ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU

ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU
ada di rumah kang tristan


__ADS_3

rasa kesal yang aku pendam membuat dada ku semakin sakit dan ingin menjerit. Tak ku sangka rasa bahagia yang aku rasa baru saja aku merasakan nya seketika hilang, kenapa dengan ku kenapa aku selalu seperti ini? Rasa nya air mata ku tak ingin keluar dari sarang nya seperti habis karena terlalu banyak yang keluar sebelum nya.


"yan,,,akang minta maaf" ucap nya pada ku. Aku tetap diam saja tak ingin menjawab apapun, rasa marah yang ada di hati seakan ingin membuncah menumpahkan semua lahar nya.


"ngomong dong yan,,," kang tristan mulai memelas tapi aku masih bungkam


"mba udah semua?" tanya ku ke mba yang membantu ku "keluarin di tata di meja ya mba"


"baik bu" jawab mba nya. Mba menyiapkan di meja makan


"assalamualaikum"


"waalaikum salam" jawab kami, ternyata ibu kang tristan


"eh udah masak, maaf ya ummi lupa tadi di masjid kelamaan nyusun acara buat pengajian besok" kata nya


"ga apa ummi, sudah selesai kok" jawab ku. Ku paksakan senyum agar tak terlihat aku marah.


"ini, nyai yang masak" tanya nya "malah ngerepotin. Tris mau pulang kenapa ga panggil ibu? Kan ibu bisa angetin makanan"


"engga ko mi, bukan cuma saya yang masak kita rame-rame." ucap ku


"tristan fikir ummi sibuk, ga apa ummi dian yang masak biar ummi bisa ngerasain masakan calon mantu" jawab kang tristan "mantu ummi mana pernah pegang dapur jadi ummi belum pernah tau rada nya masakan menantu. Beda sama yang ini dia cape kerja aja masih bisa ngurus tristan."


"masa?" ucap ibu kang tristan


"ya coba aja baru kesini kali ini aja udah berani pegang dapur ummi" tukas nya. Ummi hanya tersenyum aku tak tau makna apa yang ada di balik senyum beliau.


"maaf ummi saya lancang" ucap ku dengan menunduk


"tidak nyi,,,ummi malah seneng ada yang bantu ummi disini, ada anak-anak rumah jadi rame" tukas ibu nya kang tristan


"tenang yan,,,ummi ga bakal marah kok" timpal kang tristan tapi tetap saja aku jadi ga enak. Tadi nya juga aku ga pengen masak tapi anak ku lapar sementara disini warung hanya menyediakan bahan makanan pokok jarang sekali ada makanan bayi. Salah ku memang jadi masak banyak sekalian buat mba yang aku bawa. Disini delivery order juga ga tau mau di mana? tanya kang tristan pun dia ga tau.


"ummi, maaf banget saya sudah lancang" ucap ku. Aku benar-benar jadi tak enak hati. Niat hati ingin memberi kejutan malah aku yang terkejut.


"sudah tak apa, tapi ngomong-ngomong enak juga masakan nya jadi besok pagi ummi bisa booking dong" canda ummi pada ku


"maksud nya?" tanya ku bingung


"besok tolong ummi masakin lagi" tukas ummi "pantes anak ummi kepincut kamu pinter masak"


Suasana pun menjadi ceria yang awal nya aku tak enak hati sekarang menjadi lebih hangat, aku merasakan kehangatan keluarga meski cuma ada seorang ibu cukup membua hati ini hangat, rasa nya teringat ke mama, seandai nya aku tak ada masalah dengan orang tua mungkin aku bisa menikmati suasana yang sama seperti ini, sayang nya masalah ku belum ku selesaikan rasa enggan masih menyelimuti suasana hati ku yang menyimpan kekecewaan terlalu dalam.


