ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU

ANTARA ENGKAU DIA DAN AKU
masalah yang tak tuntas


__ADS_3

"mas,,,maaf saya ganggu waktu nya" sapa ku waktu ku datangi mas ganjar


"oh,,,silahkan masuk" ujar mas ganjar "ada apa yan?"


"mas,,,,kira-kira bisa ga saya memperingan hukuman ahmad" ujar ku


"yan,,,coba kamu fikir" ucap mas ganjar "apa yang sudah dia lakukan ke kamu, inget ga kemaren kamu seperti apa"


"tapi mas" sela ku


"yan,,,kamu fikirin mateng-mateng, kamu belum stabil" jawab mas ganjar yang membuat ku naik darah


"maksud mas apa?" tanya ku emosi "sudahlah maaf udah ganggu" aku pergi keluar dari kantor mas ganjar, harus bagaimana aku membebaskan sahabat ku. Aku tak tega melihat nya seperti ini meski dia sudah jahat pada ku tapi tak tega aku membalas rasa sakit ku pada nya.


Krrriiinnggg "hallo" sapa ku


"ibu dimana?" suami ku menelfon ku


"dari kantor mas ganjar" jawab ku lesu


"ngapain?" tanya nya dengan nada marah "ya udah pulang ya, abba tunggu"


Aku berjalan lesu, kenapa masalah baru aja selesai ini ada lagi masalah baru, tak cukup kah kemaren? Aku bingung terlalu banyak pertanyaan di otak ku yang tak bisa ku jawab. aku menghela nafas panjang setelah aku sampai di rumah, aku tak mungkin diam saja melihat teman ku mendekam di jeruji besi, aku tau dia sudah kejam pada ku tapi aku tak tega benar-benar tak tega.


"lama-lama aku marah ke kamu" ucap suami ku dari belakang yang terlihat kesal saat melihat ku


"aku minta maaf" ucap ku ke suami ku dengan menunduk, aku takut saat suami ku marah, aku tau sifat nya saat marah karena nya aku memilih diam.


"aku ga ngerti sama kamu?" ucap suami ku "dia udah bersalah udah jelas temen kamu yang ngelakuin sampe kamu gimana kemaren? Lupa? Atau udah pelupa?"


Aku masih tetep diam, tubuh ku gemetar saat nada kemarahan suami ku terlontar pada ku, aku tau dia kecewa atas sikap ku tapi aku juga ga bisa biarin teman baik ku terkena masalah. Naif memang aku hampir hancur karena ulah teman terdekat ku yang merugikan ku dalam banyak hal tapi aku benar-benar tak tega, bagaimana pun selama ini dia yang selalu membantu ku dalam keadaan tersulit ku.


"abba,,," ujar ku menangkan "aku tau, yang kemaren dia lakukan ke aku jahat banget, tapi aku ga tega lihat dia seperti ini. Aku ga yakin dia tega ke aku ba,"


"ga yakin gimana?" tanya nya seperti mengejek kebodohan ku "udah jelas ko bukti nya"


"pasti ada alasan kenapa dia seperti itu, sampe tega berbuat seperti itu ke aku" jawab ku


"abba ga ngerti jalan pikiran kamu, bu" tukas nya melemah


"mau bagaimana pun ahmad pernah berjasa buat aku, ba" ujar ku "persahabatan kami, bukan hanya kali ini tapi sudah cukup lama terjalin"


"tapi dia ga menghargai persahabatan kalian" jawab nya yang merasa geram pada ku


"aku tau tapi..." kalimat ku terpenggal, karena asumsi suami ku

__ADS_1


"terserahlah lah" tukas nya memotong kata-kata ku. Dia meninggalkan ku yang sedang duduk di teras belakang. Aku menyendiri merenung memikirkan apa yang terjadi, aku ingin sekali bertemu dengan ahmad, tapi semua pihak belum mengizinkan karena proses penyelidikan nya juga belum selesai.


Krriiinnggg "hallo" ku jawab telfon yang berdering "lo kesini aja, gue lagi santai"


Novi menelfon ku yang kata nya akan ke rumah ku sekarang. Bosan di rumah, tapi bagaimana lagi, lagian mau kemana, anak-anak masih sama nenek nya di rumah abba nya terasa sepi rumah saat anak-anak tak ada di rumah. Tak ada hiburan saat jenuh datang tanpa suara.


Bel berbunyi aku membukakan pintu, menyambut nya datang. Aku tersenyum menyapa nya "hai.."


"sendiri?" tanya nya


"engga, kang tristan di rumah" jawab ku


"oh,,,kirain" aku menyerengit kan dahi, aku melihat mimik wajah yang datar


"kenapa?" tanya ku heran


"gue pengen ngomong masalah ahmad" ucap novi


"kenapa lagi ahmad?" tanya kang tristan dari belakang yang menghampiri kami. Kami pun terdiam dan saling melirik saat dengan ketus suami ku bertanya pada kami. "di tanya ko malah diem?"


