
Aku sangat kecewa mendengar penjelasan dian tak percaya rasa nya aku mendengar nya, kenapa bisa dia setega itu kepada ku. Aku benar-benar mencintai nya tapi kenapa dia begitu tega menduakan ku tanpa aku tau sama sekali.
"kamu tega sama aku yan" tukas ku saat aku mempertanyakan
"mas maaf" ujar nya "tega gimana? Siapa yang lebih dulu tanpa kabar? Siapa yang gantungin status orang? Kalo kamu jelas aku ga bakal pergi"
"dasar kamu nya aja yang gatel" dia terdiam dan menangis setelah mendengar ucapan ku. Entah apa yang salah tapi ku lihat raut sedih yang terpancar dari roman wajah nya.
"oh,,,makasih mas, makasih atas ucapan nya" tukas nya pada ku dan berlalu pergi tanpa berkata-kata lagi. Aku berusaha mengejar nya tapi tak di pedulikan nya, aku tau ucapan ku terlalu kasar tapi memang aku tak bisa mengontrol emosi ku saat marah. Ada setitik penyesalan ketika ku melihat dia menangis, tak tega rasa nya aku paling ga bisa lihat cewek menangis di depan ku.
"yan,,," seru ku sambil ku mengejar nya "dian tolong berhenti!" tak di gubris nya aku dian terus berlari menjauh dari ku. Aku tak lelah mengejar nya aku ingin dia kembali pada ku lagi seperti dulu dan meninggalkan laki-laki yang sekarang ada di dekat nya.
"yan tolong,,," ku raih tangan nya saat mencoba pergi dari ku
"apa lagi mas?" seru nya "udah cukup semua nya, aku ga nyangka kamu picik banget"
"mas minta maaf yan, maaf kalo buat kamu tersinggung kamu tau mas kalo marah ga bisa kontrol emosi" bicara ku melemah menenangkan suasana hati ku.
"harus aku yang selalu ngertiin?" tanya nya pada ku
"maaf" aku hanya bisa berkata maaf pada nya "duduk yu biar kita lebih tenang" kami duduk di kursi taman tempat kita bertemu "yan, mas minta maaf, mas sayang ke kamu bener-bener sayang kamu"
Dia masih terdiam, masih ku lihat air mata yang menetes di wajah nya, rasa ingin ku peluk dia dada ku terasa sesak saat melihat nya menangis.
"sekarang mas ikhlas kamu sama dia, mas ingin liat kamu bahagia" terasa ada yang menyelekit saat aku berucap tapi harus ku katakan aku juga sadar selama ini aku menelantarkan nya tanpa kabar bukan apa karena keadaan ku yang memang masih sulit saat itu. "maafin mas ya, semoga kamu bahagia dengan yang sekarang. Mas sadar belum tentu mas bisa bahagiain kamu nanti nya, seperti dia yang bisa bahagiain kamu. Maafin kata-kata mas tadi udah bikin kamu nangis"
Aku terlalu banyak bicara, itulah kalo aku sedang tidak baik-baik saja, hati ku gelisah tak tau apa aku harus seneng atau sedih yang jelas aku sekarang bener-bener berada di titik terendah rasa cinta yang ku miliki.
Aku berada di dekat nya sangat dekat tapi tak bisa ku raih, tak dapat ku dekap, meski sangat ingin ku memeluk nya, aku merindukan saat-saat kita bersama dulu, aku tau dia paling manja saat ada di dekat ku, manja nya yang membuat ku merindukan nya saat ini. Aku menyesal meninggalkan dan menelantarkan nya, ternyata sekarang dia telah di ambil laki-laki lain betapa beruntung nya laki-laki yang memiliki nya, bukan hanya karena sifat nya yang penyayang dian wanita yang tangguh sangat mandiri.
Siapa pun laki-laki nya akan sangat bangga memiliki nya, wanita penurut, tak banyak mengekang, dian sangat penyanyang kepada pasangan bahkan sangat pengertian. Sekarang wanita yang sangat ingin ku miliki malah pergi tak dapat lagi ku cegah, ikhlas ga ikhlas aku harus bisa melepaskan nya, semua terjadi karena salah ku yang telah membiarkan diri nya pergi.
Sesak rasa nya dada saat ku ingat semua, semua tentang dian. Dian tak cantik tapi menarik yang membuat ku tertarik dari apa yang dia miliki karena pesona nya membuat aku sebenarnya tak bisa lepas dari nya, seandainya ada kesempatan aku ingin memiliki nya lagi tak ingin kehilangan nya lagi.
"aku kangen ke kamu yan" tukas ku "maaf aku terpaksa mengungkapkan apa yang mas rasa karena mas sebenernya mas ga bisa tanpa kamu, mas ingin kita kembali seperti dulu. Mas kangen manja kamu, perhatian, pengertian kamu,,,terlebih mas kangen di cintai kamu"
Dia menatap ku tajam seolah ingin menerkam ku, aku tau dia marah, tapi aku tak bisa menyembunyikan rasa hati yang ku miliki.