"orang tua tinggal dimana nyi?" tanya ummi


"di kampung mi," jawab ku


"kenapa atuh anak-anak di bawa semua?" tanya nya "kan jadi repot malah"


"ada yang di sana mi, yang masih sekolah soal nya anak yang besar belum mau pindah kesini" jawab ku


"memang semua ada berapa anak nya?" tanya ibu nya kang tristan


"5 ummi" jawab ku


"banyak juga ya?" tukas nya aku hanya bisa diam bingung takut nya berubah fikiran untuk menerima ku "insya alloh banyak anak banyak rezeki"


"amiiinn" jawab ku dan kang tristan berbarengan


"terus kapan kalian ajak ummi ke orang tua nyai?" tanya ummi nya


"sabar ummi, kita harus sesuaiin dulu jadwal nya sama kerjaan, kesini aja kemaren aja susah. Kami sama-sama sibuk mi" tukas kang tristan.


"tapi secepat nya jangan lama-lama" tukas ummi "ummi udah pengen liat kamu hidup rumah tangga tris"


"iya mi, tristan juga pengen nya cepet tapi kan harus atur jadwal juga mi" jawab kang tristan


"maaf ummi, kalo tapi apa ummi ga risih dengan status saya?" tanya ku


"sayang" sergah kang tristan "jangan ngomong gitu dong"


"nyi,,,buat ummi mau kami gadis atau pun single parent dan punya anak ga masalah selagi anak ummi bisa nyaman. Tristan sudah ummi kenalkan dengan banyak perempuan tapi tak satu pun yang mau tapi dia kenal kamu langsung cerita ke ummi" tukas ibu kang rian


"apa ummi ga malu seandainya jadi bahan omongan orang" tanya ku


"yan,,,yang jalani itu kita bukan orang lain" tukas kang rian


"iya nyi" timpal ibu kang rian "kita mau bagaimana pun orang pasti akan saling membicarakan kita jadi buat ummi yang penting kalian bisa saling menjaga dan mengingatkan masalah orang lain terserah mereka"


"udah ga usah gitu" timpal kang rian lagi "selama akang ikhlas nerima kamu maka ga akan ada masalah"


"ummi hanya menginginkan ridho Alloh agar kalian bahagia selama nya, seperti ummi dan almarhum abba. Mungkin nyai yang terbaik buat anak ummi tristan" tukas ibu kang tristan


"denger sayang,,," timpal kang tristan "ummi aja ga masalah kenapa kamu takut?" aku hanya terdiam memandang kang tristan dan ummi nya dengan tersenyum

__ADS_1


"ummi tau yang nyai fikirkan" timpal beliau pada ku "yang pasti ummi hanya menginginkan kalian rukun nanti nya. Buat kamu tris kamu tau konsekwensi nya saat berumah tangga dengan dian anggap anak nya jadi anak kamu asuhlah anak-anak nya seperti anak kandung mu sendiri jangan di bedakan. Buat nyi dian ummi hanya minta akur ya dari pengalaman yang dulu jadikan pelajaran untuk memperbaiki diri agar rumah tangga kalian ga jadi korban lagi. Niatkan lah ini yang terakhir" aku tertunduk saat mendengar nasehat dari beliau sekilas aku melirik kang tristan


"anak-anak nyai juga akan jadi cucu ummi" timpal nya kemudian


"terima kasih restu nya ummi" ucap ku. Ummi hanya tersenyum dan mengagguk


"lega kan sayang" ucap kang tristan "terima kasih banget ummi"


"sekarang tinggal kapan waktu nya kita silaturrahmi ke orang tua nya dian. Kalian secepat nya atur waktu, ummi pengen tahun ini kalian sudah resmi agar tak ada lagi gangguan dari luar." tukas ummi


"insya alloh ummi, doain aja ya agar jalan nya lebih mudah" ucap kang tristan


"amiiinnn" ucap ummi "ya sudah ummi tidur dulu ya, rumah sepi kalo anak-anak sudah tidur" aku tersenyum tanpa menjawab "oh ya lupa, besok pagi tolong masakin ummi yang seperti ini ya, enak rasa nya bikin nagih"


"kaya nya ummi udah terhipnotis sama masakan dian" ejek kang rian


"kaya nya seperti itu" tukas ummi sambil berdiri meninggalkan kami.


