
"alhamdulillah sampe juga" ucap kang tristan "yu turun" ajak kang tristan.
"ayo mba turun,,,"kata ku ke mba yang masih tidur di mobil bersama anak ku.
"assalamualaikum" salam kang tristan. Tok tok tok suara pintu di ketuk lama tak ada jawaban dari dalam rumah.
"ga ada orang kali kang, soal nya dari tadi ga ada jawaban." kata ku. Terus kang iman pergi ke samping rumah.
"assalamualaikum" sapa seorang tetangga kepada kami
"wa alaikum salam bu" jawab ku "bu,,,kemana ya orang nya?" aku menanyakan kepada tetangga yang kebetulan lewat.
"oh,,,biasa nya kalo jam segini ke masjid depan gang bu" jawab nya
"oh,,,kira-kira lama ga bu?" tanya ku
"biasa nya dhuhur baru pulang soal nya sekalian solat berjamaah nanti." jawab nya "ada pesan bu? Nanti saya sampaikan kebetulan saya juga mau kesana"
"oh,,,tidak terima kasih, ga usah ga apa-apa biarin saya tunggu aja disini" jawab ku ke tetangga
"oh ya sudah, mari bu saya duluan" sapa nya pada ku
"iya bu, silahkan" jawab ku. aku duduk di teras dan anak-anak asik main di halaman.
"ibu ga ada yan" kang tristan
"akang abis dari mana?" tanya ku " ko lama?"
"tadi ke belakang tapi sama pintu belakang pun di kunci" jawab kang tristan sambil duduk di kursi sebelah ku. "anak-anak anteng ya? Kemana sih ummi?"
"pergi ke masjid ujung gang depan kata nya?" jawab ku
"o ya aku lupa, hari ini minggu" ucap nya sambil tepuk dahi nya "aduh bakal lama atuh gimana ya?"
"ya udah kita cari penginepan dulu kasian anak-anak kaya nya cape" kata ku
"oh...ya sudah sekalian simpen barang-barang nya juga"
Kami pergi meninggalkan rumah ibu kang tristan, berkeliling mencari penginapan yang dekat dengan area tempat wisata tujuan kami, cukup jauh tempat nya dari kota kang tristan tinggal. Niat kami sekalian ngajak ibu kang tristan liburan juga.
"kaya nya disini lebih nyaman dari yang tadi" kata nya pada ku
"di lihat dari luar sih kaya nya iya, coba turun dulu yu?" sambung ku. Kami pun masuk ternyata benar di dalam nyaman. Kami memesan 2 kamar ekstra bed 1 kamar untuk ku dan anak-anak dan satu nya untuk kang tristan dan ibu nya.
"anak-anak tidur kang kecapean kali" tukas ku ke kang tristan
"ga apa-apa" jawab nya "kita ke ummi nanti sore juga ga apa-apa, akang juga cape pengen istirahat dulu" timpal nya juga "yan bisa minta tolong?"
"apa?" tanya ku
"pijitin dong pegel banget, baru kali ini nyetir sendiri biasa nya ngajak temen" tukas nya
"kenapa ga ngajak temen biar ada ganti? Tau aku ga bisa nyetir"
"ga enak lah" tukas nya sambil menggandeng ku masuk kamar nya. Rasa canggung, risih saat aku masuk kamar laki-laki yang belum sah, aku tau mereka tak lihat tapi aku tak terbiasa. "udah ayo masuk, badan akang cape banget"
"pintu nya di buka ya" jawab ku
"ih malu-maluin, mau keliatan mereka gitu?" tukas nya "disini bukan cuma kita yang menghuni banyak orang mau di lihatin banyak orang?" tukas nya. Aku pun menuruti nya, kang tristan membuka baju terlihat otot dada dan perut six pack nya seketika dada ku sesak melihat nya. Aku memang menyukai pria berotot kekar karena menurut ku pasti nya orang nya bersih, kebanyakan cowok yang suka ngegym pasti orang yang bersih dari alkohol. Mungkin begitu kang tristan karena mantan suami ku juga mempunyai badan kekar, dulu aku sering menjaga pola makan nya.
"jangan di buka" hardik ku
"akang minta tolong di pijit yan, badan akang pegel" tukas kang tristan sambil membuka baju dan celana jeans nya, hanya menyisakan celana pendek saja. "ayo cepet" dia merebahkan diri ke kasur dan menyeret ku. "bawa body lotion kan?"
__ADS_1
"ya di tas ku kang" jawab ku
"ya sudah sana ambil, cepet ya udah sakit banget punggung" aku pun mengambil tas ku di kamar sebelah dan segera balik lagi ke kamar kang tristan. Pelan aku memijit nya karena rasa sungkan.
"rada kencengan dikit dong" pinta nya pada ku "kaya ga niat banget sih" aku menuruti nya "nah gitu dong,,,enak juga pijitan calon istri ku, rasa nya pengen cepet-cepet" kata nya pada ku. Aku hanya tersenyum bingung mau jawab apa.