"maaf mas, sudah terlambat karena saat ini aku sudah di miliki orang lain" jawab nya lantang "dia yang lebih bisa menghargai ku dari pada kamu, dia lebih membutuhkan ku dari pada kamu mas"
__ADS_1
"dan dia lebih banyak harta dari pada aku" tukas ku yang membuat nya semakin marah dan membenci ku.
"itu yang ada di otak kamu" timpal nya "picik nya otak kamu menilai aku mas, kamu ga sadar apa yang udah kamu lakukan ke aku? Kamu ngilang berbulan-bulan tanpa kabar,,,aku selalu mencoba menghubungi kamu tapi kamu ga pernah jawab semua telfon aku pesan aku, padahal saat itu aku sangat butuh kamu mas!"
"itu karena mas lagi fokus kerja buat kita yan!" aku menimpali kata-kata nya
"selalu itu jawaban nya, bosan!" ujar nya "aku juga kerja mas, kamu tau aku saat kerja bagaimana tapi aku selalu nyempetin waktu ada buat kamu meski sekedar nanya apa kabar, buat aku ga sulit kok. Tapi kenapa buat kamu itu sulit?"
"kerja kamu enak yan,,,sementara mas kerja kasar" timpal ku
"itu cuma alasan kamu mas, aku cape sama kamu, aku cape di gantung tanpa kabar sama kamu. Ga ngerti apa yang kurang dari aku, aku selalu ngertiin kamu posisi kamu tapi kamu tak pernah menghargai semua nya. Aku selalu mencoba sabar ke kamu mas, tapi aku juga manusia yang mempunyai batas kesabaran."
"karena itu, mas ingin mengulang masa bersama kita dulu" tukas ku sambil memohon pada nya "mas mau kamu tinggalkan dia, kembali pada mas dan mas akan terima apapun diri kamu"
"engga mas,,," jawab nya tegas "engga mungkin, aku ga mungkin ninggalin suami ku yang sekarang, aku engga mungkin nyakitin orang yang udah berjuang buat aku"
"mas juga pernah berjuang buat kamu, yan" ujar ku yang berusaha mengingatkan nya
"aku tau mas,,,dan aku sangat berterima kasih untuk itu. Karena perjuangan mu aku sampai di titik tertinggi pencapaian ku sekarang, aku tak memungkiri hal itu karena itu aku sampai bertahan 1 tahun untuk menunggu kamu, tapi apa yang aku dapat kamu malah lebih menjauh dari aku" tukas nya
"waktu itu mas minder ke kamu yan, mas ga percaya diri menemui kamu, mas merasa kecil di depan kamu yan" aku mencoba melunakan hati nya kembali "mas takut kamu ga nerima keadaan mas yang tak punya untuk kamu bangga kan"
"yan,,,tolong balik lagi ke mas yan" pinta ku memohon. Aku memeluk nya rasa tak bisa lagi aku menahan nya rasa rindu yang membuncah ku ku tumpahkan dalam pelukan ku. Karena aku tau pelukan ini adalah yang terakhir untuk ku. "balik lagi ke mas yan, kita jalani hari bersama seperti dulu yan, mas sadar mas ga bisa tanpa kamu"
"terlambat mas, semua nya sudah selesai" jawab nya "cerita kita sudah berakhir semenjak kamu pergi tanpa kabar"
"kasih mas kesempatan 1 kali lagi, satu kali yan mas janji bisa bahagiain kamu" ujar ku memohon
"mas bisa terima aku tapi ga anak-anak aku mas" tukas nya. pernyataan yang membuat ku tertohok tak bisa lagi berkata apa-apa. "mas bisa hidup bersama ku tapi tidak dengan ke 5 anak ku, itu kan yang membuat mas pergi dari aku?"
"kok bilang seperti itu?" tanya ku pada nya
"iya, karena anak-anak mas pergi ninggalin aku. Mas bisa berjuang buat aku tapi tidak untuk anak ku, sementara kang tristan memperjuangkan ku untuk kembali menjadi keluarga yang utuh untuk anak-anak ku"
Aku terdiam mendengar penjelasan nya, memang benar aku belum bisa menerima anak-anak nya karena penghasilan ku yang tak seberapa, memang aku pernah menyarankan dia untuk membagi dua pengasuhan anak nya kepada mantan suami nya, agar beban hidup kami tak terlalu tinggi tapi dian menolak dengan alasan anak nya adalah rizki nya apapun keadaan nya dia tak ingin membagi dengan mantan suami nya, meski begitu dia tak menampik saat anak-anak nya ingin mengunjungi ayah kandung nya.
Mulia hati nya meski telah di sakiti mantan suami nya tapi dia tak pernah menutup akses pintu saat anak nya ingin bertemu dengan ayah kandung nya atau sebaliknya saat ayah kandung nya memberi hak untuk anak nya dian tak pernah menolak meski bersama nya anak-anak tak pernah kekurangan masalah materi, karena dian selalu memprioritas utamakan anak-anak nya dari pada diri nya sendiri. Untuk seorang anak dian adalah ibu yang sangat perhatian, ibu yang sangat mengerti tentang apa yang di maui anak, dan untuk seorang laki-laki dian adalah wanita mandiri yang selalu ingin membahagiakan orang yang telah memberi nya kebahagiaan.
