
"abba, aku ada berita" ujar kepada suami ku. Sengaja aku tak memberitahukan kepada nya tentang jabatan yang di promosikan untuk ku, karena aku tak mau ada salah sangka suami ku terhadap ku, aku tak mau ada ketimpangan sosial terhadap ku.
"berita apa?" suami menanyakan kejelasan pada ku, karena aku tak kunjung berbicara pada nya "ko diem? Kata nya ada berita, kenapa malah ga jadi ngomong?"
"abba, sebelum nya aku minta maaf bukan maksud apa-apa tapi aku juga bingung harus bagaimana? Bukan mau ku tapi ini memang terjadi" aku terus menundukkan kepala tak berani menatap nya, aku takut apa yang ku terima hari ini akan jadi masalah sampai di kemudian hari.
"kenapa hmm?" suami ku mendekat dan mencium ku "ngomong kenapa?"
"tapi janji ga marah?" tanya ku
"gimana ya???" ujar nya membuat ku bingung "ya udah deh, ga marah, tapi ga janji yaa kan tergantung cerita kamu"
"ya udah deh" ujar ku pada nya "aku di promosikan bakal naik jabatan. Maaf ba, tolong jangan marah kalo buat abba ga nyaman aku ga bakal ambil ko. Toh segini juga rizki kita udah cukup, alhamdulillah nya kita ga kekurangan."
"kata siapa abba ga nyaman???" tukas suami ku "abba ga apa-apa itu rizki kamu, abba ga mau jadi penghalang rizki yang datang buat kamu, karena anggap aja itu rizki anak-anak"
"beneran?" tanya ku menegaskan pada suami ku "aku ga mau abba merasa tersaingi, karena aku tidak seperti itu"
"ya engga lah" jawab suami ku "kenapa harus tersaingi istri sendiri, toh itu udah rezki kamu kan??? yang abba minta tolong jangan banding-bandingin abba sama kamu ya, dan jangan pernah tolak apa yang abba kasih buat kamu"
"ya engga ba, berapapun yang abba kasih itu rizki aku, ga akan aku seperti itu, abba tau aku kan?" tanya ku pada suami ku
"abba percaya" tukas nya "kalo gitu terima aja, karena satu saat kita akan membutuhkan nya, anggap aja rezeki anak-anak"
"ya udah kalo gitu" ujar ku
"jangan lupa, sisahin buat yang berhak selain kita" aku memahami ucapan suami ku karena memang suami ku orang yang memahami ilmu agama lebih dari ku, mengangguk dan tersenyum, mengajak nya berbaring dan tidur karena besok kami akan menjalani serangkaian aktifitas panjang dan akan menyita banyak fikiran kami.
"selamat pagi pak" sapa ku saat memasuki ruangan bigboss "ini berkas kemaren saat pergi ke kantor C silahkan di teliti"
"oke" jawab bigboss aku pun meninggalkan ruangan tersebut dan kembali mengerjakan tugas yang belum selesai. Hujan deras pagi ini tak menyurutkan langkah ku untuk memulai aktifitas ku di luar, semua ku jalani dengan hati yang berbinar karena semua masalah lambat laun tertuntas kan.
"lis,,,hari ini kemana?" tanya ku ke lilis
"oh,,,hari ini ibu tidak ada jadwal bu" jawab nya
"makasih ya" ujar ku sambil masuk ke ruangan ku
__ADS_1
"yan" novi memanggilku "yuu masuk gue mau ngomong" aku pun mengikuti nya masuk ke ruangan.
"ada apa sih serius banget" tanya ku
"kemaren gue ke ahmad, petisi lo udah di sampaikan dan di terima" papar novi. "ahmad bilang sampein maaf dan terima kasih ke elo. Dan istri nya udah di terima di kantor yang lo rekomendasiin"
"alhamdulillah syukur deh" ucap ku ada perasaan lega mendengar kabar terbaru dari sabahat ku itu. "mau kerja kan istri nya? Bilang maaf hanya pekerjaan itu yang bisa gue kasih karena memang yang kosong pas bagian OB"
"meski OB tapi dia punya fasilitas yang sama karena rekomendasi dari lo yan" jawab novi
"syukur deh" jawab ku "mudah-mudahan mereka bisa melewati semua nya"
"amiiinnn" jawab novi "gue liat lo sibuk banget yan"
"begitu lah" jawab ku "gue harus bisa ngambil kepercayaan direksi lagi seperti dulu, kalo engga bakal susah ke depan nya"
"gue tau lo bisa yan" ujar novi
"insya alloh, amin" jawab ku tersenyum
"apa prospek lo ke depan?" tanya novi
"iya soal nya bentar lagi suami gue jemput" papar novi
"tumben? Ada apa?" tanya ku
"dia mau dinas luar kota, tumben ngajak gue" tukas novi
"liburan tuu" ujar ku
"ga tau,,,kalo ada waktu yaa sekalian kalo engga yaa udah" tukas nya
"oleh-oleh yaa,,,jangan lupa" tukas ku
"tenang aja" jawab nya.