"kalo sekarang kita sudah menikah aku ga akan sia-sia kan moment berdua seperti ini" tukas nya
"yeee,,,,sabar lah nanti juga ada masa nya" jawab ku "ketemu ummi aja belum? ga tau kan ummi setuju sama aku apa ngga"
"akang yakin ummi pasti setuju" tukas nya penuh keyakinan "ummi itu orang nya ga ribet yan, beliau selalu menyerahkan semua anak-anak nya untuk masalah jodoh nya. Udah ga usah mikir aneh-aneh. Enak juga pijitan nya"
"pasti laaaahh, mantan tukang pijit" secara spontan membalikan tubuh nya menjadi posisi terlentang dan menyeret tubuhku secara aku menindih tubuh nya.
"tukang pijit plus plus?" tukas nya sambil mendekap ku
"kang,,," ronta ku
"udah ga apa-apa, nikmatin aja yan" ucap nya
"jangan sekarang kang" aku terus meronta melepaskan pelukan nya
"sekali ini tolong, turutin yang akang mau" tukas nya pada ku
"engga,,," pelukan nya bertambah erat dia menciumi kening ku berkali kali.
"rasa nya nyaman yan,,,tidur disini di pelukan akang yan. Tenang akang ga akan minta kamu sekarang" jawab nya "akang cuma pengen tidur peluk kamu. Akang ingin nikmati moment berdua sama kamu"
"janji ga minta lebih?" dia mengangguk aku percaya karena selama ini meski kita tinggal satu rumah dia belum pernah macam-macam dengan ku. Aku balik memeluk nya dan dia menutup selimut kami, dan tidur di balik selimut yang hangat.
"kang,,," aku membangun kan kang tristan pelan agar tak kaget saat bangun. "bangun kang kata nya mau ke ummi" dia pun bangun dan segera ke kamar mandi "baju nya di atas kasur ya,,,udah aku siapin"
Aku pergi ke kamar anak-anak masih tertidur mungkin mereka juga lelah setelah menempuh perjalanan jauh, begitu juga dengan mba pengasuh nya. Aku membangunkan mereka satu persatu agar membersihkan badan secara bergantian. Aku memesan makanan di resto sebelah penginapan sebelum ke ibu nya kang tristan agar perut kami tak keroncongan.
"yo makan dulu ya,,,ibu yang suapin" tukas ku ke mereka bertiga dan makan dengan lahap. "dah selesai sok beres-beres ke mba terus kita jalan-jalan" aktif nya merek tak tau rasa cape.
"mba,,,kalo sudah beres langsung tunggu di mobil ya" tukas ku "ni kunci nya tinggal buka aja pintu nya saya mau ke kamar bapak dulu"
"kang,,,siap?" tanya ku sambil tersenyum
"sudah" jawab nya. "anak-anak bagaimana?"
"sudah di mobil" jawab ku. Kami pun berangkat menuju rumah ibu nya. sampai di depan pelataran rumah nya aku melihat wanita yang agak tua sedang membersihkan halaman rumah. Mobil kami berhenti di samping halaman rumah, segara turun kang tristan menghampiri beliau. Mereka menghampiri ku yang bediri di mobil.
"mari nak kita masuk, ajak sekalian anak-anak" pinta nya. kami mengikuti nya dari belakang di barengi kang tristan. "silahkan masuk,,,silahkan duduk" ucap nya ramah pada ku. "kalo ga muat tolong ambil kursi ada di dalam tris"
"cukup ko bu" jawab ku
"ini tris, perempuan yang kamu ceritain ke ummi" aku pun menyalami nya sambil tersenyum. "cantik"
"terima kasih bu" ucap ku
"panggil saja ummi, tristan memanggil saya ummi" tukas nya. Aku pun mengangguk dan tersenyum melirik kang tristan yang pura-pura cuek.
"ayo makan dulu, ummi sudah masak buat kalian" tukas nya "maaf ya tadi kalian kesini ummi ga ada, kepalang janji sama ibu-ibu pengajian"
"ga apa-apa ummi" jawab ku
"yu mari ajak anak-anak sekalian" tukas nya. Aku pun mengajak mereka untuk mengikuti ku
"maaf ummi sebener nya kami sudah makan tadi sebelum kesini" jawab ku
"itukan tadi di luar ini makanan rumah loh, makanan ala kampung" jawab ummi "yuu ga usah sungkan, ajak anak-anak ya" aku mengikuti di belakang, aku melirik ke kang tristan yang masih cuek dengan ku, ga mungkin ga tau kan? Atau sengaja cuek?
__ADS_1
"oh nasi nya sama lauk nya di bagi 2 ga muat meja nya" ucap ibu kang tristan. Ibu nya kang tristan sibuk membereskan makanan kami membagi 2 di meja makan dan ruang tamu. Kami pun makan bersama tapi anak-anak ku banyak ngoprek membuat ku tak enak hati.
"ummi maaf ya, anak-anak saya bikin rusuh bikin rumah ummi berantakan" ucap ku sambil membereskan mainan anak-anak.
