan anak-anak ku terdengar keramaian dari dalam. Hati bahagia rasa nya melihat senyum mereka, pules nya tidur mereka, ada rasa syukur yang ku panjatkan dari hati ku bahwa dengan situasi aku, aku bisa melihat anak-anak yang ada nyaman di hidup ku meski tanpa ayah nya hanya aku tak mau memutuskan hubungan antara ayah dan anak. Biarkan berjalan seperti apa ada nya.


__ADS_2