ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU

ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU
penyesalan iman


__ADS_3

Aku menutup telfon berkali-kali sebelum aku mematikan ponsel ku. Aku sudah merasa muak dengan semua laki-laki yang mendekati ku. buat ku mereka sudah tak berarti buat ku, sekarang aku memilih seperti ini terlepas dari mereka meski susah tapi aku harus mencoba nya. Melupakan orang yang sudah terlanjur sayang memang susah tapi dari pada sekarang belum apa-apa aja mereka udah nyakitin apalagi nanti?


Mending seperti ini ga mikirin yang lain hanya fokus buat anak-anak, untuk masa depan mereka. berat memang semua di tanggung sendiri, di bikin enjoy aja biar yang lain nya ikut gampang. Doa ku hanya satu sehat agar semua baik-baik aja. Aku udah ga pengen ribet dengan urusan pendamping hidup.


"yan,,,jangan lupa lu ada janji sebelum jam 8 yaa" pesan bos ku "bilang kalo gue lagi ada urusan jangan bilang kalo gue di rumah sakit"


"siap pak, sudah beres tinggal berangkat aja ko" pagi baru menunjukan rupa nya tapi aku sudah berkeringat karena di kejar waktu yang entah ada ujung nya.


"bagus,,,terus gimana tiket gue?"


"tiket bapa sekitar 2 hari lagi jadi pak" jawab ku "oke terima kasih"


"siap pak, sama-sama"


" lu memang selalu bisa di andelin, gih sana berangkat jarak dari kantor ke tempat jauh kurang lebih 2 jam perjalanan takut nya terlambat" kata bos ku "eh jangan lupa siapkan berkas dan presentasi nya ok!"


"siap komandan" jawab ku sambil tertawa kecil.


"hallo lis,,," aku menghubungi lilis karena aku absen pagi ga sempat waktu kalo harus ke kantor dulu. "lis,,,saya ga ke kantor pagi ini kalo ada berkas dan surat simpan saja mungkin nanti jam makan siang saya ke kantor" tukas ku ke lilis "kamu masih di rumah kan? Nanti kalo sudah di kantor bilang ke mang ujo, istri nya suruh ke rumah ya, teima kasih lis"


"masih bu" jawab lilis "siap bu perintah ibu saya laksanakan"


Aku pun terus pergi menyusuri jalan pagi, meskipun hari masih gelap tetap saja jalanan kota tetap saja penuh dengan debu kendaraan, tapi tak lantas aku surut untuk bekerja aku harus tetap semangat.


"selamat pagi mba" sapa ku ke receptionist "ruangan rapat sebelah mana ya?"


"oh,,,iya bu" jawab nya ramah "dengan ibu siapa kalo saya boleh tau?"


"dian purnama mba dari PT C" jawab ku. Receptionist membuka guest list untuk memastikan tanda tangan nya.


"oh iya ibu silahkan tanda tangan sebelah sini" receptionist menunjukan urutan nya. "silahkan ibu naik tangga dan belok kiri tepat di samping tangga, langsung masuk karena ibu sudah di tunggu"


aku langsung menuju ke ruangan sebelum nya aku ketok dulu pintu, aduh mak malu nya mereka sudah pada siap, bisik ku dalam hati.


"maaf bapak dan ibu, saya terlambat" ujar ku


"oh tidak kok. Kami juga baru sampai" jawab seorang bapak dan aku tersenyum langsung duduk di kursi yang sudah di siapkan.


"ibu dian, silahkan duduk di depan karena kami ingin mendengar presentasi dari ibu" kata ibu yang paling depan


Aku pun pindah duduk di depan nya, aku pun mempresentasikan berkas yang sudah aku persiapkan dari semalam.


"selamat bu dian presentasi nya sangat bagus sangat memuaskan" ujar ibu yang ada di hadapan ku saat aku selesai memberikan quotes di depan mereka


"terima kasih bu" aku merasa lega sekarang karena pekerjaan ku dapat di terima dalam lingkungan yang lebih besar.


"bu dian hebat, kami sampai tak dapat berkata apapun" ucap bapak yang paling ujung. "saya rasa kita dapat bekerja sama untuk ke depan nya"


"terima kasih pak, " ujar ku merasa bangga."terima kasih banyak"


"bu dian nanti kalau pimpinan ibu sudah pulang, bisa di atur jadwal ketemu untuk membahas kelanjutan dari presentasi barusan" kata bapak yang tadi duduk di ujung


"oh bisa pak" aku sangat antusias "sangat bisa sekali"


Puas banget aku presentasi ku berhasil dapat di terima audiens dengan baik. Terima kasih Tuhan untuk hari ini aku sangat lega, bangga dan puas banget, terima kasih telah membantu ku tetaplah bersama ku Tuhan agar aku bisa melewati hal yang paling sulit sekali pun. perjalanan pulang pergi yang jauh pun tak terasa lelah karena bahagia tak henti nya aku selalu bersyukur.

