
"kang,,,"panggi seorang perempuan "kang,,,kang tristan! Tunggu!" perempuan tersebut menyusul kami sampai terengah-engah "aduh kang, saya sampe ngos-ngosan ngejar nya"
"mau ngapain ros" tanya kang tristan
"yee akang nanya nya ko gitu sih?" tanya nya ke kang tristan "ini siapa kang?"
"oh kenalin calon istri akang" jawab kang tristan
"dian" aku menyalaminya dan kami saling bersalaman
"apa bener calon istri kang tristan teh?" tanya nya
"insya alloh bener teh" jawab ku "kenapa ya teh?" aku sedikit memberanikan diri dan menguasai hati karena aku tak ingin lagi sembunyi dalam ketakutan
"akang tega sama saya" tukas nya "ga nyangka akang" mata nya berkaca-kaca
"maaf selesaikan dulu masalah kalian yang belum selesai, saya permisi dulu" aku pergi meninggalkan mereka berdua.
"yan,,,dian" kang tristan menyusul ku aku pura-pura tak mendengar sekarang terserah lah mau gimana aku hanya ingin menikmati hidup yang sekarang ada tanpa pengen pikir rumit lagi. Kang tristan mencekal lengan ku dan perempuan itu menyusul juga.
"kang...maksud nya apa akang teh?" tanya nya
"kang kan aku bilang selesaiin dulu aku males pagi-pagi dah ngerusak mood" jawab ku santai padahal di hati ku mencoba berdamai dengan alam aku tak ingin merusak mood ku.
"kita selesaiin bertiga ok, agar kamu tau" sentak kang tristan
"ga usah bentak kang aku ga tau apa-apa" jawab ku nada marah "dah aku mau pulang"
"tunggu yan,,,dengerin akang dulu" suara nya sedikit memelas. Aku pun diam menuruti nya.
"kang,,,akang sama dia apa akang tak ingat saya kang?" tanya perempuan itu.
"maaf teh,,,memang apa yang kang tristan janjiin ke teteh dulu?" tanya ku. Tapi kesel nya dia hanya diam saja seolah tak menganggap ku. "teh maaf kalo kang tristan ga janjiin apa-apa tolong jangan ganggu hubungan kami, saya calon istri kang tristan"
"kalo teteh calon istri nya apa atuh hubungan kita kang?" tanya nya
"kang aku minta ketegasan dari sekarang mumpung belum jauh kita" kata ku "ga usah pilih aku silahkan lanjut sama dia dan aku bakal pergi"
"yan, yan, yan tolong jangan pergi dulu denger dulu" pungkas nya
"ros akang ga ada hubungan apa-apa sama kamu ya" ucap kang tristan pada nya "akang anggap kamu cuma temen aja, kedekatan kita ga ada apa-apa ros. Apa ada kata-kata dari akang yang menjurus ke arah hati kamu? enggak kan? Kan saya ga bilang cinfa ke kamu"
"tapi kan kang kita udah ngapa-ngapain bareng?" kata nya
"ngapa-ngapain? Maksud nya?" tanya ku spontan "kalian udah tidur..."
"apaan sih kamu" hardik kang tristan "amit amit akang belum pernah begitu sama cewek yan"
"kang saya sakit hati ke akang"
"ros maaf saya belum pernah bilang apa-apa ke kamu, kita cuma jalan-jalan biasa jangan kan bilang cinta pegang tangan kamu aja akang ga pernah" pungkas kang tristan
"tapi akang sering bawa saya jalan-jalan, saya fikir akang suka sama saya kang dan sekarang saya sudah sayang sama akang malah akang bawa cewek lain kesini" dia melirik ku dengan sinis
__ADS_1
"aduh teh maaf saya ga tau kalo kang tristan punya PHP an disini" tukas ku sinis balik.
"udah deh ga usah pada saling nyinyir gitu" hardik kang tristan "ros maaf kalo ros ngerasa di PHP in akang tapi saya ga punya niat PHP in kamu ros"
"tapi saya sudah cinta sama akang" tukas nya
"maaf saya sudah punya calon istri ros,,,dia perempuan yang saya tunggu sejak dulu" tegas kang tristan ke cewek tersebut.