"ee eengga, ga apa-apa kang" jawab novi terbata-bata


"aku cape ya,,,tolong jangan ganggu lagi" ucap suami ku "yan,,,kamu baru keluar dari masalah jangan cari masalah yang udah selesai, kalo udah selesai ya udah cukup jangan di gali lagi"


"tapi kenapa dia bisa tega ke kamu?" tukas nya "kalian berteman kan, kenapa bisa teman makan teman?"


"kang,,,maaf" sela novi "jujur saya juga ga percaya ahmad tega ke temen nya sendiri, kalo di izinin boleh ga dian saya ajak nengok ahmad"


"maaf vi,,,saya ga izinin" jawab kang tristan "kalo dian ga bisa sakit hati, berbeda dengan saya, saya merasa sakit hati ke dia karena dia udah buat hidup saya hampir berantakan, karena dia udah bikin saya merugi tidak hanya materi tapi lebih dari ke psikis saya, coba kalo masalah ini menimpa ke kamu bukan ke dian? Bisa ga kamu lalui 3 bulan lebih vi, dian terpenjara. Kamu bisa ngerasain?"


"maaf kang,,," ucap novi "maka nya saya ingin ngajak dian ketemu ahmad karena saya ingin tau apa motif nya sampe seperti itu, jujur kang saya sama seperti dian tak tega melihat nya seperti itu"


"sebagai manusia biasa gue marah, gue emosi tapi kalo inget baik nya dia dulu, ga bisa nerima nya ga tega melihat nya" ucap ku ke novi dan suami ku


"karena sifat kamu yang seperti ini maka nya kamu sering tersandung masalah, gampang banget orang ngerjain kamu seperti kemaren" tukas suami ku "sahabat ga mungkin berani nusuk dari belakang"


aku dan novi hanya diam, ingin ku sangkal tapi ujung nya malah bikin ribut, aku memilih diam agar tak berlarut dalam pembicaraan yang membuat suami ku tersulut kemarahan. Aku sangat memahami posisi suami ku saat ini apa yang di rasakan suami ku aku bukan tak merasakan tapi aku lebih ke perasaan tak tega, aku akui apa yang di lakukan ahmad bener-bener membuat hidup ku kacau.


"yan,,,gue kesini cuma buat ngasih surat ini" tukas nya


"apa ini?" tanya ku


"surat rekomendasi agar kamu balik lagi ke kantor" jawab nya. Aku memandang suami ku yang terlihat biasa saja saat aku menerima surat dari kantor ku. "boss pengin kamu balik lagi"


"ga tau, gue masih bingung" jawab ku "kalo besok suruh ke kantor ya pasti ke kantor, tapi buat kerja lagi gue ga tau. Masih trauma gue"

__ADS_1


"gue ngerti yan" tukas nya "gue hargai keputusan lo"


kami bicara ngalor ngidul seperti biasa kalo kita ketemu selalu ada saja topik yang kita bahas, lama kita ga ketemu sih.


"anak-anak kemana?" tanya nya


"di rumah lama kang tristan sama ummi" jawab ku "eh lo ga kerja?"


"kerja cuma tadi gue di suruh kesini sama boss buat ketemu lo dan nyampein ini surat" jawab nya


"gimana kantor setelah gue ga ada?" tanya ku


"biasa lah lo masih jadi topik hangat anak-anak" jawab nya


"gue udah ngura sih" ucap ku "terserah lah buat gue semua nya udah ga gue pusingin, terserah mereka aja yang nilai"


"ya lo tau sendiri gimana kalo kita ada berita" tukas nya "sabar aja lagian sekarang status lo udah jelas kan? Nama lo udah bersih lagi"


"alhamdulillah" ucap ku


"gue pergi ya, dah kelamaan masalah nya" tukas nya "ga enak ma big boss, soal nya dia nunggu info dari gue"


"info apaan?" tanya ku


"tentang lo lah, apa lagi?" jawab nya


Aku keluar mengantar novi keluar gerbang rumah, setelah dia pergi aku menutup pintu gerbang dan kembali masuk ke rumah kembali duduk di ruang tengah menyalakan TV. Chanek tv ku gonta ganti membuat ku merasa jenuh.


"kenapa sih sayang?" tanya suami ku. Nada bucara nya lembut seperti biasa nya tak seperti tadi saat membicarakan masalah ku. "nii aku bikinin coklat panas sekalian cemilan nya juga"


"makasih ya" aku menerima secangkir coklat panas


"ngapain sih, nonton TV ko gonta ganti chanel mulu?" tukas nya "gabut banget"


"ga sih, cuma sepi ga ada anak-anak" kata ku memberi alasan


"kata ummi biarin anak-anak ma ummi sementara, agar kamu lebih tenang dulu" jawab suami ku "quality time for us honey"


"sepi ba," ujar ku


"ga apa-apa lagi biarin ummi ngabisin waktu sama mereka" ujar suami ku "harus nya seneng dong ummi bisa deket sama mereka"


"bukan ga seneng ba, cuma ngerasa sepi aja" jawab ku


Kami menghabiskan waktu berdua di dalam rumah, sekedar mengobrol, nonton drakor, makan malam berdua nongkrong di teras, begitu lah cara kami menghabiskan waktu. Saat nya istirahat karena besok harus mulai ke kantor lagi

__ADS_1


__ADS_2