__ADS_1


"ibu dian" sapa seseorang waktu aku memasuki kantor "bu berkas keuangan bulan ini sudah di meja ibu"


"o iya, terima kasih pak" aku pun pergi ke ruangan ku agar aku bisa merebahkan diri meski sejenak. Tak terasa mata ku tertutup di atas sofa saking cape nya.


"bu,,,ibu" suara lilis membangunkan ku dengan menepuk pundak ku, tak terasa aku tertidur di sofa karena cape yang mendera tubuh ku. Aku membuka mata ku kaget melihat lilis di samping ku.


"eh..." aku sibuk merapikan baju dan menata rambutku "mau ganti bu?" lilis menawarkan pakaian ganti


"kaya nya iya deh" jawab ku


"biar saya ambilkan bu" lilis menawarkan


"ga,,,ga usah lis biar saya saja" aku mencegah nya karena aku mau ganti di toilet saja. "lis...bisa saya tidur sebentar? Saya ngantuk sekali"


"bisa bu" kata lilis "masih ada waktu sekitar 15 menit sebelum meeting dengan bapak S"


"oh ok. Nanti bangunin saja ya"


"baik bu" jawab nya. Tak ada pimpinan membuat ku kerja 2x lebih cape karena apa yang terjadwal oleh pimpinan aku yang mengejakan sekarang. Karir ku di kantor semakin gemilang membuat ku mendapatkan pundi-pundi lebih banyak aku sangat bersyukur karena jalan untuk bertemu dan membawa anak-anak lebih cepat terlaksana. Aku sudah tak ingin membebankan anak-anak ke nenek atau kakek nya lagi aku ingin mereka selalu ada di dekat ku sebagai penyemangat ku menjalani hari.


Waktu terasa cepat berlalu aku berhasil mendapatkan apa yang aku mau, sekarang aku punya rumah sendiri. Hanya saja anak-anak masih di kampung belum ada waktu yang baik untuk membawa nya.


"yan,,,kata si sulung anak-anak akan kamu bawa?" tanya mas iman pada ku


"iya mas,,,cuma aku belum ada waktu cuti buat jemput mereka" jawab ku


"selamat ya kamu udah sukses sekarang, kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan sekarang" ujar mas iman


"terima kasih mas" jawab ku. "semua nya aku lakukan untuk anak-anak mas aku hanya ingin mereka mendapatkan apa yang mereka mau di masa muda mereka"


"maksud mas?"


"kamu memikirkan masa depan anak-anak yan,,,membuat mas malu mas ga bisa memberikan mereka sama seperti yang kamu kasih ke mereka." perkataan mas iman membuat ku bingung karena memang saat ini penghasilan yang aku dapat membuat hidup ke 5 anak ku mendapatkan apa yang mereka mau satu yang belum bisa mutlak aku kasih ke mereka waktu dan kasih sayang ku masih terbagi untuk pekerjaan. "maaf yan kalo mas cuma bisa ngasih mereka sedikit karena penghasilan mas belum cukup untuk memberi lebih untuk mereka. Setelah masa panen nanti seperti nya mas akan mencoba usaha sendiri dengan modal yang mas punya"


"syukurlah mas, kalo punya keinginan seperti itu. Mudah-mudahan sukses yaa" kata ku


" terima kasih yan, doa mu penyemangat mas. Mas hanya ingin setara sama kamu mas juga ingin anak-anak merasakan pemberian mas" kata mas iman


"maaf mas, aku ga ada maksud buat kamu ngerasa sepele aku hanya mencoba memberikan yang terbaik untuk mereka itung-itung aku mengembalikan waktu yang udah aku buang kemaren selama aku ga bareng mereka." tukas ku ke mas iman.


"cukup keras tonjokan nya?" ucap novi di belakang ku. Aku memicingkan alis


"maksud nya?" tanya ku


"lo ga kerasa udah nonjok semua orang yang disana?" tukas novi memberi penjelasan


"nonjok apaan sih gue ga ngerti" tanya ku pergi ke dapur mengambil cemilan dan jus jeruk instan yang ku beli semalam "nii kebetulan lo datang pas ada makanan"


"hmmm,,,tumben kulkas lo penuh biasa nya cuma ada air putih"


"akhir-akhir ini gue sibuk banget buat ngusir ngantuk ngemil aja" kata ku ke novi "tadi lo ngomong apaaann gue nonjok siapa? Sembarangan banget sih"


"lo ga sadar ya kalo tonjokan lo sakit. Lo udah bisa ngebuktiin rasa sakit jadi bangga" ucapan novi memang ada benar nya selama ini aku hanya diam saat mereka menghina ku saat mereka menjauhi ku karena aku ada masalah, mungkin saudara ku orang tua ku tak menghubungi ku karena ego mereka meski mereka mendekati ku dan baik pada ku, aku akan biasa saja tak akan bisa seperti dulu aku masih merasakan sakit disaat aku terkena masalah mereka memusuhi ku menghina ku aku fikir sebagai orang tua bisa lebih bijak tapi ternyata tidak mereka hanya bisa mentertawakan dan mencemooh ku tapi sekarang aku tak akan minder aku bisa meraih apa yang dulu sempat tertunda.