"tapi kang,,," sergah cewek itu
"udah saya ga mau ada ribut lagi antara akang sama calon istri akang ros" sentak nya lagi "akang sudah mau menikah ros jadi tolong jangan bikin gara-gara lagi" aku hanya diam dan sengaja mengotak atik ponsel ku untuk mengalihkan fokus ku dari mereka kalo tangan ku tak di jekal kang tristan sudah dari tadi aku keluar dari drama ini. Males denger nya kaya anak ABG yang memperebutkan cinta ga jelas. tak terduga novi menelfon ku
"hay noy,,," jawab ku "kang aku angkat telfon dulu tolong lepasin tangan ku"
"ngapain sih? ngapain pagi-pagi?" tanya novi
"engga ngapa-ngapain noy,,,lagi jalan-jalan ko" jawab ku ke novi "but any little trouble"
"kenapa?" tanya nya
"entahlah gue juga ga ngerti" jawab ku
"lagi sama kang tristan kan?" tanya nya lagi
"terus sama sapa lagi?" tanya ku "tapi sayang nya kang tristan lagi sama cewek lain ga sama gue doang. Udah dulu sambung lagi nanti ya" aku memutuskan telfon nya sepihak mood ku mulai tak baik
"terus mau sampai kapan kita disini?" tanya ku "aku mau pulang panas lagian aku cape ngantuk lagi"
"ya udah kita pulang" jawab kang tristan
dia mulai menitikan air mata, hati ku tak tega tapi mau apalagi aku juga berhak bahagia aku ga mau mengikhlaskan orang yang aku sayang untuk orang lain. "yu yan,,,"
Aku pulang bareng kang tristan aku tak mau ambil pusing masalah barusan tapi kelihatan nya kang tristan merasa sungkan pada ku.
"yan..." sapa nya
"hmm"
"kamu ga marah kan?"
"kenapa marah?" aku bersikap sebiasa mungkin
"masalah yang barusan, akang minta maaf yan" nada penyesalan terlihat di roman wajah nya
"untuk apa minta maaf ga ada yang salah ko semua nya hanya masalah situasi, mungkin aku juga akan sama seperti dia jika posisi ku sama dengan nya. aku bisa ngerasain apa yang dia rasa sekarang, memang sakit di PHP in" jawab ku datar
"yan,,,sebener nya ga gitu" kilah nya
"memang seperti itu laki-laki, buat laki-laki jalan bareng, makan bareng, sering ketemu, cerita, curhat terus nanya kabar, nanya udah makan apa belum, mungkin biasa kali ya tapi buat perempuan akan berbeda, dia akan merasa di perhatikan di sayang bahkan mungkin seperti di cintai padahal kenyataan nya ga banget. Coba fikir sakit ga sih denger nya?" tukas ku
"akang ga memeberi nya harapan, bahkan akang tak pernah berbicara dari hati ke hati sama dia" pungkas kang tristan
"yang ga dari hati ke hati aja dia nangis apalagi yang lebih dalam, dasar cowok" tukas ku
__ADS_1
"kenapa kamu malah nyalahin akang?" tanya nya sedikit membentak
"aku ga nyalahin ko, ga juga memojokan aku biasa aja" ujar ku
"lah terserah kamu lah pusing jadi nya!" bentak nya
"kenapa pusing? Tinggal kejar dia dan aku bisa pulang dengan tenang" ku tahan semua tangis ku agar aku bisa terlihat biasa saja di depan kang tristan, aku harus bisa sembunyikan perasaan ku yang mulai lemah.
"assalamualaikum" salam ku saat masuk rumah
"waalaikum salam" jawab ummi "dari mana kalian sepagi ini?"
"abis jalan-jalan keliling kampung mi" jawab ku "anak-anak belum bangun mba?"