"sudah lama disini tak ada suara anak-anak, cucu-cucu ummi tinggal jauh dari kota, ummi cuma punya 2 anak semua nya laki-laki, kakak nya tristan bekerja di pulau seberang, punya anak 2 juga laki-laki semua tinggal tristan yang belum dan ummi harap kamu bisa menemani nya, nyi" ucap nya pada ku. Nyi adalah panggilan untuk wanita dewasa dalam bahasa sunda
"ummi,,," kata ku
"tristan sudah menceritakan semua, nyi" tukas nya aku memandang kang tristan yang sejak tadi sibuk dengan ponsel nya. "buat ummi, ga masalah selama tristan bahagia menjalani nya dengan nyai"
"terima kasih ummi" aku mencium tangan ibu kang tristan
"terima kasih ummi" ucap kang tristan sambil memeluk ibu nya dari belakang. Aku dan kang tristan saling pandang dan tersenyum
"anak-anak nyai, akan jadi cucu ummi." ucapan ibu kang tristan membuatku terharu
"dian mi,,,panggil dian saja" sergah ku ke ibu kang rian.
"ke makan abba dulu tris,,,ziarah dulu kesana" kata ibu nya
"nanti mi,,,kalo udah mau pulang" kata kang tristan "rencana nya kami mau ngajak ummi liburan"
"aduh,,,maaf nak dian bukan ummi nolak tapi ummi tapi minggu-minggu ini jadwal ummi padat untuk kegiatan di masjid agar masjid kita ramai lagi." jawab nya. "lain kali saja ya"
"yaa ummi ayo lah mi, sekali-kali" ajak kang tristan "mumpung tristan libur kan jarang tristan libur mi"
"tapi ummi ga bisa tris, lain kali ya soal nya ga enak sama ibu-ibu yang lain" jawab nya
"maaf ya nak dian" tukas ibu kang tristan "soal nya ummi mulai mengaktifkan masjid lagi dengan pengajian yang sudah agak lama vacum semenjak abba nya tristan meninggal"
"ya ga apa-apa ummi," ucap ku ke ibu kang tristan "terima kasih ummi bersedia menerima saya sebagai bagian dari keluarga"
"satu yang ummi minta rukun-rukun, saling ngalah, dan saling mengingatkan kalo salah satu ada yang salah" nasehat ibu mas rian
Waktu mulai petang, kami masih asik ngobrol sampai tiba waktu magrib, ibu kang tristan pamit ke masjid sekalian kang tristan juga, aku pun ikut ke masjid sekalian jalan-jalan di desa kang tristan. Jalan desa yang masih asri, jalan bertanah merah bakal becek kalo di guyur hujan. Kami pulang dari masjid bersama-sama dengan warga disini.
"kang tristan,,apa kabar?" tanya seorang perempuan muda dan cantik seperti nya masih gadis.
"eh,,,baik neng. Neng apa kabar?" jawab kang tristan. Neng panggilan wanita sunda ke usia yang lebih kecil atau lebih muda dari kita.
"baik kang,,,lama ga liat akang di rumah neng kangen kang" ucap nya sontak kang tristan merasa grogi. Aku berdehem di samping nya.
"maaf kang saya duluan" aku terus berjalan dengan cepat untuk sampai ke rumah. Tak lama kang tristan menyusul aku sudah masuk ke rumah menemui anak-anak ku ternyata mereka sudah pada tidur. Aku memasak untuk makan malam sebelum ummi pulang.
"bu saya bantuin ya" izin mba pada ku
"oh silahkan, kebetulan biar cepet masak nya sebelum ibu nya bapak pulang." ujar ku ke mba
"iya bu" jawab "saya mau panggil temen-temen sekalian" mba pun pergi memanggil yang lain
"assalamualaikum" sapa kang tristan
"waalaikum salam" jawab kami serempak. Aku tersenyum kepada nya seolah tak ada apa-apa.
"kopi ba?" tanya ku pada kang tristan
"engga" jawab nya "marah ya?"
"engga" jawab ku "kenapa?"
"maaf ya tadi itu si ros,,,"
"mba,,,maaf ini di cuci ya" Kalimat nya sengaja ku penggal karena aku ga pengen mendengar alasan-alasan yang membuat ku sesak.
__ADS_1
Baru saja aku menikmati rasa manis kenapa harus ada pahit lagi, membuat ku jatuh lagi, ingin rasa nya aku menangis tapi aku tahan sebisa ku tahan, aku tak mau lemah lagi terserah sekarang aku tak ingin membahas nya lagi. Kenapa ada lagi ada lagi Tuhan aku hanya ingin bahagia mutlak tanpa ada gangguan apapun. Aku merasa lelah dengan gangguan yang selalu datang tiba-tiba tak bisakah aku bahagia seperti yang lain? Rasa lelah membuat ku tak fokus lagi bekerja. Rasa marah rasa sakit dan kecewa membuat ku memilih diam tak ingin berbicara apapun. Hanya satu doa ku kuatkan aku Tuhan dan ikhlas kan semua yang terjadi pada ku.