"maaf yan, sebenarnya dulu bukan maksud ga nerima anak-anak tapi keadaan mas yang belum mampu untuk menghidupi mereka." tukas ku
__ADS_1
"aku tau mas, karena nya aku tak pernah berhenti untuk menunjukan nya pada mas segimana aku berjuang buat anak-anak" jawab nya "mereka adalah anak-anak ku masa depan untuk ku, karena nya apapun yang terjadi aku berusaha sebaik mungkin menjaga mereka."
"maafin mas yan" berulang kali aku mengucapkan maaf, karena aku tau perbuatan ku sangat salah di mata nya. Aku telah menyakiti nya berulang-ulang.
"dan sekarang aku mohon jangan ganggu aku mas tolong pergi dari ku jangan pernah kembali apapun alasan nya" tukas nya pada ku.
"mas selalu mencoba tapi sekuat apapun mas mencoba melupakan kamu, selalu gagal yan" ujar ku pada nya
"itu yang aku rasakan dulu mas" jawab nya
"mas tau kamu masih mencintai mas kan?" ungkap ku pada nya "kamu ga bisa bohongi mas yan, mata kamu yang berbicara pada mas"
Dia hanya tersenyum dan mengusap air mata yang sejak tadi terus membanjiri kedua pipi nya "siapa bilang mas, kamu salah" ujar nya membohongi diri nya
"jujur, kenapa kamu sampai bisa menemui mas disini?" tanya ku "karena kamu juga sebenarnya merasakan apa yang mas rasa kan?"
"iya," sentak nya "iya mas, aku masih mencintai kamu, bahkan sangat mencintai kamu tapi kamu yang tak pernah peduli dengan rasa cinta yang aku miliki buat kamu. Kamu tak pernah tau bagaimana susah nya buat melupakan kenangan kita, melupakan seperti apa dulu kamu berjuang untuk hidup ku. tapi sekarang aku sadar kamu tak pantas untuk menerima semua rasa sayang dan rasa cinta yang aku miliki"
"ya,,,mas tau mas tak pantas buat kamu" jawab ku yang membuat hati ku terasa tersayat.
"jadi buat apalagi aku di ingat mas?" ucapan nya terasa pedas saat ku dengar di telinga ku. "kamu tak pantas aku cintai, kamu tak pantas mendampingi hidup ku, pergi lah dan jangan pernah kembali. Aku hanya masa lalu mu bukan masa depan buat mu mas"
"maafkan mas yan" tukas ku. Rasa nya beribu kata maaf pun tak bisa mengembalikan dian purmana pada ku.
"percuma minta maaf mas, karena akan sama maaf mu tak bisa mngembalikan hati yang telah patah karena mu. Jujur suami ku yang sekarang belum mendapatkan cinta ku karena semua nya telah aku beri buat kamu tapi aku yakin satu saat nanti aku bisa mencintai suami ku seperti layak nya laki-laki dan perempuan yang saling mencintai"
Aku terdiam mendengar semua penuturan nya, aku baru menyadari seperti itukah dian? Dian yang rela berkorban untuk laki-laki yang telah memperjuangkan hidup nya. Aku tersadar aku telah menelantarkan perempuan yang telah mencintaiku dengan tulus, perempuan yang rela mengikhlaskan diri nya berbakti untuk orang yang memperjuangkan diri nya. Aku menyesal Tuhan sangat sangat menyesal kebodohan ku yang telah membawa ku menjauh dari nya.
Aku tak menyangka dian bisa mempertaruhkan diri nya untuk laki-laki yang menjadi suami nya, betapa beruntung nya suami nya sekarang telah mendapatkan wanita hebat seperti dian.
"betapa bahagia nya suami mu sekarang yan, bisa mendapatkan kamu" tukas ku
"entahlah mas, aku tak tau yang jelas saat ini aku hanya pion yang digerakan semesta agar terus dapat menjalankan tugas ku dengan baik" jawab nya
"aku yang bodoh telah meninggalkan luka di hati kamu, yang tak mungkin bisa ku hapus" tukas ku pada nya
"sudahlah mas, aku hanya masa lalu buat kamu. Jangan lagi datang menemui ku karena aku hanya ingin fokus ke keluarga yang baru aku rintis sekarang. Maaf aku harus pergi, sebentar lagi dia kembali dari kantor nya, aku tak ingin dia tau kalo kita sudah bertemu. Maaf aku pergi"
Dian terburu-buru meninggalkan ku, kali ini tak bisa ku cegah aku hanya bisa melihat nya berlari meninggalkan ku sendiri. Rasa sakit yang datang membuat ku ingin berteriak kencang aku terduduk lemah, dengan terus menyalahkan kebodohan ku. Aku pergi perlahan dari kota yang memberiku kenangan manis tentang seorang wanita yang ingin ku miliki tapi tak bisa ku gapai karena telah memberi nya luka yang teramat dalam. Aku pulang dengan keadaan hampa dengan hati yang remuk melihat kebahagiaan wanita yang ku cintai pergi untuk selama nya dari hidup ku.
__ADS_1