"selamat malam ummi" ucap ku ummi pun tersenyum


Hanya ada aku dan kang tristan "keluar yu yan, kamu bakal betah saat di luar" tanpa jawaban aku mengikuti nya. Benar saja ucapan kang tristan saat di luar lebih sejuk karena letak rumah kang tristan berada di atas tetangga nya di bawah terlihat lampu-lampu dari rumah tetangga terasa suasana kampung yang asri. "betahkan? Duduk sini"


"masih marah?" tanya kang tristan. Aku tak menjawab mata ku menerawang ke langit agar tak terlihat menutupi hati ku. "akang minta maaf yan, coba bilang apa yang harus akang lakuin agar kamu mau ngomong ke akang sekarang?"


Aku masih tak bergeming, aku masih terdiam tanpa sepatah kata pun entah seperti apa rasa nya saat berjalan dengan orang yang kita sayang ternyata ada yang sedang menaruh hati ke dia.


"ya sudah besok kita pulang dan pergi ke orang tua kamu agar aku bisa nikahi kamu hari itu juga, mumpung kita masih libur" kata nya dengan nada tinggi tapi aku masih saja tak bergeming di seret nya tubuh ku dan di peluk nya. "jangan diemin akang seperti ini yan, akang ga bisa"


Aku masih terdiam tak terasa air mata ku menetes di lengan kang tristan "sok nangis yan,,,nangis kalo kamu pengen nangis jangan di tahan lagi" aku pun balik memeluk nya erat


"siapa cewek tadi kang" saat tangis ku mereda


"cemburu?" ejek kang tristan pada ku "are you jealous honey?"


"no" jawab ku singkat


"really?"


"sure" jawab ku tandas


"so, why you asking about her?"


"don't ask, cause you know the answer" jawab ku


"why?"


"karena cemburu itu tanda nya cinta" jawab nya sambil becanda dan tertawa "sadar ga sayang kalo kamu lagi cemburu abbbiiizzz"


lagi-lagi aku terdiam 'apa benar aku cemburu?' bisik ku. Entahlah aku tak tau. Tapi aku memang merasa marah saat kang tristan di dekati perempuan lain.


"kenapa diam?" tanya nya "bener kan cemburu?" dia terus-terus menciumi tangan ku "akang seneng kamu cemburu yan"


"aku ga tau yang jelas aku takut sakit lagi" jawab ku lesu


"insya allo engga" jawab nya "asal kamu ikhlas nerima akang apa ada nya, akang udah buktiin ke kamu akang bisa nunggu kamu lebih dari 10 tahun yan" aku pun terdiam tanpa kata tertunduk tak tau apa yang ku rasa.


"coba fikir akang masih setia sampe sekarang akang ga bisa nemuin perempuan yang bisa buat akang nyaman, tau kan akang di jodohin dengan banyak perempuan tapi akang tolak hanya buat nunggu kamu." ucap nya lagi aku mulai meneteskan air mata dan memeluk ku lagi dari belakang


"yan,,,akang pernah kehilangan kamu karena memang salah akang sendiri yang ga sampein perasaan akang dari awal ke kamu sampe akhir nya kamu jadi milik orang. Dan sekarang kamu udah balik mana mungkin kamu akang sia-siain yan, buat apa lama-lama aku nunggu kalo mau aku sia-sia" aku mendekap tangan kang tristan yang melingkar di pundak ku aku mencium lengan nya


"i love you" bisik nya di telinga ku


"until die" jawab ku singkat


"im happy to hear it" dia mencium pipi ku aku mengusap rambut nya dari depan dan tersenyum "i will marry you soon"


"i'll wait" jawab ku


kami terus berpelukan tanpa kata-kata menikmati suasana malam yang semakin dingin. aku semakin mempererat genggaman tangan ke kang tristan.


"dingin ya?" tanya nya


"heeh" jawab ku


"mau masuk?"


"nanti dulu, aku masih pengen disini"


"enak kan suasana nya" aku hanya mengguk saat dia tanya "besok ummi minta di masakin yan, padahal akang pengen ngajak jalan-jalan pagi keliling kampung."


"jam berapa?" tanya ku


"jam 6 pagi biar kamu tau suasana kampung disini" jawab nya


"ok" jawab ku "sapa tau ketemu cewek itu lagi"

__ADS_1


Kang tristan tertawa "memang kenapa?"