Sahabat ku yang satu ini memang terkenal jago belanja, di mana pun asalkan ada peluang pasti akan menghabiskan waktu buat belanja, berbeda dengan aku dan ahmad kami lebih apa ada nya bukan karena apa cuma aku lebih suka yang apa ada nya, aku tipe cewek yang natural, jarang ke salon make up seadanya hanya untuk suami dan menunjang pekerjaan saja.
__ADS_1
Krrriiinnggg "hallo mr, may i help you?" aku kaget mendapat telfon dari client ku, entah apa sampai dia menelfon ku.
"no,,,may i disturb you?" tanya nya
"maybe not, but im still work now" jawab ku "may i do for you mr?"
"no no no" jawab nya "sorry if im disturb you, okay i will call you later" telfon pun terputus tanpa komentar apapun.
"siapa???" tanya novi
"klient bigboss yang kemaren gue temui di bandara" jawab ku
"hebat lo" jawab nya bangga "ga ada mati nya lo, tambah di sayang aja lo sama boss. Hadiah lo yan, buah dari kesabaran lo selama ini. Liat aja kalo gue di posisi lo belum tentu gue bisa maafin sahabat gue yang udah nusuk dari belakang, apalagi buat bantu keluarga nya tapi gue bangga ke elo, lo bisa ngatasi semua tanpa dendam malah lo bantu keluarga nya yang udah bener-bener nyakitin lo sampe hampir remuk."
"udahlah lupain aja" jawab ku memang malas membahas masalah itu semua malah mengingatkan kekecewaan yang teramat dalam untuk ku. "yang penting sekarang ke depan mau gimana"
"makasih ya udah jadi sahabat terbaik buat gue, ga hanya sahabat tapi kakak plus adek buat gue" ujar novi
"sama-sama, gue juga bangga punya lo yang selalu mengingatkan gue dalam hal salah, hal bener, kalian juga ga hanya sahabat tapi lebih dari sodara yang gue punya." ucap ku pada nya
"kita bakal selama nya yan, ada atau ga ada nya ahmad tapi lo bukan hanya sahabat gue lo sodara kandung gue yang selalu bisa ada buat gue kapan pun" kami saling berpelukan semua nya kami lepas agar tak menjadi beban lagi. "selamat yaa kasus lo berakhir dan karir lo menanjak indah"
"terima kasih, lo selalu support gue dalam hal apapun" jawab ku "gue bingung sekarang vi, kedepan nya harus gimana?"
"maksud lo?" tanya novi
"masalah pernikahan gue, gue ga pengen selama nya di sirri vi, gue pengen di halalkan secara negara juga agar tak terjadi kesimpang siuran tetangga"
"gue ngerti, bicarain aja pelan-pelan, gue yakin kang tristan ngerti" tukas novi "kang tristan orang nya sabar ko yan, dan lo tau itu karena bukan hanya kali ini aja lo kenal bahkan lo udah lebih kenal dulu daripada gue"
"iya sih hanya saja gue terkadang segan kalo sudah di hadapan nya, gue takut salah bicara sampai malah gue di kira yang gimana2" ujar ku pada sahabat ku.
"ga lah,,,kan lo lebih tau suami lo gimana?" ujar novi "gimana raaa nya udah bebas mutlak?"
"seneng banget lah vi, akhir nya gue bisa lebih ringan buat berjalan" jawab ku "gue kaya terlahir kembali vi,,,"
"alhamdulillah yan" sahut novi "mudah-mudahan ini yang terakhir yaa, biar ke depan nya bisa fokus buat suami dan anak-anak"
__ADS_1
"iya,,,sekarang aku fokus bekerja gue nabung buat kebutuhan semua nya." jawab ku sambil menyalakan monitor yang ada di kantor?