
"Hadeeuuhh.. Jantungan saya! Untung saja cepat pergi, jika tidak saya pergi tadi!" ucap Pak penghulu yang membuat tamu menjadi kebingungan
"Kenapa Anda pergi Pak?" tanya Arga yang kini sudah duduk berhadapan dengan Mega untuk memakaikan mahar darinya.
"Ya.. Gimana saya tidak pergi, saya pikir kalian mau perng tadi!" jawabnya yang membuat semua orang teratwa merasa lucu dengan ucapan Pak penghulu itu.
Arga tertawa sambil memkaikan mahar di leher Mega. Mega menatapnya dengan terpana. Sudah lama tidak terlihat Arga tertawa lepas seperti itu.
Tertawa lepas seperti tidak ada beban sedikitpun. Mega pun ikut tersenyum melihatnya. Bayu terkikik geli melihat mama dan papa nya tertawa dan tersenyum seperti itu.
Semoga benar saja, papa bisa melindungi mama dari orang-orang jahat Paman Damar itu. Biarlaha semua harta almarhum ayah mereka ambil, asala jangan papa dan mamaku. Papa Arga dan mama Mega. Dua orang yang sangat ingin aku satukan sejak aku tahu jika keduanya memang sudah berencana mengikat janji ini.
__ADS_1
Terimakasih papa Surya. Papa sudah memberikan jalan padaku. Terimakasih.. Batin Bayu terharu dengan rencana papa Surya yang ia temukan di dalam laci nakas kamar mama nya.
Yang beirisi sebuah flashdisk berisi percakapan kedua orang tua kandungnya sebelum kecelakan itu terjadi.
Setelah acara pernikahan itu terjadi, kini ketiganya pulang kerumah Ummi Ira dulu. Beliau tidak mengizinkan kedua orang itu untuk pulang kerumah Baru yang sudah Arga Beli tidak jauh dari komplek perumahan Ummi Ira sendiri.
Karena Ummi Ira tidak mengizinkan Arga jauh-jauh darinya. Padahal Ummi Ira memiliki putra juga satu orang lagi yang saat ini masih kuliah di singapore.
Semua tamu sudah pulang kerumah masing-masing. Sedang dua keluarga masih berkumpul dirumah Ummi Ira.
Keluarga Mega sangat senang berlama-lama disana. Karena para besan mereka itu sangat ramah dan terbuka pada mereka yang sudah melakukan kesalahan.
__ADS_1
Bukan kesalahan besar. Hanya saja kesalahan itu membuat mereka merasa bersalah karena harus memutuskan hubungan Arga dan Mega yang ternyata sudah terjalin lama itu.
"Sebenarnya Abang dan Mega tidak sengaja di pertemukan saat kami mengikuti pengajian yang diadakan di fakultas dulunya. Abang yang tidak mengenal nya biasa-biasa saja. Entahlah dengan Mega." Cerita Arga yang membuat Mega menepuk lengannya.
Semua orang tertawa. "Hahaha.. Kan beneran waktu itu, kita berdua tidak saling mengenal satu sama lainnya. Karena ustadzah dan ustadz Harun itu kenal dengan kami berdua, mereka sepakat menjodohkan kami berdua. Katanya kami akan cocok jika bersama. Entah cocok yang seperti apa maksud Ustdaz Harun. Padahal kami mah sering kali ribut jika tidak sejalan. Bukan kah begitu Ustadz Harun??" goda Arga pada sang Ustad yang ternyata sepupu jauh dari mama Desi itu kini sedang tertawa mendengar ucapan nya.
"Hahaha. Kamu benar nak. Tapi lihatlah sekarang. Allah telah menyatukan kalian berdua dalam mahligai pernikahan yang begitu indah. Menikah karena anak. Bayu, merupakan penyambung tali kalian dulu yang terputus. Sungguh indah rahasia Allah untuk hubungan kalian berdua." Imbuhnya yang membuat Mega dan Arga mengangguk dan tersenyum.
"Ustadz Benar. Inilah cara Allah menyatukan kami berdua. Semoga kedepannya kami bisa menghadapai masalah yang sebentar lagi akan datang menemui kami." Ucapnya sambil melirik Mega yang kini tersenyum padanya dengan mata berkaca-kaca.
"Berdua kami akan lebih kuat untuk melawan musuh Bayu. Yang merupakan musuh kedua orang tuanya dulu." lanjutnya lagi yang membuat seluruh keluarga mengangguk setuju.
__ADS_1