"sebener nya bapak sama mamah juga pasti malu dengan yang mereka lakuin ke lo, cuma gengsi aja" aku hanya tersenyum

__ADS_1


"biarin lah, untuk sekarang gue mau liat mereka akan bagaimana setelah aku memiliki semua nya, bukan sombong hanya sekedar obat sakit hati aja, ga dendam juga cuma ngasih sedikit teguran aja, dosa ga sih? Aku takut durhaka tau"


"ga usah nanya kaya gitu ke gue, gue bukan Tuhan yang bisa ngejudge seseorang yang jelas buat gue lo lakuin apa yang menurut lo baik gue bakal dukung lo dalam hal apa pun"


"makasih ya,,,lo selalu ada buat gue" kata ku kami pun berpelukan


"inget lo,,,lo yang udah bikin gue bisa seperti ini kerjaan yang lo kasih sampe sekarang bermanfaat banget buat hidup keluarga gue" ucap novi bikin aku haru " lo tau ga, lo itu temen tapi udah rasa saudara malah lebih dari saudara gue sendiri yan,,,"


"dah ga usah melo-meloan kerjaan gue banyak" tukas ku


"lu yaa udah di rumah aja masih kerja lo tu ga nikmati hidup banget sih, ga di rumah ga di kantor masih aja kerja"


"yaa dari pada bengong, lagian gue santai ko gue menikmati pekerjaan gue sekarang."


Krriingg "haloo" jawab ku


"halloo sayang" kirai mas iman ternyata mas rian "lagi ngapain?


"lagi lembur mas,kenapa?"


"ga kenapa-kenapa cuma mau ingetin makan, istirahat yang cukup jangan kerja terus cape tau"


"iya makasih mas"


"aku sibuk karen bos ku ga ada di kantor ada tugas ke luar negeri" jawab ku


"mas rian, calon mu ini sebenernya di rekomrndasikan jadi direktur di kantor"


"ga mas bohong?" sergah ku mengomentari hoak kan novi


"lu ga tau kalo bulan depan lo mau aktif sebagai staff direksi tau bukan hanya sekretaris pribadi tapi sudah jadi direktur tau ga?"


"hoak lu" aku mencibir


"waaww,,, selamat ya sayang sebelum orang lain aku duluan"


"aduh mas bohong lagi"


"lu ga percayaan dari dulu ke gue, gue dapet bocoran dari staff direksi di atas tau, gue ga sengaja denger waktu makan siang" novi menguatkan alasan nya, apa benar itu yang sebenar nya? Kalo itu benar terjadi maka aku akan sangat bersyukur Tuhan berkah mu aku terima sekaligus.


"sumpah apa lo noy?"


"amppuuunnn lo jadi orang ga percaya ke orang mau ke siapa lo percaya?" ucap novi "komandan nguji lo seberapa tanggung jawab lo di kasih tugas, seberapa besar kemampuan lo mengelola perusahaan agar berkembang baik"


Rasa nya aku pengen melompat saking seneng nya, terima kasih Tuhan kau memberikan ku anugrah begitu besar nya untuk ku aku benar-benar seneng mendengar nya. Kalau berita itu benar maka aku akan segera menjemput anak-anak dan berbagi ke anak yatim piatu. Semoga benar ada nya Tuhan.


"yan sebener nya lu milih siapa antara mas iman dan rian?" tanya novi ke aku


"ga tau gimana nanti aja, jujur dari awal gue memeng ga terlalu meng harap ke mas rian. Aku takut noy takut nanti seperti yang udah aku males"


"jangan gitu lah yan,,,aku yakin mas rian masih sayang ke lo apalagi mas iman aku yakin dia udah nyesel banget dengan apa yang dia lalukan ke lo kemaren"


"udah lah terserah dia aja noy" aku menimpali " gue bener-bener sakit banget ke dia noy. Aku yang terlalu berharap ke dia tadi nya yang aku fikir bakal ngelindungi ku saat aku terpuruk tapi dia malah ninggalin gue saat gue bener-bener butuh dukungan dan dekapan nya. Dia pergi tanpa berbicara satu kata pun bahkan permintaan maaf untuk ku pun tidak. Jadi buat apa lagi? Mereka mau menerima ku karna apa yang aku punya sekarang, bukan dari apa adanya aku. Cape gue?"


"ya udah se g usah di bahas lagi lupakan aja dulu waktu nya akan kenali bagaimana penderitaan orang yang teraniaya"

__ADS_1


Biarkan tangan Tuhan yang bekerja disaat kita sakit oleh ulah manusia yang lain, karena pengadilan yang terbaik adalah pengadilan Tuhan yang tak memihak siapapun.


__ADS_2