"engga cuma pengen tau aja"


"udahlah yu masuk besok harus bangun pagi kan?"


"yu dingin juga di luar" tukas ku "akang tidur di mana?"


"di depan tv kamar nya udah penuh" jawab nya


"mau di kamar ku ga?" aku mencoba iseng


"hah?" aku pun tertawa saat dia kaget "dasar jail"


"hmm mau nya sekamar mulu"


"iya lah udah ga sabar" kata nya


"huu ngeres" aku menutup pintu kamar tapi ku buka lagi "night honey" aku mengecup bibir nya


"lagi dong yang lama"


"di kasih hati minta jantung"


"ga cuma minta paha aja ko"


"ih dasar mesum"


"body kamu bikin gerah sayang"


"ihhh ngeres banget sih" aku menutup pintu dan mengunci ya, ku baringkan tubuh lelah ku dan tak lama pun terpejam. Aku bangun jam 3.30 pagi, ke kamar mandi dan cuci muka sebelum subuh ke masjid harus segera selesai memasak untuk semua orang, agar setelah berjamaah di masjid bisa langsung jalan-jalan. Aku sibuk sendiri di dapur karena ga mau ganggu mereka yang masih terlelap.


"nyi,,,"sapa ummi saat aku di dapur "pagi banget sudah bangun?"


"iya mi,,,sudah biasa" jawab ku ke ummi kang tristan


"ga bisa tidur ya"


"engga ummi, pules ko tidur nya cuma memang kebiasaan bangun jam segini" aku beralasan "ko ummi sudah bangun? Selesai solat malam?"


"iya,,,kedengeran di dapur kletrek-kletrek jadi keluar" jawab nya "takut nya tikus. Ummi bantuin ya?"


"ga usah ummi siap-siap aja ke masjid, nanti kalo udah selesai saya nyusul bareng kang tristan"


"ga enak, nyai baru kesini niat liburan malah cape" kata ummi


"ga apa-apa ummi bukan tamu ko, anggep saya anak ummi ya" kata ku terasa pengen nangis


"nyai sudah anak ummi ko" jawab ummi


"ya udah kalo gitu biarin saya yang masak ummi diem aja, kalo mau beres-beres ke masjid silahkan" kata ku ke ummi


"ya sudah kalo gitu, ummi tinggal ya" kata ummi "kalo di masjid jangan paling belakang solat pinggir ummi aja" aku hanya mengangguk dan tersenyum. Seketika terdengar suara muadzin mengumandangkan adzan kami pun terdiam mendengarkan adzan terlebih dahulu


"adzan sudah selesai ummi ke masjid ya" izin ummi "bangunin tristan ya"


"iya ummi" jawab ku "saya juga sekalian pengen ke masjid, nanti nyusul bareng kang tristan"


"sudah selesai" tanya ummi


"sudah ummi tinggal nunggu nasi matang aja"


"masak apa nyi?"


"sayur sop, tempe goreng ada lalap sama sayur kikil dan sambal terasi" jawab ku


"banyak tapi ko cepet selesai nya?"


"kan sudah di racik dari semalam mi, jadi tinggal masak aja" jawab ku


"bener kata tristan kalo kamu memang rajin" puji ibu kang tristan.


"pagi ummi" kang tristan tiba-tiba sudah ada di belakang ummi "pagi sayang, wangi banget dapur jam segini"


"ya sudah ummi ke masjid ya" pamit nya "assalamualaikum. Tris mandi terus berjamaah ya"


"iya ummi" jawab kang tristan ummi pun pergi kemasjid. Aku pun keluar dari dapur tapi di hadang kang tristan "wangi banget sayang masakan nya"


"udah mandi gih, biar ga kelamaan ummi nunggu nya" kata ku


"cium dulu" kata nya "kaya semalam biar bisa khusyuk"


"apa alasan nya?" tukas ku "ngeres bae isi kepala"


Kang tristan pun tersenyum dan pergi ke kamar mandi begitu pun aku bergantian setelah kang tristan keluar, aku membangunkan mba agar menutup pintu saat kami keluar rumah sekalian berpamitan untuk pergi berjamaah bareng kang tristan.

__ADS_1


__ADS_2