"belum bu, masih anteng" jawab mba nya "oh ya sudah saya mau bersih-bersih dulu ya" aku ke kamar mengambil handuk dan alat mandi ku pergi ke bilik mandi yang di belakang. Air disini sangat sejuk karena langsung dari mata air yang di kucurkan dari selang air yang panjang dan di alirkan ke rumah setiap penduduk karena itu air disini sangat bersih. Setelah selesai aku keluar, terkejut nya aku kang tristan ada di depan kamar mandi dan mendorong ku masuk kembali ke dalam kamar mandi mengunci kamar mandi nya.
"mau apa kang?" tanya ku panik "jangan gila atau aku teriak" ancam ku. Kang tristan tak menjawab memojokan ku ke dinding kamar mandi aku semakin gemetar "kang sadar kang" saat bibir nya akan mencium ku, aku mendorong nya. "jangan kang" aku mulai pucat
"sekarang akan aku buktikan kalo aku memang bener-bener serius sama kamu" aku meronta saat tangan ku di cekal nya ke belakang. "kamu fikir aku main-main? Ga yan aku serius liat apa yang bakal aku lakuin ke kamu"
"to..."mulut ku langsung di sekap nya. Aku menangis membayangkan hal buruk yang akan terjadi pada ku aku terus menjerit dalam sekapan nya
"aku cape kamu curigai, aku harus bagaimana lagi biar kamu percaya kalo kamu satu-satu nya wanita yang aku mau yan" aku tak mendengar perkataan nya karena aku terlalu takut aku pun terus meronta dan terus menjerit tapi tak ada satu orang pun yang mendengar nya karena letak kamar mandi nya berada di luar rumah. Aku terus menangis dan tak lama dia membukakan ikatan dan bekapan nya aku merasa lega.
"akang minta maaf yan,,,maaf udah buat kamu sakit" kata nya sambil memeluk ku "akang sayang kamu yan ga akan ada wanita lain di hati dan hidup akang selain kamu dan ummi" aku masih syok dan terus menangis lemes rasa nya lutut ku yang seketika menerima sikap kasar kang tristan.
Kang tristan menuntun ku masuk ke rumah lewat pintu belakang dapur. Dia menuntun ku perlahan
"bu,,,ibu kenapa?" tanya mba nya yang kaget melihat ku "ibu kenapa pak?"
"nyi...nyi...nyai kenapa?" tanya ummi khawatir saat melihat ku
"ga apa-apa ummi seperti nya dia syok" jawab tristan
"mba tolong ambil air minum buat ibu ya" perintah nya ke mba
"baik pak" mba pun segera mengambil air putih dalam gelas "ini pak"
"minta kayu putih ade mba" tukas kang tristan. Kang tristan menjadi panik saat melihat ku seperti ini terdengar penyesalan di bibir nya
"yan,,,yan" panggil kang tristan menyadarkan ku "maafkan akang yan,,,maafin akang, tolong jangan bikin akang cemas seperti ini."
"apa yang terjadi tris?" tanya ummi
"tadi waktu di kamar mandi ga sengaja tristan mengagetkan nya ummi" kilah kang tristan "tristan hanya becanda ummi agar dia ga marah, ga nyangka jadi gini"
"nyi,,,nyi nyai ini ummi nyi" ummi meniupkan air du ubun-ubun ku seketika aku tersentak kaget dan menangis dipeluk nya aku sama ummi
"sudah sudah ga apa-apa kamu aman sekarang nyi" tukas ummi "masih ingat ummi kan?" tanya nya pada ku
"masih ummi" kami menjawab alhamdulillah secara serentak aku mengahapus air mata ku
"ya sudah istirahat dulu ya,,,sana tidur dulu kamu ga apa-apa cuma syok melihat yang besar"
__ADS_1
Aku pergi ke kamar di papah kang tristan dia menidurkan ku dan menyelimuti ku. "met bobo ya?" dia menyelimiti ku
Aku bener- bener syok melihat dia yang memasang wajah melas nya seperti ini. Tak ku sangka dia menangis melihat ku seperti ini aku memejamkan mata untuk tidur sejenak karena rasa lemas tubuh ku yang tak bisa di kompromi lagi.